... 7 Ide Kreatif untuk Membuat Kerajinan dengan Bahan Keras: Panduan DIY

Menciptakan Seni Rajutan dari Bahan Keras - Kreativitas dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Pengertian Kerajinan Bahan Keras

Kerajinan bahan keras adalah salah satu jenis kerajinan yang dibuat dari bahan yang keras, padat, kuat, sulit diubah atau dihancurkan, dan tahan lama. Kerajinan satu ini bisa dibentuk dari bahan yang berasal dari alam maupun buatan. Contohnya, kayu, batu, aluminium, logam, keramik, dan masih banyak lagi.

Mengingat sifat bahan kerajinan bahan keras alam maupun buatan yang sulit untuk dihancurkan, dibutuhkan teknik dan konsep untuk mengubah bahan menjadi karya yang bermakna. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan dan pengalaman yang baik oleh pengrajin dalam membuatnya.

Kemudian, terkait dengan tekniknya, bisa dibuat dengan teknik pahat, teknik las, teknik anyam, teknik bubut, dan lainnya. Selain teknik tersebut, dalam pembuatan juga dikenal dengan adanya prinsip-prinsip kerajinan bahan keras. Prinsip inilah yang menjadi hal penting dalam pembuatan kerajinan dan akan dijelaskan lebih lanjut dalam pembahasan berikutnya.

7. Silika

Materi kerajinan bahan keras berikutnya adalah silika. Ia adalah mineral alam yang aslinya berbentuk biji pasir yang sekilas mirip plastik, tetapi lebih keras dan tidak elastis.

Silika bisa dilelehkan dalam suhu tinggi dan dipakai untuk berbagai fungsi seperti pembuatan keramik untuk lantai dan bahan baku untuk komponen komputer, penghantar energi di solar panel, dan lain sebagainya. Bahan keras ini memiliki karakter spesifik yaitu semi-konduktor makanya ia banyak dipakai juga di berbagai industri energi dan elektronik. Silika ini pula yang jadi bahan baku fiber glass, Sedulur.

Prinsip Kerajinan Limbah Keras

Limbah keras diketahui dapat difungsikan sebagai salah satu bahan kerajinan. Pengolahannya juga harus mempertimbangkan prinsip kerajinan bahan keras untuk limbah. Ada tiga macam prinsip yang berkaitan dengan pengolahan limbah ini yaitu reduce , reuse , dan recycle . Ketiga prinsip ini sering kali disebut dengan prinsip 3R.

1. Reduce (Mengurangi)

Prinsip ini berarti kita harus mengurangi atau meminimalisir penggunaan barang atau material tertentu. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi limbah keras yang tidak lagi terpakai.

2. Reuse (Menggunakan Kembali)

Selain mengurangi limbah dengan prinsip reduce , prinsip reuse (menggunakan kembali) juga dapat diterapkan. Kamu bisa memilih mana saja barang atau material yang sekiranya bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan kerajinan.

3. Recycle (Mendaur Ulang)

Prinsip dengan mendaur ulang menjadi bagian terpenting. Prinsip ini mencoba untuk mendaur ulang barang atau material yang tidak lagi dipakai.

Proses daur ulang ini nantinya akan berguna dalam mengubah fungsi barang yang terpakai menjadi barang yang bisa difungsikan kembali. Salah satunya dengan mengubahnya menjadi kerajinan yang bisa bernilai jual maupun sekadar untuk hiasan.

Contoh kerajinan bahan keras alam

Contoh kerajinan dari bahan rotan yaitu kursi, tas, alas gelas dan piring, dan masih banyak lainnya.

Kerajinan bahan bambu seperti kotak pensil vas bunga, aksesoris rumah tangga, lampu hias, gelas, lonceng angin, dan lain-lain.

Contoh bahan kayu adalah meja, kursi, lemari, pajangan, mainan dari kayu, dan masih banyak lainnya.

Beberapa kerajinan dari bahan batu seperti patung, guci, hiasan rumah, vas bunga atau pot, lampu taman, dan lain-lain.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Kerajinan patung logam dari Trowulan, Mojokerto dipamerkan pada Gebyar IPPKINDO (Ikatan Pemberdayaan Pedagang Kecil Indonesia) di Gedung Smesco UKM, Jakarta, Kamis (22/11/2012).

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, bahan keras buatan adalah produk kerajinan yang terbuat dari bahan buatan, tetapi sifat fisiknya tetap kuat.

Proses bahan kerajinan keras buatan melalui kimiawi atau pemanasan, sehingga lebih kuat dan tidak mudah rusak seperti logam dan serat kaca.

Jika bahan keras alami didapat dari lingkungan sekitar, berbeda dengan bahan keras buatan yang didapat melalui proses kimiawi dan campuran bahan lainnya.

Pengolahan dilakukan dengan membuat bahannya terlebih dahulu kemudian membuat kerajinannya. Bahannua kuat tetapi untuk beberapa bahan tertentu dapat mengalami korosi seperti logam. Teknik pembuatannya bisa dengan dicetak, cor, atau lain sebagainya.

Aspek Rancangan dalam Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Dalam prinsip kerajinan bahan keras terdapat istilah aspek rancangan. Aspek ini termasuk bagian penting yang terdiri dari berbagai faktor untuk menjadi acuan dalam pembuatan kerajinan. Faktor-faktor ini penting untuk diketahui oleh para pengrajin supaya proses perancangan juga menghasilkan karya yang apik. Berikut macam-macam faktor dalam aspek perancangan:

Faktor Teknis

Faktor teknis dalam prinsip kerajinan bahan keras meliputi penerapan daya mesin atau manual, tingkat kepiawaian SDM atau pengrajin, dan metode produksi.

Faktor Ekonomis

Berikutnya, faktor ekonomis ini meliputi sistem distribusi, pemasaran di tengah banyaknya persaingan, nilai jual dan keberadaa sumber daya bahan, selera masyarakat, dan hak cipta.

Faktor Ergonomis

Berbeda dengan faktor ekonomi, faktor ergonomis dalam hal ini terdiri dari keamanan, kenyamanan, kesesuaian, dan kepraktisan dari produk kerajinan.

Faktor Estetika

Seperti namanya, faktor estetika ini berkaitan dengan keindahan, daya tarik, proses penggarapan yang detail, keserasian, hingga pewarnaan. Seluruh faktor estetika tersebut nantinya akan membawa pada kesan atau gugahan indah yang ditampilkan.

Faktor Sains dan Teknologi

Yang dimaksud dalam faktor sains dan teknologi adalah adnya unsur temuan baru atau inovasi dalam menghasilkan kerajinan. Karena faktor ini, suatu produk secara tidak langsung dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

Faktor Kondisi Lingkungan

Lingkungan turut menjadi bagian penting dalam aspek perancangan. Selain kondisi alamnya, nilai budaya dan kondisi masyarakat setempat juga harus menjadi pertimbangan dalam pembuatan karya bahan keras.


Tags: kerajinan bahan membuat keras

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia