Kerajinan Tulang Sapi - Keindahan Seni Merajut dan DIY
Mengenal Ruang Lingkup Produk Kerajinan Limbah Organik
Limbah organik adalah jenis limbah yang berasal dari Kerajinan dari limbah organic makhluk hidup atau limbah yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, sisa tumbuhan mati, dan limbah dari hewan. (Kompas.com/ElizaNavianaDamayanti)
KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam kekayaan, salah satunya kerajinan. Kerajinan dapat dibuat dari berbagai bahan yang tersedia, baik dari bahan mentah maupun limbah. Berdasarkan kandungan senyawanya, limbah sebagai bahan pembuatan kerajinan terbagi menjadi dua jenis, yaitu limbah organik dan limbah anorganik. Namun, pada pembahasan ini, kita akan mempelajari mengenai kerajinan dengan bahan limbah organik.
Shell Cordovan Leather
Shell Cordovan Leather adalah jenis kulit terbaik dalam pembuatan produk barang – barang dari kulit. Cordovan diambil dari kulit hialin pada bagian pantat kuda. Kulit ini sangat kuat dan tahan lama karena lapisan hialin mengandung serat yang padat. Sebenarnya lapisan ini menutupi seluruh bagian tubuh kuda tapi porsi paling banyak ada di bagian pantat kuda.
Asal usul nama jenis kulit ini berasal dari kota Cordoba di Spanyol, tempat dimana kulit jenis ini pertama kali diproduksi oleh Visigoth di abad ke-17, sebelum Moors. Pada abad ke-19 dan 20, kulit ini dipakai sebagai pengasah pisau cukur.
Belakangan ini, kulit ini banyak dipakai untuk produksi sepatu, tas dan dompet karena kualitasnya yang maksimal. Shell cordovan memiliki karakteristik non-kusut yang unik. Karena terbuat dari jaringan ikat, halus dan tidak memiliki efek berkerikil dari kulit yang berasal dari kulit binatang.
A. Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras
Bahan limbah merupakan bahan yang sangat potensial untuk dijadikan bahan pembuatan kerajinan.
Limbah keras adalah limbah yang berwujud keras, padat, tidak mudah berubah bentuk, tidak mudah diolah, dan tidak mudah terurai dalam tanah.
Limbah umumnya berasal dari kegiatan industri, pertambangan, dan domistik yaitu dari sampah rumah tangga.
Contohnya: cangkang kerang, tampurung kelapa, sisik ikan, kaleng bekas, botol, plastik, karet sintetis, potongan atau pelat dari logam, berbagai jenis batu-batuan, pecah-pecahan gelas, tulang-belulang, stereofoam dan lain-lain.
Limbah organik biasanya didaur ulang menjadi pupuk tanaman sampai dengan bahan bakar biogas.
Limbah keras yang ada di lingkungan masyarakat terlebih dahulu dilakukan pengolahan melalui beberapa cara diantaranya:
Limbah keras relatif sulit terurai, dan mungkin beberapa bisa terurai tetapi memerlukan waktu yang lama.
Penggolongan hasil limbah keras dilihat dari kondisi wilayahnya.
- Daerah pesisir pantai/laut: Limbah keras yang banyak tersedia seperti cangkang kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, dan tulang ikan.
- Daerah pegunungan: Limbah keras yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah limbah kayu pinus, kayu abasia, dan kayu kamper.
- Daerah pertanian: Limbah keras yang didapat di daerah ini adalah tulang-tulang hewan ternak seperti tulang sapi, kerbau, kambing, ayam, serta tulang ikan.
- Daerah perkotaan: Limbah keras yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya berupa pecahan kaca, pecahan keramik, potongan logam, dan aneka plastik bekas perabot.
Pengolahan limbah keras maupun organik memiliki prinsip sistem 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle.
Proses recycle yaitu mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan tersebut.
| Download Rangkuman Materi Pelajaran Tingkat SMP dan SMA |
|---|
Limbah sisik ikan
Indonesia adalah negara maritim yang dua pertiga wilayahnya terdiri atas perairan. Inilah yang membuat produksi ikan negara kita melimpah. Beberapa tahun lalu, menurut Kementerian kelautan dan perikanan, produksi olahan ikan Indonesia mencapai 4,58 juta ton dan sudah tercapai menjadi 4,8 ton.
