... 5 Keuntungan Luar Biasa yang Diperoleh Penjahit dari Keterampilan Jahit DIY

Manfaat yang Didapat oleh Penjahit dalam Dunia Kerajinan Tangan dan DIY

Jawaban

keuntungan maksimum yang dapat diperoleh penjahit tersebut adalah .css-fuon36

sehingga didapat pertidaksamaan

menyatakan banyak sesuatu tidak mungkin bernilai negatif , sehingga

dan dari sebuah pakaian jenis II sebesar , sehingga fungsi objektifnya adalah :

Menentukan titik potong garis dengan sumbu koordinat

Selanjutnya, gambarkan daerah himpunan penyelesaiannya. Ingat :

    • titik potong kedua garis (koordinat C)

    Persamaan kalikan diperoleh dari persamaan dan ke persamaan diperoleh

    Jadi, titik potong kedua garis adalah .

    Substitusikan titik - titik pojok ke fungsi objektifnya

    Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
    di sesi Live Teaching, GRATIS!

    Penerapan Break Even Point dalam Break Even Analysis

    Poin penting tentang break even point, bagaimana menerapkan break even point untuk menghasilkan keuntungan yang kamu inginkan dengan menggunakan break even analysis. Dengan contoh di atas, maka cara menghitungnya akan seperti ini

    N unit yang dibutuhkan = (20.000.000 : margin kontibusi) + BEP unit

    N unit = (20.000.000 : 20.000) + 2.500

    N unit = 1.000 +2.500

    Dengan menggunakan korelasi dari metode break even point dan break even analysis, manajer produksi XYZ dapat mengetahui berapa banyak unit yang harus terjual agar perusahaan XYZ mendapat keuntungan yang di inginkan. Dalam contoh kasus ini Perusahaan XYZ harus menjual sebanyak 3.500 unit agar memperoleh keuntungan sebesar Rp.20.000.000.

    Rumus titik impas

    Anda perlu mengetahui biaya tetap dan variabel bisnis Anda jika Anda ingin menggunakan rumus titik impas.

    TR = TC
    P x X = TFC + V x V
    P x X – V x X = TFC
    (P – V) x X = TFC
    X = TFC / P – V

    • TR: Pendapatan total/Total Revenue
    • TC: Biaya total/Total Cost
    • TFC: Biaya tetap total/Total Fixed Cost
    • P: Harga
    • V: Biaya variabel per unit
    • dasar nilai

    BEP = FC / (1 – VC / P)

    • FC: Biaya tetap
    • P: Harga jual per unit
    • VC: Biaya variabel per unit

    Contoh Soal dan Jawaban Break Event Point

    1. Seorang akuntan manajer perusahaan PT ABC, yang bertanggung jawab dalam operasional produksi dan persediaan supply ingin mengetahui jumlah sales yang diperlukan untuk menutup biaya operasional sebesar Rp.50.000.000 dan menginginkan keuntungan sebesar Rp.20.000.000, Penyabaran biaya yang dikeluarakan untuk operasinya adalah sebagai berikut:
    Total biaya tetap = 50.000.000
    Biaya variabel per unit = 30.000
    Harga jual per unit = 50.000
    Keuntungan yang di inginkan = 20.000.000
    Pertanyaan: perusahaan harus menjual berapa unit agar tidak mengalami kerugian?

    Pertama kita harus mencari nilai BEP-nya terlebih dahulu, saat Anda mencari nilai BEP kamu akan mengetahui juga nilai margin kontribusinya

    BEP = 50.000.000 : (margin kontribusi)
    BEP = 50.000.000 : (50.000 – 30.000)
    BEP = 50.000.000 : 20.000
    BEP = 2500 Unit

    Artinya perusahaan harus menjual 2500 Unit agar tidak mengalami kerugian, tetapi jika hanya menjual 250 unit perusahaan ABC juga tidak akan memperoleh keuntungan.

    2. Sebuah perusahaan yang memproduksi Smartphone ingin mengetahui jumlah unit yang harus diproduksinya agar dapat mencapai break even point (BEP) atau titik impasnya. Biaya Tetap Produksinya adalah sebesar Rp. 500 juta sedangkan biaya variabelnya adalah sebesar Rp. 1 juta. Harga jual per unitnya adalah sebesar Rp. 1,5 juta. Berapakah unit yang harus diproduksi agar dapat mencapai Break Even Point atau titik impasnya?

    Diketahui :
    Biaya Tetap Produksi : Rp. 500.000.000,-
    Biaya Variabel per Unit : Rp. 1.000.000,-
    Harga Jual per Unit : Rp. 1.500.000,-

    Penyelesaian 1 : menghitung BEP dalam Unit :
    BEP (dalam Unit) = Biaya Tetap Produksi / (Harga Jual per Unit – Biaya Variabel per Unit)
    BEP (dalam Unit) = 500.000.000 / (1.500.000 – 1.000.000)
    BEP (dalam Unit) = 500.000.000 / 500.000
    BEP (dalam Unit) = 1.000 unit

    Bagaimana prospek masa depan jadi penjahit?

    Prospek kerja penjahit adalah masih sangat terbuka lebar untuk kamu serta sangatlah menguntungkan dan tetap memberikan penghasilan yang lumayan.

    Apalagi jika kamu memiliki keahlian khusus, usaha jahit adalah profesi yang paling prospektif.

    Sebab menjahit merupakan keterampilan yang tidak semua orang mampu mengerjakannya dengan mudah, sehingga jasa seorang penjahit akan terus dibutuhkan dalam bidang yang semakin berkembang.

    Itulah berbagai informasi mengenai profesi seorang penjahit, apakah kamu berminat untuk menjalankan usaha tersebut?

    Apa yang Dimaksud dengan Upah Borongan?

    Upah borongan atau piece rate adalah cara membayar karyawan berdasarkan berapa banyak hasil kerja atau proyek yang mereka kerjakan. Hal ini tentu berbeda dari sistem pembayaran pada umumnya, yang dihitung berdasarkan berapa lama mereka bekerja.

    Pengertian mengenai upah borongan juga tercantum dalam rincian PER-16/PJ/2016, bahwa upah borongan merupakan upah yang diterima atau diperoleh pergawai yang terutang atau dibayarkan berdasarkan penyelesaian suatu jenis pekerjaan tertentu.

    Menurut penelitian yang dilakukan oleh Lukmanasari dkk (2016) upah pekerja merupakan komponen yang cukup besar, yaitu sekitar 30% di dalam nilai konstruksi. Oleh karena itu, perusahaan atau pemberi kerja wajib mengelola upah borongan dengan baik.

    Biasanya, perusahaan akan membayar pekerja dengan tarif standar untuk setiap unit produk yang mereka kerjakan.

    Contohnya, perusahaan tekstil yang mempekerjakan para penjahit dengan sistem upah borongan, yaitu Rp1.500 untuk setiap pakaian yang berhasil dijahit. Maka, apabila terdapat seorang penjahit yang berhasil menghasilkan 120 pakaian, ia akan memperoleh upah sebesa Rp180.000.


    Tags: jahit yang diperoleh

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia