... Petunjuk Praktis "Kitab Sulam Safinah" untuk Seni Jahit DIY

Seni Sulam dan DIY - Menggali Makna Kitab Sulam Safinah dalam Kesenian Jahitan

Manfaat Kitab Sulam Taufiq Makna Pesantren

Seperti halnya saat mempelajari Ihya Ulumuddin makna pesantren, ketika kalian mendalami ilmu di dalam Kitab Sulam Taufiq format PDF ini juga nantinya akan mendapatkan sejumlah manfaat. Manfaat pertama yang bisa didapatkan yaitu kalian bisa memahami apa saja hal-hal termasuk dalam kategori tauhid, syariat dan fiqih/

Selain itu, ketika mempelajari kitab Sulam Taufiq makna pesantren juga akan membuat kalian lebih waspada terhadap larangan-larangan syariat karena pembahasan resikonya sudah sangat jelas di dalamnya. Maka dari itu, kemungkinan melakukan dosa besar dapat diminimalisir karena pemahaman serta wawasan sudah bertambah.

Sebagai contoh tentang pengontrolan nafsu supaya tidak melakukan berbagai macam jenis maksiat. Selain itu, kalian juga bisa memahami bagaimana cara bertaubat yang tepat agar hidup menjadi lebih berkah dan menjadi muslim lebih baik dari sebelumnya. Pada intinya, semua hal tersebut tertuang di dalam Kitab Sulam Taufiq makna pesantren.

[Syarat Mengikuti Imam]

شُرُوْطُ الْقُدْوَةِ أَحَدَ عَشَرَ:

1- أَنْ لاَ يَعْلَمَ بُطْلاَنَ صلاَةِ إِمَامِهِ بِحَدَثٍ أَوْ غَيْرِهِ.

وَ2- أَنْ لاَ يَعْتَقِدَ وُجُوبَ قَضَائِهَا عَلَيْهِ.

وَ3- أَنْ لاَ يَكُوْنَ مَأْمُوْمَاً.

وَ4- لاَ أُمِّيّاً.

وَ5- أَنْ لاَ يَتَقَدَّمَ عَلَى إَمَامِهِ فِيْ الْمَوْقِفِ.

وَ6- أَنْ يَعْلَمَ انْتِقَالاَتِ إِمَامِهِ.

وَ7- أَنْ يَجْتَمِعَا فِيْ مَسْجِدٍ، أَوْ ثَلاَثِ مِئَةِ ذِرَاعٍ تَقْرِيبَاً.

وَ8- أَنْ يَنْوِيَ الْقُدْوَةَ أَوِ الْجَمَاعَةَ.

وَ9- أَنْ يَتَوَافَقَ نَظْمُ صَلاَتَيْهِمَا.

وَ10- أَنْ لاَ يُخَالِفَهُ فِيْ سُنَّةٍ فَاحِشَةِ الْمُخَالَفَةِ.

وَ11- أَنْ يُتَابِعَهُ.

Fasal: Syarat mengikuti imam (menjadi makmum) ada 11, yaitu [1] mengetahui shalatnya imam tidak batal baik karena hadats atau lainnya, [2] meyakini shalatnya tidak perlu diulang (diqadha’), [3] imam tidak sedang menjadi makmum, [4] imam tidak ummi (tidak bisa baca surah Al-Fatihah dengan benar), [5] makmum tidak mendahului imam dalam tempat shalatnya, [6] mengetahui perpindahan gerakan imam, [7] imam dan makmum berkumpul dalam satu masjid, atau kira-kira 300 hasta, [8] meniatkan menjadi makmum atau berjamaah, [9] shalat keduanya bersesuaian (berurutan), [10] tidak menyelisihi imam dalam sunnah yang jelas perbedaannya, dan [11] mengikuti imam.

Catatan:

شُرُوْطُ الْقُدْوَةِ أَحَدَ عَشَرَ:

Syarat sah shalat berjamaah antara makmum dan imam ada sebelas syarat:

1- أَنْ لاَ يَعْلَمَ بُطْلاَنَ صلاَةِ إِمَامِهِ بِحَدَثٍ أَوْ غَيْرِهِ.

[1] mengetahui shalatnya imam tidak batal baik karena hadats atau lainnya,

Syarat pertama adalah makmum tidak mengetahui bahwa shalat imam batal dengan sesuatu yang disepakati oleh imam dan makmum, seperti hadats dan kafir.

Termasuk mengetahui batalnya imam adalah bila meyakini hal tersebut, walaupun tidak dihukumi batalnya shalat imam, seperti dua orang yang berijtihad dalam menentukan kiblat atau dua air dan dua baju (yang salah satunya suci dan yang lain mutanajjis). Keduanya menghasilkan ijtihad yang berbeda, maka tidak sah berjamaah salah satu di antara keduanya dengan yang lain.

PENGANTAR PENERJAMAH

Saya memuji Allah atas nikmat-nikmat yang dianugrahkan-Nya kepada saya berupa Islam, iman, dan mengenal sunnah. Hanya dengan taufik-Nya saya diberi waktu dan kesanggupan untuk menyelesaikan terjemahan matan yang penuh berkah ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, seluruh keluarganya, juga Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, serta seluruh orang yang menapaki jalan mereka. Aamiin.

Pembaca Budiman, kutaib (kitab kecil) dari matan Safinantun Najah ini adalah matan yang banyak dikaji oleh santri Nusantara karena penyusun matan ini bermadzhab Syafi’i di mana beliau lahir di Hadromaut Yaman yang hijrah berdakwah di Batavia Jawa dan meninggal di sana. Mempelajari suatu madzhab dengan memulainya dari matan kecil adalah sebuah keharusan bagi penuntut ilmu agar dia memiliki pegangan dan memiliki sedikit wawasan tentang madzhabnya, tidak kaku menghadapi khilaf (perbedaan), dan beragama dengan dalil. Banyak orang beragama ikut-ikutan dan mengukur kebenaran dengan banyaknya pelaku, padahal kebenaran itu diukur dengan dalil. Contoh sederhana saja, manusia pada umumnya menganggap bahwa jilbab lebar dan cadar adalah sesat atau cara beragama yang ekstrim, padahal jilbab lebar dan cadar merupakan madzhab Asy-Syafi’i sebagaimana yang disinggung penyusun matan ini di Fasal Aurot.

Yang saya lakukan dalam penerjemahan matan ini adalah: 1. Menerjemahkan apa adanya dengan bahasa yang mudah dan ringkas.

2. Semua istilah syari saya sebutkan dan saya jelaskan di dalam kurung kecuali lafazh ‘Ab’ad yang tidak saya temukan penjelasannya di syarahnya (Kasyifatus Suja karya Syaikh Nawawi Al-Bantani). Sampai sekarang saya belum paham apa maksud ‘Ab’ad di sini.

3. Untuk memudahkan, saya tambahi subjudul di tiap pembahasan. Semua kata yang terdapat dalam kurung siku “[ ]” adalah tambahan penerjemah.

4. Saya sebutkan semua text Arabnya lalu diikuti terjemahannya dengan harapan bisa dimanfaatkan oleh yang ingin menghafalnya atau mengetahui teks aslinya.


Tags: sulam kitab

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia