Kerajinan Tas Rajut - Seni Merajut yang Indah untuk Karya DIY Anda
Kelemahan (Weaknesses)
1. Harga yang Lebih Tinggi: Harga tas rajut lebih tinggi dibandingkan dengan tas biasa.
2. Penjualan Terbatas: Pasar tas rajut masih terbatas dan menargetkan segmen pasar tertentu.
3. Keterbatasan Variasi Warna: Usaha ini terbatas dalam variasi warna yang ditawarkan sehingga dapat membuat pembeli kurang memilih.
4. Terlalu Bergantung pada Pemasok: Usaha ini tergantung pada pemasok bahan baku tertentu sehingga dapat mempengaruhi produksi jika terjadi keterlambatan pengiriman bahan baku.
5. Keterbatasan Pasar: Pasar tas rajut masih terbatas dan mungkin tidak dapat mencapai target penjualan yang tinggi.
6. Kurangnya Skala Produksi: Usaha ini belum mencapai skala produksi yang dapat mengurangi biaya produksi.
7. Dapat Terganggu oleh Perubahan Mode: Permintaan untuk tas rajut dapat turun jika tren fashion berubah.
8. Minat Terbatas: Sekelompok orang yang tertentu yang tertarik pada tas rajut dan ini dapat membatasi potensi pasar.
9. Kurang Diminati oleh Pria: Produk ini biasanya lebih diminati oleh wanita sehingga pemilik usaha harus mencari cara untuk menarik minat pria.
10. Penetrasi Pasar yang Rendah: Usaha ini belum mencapai penetrasi pasar yang tinggi dikarenakan persaingan yang ketat dengan produk serupa di pasaran.
Jarum knitting
Ilustrasi jarum knitting (pexels.com/pavel-danilyuk)
Jika crocheting hanya membutuhkan satu jarum hook atau hakpen, maka knitting menggunakan dua jarum untuk merajut. Jadi kamu akan menggunakan kedua tanganmu untuk menganyam benang. Jarum knitting atau disebut jarum breien berbentuk tumpul di ujungnya tanpa ada kait. Bahan dari jarum ini umumnya kayu, stainless, atau besi.
Produk yang dihasilkan dari jarum breien lebih halus sempurna dan rapat. Jarum breien umumnya lebih panjang dari hakpen dengan ukuran bervariatif, mulai dari 1,25 mm sampai 20 mm. Sama dengan hakpen, ukuran jarum knitting harus disesuaikan dengan benang.
Editor’s picks
Tags: kerajinan