... 10 Kesulitan Umum dalam Membuat Karya Kerajinan dengan Jarum: Solusi Praktis DIY

Tantangan yang Dihadapi dalam Membuat Karya Kerajinan Jarum dan DIY - Tips dan Solusi

B. Uraian Materi

Kualitas karya kerajinan ditentukan oleh kualitas bahan, teknik pengerjaan, desain, dan nilai fungsi. Pemilihan bahan sangat penting karena bahan memiliki kekuatan, bentuk yang bervariasi, tekstur, serat, pori-pori, yang semua ini dapat dimanfaatkan untuk menunjang kualitas bentuk dan estetik karya kerajinan. Teknik penciptaan yang baik dapat menentukan kesempurnaan bentuk karya. Sedangkan aspek fungsi dapat menambah kenyamanan dan keamanan penggunaan produk kerajinan (ergonomis). Nilai estetik karya kerajinan dapat menambah kepuasan rasa indah bagi pemilik atau pemakai. Kerajinan mempunyai fungsi ganda selain fungsi praktis sekaligus sebagai fungsi hiasan.

Berikut ini akan dibahas proses produksi kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang, yaitu pembuatan kerajinan lampu hias dari limbah botol minuman. Proses pembuatan karya kerajinan lampu hias dari limbah botol minuman plastik berikut ini merupakan alternatif dalam berkarya kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang, kalian diharapkan mencari alternatif lain disesuaikan dengan aneka ragam limbah yang ada di daerahmu.

Produksi kerajinan lampu hias dari bahan limbah botol minuman plastik di bawah ini merupakan contoh untuk menambah pengetahuanmu, tentunya masih banyak produk kerajinan dari bahan limbah lainnya yang merupakan kekayaan budaya Indonesia.

Berikut ini bahan yang dapat digunakan untuk membuat kerajinan lampu hias :
  1. Botol bekas
  2. Sendok plastik
  3. Lampu lengkap
  4. Pisau
  5. Obeng
  6. Lem
  7. Cat
  8. Tiang untuk tempat berdirinya lampu
Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Berbentuk Lampu Hias
  1. Siapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
  2. Langkah Selanjutnya, potong botol plastik sesuai dengan gambar di atas.
  3. Potong-potong sendok plastik sesuai pada gambar.
  4. Satukan botol dengan sendok agar terlihat indah menggunakan lem.
  5. Cat sendok yang sudah ditempelkan.
  6. Potong-potong botol membentuk seperti daun nanas seperti gambar di atas, lalu dicat.
  7. Pasang lampunya dan tiang untuk berdiri.
  8. Lampu hias dari botol bekas siap untuk digunakan.

Distraksi saat menulis, orang sekitar yang berisik dan tempat yang kurang nyaman

ilustrasi stres kerja (pexels.com/Yan Krukov)

Kendala terakhir yang biasa terjadi saat menulis ialah adanya distraksi yang mengganggu konsentrasimu dalam menulis. Entah itu tempatmu menulis yang memang tidak nyaman, atau situasi di sekitar yang tidak kondusif sehingga membuatmu tidak bisa fokus menulis.

Hal ini membuktikan kalau untuk bisa menulis dengan lancar harus didukung dilakukan di tempat yang nyaman. Jika kamu tidak suka keributan dan butuh ketenangan saat menulis maka pilihlah tempat yang tenang, pokoknya kamu harus tahu tempat yang membuatmu nyaman dan bisa fokus itu yang seperti apa.

Intinya, kalau lima kendala tadi terjadi saat kamu menulis janganlah panik, karena semua bisa teratasi asal kamu tidak pasrah dan mau berusaha untuk terus menulis. Seperti kata pepatah, asal ada usaha pasti ada jalan!

Kendala Apa yang Dihadapi Orang Saat Membuat Konten, Dan Bagaimana Mereka Bisa Diatasi?

Namun, jalan untuk membuat konten yang menarik sering kali penuh dengan tantangan dan kendala yang dapat membuat pikiran yang paling kreatif sekalipun merasa terjebak.

Sebuah studi tahun 2022 oleh Frontiers in Education menemukan bahwa 90% mahasiswa doktoral merasa perlu untuk meningkatkan keterampilan menulis akademis mereka. Bidang kesulitan yang paling umum adalah proses penulisan (25%), mengembangkan konten / ide (24%), penggunaan tata bahasa (16%), dan kosakata (12%).

Di blog ini, kita akan menyelami kendala umum yang dihadapi pembuat konten dan mengeksplorasi solusi inovatif yang disediakan oleh Cohesive, platform revolusioner yang memanfaatkan kemampuan kecerdasan buatan untuk memberdayakan penulis, pemasar, dan materi iklan dalam perjalanan pembuatan konten mereka.

Kendala yang dihadapi orang saat membuat konten

Berikut adalah lima kendala umum yang dihadapi orang saat membuat konten,

Batasan waktu: Waktu adalah sumber daya yang berharga, dan banyak pembuat konten berjuang untuk menemukan cukup waktu untuk menghasilkan konten berkualitas tinggi. Menyeimbangkan pembuatan konten dengan tanggung jawab lain, seperti pekerjaan, keluarga, dan kehidupan pribadi, dapat menjadi tantangan yang signifikan. Kendala ini dapat menyebabkan pembaruan konten yang terburu-buru atau jarang, yang memengaruhi kualitas dan konsistensi konten secara keseluruhan.

Kendala Sumber Daya: Pembuatan konten sering membutuhkan berbagai sumber daya, termasuk peralatan, perangkat lunak, dan kadang-kadang bahkan anggaran untuk hal-hal seperti grafik atau penelitian. Akses terbatas ke sumber daya ini dapat menghambat kemampuan pembuat konten untuk menghasilkan jenis konten yang mereka bayangkan, yang mengarah pada kompromi dalam kualitas dan kreativitas.

Kendala Kreatif: Pembuat konten mungkin menghadapi hambatan kreatif atau keterbatasan dalam kemampuan kreatif mereka. Menghasilkan ide-ide segar dan menarik secara konsisten dapat menjadi tantangan, dan kelelahan kreatif adalah masalah nyata. Selain itu, mematuhi pedoman merek atau topik niche tertentu dapat membatasi kebebasan dan ekspresi kreatif.

Kendala teknis: Pengetahuan teknis dan kemahiran dengan alat dan platform sangat penting untuk pembuatan konten. Banyak orang menghadapi kendala teknis, seperti tidak memiliki keterampilan yang diperlukan atau akses ke teknologi terbaru. Keterbatasan ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk menghasilkan konten yang memenuhi standar dan harapan modern.

Batasan Pemirsa: Memahami dan melayani audiens target sangat penting untuk pembuatan konten yang sukses. Namun, pembuat konten mungkin kesulitan mengidentifikasi preferensi, kebutuhan, dan perilaku pemirsa mereka. Kurangnya wawasan audiens ini dapat mengakibatkan konten yang gagal beresonansi atau terlibat secara efektif.

References

Aisiah, A., & Firza, F. (2019). Kendala yang Dihadapi Mahasiswa Jurusan Sejarah dalam Menulis Proposal Skripsi. Diakronika, 18(2), 90. https://doi.org/10.24036/diakronika/vol18-iss2/70.

Andersen, T., & Watkins, K. (2018). The value of peer mentorship as an educational strategy in nursing. Journal of Nursing Education, 57(4), 217–224. https://doi.org/10.3928/01484834-20180322-05.

Andhini, N. F. (2017). Pengaruh Pergaulan Teman Sebaya Terhadap Pembentukan Karakter Siswa Kelas VIII Mts Negeri 3 Kabupaten Tangerang. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. https://doi.org/https://doi.org/10.33853/jm2pi.v1i1.70.

Andra, V. (2019). Korelasi Antara Kemampuan Membaca Kritis Dengan Kemampuan Menulis Argumentasi Siswa Kelas Vii a Smp Negeri 9 Kota Bengkulu. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 1(1), 77. https://doi.org/10.29300/disastra.v1i1.1904.

Asra, A., Sohibun, & Junaidi, N. S. (2020). Analisis Kemampuan Literasi Informasi Terhadap Kemampuan Menulis Tugas Akhir Mahasiswa Akhir Program Studi Pendidikan Fisika FKIP UPP. Jurnal Edu Sains, 3(1), 1–4. https://e-journal.upp.ac.id/index.php/JES/article/view/1977.

Gabriele, K. M., Holthaus, R. M., & Boulet, J. R. (2016). Usefulness of Video-Assisted Peer Mentor Feedback in Undergraduate Nursing Education. Clinical Simulation in Nursing, 12(8), 337–345. https://doi.org/10.1016/j.ecns.2016.03.004.

Graham, S. (2019). Changing How Writing Is Taught. Review of Research in Education, 43(1), 277–303. https://doi.org/10.3102/0091732X18821125.

Hadis, H. A. H. S., & Manvender, K. S. S. G. (2016). The effect of reading on improving the writing of EFL students. Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities, 23(4), 1115–1138.


Tags: kerajinan yang membuat dihadapi

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia