"Panduan Praktis Menggunakan Klem Penarik Benang AKDR"
Bagaimana efek samping keduanya?
Seperti halnya semua bentuk pengobatan atau prosedur medis, pasti memiliki efek samping. AKDR hormonal dan tembaga mungkin memiliki efek samping yang lebih sedikit atau berbeda dengan bentuk kontrasepsi lainnya, tetapi penting untuk mengetahui apa itu sebelum membuat keputusan.
AKDR hormonal mengandung progestogen yang cukup untuk mengurangi rasa sakit dan pendarahan saat menstruasi, bahkan , pada 3 sampai 6 bulan pertama mungkin Anda hanya akan menemukan bercak saat Anda menstruasi.
Ada kemungkinan bahwa AKDR hormonal dapat menyebabkan haid Anda berhenti sama sekali. Karena hormon-hormon di dalamnya, mungkin AKDR hormonal dapat menyebabkan efek samping, seperti muncul jerawat, tetapi hal ini jarang terjadi.
AKDR tembaga tidak mengandung hormon, oleh karena itu, AKDR tembaga tidak menyebabkan risiko timbul jerawat atau efek samping hormonal lainnya. Namun diketahui kadang-kadang AKDR tembaga meningkatkan pendarahan dan ketidaknyamanan dengan menstruasi Anda.
Kedua jenis AKDR memiliki risiko kecil berpindah, keluar atau bahkan menembus dan melukai rahim. Prevalensi kasus keluarnya AKDR tanpa disadari terjadi sekitar 5% kasus, sedangkan kasus AKDR yang menembus dan melukai rahim terjadi pada 1 dari 500 pemasangan.
AKDR Hormonal dan Non-Hormonal, Mana yang Paling Cocok Untuk Anda?
Penggunaan alat kontrasepsi sudah semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia, masyarakat sudah mulai sadar untuk mulai mengikuti program keluarga berencana.
Ada banyak pilihan metode kontrasepsi, mulai dari metode alami hingga metode yang cukup invasif dengan memotong saluran reproduksi.
Walaupun masyarakat sudah mulai sadar tentang pentingnya mencegah kehamilan yang tidak direncanakan dengan menggunakan alat kontrasepsi, tetapi edukasi di masyarakat mengenai pilihan metode kontrasepsi masih kurang.
Kebanyakan masyarakat Indonesia minum pil kb setiap hari sebagai metode kontrasepsi mereka. Sedangkan metode ini kurang praktis, karena membutuhkan disiplin yang sulit untuk dilakukan oleh kebanyakan ibu-ibu yang memiliki jadwal yang padat.
Menurut para ahli, alat kontrasepsi yang paling efektif dan efisien adalah penanaman alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) atau yang dikenal dengan KB Spiral. Mungkin karena alat perangkat AKDR aman, efisien, dan super efektif.
AKDR adalah plastik berbentuk T seukuran uang logam yang ditempatkan di dalam rahim untuk mencegah kehamilan.
Ada dua jenis perangkat AKDR: hormonal dan non-hormonal. Saat ini ada empat merek AKDR hormonal — Mirena, Skyla, Liletta, dan Kyleena — dan satu merek AKDR non-hormonal, ParaGard.
Anda mungkin pernah mendengar tentang keduanya, tetapi apa perbedaan antara keduanya dan mana yang paling tepat untuk Anda? Untuk lebih lengkapnya, mari disimak artikel yang satu ini.
Ciri-ciri posisi IUD bergeser sehingga benang IUD tidak teraba
Umumnya, jika Anda menggunakan IUD hormonal, menstruasi yang Anda alami biasanya akan semakin ringan seiring berjalannya waktu.
Artinya, darah menstruasi yang Anda keluarkan setiap kali haid tidak akan mengucur deras seperti pada umumnya.
Oleh sebab itu, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan mengenai kondisi tersebut.
Sebelum IUD berada pada posisi semula, Anda harus menggunakan alat kontrasepsi cadangan jika tidak ingin kebobolan.
Jika Anda cek benang IUD dan tidak berhasil teraba, Anda bisa saja mengalami masalah seperti perforasi rahim atau terdapat lubang pada rahim, atau infeksi.
Ada beberapa gejala yang harus Anda ketahui dan diskusikan dengan dokter, misalnya sebagai berikut.
- Demam tinggi hingga menggigil.
- Kram perut yang berlangsung lama.
- Bau yang tidak wajar dari vagina.
- Perdarahan yang tidak normal hingga cairan keluar dari vagina.
Bagaimana cara cek posisi benang IUD?
Sebelum Anda cek benang IUD, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu. Pertama-tama, cuci tangan Anda hingga benar-benar bersih. Lalu, cari tempat yang nyaman untuk duduk atau berjongkok. Jika sudah, masukkan jari tengah Anda ke dalam vagina hingga Anda menyentuh ujung serviks atau leher rahim.
Rasakan ujung benang yang nantinya akan keluar dari serviks. Jika Anda bisa merasakan benangnya, posisi IUD di dalam rahim masih belum berubah. Hal tersebut menandakan bahwa IUD masih efektif bekerja mencegah kehamilan.
Salah satu hal yang perlu Anda ingat adalah hanya benang saja yang seharusnya bisa Anda sentuh saat cek benang IUD, bukan IUD-nya secara langsung. Anda harus segera menghubungi dokter Anda untuk membantu Anda membenarkan posisi dari IUD agar kembali seperti semula.
Klem penarik benang akdr
“Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah salah satu jenis kontrasepsi yang cara pakainya dimasukkan langsung ke dalam rahim. Sebelum memutuskan untuk memakainya, lebih baik cari tahu dulu cara kerjanya, jenis-jenisnya, dan manfaatnya.”
Halodoc, Jakarta – Alat kontrasepsi memiliki berbagai bentuk dan beragam cara kegunaan serta manfaatnya. Mulai dari kondom, pil, suntikan, dan masih banyak lagi.
Nah, salah satu yang umum digunakan adalah alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR), atau yang bisa dikenal juga dengan intra uterine device (IUD). AKDR adalah salah satu opsi alat kontrasepsi yang paling efektif.
Jika kamu belum familiar atau sedang mempertimbangkan pemakaian jenis kontrasepsi ini, berikut ulasan selengkapnya!
Tags: benang klem