"Makna TkK Penjahit - Keterampilan yang Memesona dalam Menjahit"
Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pada Setiap Tingkatan
Setiap Tanda Kecakapan Khusus (TKK) dipasang di lengan baju sebelah kanan dengan mengelilingi tanda Kwarda. TKK yang dapat dipasang di lengan baju sebelah kanan maksimal berjumlah 5 buah. Dua di kanan tanda Kwarda, dua di kiri Kwarda, dan satu di bawah tanda Kwarda.
1. Tanda Kecakapan Khusus Tingkat Siaga
7-10 tahun adalah umur anggota Pramuka tingkat siaga. Pada tingkatan ini, TKK yang dapat dimiliki hanya satu jenis. TKK itu mempunyai bentuk segitiga sama sisi dengan sisi 3 cm dan tinggi 2 cm.
2. Tanda Kecakapan Khusus Tingkat Penggalang
11-15 tahun adalah umur anggota Pramuka tingkat penggalang. Pada tingkatan ini, TKK dibagi menjadi tiga tingkatan dengan bentuk TKK yang tidak sama, yaitu:
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
a. Purwa
Tanda Kecakapan Khusus pada tingkatan purwa berbentuk lingkaran dengan bingkainya yang berwarna merah.
b. Madya
Tanda Kecakapan Khusus pada tingkatan Madya berbentuk persegi dengan bingkai yang berwarna merah.
3. Utama
Tanda Kecakapan Khusus pada tingkatan Utama berbentuk segilima sama sisi dengan bingkai yang berwarna merah.
Warna merah adalah warna utama Pramuka penggalang. Oleh karena itu, setiap tingkatan TKK pada Pramuka penggalang bingkainya selalu berwarna merah.
3. Tanda Kecakapan Khusus Tingkat Penegak
16-20 tahun adalah umur anggota Pramuka tingkat penegak. Pada Pramuka penegak, TKK dibagi menjadi tiga tingkatan dengan bentuk TKK yang tidak sama, yaitu:
a. Purwa
Tanda Kecakapan Khusus pada tingkatan purwa berbentuk lingkaran dengan bingkai yang berwarna kuning.
b. Madya
Tanda Kecakapan Khusus
artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Tidak ada alasan yang diberikan. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Dalam kepramukaan, Tanda Kecakapan Khusus (TKK) adalah tanda yang diberikan kepada peserta didik sebagai bentuk apresiasi atas kemampuan seorang peserta didik dalam suatu bidang tertentu. TKK bersifat opsional bagi peserta didik, sehingga seorang peserta didik dapat memiliki TKK yang berbeda dari peserta didik lain. TKK jumlahnya saat ini mencapai puluhan, dan kemungkinan akan ditambah seiring dengan kemajuan teknologi.
Untuk memperoleh suatu TKK, seorang Pramuka harus mampu menyelesaikan Syarat Kecakapan Khusus dalam bidang tersebut.
Contoh Tanda Kecakapan Khusus (TKK)
Rasanya belum lengkap kalau hanya membahas Tanda Kecakapan Khusus pada tiap tingkatan Pramuka, tetapi tidak dengan contoh dari TKK itu sendiri. Dalam tingkatan Pramuka siaga, penggalang dan penegak, ada 10 Tanda Kecakapan Khusus yang bisa diperoleh.
Ingin tahu 10 TKK tersebut? Mari kita simak ulasan gambar TKK dan penjelasannya.
1. TKK pertolongan pertama pada kecelakaan yang disingkat P3K
TKK pertama yang wajib dimiliki anggota Pramuka adalah TKK P3K. TKK P3K adalah bentuk apresiasi atas kemampuan atau kecakapan yang dimiliki anggota Pramuka dalam hal memberikan pertolongan pertama kepada penderita sakit atau cedera.
TKK P3K menjadi TKK wajib yang pertama karena dalam kegiatan Pramuka setiap anggota bisa saja terkena penyakit dan cedera atau luka secara tiba-tiba sehingga untuk mengatasi masalah itu anggota Pramuka wajib tahu dasar-dasar P3K.
