"Panduan Praktis Menggunakan Klem Penarik Benang AKDR"
Ciri-ciri posisi IUD bergeser sehingga benang IUD tidak teraba
Umumnya, jika Anda menggunakan IUD hormonal, menstruasi yang Anda alami biasanya akan semakin ringan seiring berjalannya waktu.
Artinya, darah menstruasi yang Anda keluarkan setiap kali haid tidak akan mengucur deras seperti pada umumnya.
Oleh sebab itu, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan mengenai kondisi tersebut.
Sebelum IUD berada pada posisi semula, Anda harus menggunakan alat kontrasepsi cadangan jika tidak ingin kebobolan.
Jika Anda cek benang IUD dan tidak berhasil teraba, Anda bisa saja mengalami masalah seperti perforasi rahim atau terdapat lubang pada rahim, atau infeksi.
Ada beberapa gejala yang harus Anda ketahui dan diskusikan dengan dokter, misalnya sebagai berikut.
- Demam tinggi hingga menggigil.
- Kram perut yang berlangsung lama.
- Bau yang tidak wajar dari vagina.
- Perdarahan yang tidak normal hingga cairan keluar dari vagina.
AKDR Hormonal dan Non-Hormonal, Mana yang Paling Cocok Untuk Anda?
Penggunaan alat kontrasepsi sudah semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, masyarakat sudah mulai sadar untuk mulai mengikuti program keluarga berencana.
Ada banyak pilihan metode kontrasepsi, mulai dari metode alami hingga metode yang cukup invasif dengan memotong saluran reproduksi.
Walaupun masyarakat sudah mulai sadar tentang pentingnya mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dengan menggunakan alat kontrasepsi, tetapi edukasi di masyarakat mengenai pilihan metode kontrasepsi masih kurang.
Kebanyakan masyarakat Indonesia minum pil kb setiap hari sebagai metode kontrasepsi mereka. Sedangkan metode ini kurang praktis, karena membutuhkan disiplin yang sulit untuk dilakukan oleh kebanyakan ibu-ibu yang memiliki jadwal yang padat.
Menurut para ahli, alat kontrasepsi yang paling efektif dan efisien adalah penanaman alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau yang dikenal dengan KB Spiral. Mungkin karena alat perangkat AKDR aman, efisien, dan super efektif.
AKDR adalah plastik berbentuk T seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.
Ada dua jenis perangkat AKDR: hormonal dan non-hormonal. Saat ini ada empat merek AKDR hormonal — Mirena, Skyla, Liletta, dan Kyleena — dan satu merek AKDR non-hormonal, ParaGard.
Anda mungkin pernah mendengar tentang keduanya, tetapi apa perbedaan antara keduanya dan mana yang paling tepat untuk Anda? Untuk lebih lengkapnya, mari disimak artikel yang satu ini.
Klem penarik benang akdr
“Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah salah satu jenis kontrasepsi yang cara pakainya dimasukkan langsung ke dalam rahim. Sebelum memutuskan untuk memakainya, lebih baik cari tahu dulu cara kerjanya, jenis-jenisnya, dan manfaatnya.”
Halodoc, Jakarta – Alat kontrasepsi memiliki berbagai bentuk dan beragam cara kegunaan serta manfaatnya. Mulai dari kondom, pil, suntikan, dan masih banyak lagi.
Nah, salah satu yang umum digunakan adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), atau yang bisa dikenal juga dengan intra uterine device (IUD). AKDR adalah salah satu opsi alat kontrasepsi yang paling efektif.
Jika kamu belum familiar atau sedang mempertimbangkan pemakaian jenis kontrasepsi ini, berikut ulasan selengkapnya!
Apa yang Harus Dilakukan Saat Benang IUD Tidak Teraba?
Ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab benang IUD yang berada di dalam vagina tidak teraba atau terasa. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut.
Benang IUD tidak teraba karena benang berada terlalu jauh di dalam vagina
Salah satu alasan mengapa benang IUD yang terdapat di dalam vagina tidak terasa karena posisinya di dalam vagina terlalu dalam.
Hal ini bisa disebabkan karena benang IUD dipotong terlalu pendek, atau tangan Anda yang tak cukup panjang untuk meraih benang tersebut.
Benang IUD tidak terasa karena kusut di dalam leher rahim
Penyebab lain yang dapat menyebabkan benang IUD tidak berhasil teraba oleh jari Anda adalah benang tersebut kusut.
Alih-alih menjuntai ke saluran vagina, benang tersebut justru semakin masuk ke dalam hingga berada di leher rahim atau serviks.
Bahkan, tak jarang jika benang IUD ini tidak teraba karena tersembunyi di dalam lipatan-lipatan jaringan vagina.
IUD jatuh keluar dari rahim
Alasan lain mengapa benang IUD tidak teraba oleh tangan Anda karena IUD lepas dengan sendirinya dan jatuh keluar dari rahim Anda.
Sebenarnya, ini hal yang sangat jarang terjadi, tapi biasanya terjadi pada tahun pertama pemasangan IUD.
Pada beberapa kasus tertentu, IUD tidak jatuh seluruhnya, jadi IUD tidak keluar dari vagina Anda.
Dengan begitu, meski IUD jatuh dan keluar dari rahim, bukan berarti IUD bisa keluar dari vagina dan Anda temukan di celana dalam atau di toilet.
Namun, hal ini mungkin juga terjadi. Maka itu, saat Anda melihat IUD pada celana dalam Anda atau jatuh hingga ke toilet, segera hubungi dokter untuk pemasangan ulang.
Tags: benang klem