Dari jumlah ikan sebanyak itu, semuanya pasti memiliki sisik. Sementara daging ikannya dikonsumsi manusia, sisik-sisiknya hanya memenuhi tempat pembuangan sampah. Tidak hanya mencemari lingkungan, sisik-sisik yang dibairkan membusuk juga isa mengganggu kesehatan.
Padahal sebenarnya, limbah itu bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi tinggi jika kita bisa mengolahnya. Sisik-sisik ini bisa dijadikan sebagai bahan utama pembuatan aksesori yang cantik dan menarik seperti anting-anting, cincin, kalung, bros, dan gelang.
Limbah dari sisik ikan, bisa menghasilkan produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis tinggi jika dapat mengolahnya. Setiap ikan menghasilkan sisik yang berbeda ukuran dan ketebalannya. Sisik ikan kakap lebih sering dapat digunakan sebagai produk kerajinan karena sisiknya ini lebih terlihat kokoh, tebal, dan besar jika dibandingkan sisik ikan mas atau ikan mujair.
Cara mengolah sisik ikan
Berikut ini adalah cara mengolah sisik ikan agar dapat dipakai menjadi bahan baku produk kerajinan.
- sisik-sisik ikan direndam selama 2 jam dengan air deterjen dan bilaslah dengan air bersih selama 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen.
- Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam, agar bau amisnya dapat hilang.
- Pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan dan di tiriskan dengan saringan.
- Memberi warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehati-hatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet.
- Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci dan masukan pula sisik-sisik ikannya. Perlu diperhatikan jangan sampai air menajdi mendidih, karena sisik ikan akan menjadi matang dan menempel satu sama lain.
- Matikan kompor dan biarkan sisik-sisik ikan itu terendam zat warna selama 20 menit.
- Tiriskan sisik-sisik kan dan keringkan dengan cara diangin-anginkan, agar permukaan tidak melengkung.
Pengertian limbah organik
Limbah organik adalah jenis limbah yang berasal dari Kerajinan dari limbah organic makhluk hidup atau limbah yang dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti sisa makanan, sisa tumbuhan mati, dan limbah dari hewan. Oleh karena berasal dari bahan alami, limbah organik memiliki kandungan air yang cukup tinggi dan mudah membusuk. Dengan demikian, beberapa limbah jenis ini harus melalui proses pengeringan agar dapat dibentuk dan tidak mudah rusak. Baca juga: Perbedaan Limbah Organik dan Anorganik beserta Contohnya
Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa limbah organik adalah sampah yang tidak memiliki manfaat. Namun, apabila masyarakat mampu mengolah limbah tersebut menjadi kerajinan maka akan menghasilkan keuntungan yang cukup besar. Limbah organik sebagai bahan produk kerajinan dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu limbah organik dari dapur dan limbah organik dari tempat produksi.
Limbah organik dari dapur
Cangkang kerang memiliki karakteristik keras, bertekstur, dan tidak mudah terbakar. Cangkang kerang memiliki berbagai ukuran.
Cangkang kerang berukuran kecil dan pipih dapat dimanfaatkan untuk membuat penghias pigura foto atau cermin, kotak perhiasan, aneka kalung, atau bros. Sementara cangkang kerang untuk membuat tirai, replika hewan, bunga.
Tulang merupakan bentuk penyambung yang menyusun rangka vertebrata. Tulang sapi dan kerbau memiliki tekstur yang keras serta tidak mudah terbakar dan rusak.
Tulang sapi dan kerbau dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan berukuran besar, sedang, maupun kecil dengan tingkat kerumitan yang beragam. Limbah ini dapat diolah menjadi aksesoris, seperti kalung, kancing atau vas bunga.
Pada umumnya, pohon pisang yang sudah berbuah akan ditebang karena tidak bisa menghasilkan apa-apa. Dengan demikian, pelepah pisang akan menjadi limbah, tetapi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis.
Tags: kerajinan