Manfaat yang Didapat oleh Penjahit dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Apakah Sistem Upah Borongan Menguntungkan?
Ya, sistem upah borongan menguntungkan baik dari sisi produsen maupun pekerja. Berikut adalah beberapa keuntungan dari menggunakan sistem pembayaran upah borongan (per piece):
1. Peningkatan Produksi dan Efisiensi
Sistem pembayaran borongan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan dengan memastikan mereka bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka.
Sebab, karyawan tahu bahwa mereka bisa mendapatkan pembayaran lebih tinggi jika melaksanakan tugas dengan efisien dan cepat.
2. Pengawasan Minimal
Dalam sistem borongan, karyawan memerlukan sedikit atau bahkan tidak memerlukan pengawasan saat menjalankan tugas. Sebab, sistem ini mendorong karyawan untuk mandiri dan bekerja dengan cepat agar pendapatan mereka meningkat.
3. Perhitungan Gaji Lebih Mudah
Sistem ini membuat pembayaran lebih mudah, karena pengusaha sudah setuju terkait jumlah unit yang harus diselesaikan karyawan, dan karyawan sudah setuju mengenai tarif bayar per unit.
4. Terhindari dari Pemborosan Waktu
Berbeda dari sistem satuan waktu, karyawan dalam sistem borongan hanya menerima upah untuk tugas yang mereka selesaikan, sehingga jika mereka tidak bekerja maka mereka tidak akan mendapat upah.
Akibatnya, karyawan dalam sistem borongan dapat menghindari pemborosan waktu, yang dapat mempengaruhi pendapatan mereka.
5. Peningkatan Produksi
Sifat mandiri dari sistem borongan membuat karyawan selalu bekerja lebih keas untuk mencapai tujuan terkait pendapatan mereka. Dengan demikian, biaya produksi pun akan berkurang, sementara tingkat produksi meningkat.
6. Evaluasi Diri Karyawan
Secara umum, karyawan akan menentukan tujuan mereka dan berusaha mencapainya.
Ini memungkinkan mereka untuk mengevaluasi diri sendiri dan menentukan apakah akan mempertahankan atau mengubah target mereka, tergantung pada kemmapuan dan tanpa campur tangan dari pengusaha.
Break Even Point (Titik Impas atau Balik Modal) | Rumus, Contoh Soal dan Jawaban
Pengertian BEP atau Break Even Point adalah total pendapatan yang didapatkan sama dengan biaya yang dikeluarkan. Total keuntungan dan kerugian pada titik BEP adalah 0, artinya di titik ini adalah titik impas, dimana perusahaan dalam posisi netral. Yang dimana perusahaan tidak mengalami kerugian maupun keuntungan.
Rumus Titik Impas (Break Even Point)
Untuk menghitung break-even point dalam satuan menggunakan rumus:
Break Even Point = Biaya Tetap ÷ (Harga Penjualan per Unit – Biaya Variabel per Unit)
Biaya Tetap – Biaya tetap adalah biaya yang biasanya tidak berubah, atau hanya berubah sedikit. Contoh biaya tetap untuk bisnis adalah biaya utilitas dan sewa bulanan.
Harga Jual per Unit– Ini adalah berapa banyak perusahaan akan membebankan konsumen hanya untuk satu produk yang perhitungannya sedang dilakukan.
Biaya Variabel per Unit– Biaya variabel adalah biaya yang terkait langsung dengan produksi suatu produk, seperti tenaga kerja yang disewa untuk membuat produk itu, atau bahan yang digunakan. Biaya variabel sering berfluktuasi, dan biasanya merupakan pengeluaran terbesar perusahaan.
Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi BEP
Rumus BEP untuk menghitung berapa unit yang harus dijual agar terjadi Break Even Point ini dapat dihitung dengan cara membagi total biaya tetap produksi (Production Fixed Cost) dengan Harga Jual per Unit (Sales Price per Unit) dikurangi biaya Variabel yang digunakan untuk menghasilkan produk (Variable Cost). Berkut ini adalah persamaan atau Rumus BEP tersebut :
Tags: jahit yang diperoleh