... Mengapa Kerajinan Tanah Liat Harus Dibakar Terlebih Dahulu: Panduan DIY dan Tips Penting

"Alasan Pentingnya Pembakaran Awal dalam Kerajinan Tanah Liat"

Gerabah merupakan hasil kerajinan dengan prospek cukup baik untuk dikembangkan mengingat potensi pasar yang semakin luas pengunaannya seperti souvenir, patung guci, hiasan dinding, vas bunga, pot bunga, peralat an dapur dan lain sebagainya. Pemesan sebagian besar menginginkan gerabah yang masih polos. Pemesan yang akan melukis dan mengecat gerabahnya dan kemudian menjual langsung ke konsumen. Dengan cara ini pemesan akan mendapat keuntungan lebih besar. Pemasaran gerabah terbesar di Indonesia meliputi Jember, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, Surabaya dan Bali. Permintaan terbesar berasal dari pengusaha di Bali dalam bentuk suvenir.

Sementara itu, proses pembuatan gerabah yang selanjutnya yang membutuhkan perhatian adalah proses pembakaran. Proses ini cukup memb utuhkan waktu yang lama sekitar 1 hari (12 jam) pembakaran terus-menerus. Pada proses pembakaran ini para pengrajin biasanya menggunakan kayu bakar atau jerami. Bila dikonversi, dengan menggunakan bahan bakar tersebut, membutuhkan jumlah kayu bakar dan biaya yang cukup besar.

Memanfaatkan Karakteristik Tanah Liat untuk Pembuatan Kerajinan

Seperti yang kita ketahui tanah liat memiliki sifat dasar yang lunak sehingga mudah dalam hal pembentukannya. Dengan sifat dan bentuknya yang lengket ketika basah serta mengeras ketika kering. Namun, lebih dari itu tanah liat juga memiliki berbagai karakteristik lain yang bisa mendukungnya dalam proses pembuatan kerajinan tanah liat.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

1. Bersifat Lengket

Salah satu ciri-ciri utama dari tanah liat adalah sifatnya yang lengket. Tanah liat sendiri umumnya memiliki tekstur yang lebih lengket ketika basah sehingga lebih mudah dalam mengubah bentuknya. Namun, tanah liat juga dapat menjadi gumpalan keras ketika sudah menjadi kering. Hal ini dikarenakan kandungan jenis mineral pada lempung yang banyak terdapat dalam tanah liat.

2. Sulit Menyerap Air

Tanah liat juga memiliki sifat sulit menyerap air sehingga lebih banyak diperuntukkan sebagai bahan bangunan. Karenanya tanah liat biasanya tidak disarankan digunakan untuk lapisan tanah media tanaman.

3. Berwarna Abu-abu

Umumnya tanah liat tidak memiliki warna yang terlalu terang atau terlalu gelap. Warna tanah liat yang cenderung hanya berwarna hitam dan keabu-abuan. Namun beberapa jenis tanah liat juga memiliki warna dasar kuning kemerahan yang lebih banyak digunakan oleh para pengrajin tanah liat.

4. Dapat Berubah Menjadi Butiran Halus

Karena sifatnya yang keras dan menggumpal ketika kering, butiran-butiran kecil dari tanah liat kemudian dapat terpecah jika tidak menyatu dengan bentuk awalnya. Butiran ini sendiri biasanya seperti pada pasir dan kerikil yang umum ditemukan pada area sekitar tanah liat ketika kering, dan pada dasarnya, tanah liat terdiri dari dua jenis yaitu tanah liat primer bersifat murni dan tanah liat sekunder dengan sifatnya yang plastis.

Karakteristik Tanah Liat

  • Memiliki Sifat yang Lengket
    Karakteristik yang paling utama dari tanah liat yaitu teksturnya yang tidak sama dengan tanah pada umumnya, tanah liat memiliki tekstur yang lengket jika dipegang. Pada umumnya bentuknya sama dengan tanah lainnya, namun ketika diberi air maka akan terasa lengket. Hal tersebut dikarenakan di dalam tanah liat terdapat kandungan jenis mineral lempung yang banyak. Tekstur yang lengket pada tanah liat dapat menjadikan tanah liat mudah untuk dibentuk bentuk.
  • Tanah Berwarna Hitam Terang atau Hitam Keabu-abuan
    Tanah liat ini memiliki warna yang tidak gelap, namun juga tidak terang. Tanah liat memiliki warna hitam yang cenderung keabu-abuan.
  • Memiliki Sifat yang sulit Menyerap Air
    Karakteristik tanah liat yang lain yaitu sulit untuk menyerap air. Tanah liat ini tidak cocok jika digunakan sebagai lahan pertanian, dikarenakan tanah liat sulit dalam menyerap air.
  • Tanah dapat Terpecah menjadi Butiran sangat Halus saat keadaan Kering
    Tanah liat pada saat dibasahi menggunakan air menjadi lengket dan butiran tanahnya menyatu satu dengan lainnya. Namun, jika dalam keadaan kering tanah liat ini menjadi terpecah menjadi butiran butiran yang halus.
  • Bahan Baku dalam membuat Kerajinan Tangan
    Tanah liat memiliki sifat yang lengket dan mudah dibentuk, maka tanah liat ini dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerajinan tangan seperti gerabah dan tembikar. Dalam membuat kerajinan tangan ini, terlebih dahulu tanah liat harus dibakar di atas suhu 10000 derajat celsius agar dapat mengeras dengan baik.

Manfaat Tanah Liat untuk Kerajinan Rumah

  • Tanah liat dapat dimanfaatkan untuk membuat keramik rumah.
  • Tanah liat sangat serba guna hampir sama kegunannya dengan kayu.
  • Tanah liat dapat di daur ulang dan dibentuk sesuai dengan keinginan.
  • Tanah liat dapat digunakan sebagai alat insulasi panas dalam rumah.
  • Tanah liat dapat bertahan lama hingga mencapai 100 tahun.

7 Ide Kerajinan dari Tanah Liat untuk Dekorasi Rumah

Pada dasarnya, tanah liat adalah tanah yang terbentuk melalui suatu proses pelapukan kerak bumi kemudian disusun oleh batuan feldspatik. Batuan feldspatik sendiri terdiri dari batuan granit serta batuan beku. Bagian batuan ini juga terbentuk dari berbagai unsur seperti diantaranya oksigen, silikon, serta aluminium.

Selanjutnya, aktivitas panas bumi kemudian membuat kerak bumi ini menjadi lebih lapuk yang dilakukan juga oleh asam karbonat sehingga pada akhirnya menjadikan batuan ini berbentuk seperti tanah liat. Tanah liat sendiri umum digunakan dalam berbagai kegiatan pembangunan seperti kerajinan gerabah, batu bata dan sebagai wadah piring, guci, kendi, kuali dan sebagainya.

Dekorasi rumah sebagai suatu sentuhan akhir yang dapat kamu gunakan untuk menyempurnakan tampilan dari hunian. Terdapat banyak sekali pilihan dekorasi yang dapat menjadi pilihanmu, salah satunya dengan memanfaatkan kerajinan tanah liat yang khas dengan kesan tradisionalnya sebagai diantara pilihan untuk menambahkan unsur natural dan tradisional pada hunian.

Terdapat banyak sekali bentuk kerajinan dari tanah liat yang dapat menjadi pilihanmu untuk melengkapi dekorasi di rumah.

1. Kendi dan Guci

Kerajinan dari tanah liat dalam bentuk guci dan kendi dapat menjadi ide dekorasi hunian. Sebab ada banyak kerajinan tanah liat termudah ditemui di berbagai macam bentuk vas, guci, dan kendi hias.

Pada suatu kerajinan tanah liat dengan ukuran besar sendiri kemudian dapat digunakan untuk mengisi sudut-sudut ruang yang kosong. Sementara itu, untuk guci dan kendi dengan ukuran yang lebih kecil kemudian dapat kamu pajang di lemari hias atau di atas meja sebagai vas bunga.

2. Roster Terakota

3. Ornamen atau Ukiran Timbul

Kerajinan dari tanah liat dalam bentuk ornamen pada dinding. Alternatif kerajinan tanah liat lainnya sendiri dapat kamu gunakan untuk mempercantik hunian misalnya pada ornamen dinding yang terbuat dari tanah liat. Dengan tekstur dan warna yang khas, kerajinan tanah liat ini juga dapat kamu gunakan untuk menghiasi pilar atau sebagai pengganti lukisan untuk mengisi sisi ruangan yang masih kosong.

Cara Membuat Kerajinan dari Tanah Liat jadi Berbagai Bentuk

VIVA Lifestyle – Tanah liat dapat diolah menjadi berbagai kerajinan tangan seperti cangkir, piring, kendi, celengan dan masih banyak lagi. Sifatnya yang lembek atau mudah diolah, memudahkan para pengrajin untuk berkreasi sesuai dengan keinginan.

Tanah liat memiliki tekstur yang lengket dan mudah menyatu ketika di kondisi basah. Namun, dalam kondisi kering, tanah liat akan mudah hancur dan terpecah menjadi berkeping-keping atau bahkan butiran halus.

Mengutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tanah liat yang akan diolah menjadi kerajinan harus memiliki tekstur yang baik. Tekstur yang terlalu basah atau terlalu kering dapat mempengaruhi hasil yang tidak optimal.


Tags: kerajinan lebih dahulu

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia