Mengatasi Luka Jahitan di Kaki dengan Teknik Jahitan dan Kerajinan Sendiri
Luka jahitan di kaki
“Pada kasus yang ringan, vulnus laceratum bisa diatasi sendiri dengan perawatan di rumah. Namun, bila luka robek cukup dalam dan menyebabkan perdarahan yang banyak, bantuan tenaga medis profesional diperlukan untuk menjahit luka.”
Halodoc, Jakarta – Vulnus Laceratum adalah luka yang mengakibatkan robekan pada kulit yang memiliki dimensi panjang, lebar, dan dalam. Itulah mengapa jenis luka ini juga disebut luka robek atau laserasi.
Vulnus laceratum biasanya disebabkan karena terjatuh, atau terkena benda tajam seperti pisau, pecahan kaca, dan lain-lain. Bila tidak segera diobati, luka robek bisa menyebabkan perdarahan yang serius hingga membahayakan nyawa. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menangani vulnus laceratum di sini.
6 Tips Merawat Luka Jahitan agar Tidak Berbekas
Sebagian besar luka sayatan atau goresan kecil pada kulit akan sembuh dan hilang dengan sendirinya. Namun, lain halnya pada luka sayatan besar seperti jahitan pascaoperasi, misalnya operasi caesar, dan luka luas dan dalam yang menimbulkan banyak perdarahan. Luka tersebut biasanya perlu ditangani dengan cara dijahit.
Nggak sedikit orang yang merasa tidak nyaman dengan luka jahitannya karena luka tersebut sering kali menimbulkan bekas luka. Agar luka jahitan bisa sembuh dengan baik dan tidak tampak terlalu berbekas, kamu perlu merawat luka jahitan tersebut dengan baik dan benar.
Apa saja jenis jahitan yang berbeda?
Ada 2 jenis utama – jahitan yang dapat diserap dan yang tidak dapat diserap.
Jahitan yang dapat diserap
Jahitan yang dapat diserap tidak perlu dilepas karena akan cepat rusak dan kehilangan kekuatan penahannya antara 5 - 60 hari. Jahitan ini lebih sering digunakan untuk luka dalam.
Jahitan yang tidak dapat diserap
4. Hindari paparan sinar matahari
Saat kulit terluka, baik karena luka jahitan atau cedera, sebisa mungkin hindari area tersebut dari paparan sinar matahari. Hal ini karena paparan sinar matahari pada kulit yang terluka bisa menyebabkan luka tampak berbekas.
Jika kamu harus bepergian saat luka jahitan masih dalam masa pemulihan, kenakan pakaian yang menutupi luka dan menyerap keringat. Kamu juga perlu mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dari matahari.
5. Hindari menyentuh atau menggaruk luka
Luka jahitan memang akan terasa gatal di fase pemulihan. Hal ini normal, kok. Namun, jangan menyentuh, mengusapu-usap, apalagi sampai menggaruknya, ya. Menggaruk luka bekas jahitan dapat menyebabkan luka terbuka kembali dan memperlambat proses penyembuhan.
Haruskah saya mengunjungi Unit Gawat Darurat (UGD) untuk mendapatkan perawatan medis?
Urgensi cedera sangat bergantung pada panjang, kedalaman, dan lokasi luka, serta tingkat pendarahan. Segera cari pertolongan medis di bagian UCC rumah sakit jika luka Anda lebar, bergerigi, atau dalam dengan pendarahan yang terus-menerus.
Kapan Anda harus mencari perawatan medis segera untuk luka terbuka
Berikut ini adalah tanda-tanda bahwa Anda harus segera mencari perawatan medis.
- Cukup dalam sehingga jaringan lemak kuning di bawah kulit dapat terlihat
- Perubahan warna kulit (menjadi gelap atau sianotik)
- Menganga cukup lebar sehingga tekanan lembut tidak dapat menutup luka
- Terletak pada sendi karena dapat berarti saraf, tendon, atau ligamen yang rusak
- Kelemahan otot atau kelumpuhan di area yang terkena
- Mati rasa di sekitar area tersebut
- Atau pada area yang secara kosmetik penting (misalnya wajah)
- Perdarahan yang terus-menerus
Selain itu, penyebab cedera juga penting. Jika luka ini disebabkan oleh gigitan hewan atau benda kotor/berkarat, Anda mungkin memerlukan vaksinasi tetanus atau rabies di samping antibiotik oral.
Jika ragu, selalu tanyakan kepada dokter atau perawat apakah perlu dijahit.
Tags: jahit luka