Seni Rajut dan Kreasi DIY - Makalah Kerajinan Tangan yang Menginspirasi
Fungsi Proposal kewirausahaan kerajinan tangan
| Nama Usaha | Kerajinan tangan Kekinian Bambu, Botol dll |
| Pemilik Usaha | Usman Badru |
| Lokasi Usaha | Cipete rt21, rw11 Kab. Bekasi Jawa Barat 17333 |
| Slogan Usaha | “Kerajinan Tangan Estetik” |
Pertama-tama, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang merupakan Tuhan seluruh alam dan satu-satunya yang layak disembah. Selain itu, penulis juga ingin menyampaikan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, nabi terakhir.
Penulis berharap makalah ini bisa menjadi tambahan hasanah keilmuan bagi siapa saja yang membacanya. Namun, penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, sehingga penulis berharap agar siapa saja yang membaca artikel ini bisa memberikan masukan atau saran untuk menyempurnakan tulisan ini.
Apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, pengertian, atau hal lainnya, penulis mohon maaf dengan sebesar-besarnya.
Keris
Keris merupakan senjata tradisional khas Jawa termasuk Yogyakarta yang sudah ada sejak dahulu kala. Bagi masyarakat Jogja keris bukan hanya sekedar senjata tetapi juga benda berharga yang mengandung nilai filosofi leluhur. Keris terbuat dari besi yang dibentuk meliuk-liuk hingga menampilkan kesah gagah dan eksotis. Setiap keris memiliki bentuk liukan atau disebut luk dengan jumlah ganjil mulai dari tiga hingga seterusnya.
Jumlah luk yang ganjil bukan tanpa maksud dalam artian ada maknanya sendiri. Makna tersebut adalah manusia tidak akan pernah bisa genap atau sempurna. Keris memiliki wadah pembungkus yang disebut dengan warangka. Cara mengeluarkan keris dari warangka pun memiliki arti. Apabila pemilik keris tersebut dikeluarkan dengan cara menarik warangkanya maka berarti pemilik tersebut menghormat pandai besi atau pembuat keris tersebut. Namun jika pemilik keris mengeluarkannya dengan cara menarik gagang keris itu menandakan ia akan menikam atau menusuk seseorang.
Selain sebagai senjata tradisional, keris juga merupakan simbol dari status sosial seperti keris Kanjeng Kyai Ageng Kopek yang hanya boleh digunakan dan dimiliki oleh sultan keraton Yogyakarta. Keris juga kerap dijadikan sebagai aksesoris pelengkap dalam berpakaian terutama pakaian adat.
Blangkon
Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.
Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.
Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.
Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.
Peluang (Opportunities)
1. Pertumbuhan kesadaran akan produk lokal: Semakin banyak konsumen yang menyadari pentingnya mendukung produk lokal dan keberlanjutan.
2. Kebutuhan akan produk unik: Permintaan terhadap produk yang unik dan berbeda terus meningkat di pasar.
3. Peluang di platform digital: Pengrajin kerajinan tangan dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh platform online untuk memasarkan dan menjual produk mereka secara global.
4. Perkembangan industri pariwisata: Pariwisata yang berkembang dapat memberikan peluang bagi pengrajin kerajinan tangan untuk menjual produk mereka sebagai produk unggulan destinasi wisata.
5. Program pemerintah untuk mendukung industri kerajinan tangan: Pemerintah dapat memberikan dukungan dalam bentuk program dan insentif untuk meningkatkan pengembangan industri kerajinan tangan.
6. Kolaborasi dengan desainer: Kolaborasi dengan desainer ternama atau berbakat dapat memberikan nilai tambah pada produk kerajinan tangan.
7. Pertumbuhan pasar e-commerce: Potensi pasar e-commerce yang terus berkembang memberikan peluang bagi pengrajin kerajinan tangan untuk menjangkau konsumen potensial di seluruh dunia.
8. Keberlanjutan dan produk ramah lingkungan: Permintaan akan produk yang dibuat dari bahan baku yang ramah lingkungan terus meningkat, memberikan peluang bagi produk kerajinan tangan.
9. Dukungan dari komunitas lokal: Komunitas lokal yang peduli terhadap budaya dan kerajinan tangan dapat memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi produksi dan penjualan produk tersebut.
10. Pengembangan keterampilan: Peluang untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan dalam industri kerajinan tangan dapat membuka pintu bagi pengrajin yang ingin meningkatkan kualitas produk mereka.
12. Gaya hidup dan kesadaran kesehatan: Permintaan produk yang mengikuti tren gaya hidup sehat dan ramah lingkungan terus meningkat.
13. Dukungan dari organisasi sosial: Organisasi sosial yang peduli terhadap keberlanjutan dan pemberdayaan pengrajin lokal dapat memberikan dukungan dan sumber daya bagi para pengrajin kerajinan tangan.
Tags: kerajinan tangan