Kerajinan Tas Rajut - Seni Merajut yang Indah untuk Karya DIY Anda
Ruko Kerajinan Tas Rajut di Kuta Ludes Terbakar
Kebakaran ruko kerajinan tas rajut di Kuta (Dok.IDN Times/istimewa)
Badung, IDN Times – Kebakaran kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar. Sebuah ruko Lantai III di Jalan Raya Kuta Gang Selamat Nomor 6 Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, terbakar sekitar pukul 11.00 Wita, pada Selasa (18/6/2024). Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, mengatakan kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik, dan tidak ada korban jiwa.
“Dugaan sementara terkait dengan kejadian kebakaran, diduga adanya korsleting listrik,” ungkapnya.
Penanda tusukan
Ilustrasi penanda tusukan (shopee.co.id)
Penanda tusukan atau stitch marker berguna untuk menandai sampai mana hasil rajutanmu. Ini menghindari benang terburai saat rajutanmu belum selesai. Penanda tusukan berfungsi juga untuk menandai pola pertama yang kamu gunakan saat menganyam benang. Sehingga kamu tidak lupa pola rajut dalam baris, dan menghindari kamu mengulang pola dari awal.
Penanda tusukan tersedia dalam berbagai bentuk dan bahan. Umumnya berbahan plastik dan aluminium. Penanda tusukan berbentuk seperti jarum peniti yang tumpul di ujung jarumnya.
Kesimpulan
Dari analisis SWOT yang dilakukan pada usaha tas rajut, dapat diketahui bahwa usaha ini memiliki kekuatan dalam desain unik, kualitas produk yang tinggi, keahlian dalam rajut, jaringan pemasaran yang luas, inovasi, kapasitas produksi yang memadai, kualitas bahan baku yang baik, pemberdayaan tenaga kerja lokal, pengalaman dalam industri, serta brand awareness yang kuat. Namun, usaha ini juga memiliki kelemahan dalam harga yang lebih tinggi, penjualan terbatas, keterbatasan variasi warna, ketergantungan pada pemasok, keterbatasan pasar, kurangnya skala produksi, rentan terhadap perubahan mode, minat terbatas, kurang diminati oleh pria, dan penetrasi pasar yang rendah.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, pemilik usaha tas rajut dapat mengambil tindakan strategis yang tepat untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang, serta menghadapi kelemahan dan ancaman. Dalam menghadapi persaingan yang ketat, pemilik usaha harus terus berinovasi dalam desain, meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Melalui langkah-langkah ini, usaha tas rajut memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang di pasar yang semakin kompetitif.
Tags: kerajinan