Kerajinan Tulang Sapi - Keindahan Seni Merajut dan DIY
Contoh Kerajinan dari Tulang Ikan
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Tulang Ikan |
| ">1 | ">Kerajinan Gelang dari Tulang Ikan Hiu |
| ">2 | ">Kerajinan Hiasan Dinding dari Tulang Ikan |
| ">3 | ">Kerajinan Kalung dari Tulang Ikan |
| ">4 | ">Kerajinan Kalung Etnik dari Tulang Ikan |
| ">5 | ">Kerajinan Liontin dari Tulang Ikan |
| ">6 | ">Kerajinan Miniatur Burung dari Tulang Ikan |
| ">7 | ">Kerajinan Miniatur Hewan Naga dari Tulang Ikan |
| ">8 | ">Kerajinan Miniatur Kapal dari Tulang Ikan |
| ">9 | ">Kerajinan Miniatur Motor dari Tulang Ikan |
| ">10 | ">Kerajinan Miniatur Perahu dari Tulang Ikan |
| ">11 | ">Kerajinan Miniatur Sepeda dari Tulang Ikan |
| ">12 | ">Kerajinan Robot dari Tulang Ikan |
| ">13 | ">Kerajinan Ukiran dari Tulang Ikan Duyung |
Rangkuman Materi Kerajinan Bahan Limbah Keras Prakarya Kelas 8
Materi Kerajinan Bahan Limbah Keras Prakarya Kelas 8 - Memahami prinsip kerajinan bahan limbah keras organik dan anorganik, pengolahan limbah keras, proses produksi limbah organik dan anorganik, dan contoh proyek kerajinan bahan limbah keras.
| Cari di sini : |
|---|
| Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK Buka |
| Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK Buka |
| Download Buku Pelajaran Buka/Unduh |
| Download Modul Ajar Buka/Unduh |
A. Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras
Bahan limbah merupakan bahan yang sangat potensial untuk dijadikan bahan pembuatan kerajinan.
Limbah keras adalah limbah yang berwujud keras, padat, tidak mudah berubah bentuk, tidak mudah diolah, dan tidak mudah terurai dalam tanah.
Limbah umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga.
Contohnya: cangkang kerang, tampurung kelapa, sisik ikan, kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, stereofoam dan lain-lain.
Limbah organik biasanya didaur ulang menjadi pupuk tanaman sampai dengan bahan bakar biogas.
Limbah keras yang ada di lingkungan masyarakat terlebih dahulu dilakukan pengolahan melalui beberapa cara diantaranya:
Limbah keras relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa terurai tetapi memerlukan waktu yang lama.
Penggolongan hasil limbah keras dilihat dari kondisi wilayahnya.
- Daerah pesisir pantai/laut: Limbah keras yang banyak tersedia seperti cangkang kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, dan tulang ikan.
- Daerah pegunungan: Limbah keras yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah limbah kayu pinus, kayu abasia, dan kayu kamper.
- Daerah pertanian: Limbah keras yang didapat di daerah ini adalah tulang-tulang hewan ternak seperti tulang sapi, kerbau, kambing, ayam, serta tulang ikan.
- Daerah perkotaan: Limbah keras yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya berupa pecahan kaca, pecahan keramik, potongan logam, dan aneka plastik bekas perabot.
Pengolahan limbah keras maupun organik memiliki prinsip sistem 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle.
Proses recycle yaitu mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan tersebut.
| Download Rangkuman Materi Pelajaran Tingkat SMP dan SMA |
|---|
Milled Leather
Milled leather adalah kulit yang tampak keriput yang memiliki butiran kerikil yang alami dan tidak beraturan seperti kulit buah jeruk. Istilah “milling leather” tidak terlalu familiar. Sebenarnya milling leather adalah istilah teknis murni dan mengacu pada teknis dan alatnya yaitu “drum” dan “jatuh”.
Kulit yang selama produksi dimasukkan ke dalam mesin drum di mana ia diputar, seperti aksi pengering pakaian besar, bedanya hanya tidak adanya udara panas yang membuatnya kering. Dalam teknis drum yang berputar, terdapat aksi jatuhnya kulit yang lembut, garis-garis permukaan yang halus alami pada kulit menjadi lebih intensif.
Jenis pengolahan ini dapat dilakukan pada berbagai macam kulit, seperti sapi, domba, rusa dan sebagainya. Tergantung pada item kulit atau item kerajinan yang akan dibuat. Anda akan memilih jenis kulit, jenis warna dan akhirnya ketebalan yang Anda butuhkan. Dengan pengolahan jenis ini dimungkinkan untuk membuat banyak objek dan aksesori yang memiliki kekhasan tekstur yang selalu berbeda dan selalu alami sebagai nilai tambah.
Vegetable Tanned Leather / Kulit Nabati
Vegetable Tanned Leather adalah pegangan kulit yang cenderung kaku dan keras, warna tampak natural atau warna bersifat warna kekayuan. Selain itu Vegetable Tanned Leather bersifat aging, yaitu ketika kulit mengalami penuaan maka warnanya akan berubah. Karakter dan sifat Vegetable Tanned Leather yang aging seperti ini menambah kesan artistik dan klasik, menambah nilai dari kerajinan kulit tersebut, bahkan menampilkan kualitas semakin tua semakin bernilai visual dari kerajinan tersebut.
Proses penyamakan kulit nabati merupakan proses penyamakan yang paling ramah lingkungan dibandingkan dengan mineral chrome leather. Keunggulan dari vegetable tanned leather adalah ketika dibasahi sedikit air, anda dengan mudah membentuk model yang anda inginkan.
Tags: kerajinan