... Laporan Kegiatan Kerajinan: Panduan Praktis untuk Penyusunan yang Logis - Tips DIY dan Sulaman

"Kesinambungan Logika dalam Pembuatan Laporan Kegiatan Kerajinan"

Definisi, Manfaat, dan Fungsi Laporan Kegiatan Usaha

Vadcoy.com – Pada postingan kali ini, Mang Ocoy akan membagikan materi pelajaran tentang “Definisi, Manfaat, dan Fungsi Laporan Kegiatan Usaha” pada Mapel Prakarya. Silahkan simak penjelasannya di bawah ini!

Laporan kegiatan usaha adalah penyampaian informasi sehingga tercipta komunikasi antara yang melaporkan dan pihak yang diberi laporan. Laporan pelaksanaan kegiatan hendaknya bersifat komunikatif, jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.

Laporan adalah bentuk penyajian dari suatu fakta mengenai ahal yang berkenaan terhadap keadaan ataupun suatu kegiatan. Dan pada dasarnya suatu fakta yang disajikan tersebut ialah tanggung jawab yang ditugaskan bagi si pelapor.

Dari kedua definisi tersebut memberikan kesimpulan bahwa Laporan kegiatan usaha adalah bentuk penyajian data atau penyampaian informasi dari si pelapor terhadap pemilik modal atau pimpinan, yang berbentuk tentang kondisi fakta keadaan suatu perusahaan atau suatu kegiatan usaha.

Isi dari laporan kegiatan usaha adalah kegiatan pekerjaan diperusahaan yang sedang berjalan dan pekerjaan yang sudah selesai. Penyusunan laporan kegiatan usaha dilaksanakan secara periodik, setidak-tidaknya dibuat sebulan sekali. Penyusunan harus lengkap dan berisi hal-hal yang berhubungan dengan hambatan usaha, kemajuan usaha, kemunduran usaha, dan sebagainya.

Cara Menuliskan Laporan Penelitian

Berikut adalah tujuh komponen utama dari laporan penelitian produktif:

Ringkasan laporan penelitian

Seluruh tujuan dan ikhtisar penelitian harus dimasukkan dalam ringkasan yang panjangnya beberapa paragraf. Banyak komponen penelitian yang perlu dijelaskan secara singkat pada ringkasan laporan. Itu harus cukup menarik untuk menangkap semua elemen kunci dari laporan.

Pendahuluan penelitian

Selalu ada tujuan utama yang ingin dicapai oleh peneliti melalui laporan. Di bagian pendahuluan, ia dapat membahas jawaban terkait dengan tujuan ini dan membuat tesis (pernyataan atau teori yang didukung oleh argumen) yang akan dimasukkan dalam laporan dan berusaha menjelaskannya secara terperinci.

Metodologi penelitian

Pembuatan berbagai contoh metodologi penelitian adalah bagian paling penting dari laporan di mana semua informasi penting berada. Pembaca dapat memperoleh data terkait topik penelitian dan menganalisis kualitas konten laporan penelitian yang dituliskan.

Dengan demikian, bagian ini harus sangat informatif dengan setiap aspek penelitian yang dibahas secara rinci. Informasi perlu diungkapkan dalam urutan kronologis sesuai dengan prioritas dan tingkat kepentingannya. Peneliti harus memasukkan referensi jika mereka mendapatkan informasi dari teknik yang ada.

Hasil penelitian
Diskusi penelitian

Hasil penelitian dibahas secara sangat rinci dalam bagian ini bersama dengan analisis komparatif dari laporan yang mungkin ada dalam bidang yang sama. Setiap kelainan yang ditemukan selama penelitian akan dibahas di bagian diskusi.

Saat menulis laporan penelitian, peneliti harus menghubungkan titik-titik tentang bagaimana hasilnya akan berlaku di dunia nyata.

Referensi dan kesimpulan penelitian

Akhiri semua temuan penelitian disertai dengan menyebutkan setiap penulis, artikel atau setiap konten dari mana referensi diambil. Peneliti dapat menyiapkan laporan dengan mudah jika tidak ada aturan atau prosedur penulisan laporan yang mengikat. Namun, pedoman umum berikut dapat membantu menulis laporan penelitian:

Jenis Laporan Penelitian

Secara spesifik laporan penelitian dapat dibedakan ke dalam beberapa bentuk yaitu:

  1. Laporan penelitian yang ditulis untuk lembaga atau instansi tertentu.
  2. Laporan penelitian yang ditulis untuk menuhi tugas sekolah atau kuliah seperti paper, skripsi, tesis, disertasi.
  3. Laporan penelitian yang ditulis untuk jurnal akademik.
  4. Laporan penelitian yang ditulis untuk media populer seperti koran dan majalah.

Creswell (2012) berpendapat bahwa penyajian laporan penelitian dapat berupa tesis atau disertasi, artikel jurnal, makalah Konferensi dan Proposal.

Tesis dan Disertasi

Tesis adalah bagian daripada laporan penelitian untuk kesiapan sebagai master, sedangkan disertasi ialah laporan untuk kesiapan sebagai doktor maupun jengang S3. Panjang tesis atau disertasi bisa bervariasi, tergantung tradisi di setiap universitas.

Artikel Jurnal

Artikel jurnal ditulis oleh peneliti untuk pembaca publikasi ilmiah serta untuk editor dan individu yang meninjau penelitian. Laporan penelitian yang dikirim ke editor untuk dijadikan artikel jurnal ditulis lebih pendek.

Editor mengatur dua sampai tiga pengulas untuk mengoentari artikel yang dikirimkan. Editor kemudian akan memutuskan berdasarkan komentar pengulas. Ada tiga kemungkinan keputusan yaitu diterima, direvisi dan dikirimkan kembali, atau ditolak.

Apabila artikel diterima, editor akan menerbitkannya dalam sebuah jurnal internasional maupun jurnal nasional. Karena keterbatasan halaman yang ditetapkan oleh penerbit atau editor jurnal, sebuah artikel jurnal jauh lebih pendek daripada tesis atau disertasi.

Namun, artikel jurnal kualitatif lebih lama dari artikel jurnal kuantitatif sebab adanya kutipan yang luas dan panjang terkait diskusi deskripsi dan tema. Format artikel jurnal penelitian kuantitatif dan metode kualitatif pun bervariasi dari satu jurnal yang lain.

Ciri Karya Ilmiah

Karya ilmiah memiliki beberapa ciri yang membedakannya dari bentuk tulisan lainnya, yaitu:

Objektif

Karya ilmiah memiliki ciri objektif, artinya setiap fakta dan data yang diungkapkan harus didasarkan pada kenyataan yang sebenar-benarnya. Atau dengan kata lain, data bersifat objektif dalam hal ini maksudanya adalah data tidak dimanipulasi (tidak ada penambahan atau pengurangan data).

Setiap kesimpulan atau pernyataan yang dimuat dalam karya ilmiah harus didasarkan pada bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Itu berarti bahwa setiap orang bisa mengecek keberadaan bukti tersebut di lapangan secara langsung.

Logis

Karya ilmiah memiliki ciri logis. Ciri ini dapat kita lihat dari pola nalar yang dibangun dalam karya ilmiah. Pola nalar yang dimaksud dalam hal ini yaitu pola nalar dalam penelitian induktif atau deduktif. Jika bermaksud untuk menyimpulkan suatu fakta atau data bisa menggunakan pola induktif. Tapi jika bermaksud untuk membuktikan suatu teori atau hipotesis bisa menggunakan pola deduktif.

Sistematis

Karya ilmiah memiliki ciri sistematis, artinya karya ilmiah disusun dengan mengikuti pola pengembangan tertentu. Pola pengembangan yang dimaksud dalam hal ini yaitu seperti pola urutan, klasifikasi, kasualitas dan lain sebagainya. Dengan cara ini, pembaca akan bisa mengikuti dengan mudah alur uraian sebuah karya ilmiah.

Netral

Karya ilmiah memiliki ciri netral. Hal itu menunjukkan bahwa sebuah karya ilmiah haruslah netral. Kenetralan tersebut dapat dilihat pada setiap pernyataan atau penilaian yang bebas dan pada kepentingan tertentu. Baik kepentingan pribadi atau kelompok semuanya ditulis secara netral. Oleh sebab itu, karya ilmiah yang terdapat pernyataan membujuk da memengaruhi pembaca harus dihindari.


Tags: kerajinan cara yang berarti

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia