"Alasan Pentingnya Pembakaran Awal dalam Kerajinan Tanah Liat"
Jenis Tanah Liat
Jenis tanah liat berdasarkan jenisnya di bedakan menjadi 2 jenis yaitu:
Berdasarkan Jenisnya
Tanah liat berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu tanah liat primer dan tanah liat sekunder.
Tanah Liat Primer
Tanah liat jenis primer adalah tanah liat yang terbentuk dari suatu pelapukan batuan feldspatik dan dilakukan dengan tenaga endogen yang tidak berpindah dari batuan asalnya. Sifat dari tanah liat jenis primer ini sifatnya murni dan tidak berpindah tempat.
Proses dari pembentukan tanah liat primer ini dibantu dengan beberapa komponen diantaranya yaitu air dan uap panas yang keluar dari dalam perut bumi. Ada beberapa ciri ciri atau karakteristik dari tanah liat jenis primer ini yaitu:
- Memiliki butiran yang kasar.
- Warna dari tanah liat primer yang putih kusam. Hal ini dikarenakan tanah tidak terbawa oleh arus air dan tidak tercampur oleh beberapa bahan organik.
- Tanah liat primer memiliki daya susut yang kecil.
- Tanah liat primer memiliki sifat yang tahan terhadap api panas.
- Tanah liat primer sifatnya tidak plastis.
- Tanah liat primer biasanya dapat ditemukan atau berada di tempat yang lebih tinggi.
- Suhu matang dari tanah liat primer sekitar 1300 – 1400 derajat celsius.
- Untuk mematangkan tanah liat primer membutuhkan api yang sangat besar.
Tanah Liat Sekunder
Taanh liat sekunder ini terbentuk dari pelapukan batuan feldpatik yang berpindah dari jarak jauh dengan batuan induknya. Ada beberapa karakteristik dari tanah liat jenis sekunder ini, diantaranya yaitu:
Warga menemukan patung sepasang kekasih dari tanah liat yang diperkirakan peninggalan kerajaan Majapahit di Desa Ngrawan, Madiun, Jawa Timur, pada Sabtu, 12 Maret 2016.
Alat-alat untuk membuat kerajinan tanah liat
Proses pembuatan tanah liat
Proses pembentukan tanah liat diawali dengan mengambil tanah liat secukupnya. Kemudian beri sedikit air sampai tanah liat mudah dibentuk. Pastika air tidak terlalu banyak karena nanti tanah liat menjadi sangat lembek dan tidak kokoh.
Jika sudah, kamu dapat meletakkan tanah liat di atas meja putar agar proses pembentukannya mudah dan presisi. Kamu dapat memilih berbagai bentuk yang diinginkan, mulai dari celengan, gelas, kendi atau yang lain, sesuai keinginan.
Keringkan hasil kerajinan tanah liat
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, manusia pasti membutuhkan berbagai macam peralatan. Misalnya dalam kegiatan memasak, mandi, dan lain sebagainya. Salah satu jenis alat yang banyak digunakan sejak zaman dulu adalah gerabah atau tembikar. Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan diolah, sehingga menjadi barang layak pakai.
Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar kemudian dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia. Penjelasan mengenai pengertian gerabah juga disebutkan secara rinci oleh Insih Wilujeng (2020:192) yang menjelaskan bahwa gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung. Dia juga memaparkan bahwa dahulu proses pembuatan gerabah terbatas untuk keperluan rumah tangga saja seperti kendi atau wadah air minum, peralatan masak, gentong dan masih banyak lagi.
Namun, karena perubahan zaman yang semakin maju, proses pembuatan gerabah mengalami pengembangan fungsi dan pemanfaatan, sehingga tidak terbatas pada perabotan rumah tangga saja, namun juga barang lain yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran, misalnya saja vas bunga, guci, dan benda lainnya yang memiliki nilai estetika.
Dikarenakan gerabah hanya dapat dibuat dengan bahan khusus yaitu tanah liat atau tanah lempung, kerajinan gerabah ini hanya dapat ditemukan di daerah khusus di Indonesia. Seperti yang dijelaskan oleh Dwi Iriyanto (2015:528), yang memaparkan bahwa bahan baku gerabah adalah hasil pertambangan kaolin dan tanah liat, sehingga akan lebih efisien apabila mendirikan industri gerabah di lokasi tersebut.
Contoh daerah yang banyak menghasilkan gerabah dengan kualitas baik antara lain:
- Kasongan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Pundong, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
- Banyumulek, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
- Pagerjurang, Klaten, Jawa Tengah.
Contoh Kerajinan dari Tanah Liat
Pins ingin mencoba membuat jenis kerajinan dari bahan yang satu ini? Berikut adalah beberapa referensi kerajinan dari tanah liat yang mudah dibuat.
Kerajinan Piring
Source : Si.edu
Selain beralaskan daun, masyarakat Indonesia zaman dulu juga menggunakan piring dari tanah liat sebagai alas makan. Umumnya, piring saat ini terbuat dari bahan keramik, tetapi tidak ada salahnya jika kamu ingin membuat piring dari tanah liat sendiri. Piring tersebut tidak hanya bisa menjadi alas makan, tetapi juga dapat menjadi dekorasi rumah yang unik dan artistik.
Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
- Tanah liat.
- Air.
- Kuas.
- Cat air.
- Meja putar (jika ada).
Cara Membuat Gelas dan Piring Tanah Liat
Kerajinan Vas Bunga
Source : Pixabay
Selain terbuat dari bahan kaca atau keramik, vas bunga juga bisa dibuat dari tanah liat. Vas nantinya bisa digunakan untuk memperindah tampilan ruang tamu atau teras rumah. Selain vas yang menarik, bunga yang ditaruh di dalamnya juga harus cantik. Pilih bunga-bunga hidup dan segar dengan aroma yang semerbak agar ruangan juga ikut berbau harum mewangi.
Vas bunga dari lempung ini dapat dibuat dengan menggunakan bahan-bahan, seperti tanah liat, air, dan cat air. Alat lain yang wajib ada dalam proses cara membuat kerajinan tangan dari tanah liat yang unik adalah meja putar dan kuas. Untuk membuatnya, kamu perlu menyiapkan dulu campuran tanah liat dan air agar teksturnya bisa mudah dibentuk.
Gerabah merupakan hasil kerajinan dengan prospek cukup baik untuk dikembangkan mengingat potensi pasar yang semakin luas pengunaannya seperti souvenir, patung guci, hiasan dinding, vas bunga, pot bunga, peralat an dapur dan lain sebagainya. Pemesan sebagian besar menginginkan gerabah yang masih polos. Pemesan yang akan melukis dan mengecat gerabahnya dan kemudian menjual langsung ke konsumen. Dengan cara ini pemesan akan mendapat keuntungan lebih besar. Pemasaran gerabah terbesar di Indonesia meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Surabaya dan Bali. Permintaan terbesar berasal dari pengusaha di Bali dalam bentuk suvenir.
Sementara itu, proses pembuatan gerabah yang selanjutnya yang membutuhkan perhatian adalah proses pembakaran. Proses ini cukup memb utuhkan waktu yang lama sekitar 1 hari (12 jam) pembakaran terus-menerus. Pada proses pembakaran ini para pengrajin biasanya menggunakan kayu bakar atau jerami. Bila dikonversi, dengan menggunakan bahan bakar tersebut, membutuhkan jumlah kayu bakar dan biaya yang cukup besar.
Tags: kerajinan lebih dahulu