Kerajinan Tulang Sapi - Keindahan Seni Merajut dan DIY
Contoh Kerajinan dari Tulang Ikan
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Tulang Ikan |
| ">1 | ">Kerajinan Gelang dari Tulang Ikan Hiu |
| ">2 | ">Kerajinan Hiasan Dinding dari Tulang Ikan |
| ">3 | ">Kerajinan Kalung dari Tulang Ikan |
| ">4 | ">Kerajinan Kalung Etnik dari Tulang Ikan |
| ">5 | ">Kerajinan Liontin dari Tulang Ikan |
| ">6 | ">Kerajinan Miniatur Burung dari Tulang Ikan |
| ">7 | ">Kerajinan Miniatur Hewan Naga dari Tulang Ikan |
| ">8 | ">Kerajinan Miniatur Kapal dari Tulang Ikan |
| ">9 | ">Kerajinan Miniatur Motor dari Tulang Ikan |
| ">10 | ">Kerajinan Miniatur Perahu dari Tulang Ikan |
| ">11 | ">Kerajinan Miniatur Sepeda dari Tulang Ikan |
| ">12 | ">Kerajinan Robot dari Tulang Ikan |
| ">13 | ">Kerajinan Ukiran dari Tulang Ikan Duyung |
Shell Cordovan Leather
Shell Cordovan Leather adalah jenis kulit terbaik dalam pembuatan produk barang – barang dari kulit. Cordovan diambil dari kulit hialin pada bagian pantat kuda. Kulit ini sangat kuat dan tahan lama karena lapisan hialin mengandung serat yang padat. Sebenarnya lapisan ini menutupi seluruh bagian tubuh kuda tapi porsi paling banyak ada di bagian pantat kuda.
Asal usul nama jenis kulit ini berasal dari kota Cordoba di Spanyol, tempat dimana kulit jenis ini pertama kali diproduksi oleh Visigoth di abad ke-17, sebelum Moors. Pada abad ke-19 dan 20, kulit ini dipakai sebagai pengasah pisau cukur.
Belakangan ini, kulit ini banyak dipakai untuk produksi sepatu, tas dan dompet karena kualitasnya yang maksimal. Shell cordovan memiliki karakteristik non-kusut yang unik. Karena terbuat dari jaringan ikat, halus dan tidak memiliki efek berkerikil dari kulit yang berasal dari kulit binatang.
Mengenal Ruang Lingkup Produk Kerajinan Limbah Organik
Limbah organik adalah jenis limbah yang berasal dari Kerajinan dari limbah organic makhluk hidup atau limbah yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, sisa tumbuhan mati, dan limbah dari hewan. (Kompas.com/ElizaNavianaDamayanti)
KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam kekayaan, salah satunya kerajinan. Kerajinan dapat dibuat dari berbagai bahan yang tersedia, baik dari bahan mentah maupun limbah. Berdasarkan kandungan senyawanya, limbah sebagai bahan pembuatan kerajinan terbagi menjadi dua jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Namun, pada pembahasan ini, kita akan mempelajari mengenai kerajinan dengan bahan limbah organik.
Buka/Unduh
1. Limbah Keras Organik
Limbah keras organik adalah limbah yang berasal dari alam (tumbuhan dan hewan) bersifat keras, padat, dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai dalam tanah.
Limbah keras organik terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan.
Contoh limbah keras organik:
- cangkang kerang laut,
- sisik ikan keras,
- tulang ikan,
- tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing),
- tempurung kelapa,
- potongan kayu.
Diperlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu dalam pengerjaan produk kerajinan.
2. Limbah Keras Anorganik
Limbah keras anorganik adalah jenis limbah yang berwujud keras, padat, sangat sulit atau bahkan tidak bisa untuk diuraikan atau tidak bisa membusuk.
Limbah keras anorganik terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran.
Contoh limbah keras anorganik:
- pelat-pelat dari logam,
- pecah-pecahan keramik,
- pecahan kaca,
- wadah/botol plastik,
- kaleng.
Limbah sisik ikan
Indonesia adalah negara maritim yang dua pertiga wilayahnya terdiri atas perairan. Inilah yang membuat produksi ikan negara kita melimpah. Beberapa tahun lalu, menurut Kementerian kelautan dan perikanan, produksi olahan ikan Indonesia mencapai 4,58 juta ton dan sudah tercapai menjadi 4,8 ton.
Dari jumlah ikan sebanyak itu, semuanya pasti memiliki sisik. Sementara daging ikannya dikonsumsi manusia, sisik-sisiknya hanya memenuhi tempat pembuangan sampah. Tidak hanya mencemari lingkungan, sisik-sisik yang dibairkan membusuk juga isa mengganggu kesehatan.
Padahal sebenarnya, limbah itu bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika kita bisa mengolahnya. Sisik-sisik ini bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori yang cantik dan menarik seperti anting-anting, cincin, kalung, bros, dan gelang.
Limbah dari sisik ikan, bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika dapat mengolahnya. Setiap ikan menghasilkan sisik yang berbeda ukuran dan ketebalannya. Sisik ikan kakap lebih sering dapat digunakan sebagai produk kerajinan karena sisiknya ini lebih terlihat kokoh, tebal, dan besar jika dibandingkan sisik ikan mas atau ikan mujair.
Cara mengolah sisik ikan
Berikut ini adalah cara mengolah sisik ikan agar dapat dipakai menjadi bahan baku produk kerajinan.
- sisik-sisik ikan direndam selama 2 jam dengan air deterjen dan bilaslah dengan air bersih selama 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen.
- Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam, agar bau amisnya dapat hilang.
- Pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan dan di tiriskan dengan saringan.
- Memberi warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehati-hatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet.
- Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci dan masukan pula sisik-sisik ikannya. Perlu diperhatikan jangan sampai air menajdi mendidih, karena sisik ikan akan menjadi matang dan menempel satu sama lain.
- Matikan kompor dan biarkan sisik-sisik ikan itu terendam zat warna selama 20 menit.
- Tiriskan sisik-sisik kan dan keringkan dengan cara diangin-anginkan, agar permukaan tidak melengkung.
Tags: kerajinan