Membuat Bunga Cantik dari Rajutan - Panduan DIY untuk Keterampilan Sulaman yang Memukau
Rekomendasi Kerajinan Tangan Bunga dari Benang Wol
Bunga dari benang wol sangat menarik dan pas digunakan untuk menghias sudut rumah. Dijamin kalau sudah bisa membuatnya, pasti akan ketagihan membuat lagi. Siapa tahu malah bisa dijual juga ke beberapa teman dekat. Yuk, segera simak rekomendasi beragam bunga yang bisa kamu buat dari benang wol.
Bunga Mawar
Untuk membuat bunga mawar dari benang wol tentulah kita membutuhkan beberapa alat dan juga bahan. Siapkan putik yang sudah jadi dan kawat berbentuk spiral serta kawat biasa. Siapkan juga gunting dan tentunya benang wol.
- Pertama ikat kuat wol pada ujung kawat berbentuk spiral.
- Selanjutnya lilit benang hingga kawat spiral tertutupi.
- Tekuklah kawat sehingga membentuk seperti kelopak lalu ikat ujungnya.
- Buatlah dengan cara yang sama hingga menjadi 9 kelopak.
- Tutupi kelopak bunga dengan cara mengaitkan benang wol secara melingkar mulai dari tengah, lalu ke kanan dan kiri secara bergantian. Lakukan sampai kelopak bunga tertutup benang wol.
- Kemudian ambil wol hijau lalu lakukan langkah pertama dan kedua untuk membuat daun. Kali ini bikin 3 buah saja.
- Tutupi daun dengan wol hijau dengan cara mengaitkan benang dengan bentuk spiral dari bawah sampai ke atas. Lalu tarik sisa benang di bagian tengah hingga membentuk daun dan ikat kuat.
- Lalu tinggal merangkai bunganya, deh. Ikat putik pada ujung kawat biasa. Lalu susun kelopak bunga di sekeliling putik dan ikat. Pakai empat buah kelopak untuk satu bunga, ya.
- Terakhir kamu bisa melilitkan sisa benang wol pada kawat biasa untuk menutupinya. Jangan lupa ikat daun di tangkai bunganya.
Bunga Dandelion
Teknik-teknik Dasar dalam Merajut
Tak hanya sekedar membuat pola di dalam suatu kain, merajut memiliki teknik dasar yang penting untuk dipahami. Adapun teknik-teknik dasar dalam merajut yaitu:
1. Teknik Rantai Dasar (Chain Stitch)
Chain stitch adalah teknik mendasar dalam merajut. Seperti namanya, teknik ini mengharuskan kamu untuk membuat serangkaian rantai menggunakan jarum dan benang rajut.
Teknik ini biasanya digunakan untuk membentuk dasar untuk rajutan selanjutnya. Tak heran mengapa penguasaan dari teknik rantai sangat penting untuk mempermudah proses merajut.
2. Teknik Rajut Polos (Single Crochet)
Teknik rajut polos, juga dikenal sebagai single crochet, adalah teknik rajutan yang sederhana tetapi sering digunakan dalam berbagai proyek rajutan.
Dengan teknik ini, Anda akan menghasilkan rajutan padat dan kokoh. Teknik rajutan polos juga sering digunakan untuk membuat sisi tas dan bagian penutup (flap) pada tas rajut.
3. Teknik Rajutan Ganda (Double Crochet)
Teknik rajutan ganda, atau double crochet, merupakan teknik yang digunakan sebagai cara merajut untuk menghasilkan rajutan lebih tinggi dari teknik rajutan polos.
Rajutan ganda umumnya lebih longgar daripada rajutan polos dan digunakan untuk menciptakan tekstur yang berbeda pada tas rajutan.
Teknik rajutan ganda cocok untuk membuat pola rajutan yang lebih terbuka dan lapang.
Teknik penambahan dan pengurangan sangat penting untuk membentuk bentuk tas yang diinginkan. Hal itu dikarenakan, teknik penambahan ini digunakan untuk menambah jumlah rajutan dalam satu baris, sedangkan teknik pengurangan digunakan untuk mengurangi jumlah rajutan.
Dengan menguasai teknik ini, kamu bisa menciptakan bentuk tas yang berbeda, seperti tas kerucut atau tas berbentuk lingkaran.
Mengenal Perbedaan Merajut dan Menyulam
Hingga saat ini ternyata masih banyak orang yang tidak tahu perbedaan merajut dan menyulam. Secara sederhana, merajut dapat diartikan sebagai proses membentuk suatu produk baru dari bahan dasar benang, misalnya berupa sweater, kaos kaki, syal, dan tas. Sedangkan menyulam adalah teknik menggambar di atas kain menggunakan benang dan jarum sulam, mirip seperti melukis. Merajut bertujuan menghasilkan produk baru bernilai pakai. Sementara itu, menyulam bertujuan menambah keindahan kain dengan aneka motif dan warna.