TKK P3K termasuk ke dalam SKK bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban, masyarakat, perdamaian dunia, dan lingkungan hidup. Hal ini dikarenakan P3K dapat adalah suatu hal yang berkaitan dengan perikemanusiaan dan dapat menolong masyarakat yang sedang susah atau saling tolong menolong.
Adapun beberapa TKK yang termasuk ke dalam SKK bidang sosial, perikemanusiaan, gotong royong, ketertiban, masyarakat, perdamaian dunia, dan lingkungan hidup, seperti pemadam kebakaran, pengaman lalu-lintas, juru bahasa, perawatan anak, dan lain sebagainya.
2. TKK pengatur ruangan
TKK kedua yang wajib dimiliki anggota Pramuka adalah TKK pengatur ruangan. TKK pengatur ruangan adalah bentuk apresiasi atas kemampuan atau kecakapan yang dimiliki anggota Pramuka dalam hal mengatur sebuah ruangan (dekorasi, tata letak, dan lain-lain).
Pada dasarnya, TKK pengatur ruangan hampir sama dengan TKK pengatur rumah. Hal yang membedakan kedua TKK tersebut adalah tingkatan Pramuka. TKK pengatur ruangan diperuntukkan anggota Pramuka siaga, sedangkan TKK pengatur rumah diperuntukkan anggota Pramuka penggalang, penegak, dan pandega.
Teknik tusuk batang khusus untuk membuat hiasan pada kain atau baju. Karena menghasilkan bentuk batang, kamu bisa berkreasi sesuai dengan keinginanmu lo~
Teknik menjahit batang via pumora.de
Teknik menjahit batang biasanya digunakan untuk membentuk hiasan. Sama seperti namanya, teknik ini akan memberi kamu bentuk batang. Kalau sudah menguasai teknik ini kamu mungkin bisa berkreasi dan menghasilkan beragam hiasan dari satu teknik ini saja. Kamu bisa membuat kain taplak sendiri atau mungkin sapu tangan bermotif lucu.
Cara menjahit batang nggak sulit kok. Kamu tinggal menjahit dengan pola maju mundur berjarak 1/2 cm dan melapiskan 6 tusukan benang. Lakukan ini berulang-ulang sampai mendapatkan pola batang terlihat. Kalau berhasil, kamu akan mendapatkan hasil seperti gambar teknik menjahit batang di atas.
Penjahit Bendera Pusaka Merah Putih
Mengutip laman Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan , Ibu Fatmawati adalah orang yang menjahit bendera Merah Putih. Ia, yang merupakan istri ketiga dari Presiden Sukarno, menjahit bendera Merah Putih dengan mesin jahit tangan di ruang tamu rumahnya.
Sejarah Warna Bendera Merah Putih dari Mitologi Austronesia
Asal-usul warna merah dan putih yang kini dipakai untuk warna bendera di beberapa negara di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya disebut-sebut berasal dari mitologi Austronesia. Merah dimaknai sebagai tanah dan putih berarti langit.
Austronesia adalah rumpun bangsa dan bahasa yang tersebar dari Taiwan dan Hawaii di ujung utara sampai Selandia Baru di ujung selatan, serta dari Madagaskar di ujung barat sampai Pulau Paskah (Rapanui) di ujung timur. Kepulauan Nusantara termasuk dalam rangkaian ini.
Merah dan putih kemudian digunakan untuk melambangkan dualisme alam yang saling berpasangan: Ibu Bumi (merah) dan Bapak Langit (putih). Karim Halim dalam buku Negara Kita (1952) menuliskan, menurut adat-istiadat Austronesia, warna merah dan putih berpengaruh besar dalam hal kesaktian dan kepercayaan.
Maka tidak mengherankan jika sebagian negara di dalam rumpun Austronesia memakai unsur warna merah dan putih untuk benderanya, sebut saja Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, hingga Taiwan, Madagaskar, dan seterusnya.
Tags: jahit