Manfaat yang Didapat oleh Penjahit dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Seorang penjahit akan membuat dua jenis pakaian. Pakaian jenis Imemerlukan 1 m kain polos dan 1 , 5 m kain bermotif, sedangkan pakaian jenis II memerlukan 2 m kain polos dan 0 , 5 m kain bermotif. Bahan yang tersedia adalah 30 m kain polos dan 15 m kain bermotif. Penjahit tersebut mendapatkan keuntungan dari sebuah pakaian jenis I sebesar Rp 15.000 , 00 dan dari sebuah pakaian jenis II sebesar Rp 20.000 , 00 . Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh penjahit tersebut adalah .
Seorang penjahit akan membuat dua jenis pakaian. Pakaian jenis I memerlukan 1 m kain polos dan 1 , 5 m kain bermotif, sedangkan pakaian jenis II memerlukan 2 m kain polos dan 0 , 5 m kain bermotif. Bahan yang tersedia adalah 30 m kain polos dan 15 m kain bermotif. Penjahit tersebut mendapatkan keuntungan dari sebuah pakaian jenis I sebesar Rp 15.000 , 00 dan dari sebuah pakaian jenis II sebesar Rp 20.000 , 00 . Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh penjahit tersebut adalah .
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan di atas, bisa dipahami bahwa upah borongan merupakan sistem pengupahan yang dapat diterapkan di berbagai industri yang pekerjaannya diukur berdasarkan satuan hasil, seperti industri kontraktor, pakaian, elektronik, dan sebagainya.
Apabila saat ini perusahaan Anda menerapkan sistem upah borongan, untuk mempermudah perhitungannya, Anda dapat menggunakan Gajihub, sebuah software payroll dan HR yang dengan beragam fitur canggihnya.
Salah satunya, Anda dapat memanfaatkan fitur payroll, yang memungkinkan Anda untuk mengatur nilai gaji, tunjangan, dan THR dengan mudah.
Selain itu, Gajihub juga dapat melakukan proses penggajian terkait seluruh komponen penghasilan hingga pemotongan upah karyawan secara otomatis.
Yuk, coba gratis selama 14 hari dengan klik tautan ini.
Catatan Kaki:
Apakah Sistem Upah Borongan Menguntungkan?
Ya, sistem upah borongan menguntungkan baik dari sisi produsen maupun pekerja. Berikut adalah beberapa keuntungan dari menggunakan sistem pembayaran upah borongan (per piece):
1. Peningkatan Produksi dan Efisiensi
Sistem pembayaran borongan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan dengan memastikan mereka bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka.
Sebab, karyawan tahu bahwa mereka bisa mendapatkan pembayaran lebih tinggi jika melaksanakan tugas dengan efisien dan cepat.
2. Pengawasan Minimal
Dalam sistem borongan, karyawan memerlukan sedikit atau bahkan tidak memerlukan pengawasan saat menjalankan tugas. Sebab, sistem ini mendorong karyawan untuk mandiri dan bekerja dengan cepat agar pendapatan mereka meningkat.
3. Perhitungan Gaji Lebih Mudah
Sistem ini membuat pembayaran lebih mudah, karena pengusaha sudah setuju terkait jumlah unit yang harus diselesaikan karyawan, dan karyawan sudah setuju mengenai tarif bayar per unit.
4. Terhindari dari Pemborosan Waktu
Berbeda dari sistem satuan waktu, karyawan dalam sistem borongan hanya menerima upah untuk tugas yang mereka selesaikan, sehingga jika mereka tidak bekerja maka mereka tidak akan mendapat upah.
Akibatnya, karyawan dalam sistem borongan dapat menghindari pemborosan waktu, yang dapat mempengaruhi pendapatan mereka.
5. Peningkatan Produksi
Sifat mandiri dari sistem borongan membuat karyawan selalu bekerja lebih keas untuk mencapai tujuan terkait pendapatan mereka. Dengan demikian, biaya produksi pun akan berkurang, sementara tingkat produksi meningkat.
6. Evaluasi Diri Karyawan
Secara umum, karyawan akan menentukan tujuan mereka dan berusaha mencapainya.
Ini memungkinkan mereka untuk mengevaluasi diri sendiri dan menentukan apakah akan mempertahankan atau mengubah target mereka, tergantung pada kemmapuan dan tanpa campur tangan dari pengusaha.
Misalkan banyaknya barang jenis I dan banyaknya barang jenis II Berdasarkan data pada tabel maka dapat dibuat model matematika sebagai berikut: Pertidaksamaan pada model matematika di atas dapat ditentukan himpunan penyelesaiannya dengan menggunakan grafik seperti berikut: Titik potong garis 6 x + 5 y = 1.200 terhadap adalah Titik potong garis x + y = 220 terhadap adalah x + y = 220 , x = 220 − y . Substitusi nilai x = 220 − y pada 6 x + 5 y = 1.200 untuk menentukan titik potong antara garis sebagai berikut: 6 x + 5 y 6 ( 220 − y ) + 5 y 1320 − 6 y + 5 y − y − y y = = = = = = 1.200 1.200 1.200 1.200 − 1320 − 120 120 y = 120 maka x = 220 − y = 220 − 120 = 100 . Jadi titik kedua garis tersebut adalah ( 100 , 120 ) . Kemudia kita gambar grafiknya diperoleh Berdasarkan gambar di atas, titik sudut dari himpunan penyelesaiannya adalah Kemudian kita substitusikan titik-titik tersebut pada diperoleh Jadi keuntungan maksimum yang diperoleh adalah Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D.
Misalkan banyaknya barang jenis Idan banyaknya barang jenis II
Berdasarkan data pada tabel maka dapat dibuat model matematika sebagai berikut:
Pertidaksamaan pada model matematika di atas dapat ditentukan himpunan penyelesaiannya dengan menggunakan grafik seperti berikut:
Titik potong garis 6 x + 5 y = 1.200 terhadap adalah
Titik potong garis x + y = 220 terhadap adalah
x + y = 220 , x = 220 − y . Substitusi nilai x = 220 − y pada 6 x + 5 y = 1.200 untuk menentukan titik potong antara garis sebagai berikut:
6 x + 5 y 6 ( 220 − y ) + 5 y 1320 − 6 y + 5 y − y − y y = = = = = = 1.200 1.200 1.200 1.200 − 1320 − 120 120
y = 120 maka x = 220 − y = 220 − 120 = 100 .
Jadi titik kedua garis tersebut adalah ( 100 , 120 ) . Kemudia kita gambar grafiknya diperoleh
Tags: jahit yang diperoleh