Kecantikan dalam Keterampilan Tangan - Menyelami Dunia Kerajinan Tas Anyaman
Apa Itu Anyaman Ketak?
Anyaman ketak merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang menjadi andalan bagi masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat. Kerajinan yang diwariskan turun temurun sejak tahun 1986 ini masih ada terus berkembang hingga sekarang.
Anyaman ketak ini pun mampu menjadi sektor industri yang berkembang dan mampu menampung tenaga kerja lokal cukup banyak yakni sekitar 25 ribu orang dan menyerap investasi kurang lebih 3 miliyar rupiah.
Produk dari bahan ketak ini sudah diekspor hampir ke semua negara berkembang seperti jerman, prancis, inggris dan yang terbesar saat ini adalah jepang serta konsumen dalam negeri untuk dijadikan paket seminar kit atau untuk souvenir lainnya.
Meskipun demikian ternyata tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui kerajinan ketak ini. Mungkin juga termasuk Anda! Padahal kerajinan yang terkenal dengan keawetan dan kelenturan dari bahan pembuatannya ini menjadi salah satu souvenir khas Pulau Lombok.
Ketak yang merupakan salah satu tanaman berjenis paku -pakuan ini tumbuh liar di hutan-hutan Nusa Tenggara Barat, terutama di desa Nyurbaya Gawah Lombok Barat.
Lombok Barat memiliki persedian bahan baku ketak yang cukup banyak. Tanaman berjalar ini memiliki bentuk batang seperti rotan namun lebih kecil dan lebih elastis sehingga mudah untuk dibentuk sesuai dengan keinginan.
Tas Tenun
Tak hanya memiliki destinasi wisata dengan panorama yang luar biasa indah, di Lombok, Nusa Tenggara Barat juga terkenal dengan kreasi tas suku tenun dan tas rotan sebagai oleh-oleh khas Lombok yang wajib kamu beli. Tas tenun Lombok terbuat dari kain tenun Lombok yang dibentuk menjadi tas selempang berukuran kecil hingga besar serta ada hiasan rumbai pendek pada bagian bawah tas. Paduan variasi motif tenun dan warnanya tampak sangat cantik.
Pasti Kawan familiar, deh, dengan tas berbentuk bulat dan persegi panjang yang juga banyak ditemukan di Bali ini. Awal pembuatan tas rotan Lombok terinspirasi dari tempat menyimpan perhiasan leluhur di NTB yang bentuknya bulat saja.
Nah, Kawan, itulah ragam tas tradisional yang sering Kawan temui. Tas-tas di atas merupakan tas khas dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Tidak kalah dengan tas buatan mancanegara, tas tersebut juga memiliki fungsi dan yang unik, ya. Yuk, bangga dengan produk buatan Indonesia!*
Sumber: Beautynesia.id
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Tas Anyaman Plastik
Tas merupakan sebuah tempat maupun wadah yang dapat di bawa untuk acara ataupun bepergian lainya, sedangkan tas anyaman sendiri pembuatan dengan tradisional.
Untuk jenisnya sangat banyak sekali hingga puluhan macam serta jenisnya, buat Anda bisa membeli di toko kami, tas kerajian harga tetap merakyat dan bersahabat. Kualitas yang bagus karena bahan bagus juga. 6282249395621
Tas tersebut memiliki banyak manfaat kegunaan mulai dari belanja ke pasar, acara pernikahan untuk membawa barang dan masih banyak lainya. Untuk pembuatan tas anyaman sendiri tentu sangatlah mudah.
Cara pembuatanya hanya menirukan tas yang akan dibuat, untuk lebih mudahnya Anda belajar bersama orang yang sudah berpengamalan membuatnya.
Noken
Noken | Foto: Wikipedia
Tas tradisional dari Papua yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO ini terbuat dari serat kulit kayu pohon Manduam dan pohon Nawa (Anggrek hutan). Noken sebagai wadah untuk membawa barang bawaan memiliki filosofi sebagai simbol kehidupan yang baik, perdamaian, serta kesuburan bagi masyarakat Papua. Uniknya, tidak seperti tas biasa yang disangkutkan ke bahu, tas ini dipakai dengan cara disangkutkan di kepala sementara bagian kantungnya menjuntai ke punggung.
Tenang saja, Kawan enggak mesti mengikuti cara membawa noken seperti masyarakat Papua, kok! Tas ini cocok banget untuk digunakan sebagai reusable bag saat berbelanja karena sifatnya yang sangat kuat dan muat banyak barang. Harganya sendiri bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000 saja.
Keunikan Anyaman Ketak
Produk kerajinan tangan ketak ini dibuat secara tradisional untuk mepertahankan tradisi turun temurun, dan terus dilestarikan dengan terus diajarkan kepada para generasi mudanya.
Sebelum dianyam menjadi barang-barang yang cantik bahan bakunya terlebih dulu dijemur selama 3 hari agar menghasilkan warna yang sesuai, kemudian dilanjutkan dengan proses pengeringan selama tiga hari tiga malam.
Sehingga menghasilkan produk kerajinan yang aman dari jamur, rayap, bebas bahan kimia, ditambah dengan semakin lama kerajinan ketak itu disimpan warnanya akan semakin terbentuk dan eksotis.
Hal inilah yang membuat kerajinan ketak sangat unik, sehingga banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal yang tertarik mengikuti proses pembuatannya secara langsung.
Tags: kerajinan