Manfaat yang Didapat oleh Penjahit dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Apkah Sistem Upah Borongan Merugikan?
Selain keuntungan, sistem upah borongan juga memiliki beberapa kerugian, seperti:
1. Penurunan Kualitas
Saat karyawan berhasil menyelesaikan banyak pekerjaan dengan cepat, mereka mungkin tidak bisa menjaga kualitas produk dengan baik.
Hal ini bisa membuat produk yang dihasilkan menjadi kurang maksimal, merugikan bisnis, atau harus mengulang pekerjaan, yang akhirnya mengurangi pendapatan karyawan.
2. Kesepakatan Upah
Menentukan jumlah yang cocok untuk pengusaha dan karyawan dapat memakan waktu yang lama dan sulit, karena melibatkan banyak disuksi.
3. Tekanan pada Karyawan
Ketika karyawan dibayar sesuai hasil yang dikerjakan, mereka cenderung terus mendorong diri untuk mencapai target mereka. Beberapa karyawan mungkin bekerja terlalu keras, hingga berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.
4. Tidak Puas
Beberapa karyawan dapat merasa tidak puas dengan pendapatan yang mereka terima, terutama jika mereka tidak bisa menghasilkan uang yang cukup karena keterlambatan atau alasan lainnya.
Di sisi lain, karyawan yang bekerja cepat dan menghasilkan pekerjaan dengan kualitas tinggi mungkin ingin mendapatkan lebih banyak upah atas hasil kerja mereka yang bagus.
5. Ketakutan Kehilangan Pendapatan
Karyawan yang dibayar berdasarkan berapa banyak pekerjaannya, sering kali merasa cemas tentang kehilangan pendapatan saat mereka sedang tidak bisa bekerja. Misalnya, karena sakita tau alasan lain.
Apa yang Dimaksud dengan Upah Borongan?
Upah borongan atau piece rate adalah cara membayar karyawan berdasarkan berapa banyak hasil kerja atau proyek yang mereka kerjakan. Hal ini tentu berbeda dari sistem pembayaran pada umumnya, yang dihitung berdasarkan berapa lama mereka bekerja.
Pengertian mengenai upah borongan juga tercantum dalam rincian PER-16/PJ/2016, bahwa upah borongan merupakan upah yang diterima atau diperoleh pergawai yang terutang atau dibayarkan berdasarkan penyelesaian suatu jenis pekerjaan tertentu.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lukmanasari dkk (2016) upah pekerja merupakan komponen yang cukup besar, yaitu sekitar 30% di dalam nilai konstruksi. Oleh karena itu, perusahaan atau pemberi kerja wajib mengelola upah borongan dengan baik.
Biasanya, perusahaan akan membayar pekerja dengan tarif standar untuk setiap unit produk yang mereka kerjakan.
Contohnya, perusahaan tekstil yang mempekerjakan para penjahit dengan sistem upah borongan, yaitu Rp1.500 untuk setiap pakaian yang berhasil dijahit. Maka, apabila terdapat seorang penjahit yang berhasil menghasilkan 120 pakaian, ia akan memperoleh upah sebesa Rp180.000.
Misalkan banyaknya barang jenis I dan banyaknya barang jenis II Berdasarkan data pada tabel maka dapat dibuat model matematika sebagai berikut: Pertidaksamaan pada model matematika di atas dapat ditentukan himpunan penyelesaiannya dengan menggunakan grafik seperti berikut: Titik potong garis 6 x + 5 y = 1.200 terhadap adalah Titik potong garis x + y = 220 terhadap adalah x + y = 220 , x = 220 − y . Substitusi nilai x = 220 − y pada 6 x + 5 y = 1.200 untuk menentukan titik potong antara garis sebagai berikut: 6 x + 5 y 6 ( 220 − y ) + 5 y 1320 − 6 y + 5 y − y − y y = = = = = = 1.200 1.200 1.200 1.200 − 1320 − 120 120 y = 120 maka x = 220 − y = 220 − 120 = 100 . Jadi titik kedua garis tersebut adalah ( 100 , 120 ) . Kemudia kita gambar grafiknya diperoleh Berdasarkan gambar di atas, titik sudut dari himpunan penyelesaiannya adalah Kemudian kita substitusikan titik-titik tersebut pada diperoleh Jadi keuntungan maksimum yang diperoleh adalah Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah D.
Misalkan banyaknya barang jenis Idan banyaknya barang jenis II
Berdasarkan data pada tabel maka dapat dibuat model matematika sebagai berikut:
Pertidaksamaan pada model matematika di atas dapat ditentukan himpunan penyelesaiannya dengan menggunakan grafik seperti berikut:
Titik potong garis 6 x + 5 y = 1.200 terhadap adalah
Titik potong garis x + y = 220 terhadap adalah
x + y = 220 , x = 220 − y . Substitusi nilai x = 220 − y pada 6 x + 5 y = 1.200 untuk menentukan titik potong antara garis sebagai berikut:
6 x + 5 y 6 ( 220 − y ) + 5 y 1320 − 6 y + 5 y − y − y y = = = = = = 1.200 1.200 1.200 1.200 − 1320 − 120 120
y = 120 maka x = 220 − y = 220 − 120 = 100 .
Jadi titik kedua garis tersebut adalah ( 100 , 120 ) . Kemudia kita gambar grafiknya diperoleh
Tags: jahit yang diperoleh