Kecantikan dalam Keterampilan Tangan - Menyelami Dunia Kerajinan Tas Anyaman
Desa Pengrajin Ketak di Lombok
Desa Beleka adalah salah satu desa yang terletak di arah timur kota Praya, kecamatan Praya Timur, kabupaten Lombok Tengah ini merupakan salah satu pusat kerajinan anyaman ketak dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Selain kerajinan ketak, kerajinan lain yang diproduksi adalah kerajinan kayu, keris dan keramik. Warga desa Beleka sendiri jumlahnya mencapai ratusan kepala keluarga.
Hampir 85 persen dari keseluruhannya merupakan pengrajin anyaman ketak, karena kerajinan anyaman ketak memang merupakan warisan turun temurun nenek moyang semenjak puluhan tahun lalu.
Tidak heran di usia yang masih terbilang muda para gadis dan remaja warga desa Beleka sudah terampil membuat kerajinan ketak dengan kreasi unik dan tentunya menarik.
Kerajinan ketak rotan adalah salah satu seni yang banyak diminati para wisatawan. Kreasi kerajinan anyaman ketak Lombok dibuat dari bahan baku dari alam yang sudah tersedia.
Sehingga untuk ketersediaan bahan baku tidak perlu dipikirkan lagi. Anyaman ketak adalah jenis kerajinan yang dibuat tanpa bantuan mesin sama sekali atau hanya mengandalkan tangan pengrajin sendiri.
Apa Itu Anyaman Ketak?
Anyaman ketak merupakan salah satu jenis kerajinan tangan yang menjadi andalan bagi masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat. Kerajinan yang diwariskan turun temurun sejak tahun 1986 ini masih ada terus berkembang hingga sekarang.
Anyaman ketak ini pun mampu menjadi sektor industri yang berkembang dan mampu menampung tenaga kerja lokal cukup banyak yakni sekitar 25 ribu orang dan menyerap investasi kurang lebih 3 miliyar rupiah.
Produk dari bahan ketak ini sudah diekspor hampir ke semua negara berkembang seperti jerman, prancis, inggris dan yang terbesar saat ini adalah jepang serta konsumen dalam negeri untuk dijadikan paket seminar kit atau untuk souvenir lainnya.
Meskipun demikian ternyata tidak banyak orang Indonesia yang mengetahui kerajinan ketak ini. Mungkin juga termasuk Anda! Padahal kerajinan yang terkenal dengan keawetan dan kelenturan dari bahan pembuatannya ini menjadi salah satu souvenir khas Pulau Lombok.
Ketak yang merupakan salah satu tanaman berjenis paku -pakuan ini tumbuh liar di hutan-hutan Nusa Tenggara Barat, terutama di desa Nyurbaya Gawah Lombok Barat.
Lombok Barat memiliki persedian bahan baku ketak yang cukup banyak. Tanaman berjalar ini memiliki bentuk batang seperti rotan namun lebih kecil dan lebih elastis sehingga mudah untuk dibentuk sesuai dengan keinginan.
Noken
Noken | Foto: Wikipedia
Tas tradisional dari Papua yang masuk dalam daftar Warisan Budaya Tak Benda UNESCO ini terbuat dari serat kulit kayu pohon Manduam dan pohon Nawa (Anggrek hutan). Noken sebagai wadah untuk membawa barang bawaan memiliki filosofi sebagai simbol kehidupan yang baik, perdamaian, serta kesuburan bagi masyarakat Papua. Uniknya, tidak seperti tas biasa yang disangkutkan ke bahu, tas ini dipakai dengan cara disangkutkan di kepala sementara bagian kantungnya menjuntai ke punggung.
Tenang saja, Kawan enggak mesti mengikuti cara membawa noken seperti masyarakat Papua, kok! Tas ini cocok banget untuk digunakan sebagai reusable bag saat berbelanja karena sifatnya yang sangat kuat dan muat banyak barang. Harganya sendiri bervariasi, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000 saja.
Tags: kerajinan