Menciptakan Seni Rajutan dari Bahan Keras - Kreativitas dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Kerajinan Bahan Keras: Contoh, Jenis & Teknik Pembuatannya
Tak hanya untuk hiasan alias fungsi estetika, kerajinan banyak disulap jadi benda-benda dengan fungsi praktikal yang luar biasa. Terutama yang terbuat dari bahan-bahan keras seperti batuan alam, kayu, hingga gelas yang sering disebut sebagai kerajinan bahan keras.
Beda dengan bahan lunak, bahan keras membutuhkan perlakuan khusus yang berbeda dan agak lebih rumit. Namun, ketahanannya akan cuaca tentu jauh lebih baik. Berikut beberapa contoh dan teknik pembuatan kerajinan bahan keras yang bisa memperluas wawasan kita.
Batuan alam adalah material keras yang paling umum dipakai dalam proses pembuatan kerajinan. Bahan ini bisa ditemukan di alam. Ada yang harus dicari di tempat tertentu seperti batu kali yang harus ditambang di dekat sungai. Misalnya saja batu granit yang hanya ada di pegunungan tertentu dan limestone yang harus ditambang dari kedalaman laut.
Tak heran karena cara mendapatkan bahan bakunya yang susah, harga kerajinan dari batuan alam pun tidak tergolong murah. Batuan alam sendiri tidak hanya dipahat untuk patung, tetapi sudah merambah fungsi praktikal sebagai bahan bangunan untuk eksterior dinding, lantai, hingga penampang meja dapur. Bahan ini kuat dan bisa dipoles membentuk corak yang indah dan tampak menyatu dengan alam. Seiring berkembangnya dekorasi minimalis dan industrialis, bahan-bahan bangunan berbahan batuan alam pun kini dilirik.
Contoh-contoh Kerajinan Bahan Keras Alam dan Buatan
Aminah (40), pemilik usaha Rotan Dua Bersaudara, sedang menganyam keranjang dari bahan baku rotan. Usaha kerajinan produksi rumahan ini merupakan yang pertama di Desa Keude Bieng, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Usaha ini peninggalan Juwairiyah, almarhum ibunya, yang dirintis sejak tahun 1990. (KOMPAS.com/RAJA UMAR)
KOMPAS.com - Kerajinan bahan keras merupakan kerajinan yang terbuat dari bahan yang sifatnya keras. Dikutip dari jurnal Manfaat Pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan dalam Penumbuhan Sikap Wirausaha Siswa SMAN 1 Cimahi (2015) oleh Vinny Fardila, kerajinan bahan keras adalah segala bentuk produk kerajinan yang terbuat dari bahan dasar bersifat keras. Kerajinan bahan keras cenderung sulit dibentuk karena memiliki sifat yang keras. Kerajinan bahan keras biasanya membutuhkan peralatan yang memadai untuk membuatnya. Jika tidak ada alat bantunya akan cukup sulit dibentuk. Bahan dasar keras ini dapat berupa alam maupun buatan. Di mana masing-masing memiliki pengertian dan contohnya. Berikut pengertian serta contoh bahan keras alam dan bahan keras buatan, yaitu: Baca juga: Faktor yang Memengaruhi Ciri Khas Kerajinan Suatu Daerah
Kerajinan Bahan Keras
Kerajinan Bahan Keras -Secara sederhana, kerajinan bahan keras bisa kita artikan sebagai kerajinan yang dibuat dari bahan yang sifatnya keras.
Dan biasanya, ia dibagi menjadi 2 bentuk. Yakni yang kerajinan bahan keras alami dengan buatan. Kerajinan satu ini biasanya mempunyai tampilan yang sangat menarik.
Hingga tak jarang jika banyak banyak masyarakat yang menyukainya. Karena selain menarik, ia juga unik, detail, dan biasanya mengandung makna yang filosofis.
Apalagi jika kerajinan satu ini dikerjakan oleh orang yang memang sudah terampil dan terbiasa membuatnya. Selain bisa digunakan sendiri, kerajinan ini juga mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.
Sehingga bisa menjadi ladang keuangan bagi orang-orang kreatif. Adapun contoh dari bahan keras yang bisa disulap menjadi kerajinan adalah:
- Logam
- Kaca
- Besi
- Kawat
- Semen
- Kayu
- Rotan
- Timah
- Tulang
- Batu
- Kerang
- Pasir
- Biji-bijian
- Dan masih banyak lagi.
- 1 Jenis Bahan Keras
- 2 Teknik Pembuatan
- 3 Contoh Kerajinan Bahan Keras
- 3.1 Lemari
- 3.2 Meja
- 3.3 Wadah Lilin ala Tumblr dari Kaleng
- 3.4 Dekorasi Dinding Logam yang Elegan
- 3.5 Menyatukan Kayu Jadi Lukisan
- 3.6 Wind Chime dari Bambu
- 3.7 Kaca Patri
- 3.8 Emas
- 3.9 Medali
- 3.10 Tempat Makanan
- 3.11 Meja dan Kursi
- 3.12 Bunga
- 3.13 Tempat Pensil
- 3.14 Gantungan kunci
- 3.15 Vas Bunga
Prinsip Kerajinan Limbah Keras
Limbah keras diketahui dapat difungsikan sebagai salah satu bahan kerajinan. Pengolahannya juga harus mempertimbangkan prinsip kerajinan bahan keras untuk limbah. Ada tiga macam prinsip yang berkaitan dengan pengolahan limbah ini yaitu reduce , reuse , dan recycle . Ketiga prinsip ini sering kali disebut dengan prinsip 3R.
1. Reduce (Mengurangi)
Prinsip ini berarti kita harus mengurangi atau meminimalisir penggunaan barang atau material tertentu. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi limbah keras yang tidak lagi terpakai.
2. Reuse (Menggunakan Kembali)
Selain mengurangi limbah dengan prinsip reduce , prinsip reuse (menggunakan kembali) juga dapat diterapkan. Kamu bisa memilih mana saja barang atau material yang sekiranya bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan kerajinan.
3. Recycle (Mendaur Ulang)
Prinsip dengan mendaur ulang menjadi bagian terpenting. Prinsip ini mencoba untuk mendaur ulang barang atau material yang tidak lagi dipakai.
Proses daur ulang ini nantinya akan berguna dalam mengubah fungsi barang yang terpakai menjadi barang yang bisa difungsikan kembali. Salah satunya dengan mengubahnya menjadi kerajinan yang bisa bernilai jual maupun sekadar untuk hiasan.
Teknik Pembuatan
Adapun teknik pembuatan kerajinan bahan keras ini terbilang sangat beragam. Biasanya, tergantung dengan bahan yang Anda gunakan.
Dan jika ingin menghasilkan sebuah kerajinan yang menarik, Anda meski menguasai teknik pembuatannya dengan baik. Hal ini agar hasilnya maksimal dan mempunyai daya tarik.
Teknik-teknik tersebut adalah teknik anyam, las, patri, ukiran, cor atau tuang dan cetak, tuang berulang atau bivalve. tuang sekali pakai, ukir tekan, hingga teknik sketsa.
Perlu dipahami, bahwa setiap bahan yang akan Anda gunakan membutuhkan teknik yang tepat. Tidak perlu memaksakan menggunakan teknik lain yang sebenarnya tidak cocok dengan bahan tersebut. Karena akan berpengaruh terhadap hasilnya.
Tags: kerajinan bahan membuat keras