Kota Yogyakarta - Surga Pengrajin Logam bagi Penggemar Kerajinan Tangan dan DIY
Kota Yogyakarta: Kota Pelajar, Wisata, dan Budaya
Kota Yogyakarta menyandang berbagai julukan, mulai dari Kota Pelajar, Kota Budaya, Kota Wisata, hingga Kota Perjuangan. Secara historis, kota yang banyak menjajakan masakan gudeg ini lekat dengan sejarah berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai jejak sejarah kota ini.
Kota Yogyakarta merupakan ibu kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan menjadi satu-satunya wilayah yang berstatus kota yang dikelilingi empat wilayah lainnya yang berstatus kabupaten. Tak hanya sebagai pusat pelayanan politik dan administrasi, Kota Yogyakarta juga sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, jasa pelayanan, dan sosial budaya.
Kota Yogyakarta yang meliputi daerah Kasultanan dan Pakualaman, baru menjadi Kotapraja atau kota otonom dengan lahirnya UU No. 17 Tahun 1947. Dalam UU tersebut dinyatakan bahwa kabupaten kota Yogyakarta (Kasultanan dan Pakualaman) dan beberapa daerah dari Kabupaten Bantul (yang sekarang menjadi Kecamatan Kotagede dan Umbulharjo), ditetapkan sebagai daerah yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Daerah itu dinamakan Haminte Kota Yogyakarta. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “Haminte” diartikan sebagai pemerintahan kotapraja pada masa pendudukan Belanda.
Namun demikian, penyerahan wewenang secara riil baru dapat dilaksanakan pada tahun 1951. Jika melihat keluarnya UU pembentukan haminte Kota Yogyakarta tanggal 7 Juni 1947, Kota Yogyakarta dibentuk sebagai kota praja sebelum clash I. Akan tetapi, jika dilihat penyerahan wewenang secara riil dari DIY baru terjadi tahun 1951, atau sesudah clash II, memerlukan waktu sekitar 4 tahun.
Seni Kriya Berdasarkan Teknik Pembuatannya
a. Seni Kriya Ukir atau Seni Kriya Pahat
Jenis, bahan, bentuk dan teknik dalam seni pahat sangatlah beragam, mulai dari jenis patung, ukiran
dan aneka kerajinan lainnya. Selain menggunakan kayu, seni pahat juga menggunakan aneka logam, batu, serta tulang dan kulit hewan sebagai bahan dasarnya. Bali merupakan salah satu daerah yang paling banyak menghasilkan seni pahat yang berupa patung, ukiran hingga berbagai macam barang kerajinan lainnya, salah sat hasil pahat dari bali adalah patung arca dengan bahan baku batu andesit.
b. Seni Kriya Batik
Proses pembuatan kain batik bisa dilakukan dengan berbagai macam tekhnik diantaranya adalah teknik cap, tulis, ikat celup dan teknik lukis. Teknik batik tulis adalah salah satu teknik membantik yang paling banyak digunakan di Indonesia. Selain di pulau jawa, batik juga terdapat di pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Bali. Corak kain batik dari setiap daerah juga beraneka ragam. Corak batik jawa umumnya bergaya naturalis dengan sentuhan warna yang beragam.
c. Seni Kriya Tenun
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kain tenun terbesar di dunia terutama dalam hal keragaman corak hiasannya. Tenun terdiri dari dua jenis yaitu tenun songket, dan tenun ikat. Perbedaannya ada pada teknik pembuatan dan bahan yang digunakan. Tenun songket berupa benang perak, emas atau benang sutra. Daerah-daerah di Indonesia terkenal dengan penghasil tenun ikat adalah aceh, sulawesi tengah, bali, sumatra utara, toraja (sulawesi selatan), NTT, kalimantan timur, flores, dan kalimantan bvarat. Sedangkan daerah penghasil tenun songket adalah sumatra barat, aceh, riau, sumatra utara, lombok, palembang, sumatra barat, nusa tenggara dan maluku.
d. Seni Kriya Anyaman
Seni kriya anyaman adalah tehnik membuat dengan mengatur bahan-bahan dasarnya dalam bentuk yang tindih- menindih, silang-menyilang, dan lipat-melipat pakat dan lungsen dengan pola tertentu. Bahan-bahan yang digunakan dalam seni kriya anyaman adalah rotan, bambu, pandan, lontar, mendong, enceng gondok, kertas, plastik, dan tali. Pusat kerajinan anyaman yaitu di Bali, Sulawesi, Tasikmalaya, Kalimantan dan Papua.
Gudang Art Design
Gudang art design merupakan industri pengrajin tembaga, kuningan, dan alumunium yang memiliki 3 cabang di daerah Jawa Tengah dan basenya atau office utama berada di Jogja tepatnya berada di Jl. Kaliurang Km 12 Komp.Ruko Candi Sari, Kab. Sleman, Yogyakarta.
2 cabangnya berada di daerah desa Tumang Boyolali dan Gudang Art Design sudah berdiri sejak tahun 2006 dengan memiliki pengrajin atau seniman tetap dibidangnya berjumlah 55 orang baik itu seniman logam dan kaca. Komsumennya berasal baik dari dalam negeri maupun mancanegara, jadi kualiatas produk kerajinan yang dihasilkan tentunya memiliki kualitas yang baik.
Gambar motif dan tema dari produk yang mereka buat pada umumnya memiliki kesamaan dengan motif-motif pada seni relief ukir. Produk yang dihasilkan seperti ornament, logo, lampu hias, furniture, souvenir, dan masih banyak lagi produk kerajinan lainnya. semua produk tersebut memiliki tujuan bukan hanya sekedar menjadi peralatan rumah tangga tetapi, juga sebagai hiasan untuk memperindah sebuah ruangan.
Bukan hanya bergerak pada produk kerajinan kriya logam seperti tembaga dan kuningan tetapi, Gudang Art Design juga bergerak dalam pembuatan produk berbahan alumunium, hampir sama dengan baja ringan yang biasa digunakan dalam pembuatan struktur rumah.
Selain alumunium diproduksi juga kerajinan kaca patri merupakan ornament arsitektur yang berasal dari negara di kawasan benua Eropa. Produkj kerajinan dari kaca patri berbeda dengan kaca biasanya dimana, produk kaca patri mempunya motif atau hiasan pada permukaan kacanya. Prduknya seperti kubah kaca, kaca grafir, lampu hias kaca patri, dan masih banyak lagi produk kerajinan kaca patri yang dibuat.
Gudang art design juga bisa menjadi rekomendasi bagi Anda yang sedang mencari produk kerajinan dari tembaga, kuningan, alumunium, dan kaca patri. Mereka juga menerima pemesanan custom sesuai dengan keinginan pemesan, sehingga Anda bisa sesuaikan dengan bentuk design yang diinginkan.
Ekonomi
Produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Yogyakarta pada tahun 2020 mencapai Rp35,76 triliun. Dari angka PDRB tersebut, struktur perekonomian kota ini didominasi oleh lima lapangan usaha, yaitu industri pengolahan (13,07 persen), informasi dan komunikasi (12,52 persen), penyediaan akomodasi dan makan minum (10,92 persen), administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib (10,38 persen), dan jasa pendidikan (10,04 persen).
Di sektor industri pengolahan, jumlah industri kecil dan menengah (IKM) di Kota Yogyakarta tercatat sebanyak 2.704 unit pada tahun 2018. Menurut jenis usahanya, 59 persen (1.592 unit) IKM merupakan industri pangan, 21 persen (580 unit) industri sandang dan kulit, 9 persen (236 unit) adalah industri kimia dan bahan bangunan, 7 persen (188 unit) industri kerajinan, dan 4 persen (108 unit) industri logam dan elektronik.
Sebagai kota pelajar, kontribusi dari sektor jasa pendidikan termasuk lima besar dari total nilai PDRB Kota Yogyakarta. Kontribusinya mencapai Rp3,59 triliun pada tahun 2020.
Di sisi keuangan daerah, pada tahun 2020, dari total pendapatan sebesar Rp1,69 triliun, kontribusi dari pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp563,17 miliar. Adapun dana perimbangan dari pemerintah pusat sebesar Rp818,76 miliar dan pendapatan lain-lain sebesar Rp317,81 miliar.
Di sektor pariwisata, Kota Yogyakarta termasuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) utama di Indonesia. Kota ini hanya kalah bersaing dengan Pulau Bali. Terdapat beragam destinasi wisata di kota ini yang menarik banyak wisatawan.
Keberadaan Keraton Yogyakarta yang masih kental dengan budaya Jawa, merupakan salah satu keunikan yang mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung di Kota Yogyakarta. Pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo dan jalan Malioboro juga menjadi sasaran utama bagi wisatawan yang ingin membeli berbagai kerajinan.
Di samping itu, terdapat pula tempat yang menyajikan makanan khas Kota Yogyakarta seperti gudeg, bakpia pathuk, dan yangko. Bagi wisatawan yang ingin mengetahui sejarah di kota Yogyakarta terdapat beberapa museum di antaranya Museum Sono Budoyo, Benteng Vredeburg, dan Museum Sasmita Loka.
Tags: jenis logam yogya