... 7 Ide Kreatif Kristik Dari Benang untuk Proyek Kerajinan DIY Anda

Seni Menenun Keajaiban - Mengenal Kristik dari Benang

Bagaimana Cara Menghitung Kebutuhan Kain Sulam Kristik?

Setiap pola sulam kristik tentunya membutuhkan luas kain yang berbeda-beda. Pada setiap pola kristik dilengkapi dengan keterangan yang menunjukkan jumlah titik koordinat. Misalnya saja pola A bertuliskan 200W x 300W. Artinya pola A ini terdiri dari 200 titik berderet horizontal dan 300 titik berderet vertikal. Ukuran hasil pola tersebut jika diaplikasikan pada kain kristik bergantung pada nilai CT.

Nah, untuk menghitung panjang kain dalam centimeter, gunakan rumus (( w/ ct) * 2.54) + 10. Sedangkan untuk lebar kain dalam centimeter, pakailah rumus (( h/ ct) * 2.54) + 10. Adapun tambahan 10cm nantinya digunakan untuk tambahan pigura dan dibulatkan ke atas.

Sebagai contoh, jika pola A memiliki keterangan W: 200 dan H: 300 dan menggunakan kain kristik CT 14, maka penerapan rumus untuk menghitung kebutuhan kain adalah ((200/14 * 2.54) + 10 = 47cm dan ((300/14 * 2.54) + 10 = 65cm.

Jika ukuran kain untuk sulaman ini sudah diperoleh, sebaiknya jahit tepian kain untuk menghindari kerusakan akibat sering dipegang atau ditekuk. Pinggiran kain sulaman ini bisa disulam zig zag atau jika memiliki mesin serger, tepian kain bisa dikelim dengan menggunakan mesin serger. Cara lainnya, tepian kain bisa ditambahkan dengan isolasi.

Bagaimana Langkah Membuat Sulaman Kristik?

Sulaman kristik biasanya dimulai dari baris ke baris dari arah kiri ke kanan. Berdasarkan pola yang ingin dibuat, kalian bisa menentukan pada bagian mana sulaman akan dimulai. Sebaiknya mulailah menyulam pada titik tengah pola untuk memastikan objek pada pola nantinya tepat berada di bagian tengah kain. Biasanya terdapat tanda panah di tepian pola yang menandai titik tengah pola.

Jika sudah ditentukan, siapkan benang dan potong sepanjang 45 cm. Hindari memotong benang terlalu panjang sebab benang yang terlalu panjang akan memicu terjadinya benang kusut saat menyulam dilakukan. Hindari juga mengikat atau menyimpulkan ujung benang. Biarkan kedua ujung benang begitu saja. Sebab mengikat ujung benang akan menimbulkan tonjolan yang cukup mengganggu hasil akhir sulaman.

Bila benang sudah terpasang pada jarum, mulailah tusukkan jarum dari bagian belakang kain ke arah depan melalui satu buah lubang pada kain. Pada jarak kira-kira 1 inchi, tusukkan jarum ke arah belakang. Selanjutnya, tusukkan jarum melalui sebuah lubang dengan arah diagonal dari titik sebelumnya untuk membuat sulaman miring. Pastikan kalian menahan ujung benang di bagian belakang kain agar ujungnya tidak tertarik keluar dan lepas.

Mulailah untuk membuat sulaman kedua dengan menusukkan jarum melalui sebuah lubang yang berada tepat di bawah lubang yang terakhir digunakan. Sebelum kalian menarik benang sulaman dengan kencang, balikkan kain sulaman dan pastikan ekor benang terjepit di antara sulaman yang dibuat.

Lanjutkan menyulam sepanjang baris untuk membuat serangkaian sulaman miring. Jika sudah, ke arah sebaliknya buatlah sulaman miring sehingga terbentuk sulaman kristik berbentuk silang. Terus ulangi langkah-langkah tersebut hingga potongan benang sulaman habis atau mencapai jumlah sulaman sesuaipola. Untuk mengakhiri sulaman, di bagian belakang kain selipkan benang di antara setidaknya tiga titik sulaman untuk mengamankan ujung benang.

Mari Mulai Menjahit!

Mulailah menjahit dengan menusuk jarum ulir ke atas (ke bagian depan kain), lalu sisakan ujung benang sepanjang kira kira 2.5 cm (1 inchi) di bagian belakang. Pegang ujung benang pada bagian belakang kain ke arah yang Anda rencanakan untuk melanjutkjan membuat silang, dan timpa / jepit sekitar 4 hingga 5 jahitan pertama di atasnya untuk mengamankannya benang pada tempatnya. Pastikan untuk memeriksa kembali untuk memastikan bahwa jahitan Anda menjepit benang sisa dibelakang sebelum melanjutkan menjahit.

cek link dibawah ini untuk memulai dan menutup benang pilih SUGGESTED CLIP

Kiat Cepat: Saat menjahit, pastikan utas Anda terbentang rata, jika benang Anda menjadi bengkok saat dijahit, lepaskan jarum dan biarkan jarum menggantung bebas. benang akan terlepas dengan sendirinya.

Cross Stitch / Jahitan silang biasanya dimulai baris horizontal dari kiri ke kanan. (Lihat Gambar)
– Untuk membuat tusuk silang tusuk jarum ke atas pada titik 1, lubang kiri bawah dari satu kotak kain dan turun pada titik 2 lubang kanan atas dari satu kotak kain.
– Kemudian naik pada 3 turun pada 4, naik pada 5 turun pada 6.
Selesaikan baris.
– Untuk menyelesaikan jahitan silang Anda Baris belakang dijahit dari kanan ke kiri, buat garis silang dengan menusuk jarum ke atas pada posisi 9 dan turun pada 10, ke atas pada 11 ke bawah pada 12.
Selesaikan baris balik dan ulangi urutan jahitan hingga area dijahit sesuai dengan pola.

Untuk informasi lebih lanjut tentang cara menjahit tusuk silang lihat video berikut

Prepare Fabric – To know when to begin a cross stitch design, it is helpful to find the centre of your fabric. Fold your fabric in half and then in half again, where the two folds intersect is the middle point.

Kruistik

Kristik (bahasa Belanda: kruissteek)atau tusuk silang adalah salah satu jenis sulaman yang memakai jahitan benang yang bersilangan (membentuk huruf X) di atas kain tenunan sejajar. Teknik jahitan membentuk huruf X disebut setik silang (tusuk silang), sehingga kristik populer dengan sebutan "tusuk silang".

Produk kristik berupa sulaman gambar-gambar untuk hiasan pakaian, perabot rumah tangga, atau hiasan dinding. Desain gambar kristik dapat dicontoh dari buku berisi pola-pola motif atau hasil desain sendiri.

Benang yang dipakai adalah benang sulam dari katun atau rayon. Jarum untuk kristik adalah jarum tapestri berujung tumpul dengan mata jarum ukuran besar agar bisa dilewati beberapa helai benang sekaligus.


Tags: dari benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia