... Pentingnya Menyusun Laporan Kegiatan Kerajinan Secara Lugas: Panduan DIY untuk Pekerjaan Jahit yang Lebih Efektif

Cara Efektif Menyusun Laporan Kegiatan Kerajinan dengan Jelas

Istilah

  • Laporan : bentuk penyajian dari suatu fakta mengenai ahal yang berkenaan terhadap keadaan ataupun suatu kegiatan. Dan pada dasarnya suatu fakta yang disajikan tersebut ialah tanggung jawab yang ditugaskan bagi si pelapor. Fakta yang disajikan merupakan bahan ataupun keterangan dari informasi yang memang dibutuhkan.
  • Kerajinan: kerajinan merupakan cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan lebih tinggi dalam proses pengerjaannya.
  • Limbah Bangun Ruang: limbah yang mempunyai volume, tinggi, lebar dan panjang atau berbentuk 3 dimensi
  1. Menjelaskan pengertian laporan kegiatan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang
  2. Menjelaskan manfaat laporan kegiatan usaha kerajinan
  3. Menganalisis Laporan kegiatan usaha kerajinan dari bahan limbah berbentuk bangun ruang

B. Uraian Materi

1. Apersepsi

Menjadi wirausahawan sukses di bidang kerajinan, memiliki omzet besar, dan mampu membuka lapangan pekerjaan bagi orang disekitar, tentu menjadi mimpi banyak orang. Namun kesuksesan tidak akan datang pada orang yang hanya diam dan menunggu bukan? Seperti kata pepatah lama yang sering kita dengar, hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, tentu kita harus berusaha keras. Berusaha dan terus berusaha meskipun gagal adalah kunci kesuksesan seseorang.

Menjadi seorang wirausaha adalah salah satu jenis pekerjaan seseorang untuk menghasilkan pendapatan, misalnya, pekerjaan yang menghasilkan suatu produk seperti produk kerajinan.

Dalam kegiatan usaha pasti berkaitan kita memerlukan suatu laporan. Laporan tersebut berupa seluruh, kegiatan usaha, transaksi keuangan dan lain-lain, yang dilakukan oleh seorang wirausaha dalam menjalankan usahanya. Laporan kegiatan usaha tersebut akan memberikan sebuah informasi terkait dengan jalannya suatu bentuk usaha, serta , proses usaha, pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan. Dimana laporan kegiatan usaha merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban, untuk itu anda sebagai calon ataupun wirausaha harus bisa membuat laporan kegiatan usaha dengan baik dan tidak boleh sembarangan serta harus sesuai dengan standar yang dimiliki. Mengingat laporan memiliki beberapa karakterisktik seperti relevan dengan kondisi bisnis, dan mudah dipahami. Hal tersebut dikarenakan laporan berhubungan dengan kelangsungan perusahaan dalam menjalankan usaha, sehingga dalam pelaporannya laporan harus memiliki pengetahuan yang memadai atas kegiatan lingkungan operasi identitas pelaporan. Dari pernyataan tersebut dapat dikatakan bahwa laporan memiliki manfaat yang baik bagi bisnis atau usaha.

D. Menganalisis Laporan Kegiatan Usaha

  1. Bidang kegiatan usaha
  2. Rugi/laba
  3. Bidang keuangan
  4. Bidang permodalan
  5. Bidang administrasi dan pembukuan
  6. Bidang ketenagakerjaan
  7. Bidang pemasaran
  8. Bidang organisasi.

Pada akhir tahun seluruh kegiatan usaha harus dilaporkan untuk dianalisis oleh pihak yang berkepentingan, untuk memperoleh informasi yang tepat dalam mengambil keputusan. Analisis laporan keuangan adalah evaluasi atau penafsiran neraca dan daftar perubahan posisi keuangan perusahaan.

Baca juga: Tahapan Dalam Pengelolaan Proses Pembelajaran

Mengadakan analisis laporan keuangan sangat penting untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan dari perusahaan yang bersangkutan. Analisis laporan keuangan selalu berhubungan dengan masalah neraca, rugi/laba dan perubahan modal perusahaan.

