Manfaat yang Didapat oleh Penjahit dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY
Seorang penjahit akan membuat dua jenis pakaian. Pakaian jenis Imemerlukan 1 m kain polos dan 1 , 5 m kain bermotif, sedangkan pakaian jenis II memerlukan 2 m kain polos dan 0 , 5 m kain bermotif. Bahan yang tersedia adalah 30 m kain polos dan 15 m kain bermotif. Penjahit tersebut mendapatkan keuntungan dari sebuah pakaian jenis I sebesar Rp 15.000 , 00 dan dari sebuah pakaian jenis II sebesar Rp 20.000 , 00 . Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh penjahit tersebut adalah .
Seorang penjahit akan membuat dua jenis pakaian. Pakaian jenis I memerlukan 1 m kain polos dan 1 , 5 m kain bermotif, sedangkan pakaian jenis II memerlukan 2 m kain polos dan 0 , 5 m kain bermotif. Bahan yang tersedia adalah 30 m kain polos dan 15 m kain bermotif. Penjahit tersebut mendapatkan keuntungan dari sebuah pakaian jenis I sebesar Rp 15.000 , 00 dan dari sebuah pakaian jenis II sebesar Rp 20.000 , 00 . Keuntungan maksimum yang dapat diperoleh penjahit tersebut adalah .
Apakah Sistem Upah Borongan Menguntungkan?
Ya, sistem upah borongan menguntungkan baik dari sisi produsen maupun pekerja. Berikut adalah beberapa keuntungan dari menggunakan sistem pembayaran upah borongan (per piece):
1. Peningkatan Produksi dan Efisiensi
Sistem pembayaran borongan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas karyawan dengan memastikan mereka bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka.
Sebab, karyawan tahu bahwa mereka bisa mendapatkan pembayaran lebih tinggi jika melaksanakan tugas dengan efisien dan cepat.
2. Pengawasan Minimal
Dalam sistem borongan, karyawan memerlukan sedikit atau bahkan tidak memerlukan pengawasan saat menjalankan tugas. Sebab, sistem ini mendorong karyawan untuk mandiri dan bekerja dengan cepat agar pendapatan mereka meningkat.
3. Perhitungan Gaji Lebih Mudah
Sistem ini membuat pembayaran lebih mudah, karena pengusaha sudah setuju terkait jumlah unit yang harus diselesaikan karyawan, dan karyawan sudah setuju mengenai tarif bayar per unit.
4. Terhindari dari Pemborosan Waktu
Berbeda dari sistem satuan waktu, karyawan dalam sistem borongan hanya menerima upah untuk tugas yang mereka selesaikan, sehingga jika mereka tidak bekerja maka mereka tidak akan mendapat upah.
Akibatnya, karyawan dalam sistem borongan dapat menghindari pemborosan waktu, yang dapat mempengaruhi pendapatan mereka.
5. Peningkatan Produksi
Sifat mandiri dari sistem borongan membuat karyawan selalu bekerja lebih keas untuk mencapai tujuan terkait pendapatan mereka. Dengan demikian, biaya produksi pun akan berkurang, sementara tingkat produksi meningkat.
6. Evaluasi Diri Karyawan
Secara umum, karyawan akan menentukan tujuan mereka dan berusaha mencapainya.
Ini memungkinkan mereka untuk mengevaluasi diri sendiri dan menentukan apakah akan mempertahankan atau mengubah target mereka, tergantung pada kemmapuan dan tanpa campur tangan dari pengusaha.
Apkah Sistem Upah Borongan Merugikan?
Selain keuntungan, sistem upah borongan juga memiliki beberapa kerugian, seperti:
1. Penurunan Kualitas
Saat karyawan berhasil menyelesaikan banyak pekerjaan dengan cepat, mereka mungkin tidak bisa menjaga kualitas produk dengan baik.
Hal ini bisa membuat produk yang dihasilkan menjadi kurang maksimal, merugikan bisnis, atau harus mengulang pekerjaan, yang akhirnya mengurangi pendapatan karyawan.
2. Kesepakatan Upah
Menentukan jumlah yang cocok untuk pengusaha dan karyawan dapat memakan waktu yang lama dan sulit, karena melibatkan banyak disuksi.
3. Tekanan pada Karyawan
Ketika karyawan dibayar sesuai hasil yang dikerjakan, mereka cenderung terus mendorong diri untuk mencapai target mereka. Beberapa karyawan mungkin bekerja terlalu keras, hingga berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.
4. Tidak Puas
Beberapa karyawan dapat merasa tidak puas dengan pendapatan yang mereka terima, terutama jika mereka tidak bisa menghasilkan uang yang cukup karena keterlambatan atau alasan lainnya.
Di sisi lain, karyawan yang bekerja cepat dan menghasilkan pekerjaan dengan kualitas tinggi mungkin ingin mendapatkan lebih banyak upah atas hasil kerja mereka yang bagus.
5. Ketakutan Kehilangan Pendapatan
Karyawan yang dibayar berdasarkan berapa banyak pekerjaannya, sering kali merasa cemas tentang kehilangan pendapatan saat mereka sedang tidak bisa bekerja. Misalnya, karena sakita tau alasan lain.
Apa yang Dimaksud dengan Upah Borongan?
Upah borongan atau piece rate adalah cara membayar karyawan berdasarkan berapa banyak hasil kerja atau proyek yang mereka kerjakan. Hal ini tentu berbeda dari sistem pembayaran pada umumnya, yang dihitung berdasarkan berapa lama mereka bekerja.
Pengertian mengenai upah borongan juga tercantum dalam rincian PER-16/PJ/2016, bahwa upah borongan merupakan upah yang diterima atau diperoleh pergawai yang terutang atau dibayarkan berdasarkan penyelesaian suatu jenis pekerjaan tertentu.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lukmanasari dkk (2016) upah pekerja merupakan komponen yang cukup besar, yaitu sekitar 30% di dalam nilai konstruksi. Oleh karena itu, perusahaan atau pemberi kerja wajib mengelola upah borongan dengan baik.
Biasanya, perusahaan akan membayar pekerja dengan tarif standar untuk setiap unit produk yang mereka kerjakan.
Contohnya, perusahaan tekstil yang mempekerjakan para penjahit dengan sistem upah borongan, yaitu Rp1.500 untuk setiap pakaian yang berhasil dijahit. Maka, apabila terdapat seorang penjahit yang berhasil menghasilkan 120 pakaian, ia akan memperoleh upah sebesa Rp180.000.
Tags: jahit yang diperoleh