"Alasan Pentingnya Pembakaran Awal dalam Kerajinan Tanah Liat"
Fungsi Gerabah
Berikut ini adalah beberapa fungsi gerabah dalam kehidupan sehari-hari, terutama fungsi gerabah dalam kebudayaan Indonesia, yang perlu kalian ketahui:
1. Fungsi Gerabah Sebagai Alat untuk Upacara Keagamaan
Gerabah, biasanya yang berbentuk cawan atau kendi, digunakan sebagai sarana-sarana upacara seperti misalnya sebagai sarana meletakan air suci, dan lain sebagainya.
2. Fungsi Gerabah Sebagai Alat Rumah Tangga
Dalam fungsinya sebagai alat-alat rumah tangga, gerabah antara lain digunakan sebagai alat memasak ataupun wadah-wadah seperti kendi untuk menampung air, mangkuk untuk wadah makanan, gelas untuk wadah minuman, tungku untuk memasak, dan sebagainya.
3. Fungsi Gerabah Sebagai Perhiasan dan Penanda Status
Pada masa Jawa Kuno, gerabah keramik digunakan sebagai penanda status. Pada masa itu, keramik-keramik asing adalah barang mewah yang hanya bisa dimiliki kaum-kaum bangsawan tertentu seperti raja. Indikasi dari hal ini antara lain terlihat dari penggambaran guci Tiongkok pada arca-arca dari masa Singhasari dan Majapahit. Beberapa artefak lain yang juga menunjukan status ekonomi adalah celengan pada masa Majapahit yang menunjukan kemapanan ekonomi.
Teknik dalam Proses Pembuatan Gerabah
Bahan dasar yang digunakan untuk membuat gerabah adalah tanah liat. Sebelum dibuat gerabah, tanah liat tersebut diproses terlebih dahulu dalam beberapa tahapan. Selain itu, ada juga bahan tambahan lain, yaitu kaolin. Tanah liat yang sudah siap kemudian dibentuk dengan tangan langsung atau menggunakan alat putar.
Bentuk gerabah yang akan dibuat disesuaikan dengan fungsi benda tersebut saat digunakan. Ada gerabah yang digunakan untuk alat memasak seperti periuk dan belanga, ada yang digunakan untuk menyimpan air atau beras seperti tempayan, ada yang digunakan untuk menyimpan air minum seperti kendi, dan ada yang digunakan untuk hiasan seperti guci dan vas bunga.
Dalam membuat benda yang terbuat dari bahan tanah liat diperlukan teknik-teknik tertentu agar dalam prosesnya mudah dan efektif. Adapun teknik-teknik yang biasanya digunakan oleh pembuat gerabah atau keramik antara lain teknik lempeng, teknik plat, teknik pilin, teknik putar, teknik cetak tekan, dan teknik tuang.
1. Teknik Lempeng (Slabing)
Teknik lempeng (slabing) merupakan teknik yang digunakan untuk membuat benda gerabah berbentuk kubistis dengan permukaan rata. Teknik ini diawali dengan pembuatan lempengan tanah liat dengan menggunakan rol kayu penggilas.
2. Teknik Plat (Pinching)
Teknik plat (pinching) merupakan teknik membuat keramik dengan cara memplat tanah liat langsung menggunakan tangan. Tujuan dari penggunaan teknik ini adalah agar tanah liat lebih padat dan tidak mudah mengelupas sehingga hasilnya akan tahan lama. Proses plat dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
- Ambil segumpal tanah liat plastis.
- Tanah liat tersebut diulet-ulet dan diplintir-plintir dengan ibu jari sambil dibentuk sesuai dengan bentuk benda yang kamu inginkan.
- Haluskan menggunakan kuas atau kain halus.
Jenis Tanah Liat
Jenis tanah liat berdasarkan jenisnya di bedakan menjadi 2 jenis yaitu:
Berdasarkan Jenisnya
Tanah liat berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi 2 jenis, yaitu tanah liat primer dan tanah liat sekunder.
Tanah Liat Primer
Tanah liat jenis primer adalah tanah liat yang terbentuk dari suatu pelapukan batuan feldspatik dan dilakukan dengan tenaga endogen yang tidak berpindah dari batuan asalnya. Sifat dari tanah liat jenis primer ini sifatnya murni dan tidak berpindah tempat.
Proses dari pembentukan tanah liat primer ini dibantu dengan beberapa komponen diantaranya yaitu air dan uap panas yang keluar dari dalam perut bumi. Ada beberapa ciri ciri atau karakteristik dari tanah liat jenis primer ini yaitu:
- Memiliki butiran yang kasar.
- Warna dari tanah liat primer yang putih kusam. Hal ini dikarenakan tanah tidak terbawa oleh arus air dan tidak tercampur oleh beberapa bahan organik.
- Tanah liat primer memiliki daya susut yang kecil.
- Tanah liat primer memiliki sifat yang tahan terhadap api panas.
- Tanah liat primer sifatnya tidak plastis.
- Tanah liat primer biasanya dapat ditemukan atau berada di tempat yang lebih tinggi.
- Suhu matang dari tanah liat primer sekitar 1300 – 1400 derajat celsius.
- Untuk mematangkan tanah liat primer membutuhkan api yang sangat besar.
Tanah Liat Sekunder
Taanh liat sekunder ini terbentuk dari pelapukan batuan feldpatik yang berpindah dari jarak jauh dengan batuan induknya. Ada beberapa karakteristik dari tanah liat jenis sekunder ini, diantaranya yaitu:
Asal-Usul Gerabah
Tajine (gerabah Maroko).
Gerabah yang paling sederhana dibentuk dengan hanya menggunakan tangan, yang berciri adonan kasar dan bagian pecahannya dipenuhi oleh jejak-jejak tangan (sidik jari), bentuknya pun kadang tidak simetris. Selain dibuat dengan teknik tangan, gerabah yang lebih modern dibuat dengan menggunakan tatap batu dan roda putar.
Pada awalnya, gerabah dibuat dengan bentuk polos dan mudah rapuh, tetapi saat ini tembikar tersedia dalam berbagai macam bentuk, motif, gambar, atau lukisan khas dan daya tahan lebih lama. Gerabah di Indonesia dibawa melalui kebudayaan Sa Huynh, suatu kebudayaan kuno di daerah Vietnam selatan (Champa) yang terkenal akan seni gerabah dan tembikar kunonya.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
Dalam ilmu purbakala (arkeologi), istilah lain gerabah atau keramik tradisional ini adalah kereweng, pottry, terracotta dan tembikar. Istilah tersebut dipergunakan untuk menyebut pecahan-pecahan periuk dan alat lainnya yang dibuat dari tanah liat dan ditemukan di tempat-tempat pemakaman zaman prasejarah. Barang-barang tanah bakar yang ditemukan di luar sarkofagus (peti mati dari batu) berupa jembung, piring-piring kecil, periuk-periuk kecil, stupa-stupa kecil dan sebaginya.
Teknik proses pembuatan gerabah dari masa tersebut masih sangat sederhana, yaitu dengan teknik tangan dan pembakaran tradisional. Pembakaran tradisional adalah pembakaran secara terbuka, dalam lubang dangkal beralas tanah liat dengan api rerumputan menyala. Teknik proses pembuatan gerabah seperti itu masih digunakan sampai sekarang oleh sebagian perajin keramik di Indonesia.
Rekomendasi Buku Terkait Kerajinan Tangan
1. Membuat Kerajinan dari Kayu
Kayu merupakan salah satu bahan alam yang banyak terdapat di Indonesia. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, kayu juga banyak digunakan sebagai bahan kerajinan yang bernilai tinggi. Bahan kerajinan yang baik adalah kayu-kayu yang sudah tua dan dikeringkan karena tidak terlalu menyusut.
Ada dua jenis kayu kerajinan, yaitu kayu lunak (kayu pinus, kayu meranti) dan kayu keras (kayu sawo, kayu mahoni, kayu jati). Peralatan yang biasa digunakan untuk membuat kerajinan kayu, di antaranya gergaji tangan, gergaji bentuk, gergaji potong, pisau, batu asah ameril, batu asah alam, papan pengasah yang dilapisi kulit, pahat cekung, penusuk, penjepit, palu dari kayu, papan tempat menggergaji, papan untuk menggergaji bentuk, papan triplek untuk alas.
2. Makrame: Kreasi Tali untuk Dekorasi Rumah
Macramé mulai bermunculan di sekitar kita, seperti taplak meja, gantungan pot, pajangan dinding, dan ribuan produk lainnya. Setiap projek dalam buku ini dilengkapi dengan nama knot yang digunakan, bahan yang diperlukan, ukuran dan panjang benang, serta langkah pengerjaan. Yang Grameds perlukan hanyalah waktu untuk membaca, kesabaran, dan tali.
Dilengkapi dengan gambar dan foto detail, buku ini akan menuntun kamu menghasilkan hiasan rumah yang dekoratif. Potensi tanpa batas yang menjadi salah satu keunikan craft ini, akan membawa imajinasi Grameds dalam menciptakan berbagai hal baru yang bahkan belum terpikirkan olehmu sekarang.
Tags: kerajinan lebih dahulu