... 7 Ide Kreatif Kristik Dari Benang untuk Proyek Kerajinan DIY Anda

Seni Menenun Keajaiban - Mengenal Kristik dari Benang

Pisahkan Benang Anda – DMC Mouline Stranded Thread terdiri dari enam untaian yang dipilin bersama dan mudah dipisahkan. Banyak desain cross stitch dijahit pada kain Aida 14 CT hanya memerlukan untuk dua helai, sehingga Anda harus memisahkan benang Anda. Lihat bagan desain Anda untuk melihat berapa banyak untaian (atau lapisan) dari benang yang ditentukan oleh desain.

Temukan ujung utas pada gulungan DMC Thread Anda. Tarik perlahan keluar dari kumparan sampai Anda memiliki panjang benang 50cm (18 ”) dan potong. Untuk memisahkan utas menjadi untaian individual, tarik satu untaian ke atas dan ke luar perlahan sampai benar-benar terpisah dari untaian yang tersisa. Lanjutkan untuk mencabut jumlah helai yang perlu Anda jahit. Untuk bergabung kembali dengan benang, pegang bersama-sama di salah satu ujung lalu dengan lembut letakkan tangan Anda di atas panjang utas untuk melicinkan dan menggabungkannya kembali.

Mempersiapkan Kain – Untuk mengetahui kapan harus memulai desain cross stitch, akan sangat membantu untuk menemukan bagian tengah kain Anda. Lipat kain Anda menjadi dua dan kemudian menjadi dua lagi, di mana kedua lipatan berpotongan adalah titik tengah.

Tempatkan kain Anda ke dalam Hoop / Pemidangan.

Ulir jarum Anda – Ikuti panduan threading jarum praktis ini untuk menyambungkan jarum Anda dengan DMC Needle Threader.

Membaca Bagan / POLA Desain – Bagan desain Anda berisi semua informasi yang Anda butuhkan untuk menjahit desain Anda. Kunci warna benang ditunjukkan simbol yang sesuai dengan setiap warna. Kotak pada pola desain sesuai dengan kotak pada kain. Setiap kotak pada pola desain yang membutuhkan tusukan akan berisi simbol. Penting bahwa Anda memusatkan desain Anda. Ikuti keempat panah pada desain, di mana mereka semua berpotongan adalah titik tengah. Paling mudah untuk mulai menjahit dari bagian tengah desain, tetapi pilihlah bagian yang Anda merasa paling nyaman.

Sejarah [ sunting | sunting sumber ]

Kristik adalah salah satu bentuk tertua dari kerajinan sulam (kerajinan bordir), dan dapat ditemukan di seluruh dunia. [2] Hasil kerajinan kristik seperti pakaian yang dihias dengan kristik, khususnya dari benua Eropa dan Asia dijadikan benda pameran di berbagai museum etnologi di seluruh dunia.

Kerajinan sulam sangat populer di kalangan rakyat Eropa Timur dan Eropa Tengah. Ciri khas kerajinan sulam mereka adalah pola geometris dan tusuk silang dua dimensi (bayang-bayang benda tidak dibuat) dengan benang hitam dan merah di atas kain linen. [3]

Hasil kerajinan kristik tertua yang diketahui orang di Amerika Serikat adalah sulaman kristik asal tahun 1653 yang disimpan di Pilgrim Hall, Plymouth, Massachusetts. Sulaman tersebut adalah hasil karya Loara Standish, anak perempuan dari Kapten Myles Standish. [4]

Bagaimana Langkah Membuat Sulaman Kristik?

Sulaman kristik biasanya dimulai dari baris ke baris dari arah kiri ke kanan. Berdasarkan pola yang ingin dibuat, kalian bisa menentukan pada bagian mana sulaman akan dimulai. Sebaiknya mulailah menyulam pada titik tengah pola untuk memastikan objek pada pola nantinya tepat berada di bagian tengah kain. Biasanya terdapat tanda panah di tepian pola yang menandai titik tengah pola.

Jika sudah ditentukan, siapkan benang dan potong sepanjang 45 cm. Hindari memotong benang terlalu panjang sebab benang yang terlalu panjang akan memicu terjadinya benang kusut saat menyulam dilakukan. Hindari juga mengikat atau menyimpulkan ujung benang. Biarkan kedua ujung benang begitu saja. Sebab mengikat ujung benang akan menimbulkan tonjolan yang cukup mengganggu hasil akhir sulaman.

Bila benang sudah terpasang pada jarum, mulailah tusukkan jarum dari bagian belakang kain ke arah depan melalui satu buah lubang pada kain. Pada jarak kira-kira 1 inchi, tusukkan jarum ke arah belakang. Selanjutnya, tusukkan jarum melalui sebuah lubang dengan arah diagonal dari titik sebelumnya untuk membuat sulaman miring. Pastikan kalian menahan ujung benang di bagian belakang kain agar ujungnya tidak tertarik keluar dan lepas.

Mulailah untuk membuat sulaman kedua dengan menusukkan jarum melalui sebuah lubang yang berada tepat di bawah lubang yang terakhir digunakan. Sebelum kalian menarik benang sulaman dengan kencang, balikkan kain sulaman dan pastikan ekor benang terjepit di antara sulaman yang dibuat.

Lanjutkan menyulam sepanjang baris untuk membuat serangkaian sulaman miring. Jika sudah, ke arah sebaliknya buatlah sulaman miring sehingga terbentuk sulaman kristik berbentuk silang. Terus ulangi langkah-langkah tersebut hingga potongan benang sulaman habis atau mencapai jumlah sulaman sesuaipola. Untuk mengakhiri sulaman, di bagian belakang kain selipkan benang di antara setidaknya tiga titik sulaman untuk mengamankan ujung benang.

Kruistik

Kristik (bahasa Belanda: kruissteek)atau tusuk silang adalah salah satu jenis sulaman yang memakai jahitan benang yang bersilangan (membentuk huruf X) di atas kain tenunan sejajar. Teknik jahitan membentuk huruf X disebut setik silang (tusuk silang), sehingga kristik populer dengan sebutan "tusuk silang".

Produk kristik berupa sulaman gambar-gambar untuk hiasan pakaian, perabot rumah tangga, atau hiasan dinding. Desain gambar kristik dapat dicontoh dari buku berisi pola-pola motif atau hasil desain sendiri.

Benang yang dipakai adalah benang sulam dari katun atau rayon. Jarum untuk kristik adalah jarum tapestri berujung tumpul dengan mata jarum ukuran besar agar bisa dilewati beberapa helai benang sekaligus.

Jarum Apa yang Digunakan untuk Sulaman Kristik?

Jarum untuk sulam kristik adalah jarum tapestri dengan ujung tumpul dan mata jarum lebih besar dari jarum jahit biasa. Kerajinan sulam kristik ini tak membutuhkan jarum berujung runcing karena media kain yang digunakan memiliki serat dan lubang yang lebar. Ukuran jarum yang cukup besar ini juga mencegah timbulnya rasa sakit di tangan saat digunakan untuk menyulam.

Pemidangan atau hoop tidak harus digunakan dalam proses menyulam kristik. Tetapi bagi para pemula, penggunaan pemidangan ini akan memudahkan proses menyulam. Untuk memakai pemidangan, pertama-tama lepaskan baut untuk memisahkan dua lingkaran pemidangan. Letakkan lingkaran pemidangan bagian dalam atau lingkaran yang polos (lingkaran tanpa baut) pada permukaan yang rata. Misalnya saja di atas meja. Letakkan kain di atas pemidangan tersebut dan pastikan titik tengah kain berada tepat di tengah pemidangan.

Selanjutnya, letakkan lingkaran pemidangan bagian luar di atas kain. Tekan lingkaran luar ini ke bawa sehingga kain terjepit di antara kedua lingkaran pemidangan. Dengan lembut, tarik kain saat baut pemidangan dikencangkan. Ingat, jangan menarik kain terlalu kencang untuk menghindari kain bergelombang.


Tags: dari benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia