Mengatasi Luka Jahitan di Kaki dengan Teknik Jahitan dan Kerajinan Sendiri
Merawat Luka Jahit di Kaki
Iya juga sih, saat saya baca-baca artikel di aladokter.com katanya gini:
“Luka jahit bernanah umumnya terjadi pada luka yang mengalami peradangan akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Luka bernanah ditandai keluarnya cairan berwarna kuning, putih kekuningan ataupun kuning kecokelatan.”
Nah, kalau cairan pada luka saya ini warnanya pink. Bukan kuning, putih kekuningan, atau kuning kecoklatan. Jadi saya menyimpulkan kalau tidak berbahaya seperti yang disampaikan klikdokter.com
“Cairan bening yang keluar dari luka jahitan merupakan cairan serum yang keluar pada luka yang menyembuh. Selama tidak berbau, bernanah, darah tidak semakin bertambah dan menimbulkan nyeri, ini tidak masalah”
Pada hari Selasa (8/9), saya merasa luka saya sudah kering dan rasa sakitnya sudah sangat berkurang, sudah nggak cenat cenut lagi. Saya sudah mulai bisa beraktivitas secara normal. Tidak seperti sebelumnya saat kaki saya masih terasa sakit, saya lebih sering rebahan sambil nonton drama korea.
Saya pun dengan pede pergi ke rumah sakit dan yakin kalau benangnya sudah bisa diangkat.
Tapiiii… kenyataan berkata lain, kata perawatnya luka saya belum benar-benar kering karena itu yang kering di luar saja. Ada semacam keropeng atau korengnya. Koreng adalah reaksi alami tubuh sebagai proses penyembuhan area kulit yang terluka dari infeksi.
Pada kontrol dan perawatan luka yang terakhir ini perawatnya laki-laki, kayak orang luar Jawa gitu tapi beliau super sabar loh. Oleh pak perawat ini keropeng pada luka saya diangkat dan tampak bahwa luka saya belum kering meskipun rasa nyerinya sudah sangat berkurang.
Selesai perawatan luka, pak perawat menyarankan bioplacenton untuk luka jahit. Tapi saya malah bertanya penggunaan nebacetin serbuk yang ditaburkan ke luka dan katanya boleh saja.
Bagaimana luka terbuka dirawat?
Jahitan adalah salah satu cara yang paling umum untuk menutup luka. Jahitan menghentikan pendarahan, melindungi jaringan di bawahnya, mengurangi risiko infeksi dan mengurangi jaringan parut. Metode lain termasuk staples bedah dan perekat penutup kulit.
Perawatan di rumah untuk mengobati luka ringan
Untuk merawat luka ringan di rumah, pertama-tama cuci tangan Anda, lalu bersihkan luka secara menyeluruh dengan air bersih atau larutan garam untuk menghilangkan kotoran atau kotoran. Anda mungkin perlu menggunakan pinset untuk menghilangkan partikel jika tidak mudah dibersihkan.
Selanjutnya, tepuk-tepuk area tersebut hingga kering dan desinfeksi luka dengan krim atau salep antibiotik untuk mencegah infeksi. Akhiri dengan menutup luka dengan plester steril atau kain kasa yang diikat dengan plester bedah. Jaga agar area tersebut tetap kering dan lakukan pembersihan dan pembalutan setiap hari selama beberapa hari hingga sembuh.
Jika pendarahan tidak berhenti, luka tidak tampak sembuh dengan baik, atau tampak semakin memburuk, kunjungi dokter untuk mendapatkan nasihat dan perawatan medis segera.
Perawatan medis
Luka yang lebih serius memerlukan perhatian seorang profesional medis untuk membersihkan dan merawat luka dengan benar. Ini mungkin termasuk debridemen, yang merupakan pembersihan menyeluruh dengan menggunakan berbagai metode, diikuti dengan penutupan luka menggunakan lem kulit, jahitan atau jahitan.
Tergantung pada sifat luka dan risiko infeksi, luka dapat dibiarkan terbuka, dibalut dan ditutup, atau dibungkus dengan kain kasa.
Anda mungkin juga akan diberi resep obat penghilang rasa sakit untuk mengatasi rasa sakit dan antibiotik untuk membantu mencegah infeksi.
Ini Tanda-Tanda Luka Bernanah yang Berbahaya dan Penanganannya
Luka bernanah dapat terjadi akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Luka bernanah tidak boleh dibiarkan tanpa penanganan karena bisa menghambat proses pemulihan dan bahkan memperparah luka. Luka bernanah bisa dikenali dengan keluarnya cairan berwarna kuning, putih kekuningan, ataupun kecokelatan. Cairan nanah biasanya terdiri dari sel darah putih, bakteri yang masih hidup atau sudah mati, dan jaringan luka. Munculnya nanah pada luka normal terjadi sebagai respon tubuh terhadap infeksi.
- Aktif merokok
- Memiliki riwayat medis tertentu, seperti obesitas, diabetes, HIV/AIDS, dan kanker
- Mengonsumsi obat kortikosteroid
- Berusia lebih dari 65 tahun
Tags: jahit luka