Analisis laporan keuangan pada hakikatnya adalah untuk mengadakan penilaian atas keadaan keuangan perusahaan. Untuk lebih dapat menggambarkan perubahan posisi keuangan dan sifat pengembangan perusahaan dari waktu ke waktu suatu perusahaan diharuskan membuat laporan keuangan paling lama 2 tahun terakhir dari kegiatan usahanya

Menganalisis laporan berarti melakukan suatu kajian atau penelitian terhadap suatu laporan. Hal yang dianalisis dalam laporan dapat meliputi isi peristiwa, kronologi waktu, kelengkapan data, kebahasaan, dan bentuk laporan.

Dalam menganalisis laporan yang perlu diperhatikan hal-hal berikut.
  • Menyimak laporan dengan saksama, sehingga dapat menangkap informasi yang disampaikan secara utuh dan lengkap serta terperinci.
  • Memahami isi laporan dari bentuk, isi, maupun kebahasaan.
  • Menguraikan secara detail atau rinci pokok-pokok isi laporan.
  • Melakukan pengecekan terhadap setiap hal yang dilaporkan secara detail dan cermat.
  • Tidak mencampuradukkan antara fakta (yang bersifat objektif) dan opini atau pendapat (yang cenderung bersifat subjektif).

Cara Membuat Laporan Kegiatan

Ketika Anda hendak membuat contoh laporan kegiatan, ada beberapa struktur yang harus Anda perhatikan. Isi laporan kegiatan juga turut mempengaruhi kualitas dari laporan tersebut.

Berikut beberapa cara membuat laporan kegiatan yang bisa Anda lakukan:

1. Cover Laporan Kegiatan

Cara membuat laporan kegiatan yang pertama adalah dengan membuat cover atau sampul halaman. Umumnya bagian ini berisikan nama perusahaan, logo perusahaan, alamat, nomor kontak, nama kegiatan yang dilaporkan, dan lainnya.

2. Kata Pengantar

Kata pengantar dalam laporan kegiatan berisikan ringkasan terkait isi laporan kegiatan tersebut. Buatlah dengan bahasa yang sopan dan baik agar mudah dipahami.

3. Daftar Isi

Sama seperti pada laporan umumnya, dalam contoh laporan kegiatan juga memerlukan daftar isi. Tujuannya adalah agar pihak yang membaca bisa menemukan bagian yang diinginkan dengan cepat dan tepat.

4. Pendahuluan

Cara membuat laporan kegiatan lainnya adalah dengan menyusun Bab I: Pendahuluan. Umumnya, bab ini berisikan hal-hal yang melatarbelakangi pembuatan laporan tersebut. Seperti latar belakang, tujuan, dan manfaatnya.

5. Pembahasan

Isi laporan kegiatan pada Bab II: Pembahasan berisikan penjelasan mengenai detail dari kegiatan yang dijalankan, prosesnya, hingga hasilnya. Di bagian ini Anda juga bisa memasukan laporan keuangan dan dokumen atau informasi pendukung lainnya. Seperti kendala saat pelaksanaan kegiatan.

6. Penutup

Bagian terakhir dalam laporan kegiatan adalah Bab III: Penutup. Di bagian ini Anda bisa memberikan kesimpulan dari laporan yang dipaparkan, solusi, kritik, hingga saran untuk kegiatan serupa di masa mendatang.

Contoh Laporan Kegiatan

Agar Anda lebih mudah memahami penjelasan diatas, KitaLulus sudah menyiapkan contoh laporan kegiatan yang bisa dijadikan acuan:

1. Contoh Laporan Kegiatan Workshop

2. Contoh Laporan Kegiatan Sosialisasi

3. Contoh Laporan Kegiatan Humas

4. Contoh Laporan Kegiatan Perjalanan Dinas

5. Contoh Laporan Kegiatan Kunjungan


Tags: kerajinan cara yang berarti

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia