Seni Menenun Keajaiban - Mengenal Kristik dari Benang
Jarum Apa yang Digunakan untuk Sulaman Kristik?
Jarum untuk sulam kristik adalah jarum tapestri dengan ujung tumpul dan mata jarum lebih besar dari jarum jahit biasa. Kerajinan sulam kristik ini tak membutuhkan jarum berujung runcing karena media kain yang digunakan memiliki serat dan lubang yang lebar. Ukuran jarum yang cukup besar ini juga mencegah timbulnya rasa sakit di tangan saat digunakan untuk menyulam.
Pemidangan atau hoop tidak harus digunakan dalam proses menyulam kristik. Tetapi bagi para pemula, penggunaan pemidangan ini akan memudahkan proses menyulam. Untuk memakai pemidangan, pertama-tama lepaskan baut untuk memisahkan dua lingkaran pemidangan. Letakkan lingkaran pemidangan bagian dalam atau lingkaran yang polos (lingkaran tanpa baut) pada permukaan yang rata. Misalnya saja di atas meja. Letakkan kain di atas pemidangan tersebut dan pastikan titik tengah kain berada tepat di tengah pemidangan.
Selanjutnya, letakkan lingkaran pemidangan bagian luar di atas kain. Tekan lingkaran luar ini ke bawa sehingga kain terjepit di antara kedua lingkaran pemidangan. Dengan lembut, tarik kain saat baut pemidangan dikencangkan. Ingat, jangan menarik kain terlalu kencang untuk menghindari kain bergelombang.
Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Kain Sulam Kristik?
Setiap pola sulam kristik tentunya membutuhkan luas kain yang berbeda-beda. Pada setiap pola kristik dilengkapi dengan keterangan yang menunjukkan jumlah titik koordinat. Misalnya saja pola A bertuliskan 200W x 300W. Artinya pola A ini terdiri dari 200 titik berderet horizontal dan 300 titik berderet vertikal. Ukuran hasil pola tersebut jika diaplikasikan pada kain kristik bergantung pada nilai CT.
Nah, untuk menghitung panjang kain dalam centimeter, gunakan rumus (( w/ ct) * 2.54) + 10. Sedangkan untuk lebar kain dalam centimeter, pakailah rumus (( h/ ct) * 2.54) + 10. Adapun tambahan 10cm nantinya digunakan untuk tambahan pigura dan dibulatkan ke atas.
Sebagai contoh, jika pola A memiliki keterangan W: 200 dan H: 300 dan menggunakan kain kristik CT 14, maka penerapan rumus untuk menghitung kebutuhan kain adalah ((200/14 * 2.54) + 10 = 47cm dan ((300/14 * 2.54) + 10 = 65cm.
Jika ukuran kain untuk sulaman ini sudah diperoleh, sebaiknya jahit tepian kain untuk menghindari kerusakan akibat sering dipegang atau ditekuk. Pinggiran kain sulaman ini bisa disulam zig zag atau jika memiliki mesin serger, tepian kain bisa dikelim dengan menggunakan mesin serger. Cara lainnya, tepian kain bisa ditambahkan dengan isolasi.
Kristik Islami
Menghadirkan keindahan seni Islami dalam berbagai desain kristik menarik: kaligrafi, motif, masjid, pemandangan, dunia satwa, dan tersedia GRATIS. Insya Allah.
Pola Kristik Dome of the Rock II (17 warna benang)
Ini pola kristik dari gambar yang sama dengan pola Masjid Quba As-Sakhrah di posting terdahulu, hanya jumlah warna benangnya yang saya kurangi. Bila di pola no 1 kita menggunakan 24 warna benang, di pola ini saya kurangi jadi hanya 17 warna benang. Detil gambar tentu saja berkurang, tapi proses pengerjaan jadi lebih mudah karena jumlah benang yang lebih sedikit tentu membuat blok-blok warna lebih terkumpul. Bagusnya, seperti pola no 1, pola ini juga gratis.
Saya sering mendapat pertanyaan, "Kok pola kristik Islami dibagikan gratis?" . nah, ini lumayan sulit dijawab dengan cespleng. Kalau dipikir-pikir, sebenarnya saya sih maunya jualan aja semuanya, mulai dari pola, paket, sampai kalau ada yang mau pesan kristik jadi, semuanya saya komersilkan lewat blog ini. Sayangnya, waktunya itu loooh. minim. Saya nggak sibuk-sibuk amat, hanya saja, saya sungguh kewalahan melayani pesanan kristik jadi. Meski dibantu oleh kakak saya, tetap saja kecepatan pengerjaan kristik dan pesanan yang masuk terpaut jauh. Kerajinan tangan bukan barang pabrikan yang bisa dicetak dalam jumlah besar dan dalam waktu cepat. Makanya, daripada mengecewakan, sebelum kami rampung membenahi beberapa hal offline yang kami hadapi, saya putuskan untuk tidak berjualan dulu. Nanti, bila urusan ini itu bisa tertata rapi, barulah blog ini jadi komersil, hihihi.
Nah, soal jualan pola atau paket kit, persoalannya ada di pembayaran. Beberapa waktu lalu kami pakai rekening kakak saya, dan lumayan juga sebetulnya pesanan masuk untuk pesan kit dan pola saja. Sayangnya, cara ini tidak praktis karena kebanyakan pemesan datang dari luar negeri dan kucluk juga pesan baran harga 17 dollar biaya transfer separuhnya. Hingga saat ini kami belum menemukan cara pembayaran yang mudah dan dapat diaplikasikan secara online, yang nggak ribet serta biayanya terjangkau. Belanja pemesan total harganya 70 dollar, biaya kirim paketnya 24 dollar. sungguh absurd. Tentu saja, kalau ada sahabat yang memiliki info tentang sistem pembayaran untuk berjualan lewat internet, kami akan sangat berterima kasih bila sahabat mau membagi ilmu dan info.
Tags: dari benang