Seni Membuat Vas Bunga dari Tanah Liat - Eksplorasi Kerajinan Tangan DIY
Tungku Pembakaran
Tungku pembakaran merupakan salah satu alat tradisional yang digunakan untuk memasak. Kalau dulu, alat satu ini adalah satu-satunya alat yang digunakan masyarakat zaman dulu ketika akan memasak bahan makanan.
Namun kini, masyarakat justru mulai beralih menggunakan kompor gas dan kompor listrik. Karena dianggap lebih praktis. Meskipun demikian, tetap ada kok orang-orang yang merasa wajib memiliki tungku pembakaran.
Karena bisa menjadi alternatif terbaik ketika gas tiba-tiba habis, atau listrik tiba-tiba mati. Bahkan, masih ada juga orang-orang yang tidak ingin meninggalkan kerajinan dari tanah liat satu ini.
Karena cita rasa masakan yang dihasilkan berbeda dengan hasil masakan menggunakan kompor gas.
Jenis-Jenis Tanah Liat untuk Bahan Baku Kerajinan dari Tanah Liat
Ada berbagai jenis tanah liat yang tersedia di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kerajinan tanah liat dan produk lainnya.
1. Tanah Liat Earthenware
Jenis tanah liat earthenware, pada jenis tanah liat ini yang umumnya paling banyak digunakan oleh para pengrajin. Kelebihannya ada pada tersedianya berbagai warna, seperti putih, abu-abu, coklat, orange, dan merah. Karena adanya kandungan berupa zat besi dan mineral dalam jumlah yang tinggi, maka jenis tanah liat ini umumnya memiliki kualitas yang tergolong baik.
2. Tanah Liat Kaolin Clays
Tanah liat jenis Kaolin Clays umumnya banyak digunakan untuk membuat porselen karena mengandung mineral murni. Sementara warna dari jenis tanah liat ini adalah terang dan tidak terlalu lentur. Dengan demikian, tanah liat jenis ini juga cukup sulit untuk dibentuk. Untuk menghasilkan porselen terbaik, disarankan juga agar mencampur Ball Clay dan Kaolin Clays.
3. Tanah Liat Ball Clays
Tanah liat jenis ini memiliki warna abu-abu gelap dengan kandungan mineral yang sedikit. Teksturnya juga bisa menjadi sangat lentur. Biasanya jenis tanah liat ini kerap digunakan sebagai campuran kaolin dalam proses pembuatan porselen.
4. Tanah Liat Fire Clays
Walaupun tanah liat dengan jenis fire clays tidak banyak mengandung bijih mineral, namun tanah liat yang dibakar masih memiliki kandungan partikel biji besi di dalamnya. Sama seperti dua jenis tanah liat sebelumnya, fire clays kerap digunakan dalam pembuatan tembikar, namun juga dapat digunakan sebagai alat pelindung pintu.
5. Tanah Liat Stoneware Clays
Tanah liat jenis stoneware merupakan jenis tanah liat yang memiliki sifat elastis dan mencapai level kekerasan maksimum pada suhu antara 1.204-1.280 derajat celcius. Dengan warna abu-abu terang, tanah liat stoneware ini kemudian dapat berubah menjadi warna abu-abu netral ketika tekstur tanah liat menjadi sedikit lebih lembab. Di sisi lainnya, tanah liat stoneware ini bersifat kasar dan mengandung banyak partikel butiran pasir.
Fungsi Vas Bunga dan Perbedaannya dengan Pot Bunga
Mengutip dari gatra.com Pot bunga digunakan untuk menanam tanaman dan bisa dijadikan sebagai hiasan di depan rumah atau di teras rumah.
Sedangkan vas bunga hanya digunakan untuk hiasan saja tanpa bisa digunakan untuk menanam.
Demikianlah pembahasan tentang cara membuat vas bunga dari tanah liat dan perbedaannya dengan pot bunga. Semoga bermanfaat!
Jika Anda ingin membaca artikel menarik lainnya, silahkan kunjungi situs Blog Evermos.
Selain itu, dapatkan manfaat untuk berikhtiar bersama Evermos hanya dalam satu aplikasi, selain itu ada banyak penawaran dan promo menarik lainnya yang bisa Kamu dapatkan secara cuma-cuma.
Inilah benefit yang akan Anda dapatkan secara GRATIS :
- Punya toko online sendiri cuma modal HP,
- Kemudian Jualan 80.000++ produk lokal berkualitas
- Lalu Akses E-Katalog tanpa batas
- Belajar bisnis dipandu trainer professional
- Gratis Ongkir*
- Packing dan pengiriman semua dari Evermos yang bantu,
- Bisa banget Jastip (Jasa Titip) untuk teman terdekat
- Kesempatan Umroh* tanpa diundi
*Syarat dan Ketentuan berlaku
Tertarik untuk mencobanya? Dapatkan akses ke seluruh produk dan siap jual sekarang juga dengan klik tombol di bawah berikut.
Memanfaatkan Karakteristik Tanah Liat untuk Pembuatan Kerajinan
Seperti yang kita ketahui tanah liat memiliki sifat dasar yang lunak sehingga mudah dalam hal pembentukannya. Dengan sifat dan bentuknya yang lengket ketika basah serta mengeras ketika kering. Namun, lebih dari itu tanah liat juga memiliki berbagai karakteristik lain yang bisa mendukungnya dalam proses pembuatan kerajinan tanah liat.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
1. Bersifat Lengket
Salah satu ciri-ciri utama dari tanah liat adalah sifatnya yang lengket. Tanah liat sendiri umumnya memiliki tekstur yang lebih lengket ketika basah sehingga lebih mudah dalam mengubah bentuknya. Namun, tanah liat juga dapat menjadi gumpalan keras ketika sudah menjadi kering. Hal ini dikarenakan kandungan jenis mineral pada lempung yang banyak terdapat dalam tanah liat.
2. Sulit Menyerap Air
Tanah liat juga memiliki sifat sulit menyerap air sehingga lebih banyak diperuntukkan sebagai bahan bangunan. Karenanya tanah liat biasanya tidak disarankan digunakan untuk lapisan tanah media tanaman.
3. Berwarna Abu-abu
Umumnya tanah liat tidak memiliki warna yang terlalu terang atau terlalu gelap. Warna tanah liat yang cenderung hanya berwarna hitam dan keabu-abuan. Namun beberapa jenis tanah liat juga memiliki warna dasar kuning kemerahan yang lebih banyak digunakan oleh para pengrajin tanah liat.
4. Dapat Berubah Menjadi Butiran Halus
Karena sifatnya yang keras dan menggumpal ketika kering, butiran-butiran kecil dari tanah liat kemudian dapat terpecah jika tidak menyatu dengan bentuk awalnya. Butiran ini sendiri biasanya seperti pada pasir dan kerikil yang umum ditemukan pada area sekitar tanah liat ketika kering, dan pada dasarnya, tanah liat terdiri dari dua jenis yaitu tanah liat primer bersifat murni dan tanah liat sekunder dengan sifatnya yang plastis.
Tags: kerajinan dari bunga