Jika Anda ingin belajar merajut dalam waktu dekat, maka kamu harus menyiapkan beberapa alat dan bahan berikut ini agar proses merajut berlangsung lancar:
- Jarum rajut (crocket hook/ hakpen/ hakken):panjang jarum ini berkisar antara 13 cm hingga 15 cm. Bagian ujungnya berbentuk seperti pengait dengan ukuran bervariasi, mulai dari 0,6 mm sampai 10 mm. Anda harus menggunakan jarum berukuran lebih kecil dari standar benangnya jika ingin membuat rajutan yang rapat. Sebaliknya, jarum yang ukurannya lebih besar dari standar benang dibutuhkan untuk membuat rajutan yang renggang. Ada dua cara memegang hakpen, yaitu gaya pensil (seperti orang memegang pensil) dan gaya pisau (seperti menggenggam pisau untuk mengiris). Saat Anda menggunakan jarum ini, satu tangan memegang hakpen, sedangkan satu tangan lagi memegang benang.
- Jarum sulam (jarum knit/ breien): jarum ini pada umumnya berukuran lebih panjang daripada hakpen dan bagian lubangnya jauh lebih besar darpada jarum jahit. Bagian ujungnya tidak seruncing jarum jahit biasa dengan diameter mulai dari 1,25 mm. Berbeda dengan cara menggunakan hakpen, satu paket jarum knit terdiri dari sepasang jarum. Kedua jarum tersebut harus dipegang bersamaan dengan tangan kiri dan kanan.
- Benang rajut: Ada berbagai jenis benang rajut yang dijual di pasaran, antara lain kinlon atau minlon, wol kenari, katun, nilon, akrilik, akrilik linen, dan polyester. Sebaiknya Anda memilih benang jenis katun karena lebih mudah ditemukan dan terdiri dari beragam warna. Tips merajut untuk pemula menyarankan Anda memilih benang berwarna cerah seperti kuning, putih, hijau muda, dan biru muda karena warna-warna tersebut mempermudah Anda mengidentifikasi lubang tusukan pada rajutan.
- Gunting.
- Peniti rajut sebagai alat penanda rajut.
- Meteran kain.
- Lem tembak untuk menempelkan aksesori pada hasil akhir rajutan.
Hasta Rajut Craft
Sebelum kita mengenal lebih dalam tentang Apa Itu Rajutan? Alangkah baiknya mengenal lebih dahulu tentang alat dan bahan apa saja yang umum di pakai dalam pembuatan sebuah rajutan. Mengapa demikian? Hal ini sangatlah berguna dan penting mengingat, rajutan tidak akan bisa jadi tanpa bantuan dari berbagai alat dan bahan-bahan tersebut. Pertama-tama persiapkan terlebih dahulu alat dan bahannya seperti,
1. Hakpen atau Hook
Hakpen atau hook merupakan sebuah alat yang sangat penting dalam proses pembuatan atau belajar membuat rajutan. Alat ini dapat membantu kita dalam membuat sebuah hasil karya.
Secara umum, hakpen atau istilahnya jarum rajut sering digunakan untuk menghasilkan pola-pola rajut. Hakpen memiliki ujung jarum yang berkait dan panjang nya berkisar antara 13-15 cm.
Sementara itu ada banyak variasi ukuran mata kait hakpen yang bisa digunakan untuk merajut berbagai model rajutan. Ukuran hakpen nya sendiri disesuaikan dengan ketebalan benang rajut.
Konversi ukuran hakpen rajut yang paling umum dipakai adalah yang berdiameter, 2.00mm, 2.25mm, 2.50mm, 2.75mm, 3.00mm, 3.25mm, 3.50mm, 3.75mm, 4.00mm, 4.25mm, 4.50mm, 5.00mm, sampai yang paling tebal yaitu hakpen dengan ukuran 15.75mm.
Ada banyak jenis hakpen yang dijual. Jenis hakpen tersebut biasanya terbuat dari bahan besi, aluminium, stainless, atau bambu. Model hakpen ada dua yaitu single ponted, jarum dengan satu pengait, dan double ponted, jarum dengan dua pengait di masing-masing sisi.
Istilah Tentang Anatomi Rajutan dan Cara Membuat Simpul Awal
Beberapa istilah tentang anatomi rajutan yang wajib kamu pahami antara lain:
- Slip knot: simpul awal sebelum memulai tusuk dasar.
- Front loop: tusuk atau lubang yang menghadap Anda.
- Back loop: tusuk atau lubang yang membelakangi Anda (terletak di balik front loop).
- Yard end: ujung benang pendek
- Yard ball: ujung benang lainnya yang terhubung dengan gulungan benang.
Selanjutnya, Anda bisa membuat simpul awal dengan mengikuti langkah-langkah ini:
Jika ingin menguji apakah simpul awal buatan Anda sudah benar atau belum, cobalah menarik salah satu ujung benang. Kalau Anda menarik yard ball, maka simpul akan mengencang. Sedangkan jika kamu menarik yard end, simpul akan mengendur.
Tags: dari membuat bunga