Menjahit Saat Hamil - Pandangan Islam dan Seni DIY Jahitan
5 pantangan suami saat istri hamil menurut adat Jawa
Selain dari sisi agama, banyak juga pantangan seputar kehamilan yang berasal dari adat Jawab. Berikut pantangannya, khusus untuk suami:
1. Membunuh binatang
Larangan tidak boleh membunuh binatang adalah salah satu mitos di Jawa tentang ibu hamil. Membunuh binatang saat hamil dikaitkan dengan kondisi janin yang buruk, Bunda.
"Masyarakat Jawa mengenal berbagai pantangan yang harus dipatuhi oleh perempuan hamil dan suaminya. Antara lain, suami istri dilarang membunuh binatang, khawatir bayinya mati dalam kandungan," tulis Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari.
2. Pergi memancing
Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari dalam bukunya juga menjelaskan larangan lain dalam kehamilan yang dipercaya di adat Jawa. Menurut mitos, suami dilarang memancing saat istrinya hamil.
"Ada lagi yang mengatakan suami istri dilarang memancing karena nanti bibir bayinya akan sumbing," ujar Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari.
3. Memotong rambut istri
Dalam adat Jawa, suami juga dilarang memotong rambut istrinya yang sedang hamil. Pantangan ini kembali dikaitkan dengan kondisi janin, Bunda.
Memotong rambut istri yang sedang hamil dipercaya bisa menyebabkan organ janin tidak akan berkembang dengan baik. Ada bagian organ janin yang mengalami gangguan, seperti patah tulang.
4. Merendam cucian terlalu lama
Ketika Bunda sedang hamil, sangat masuk akal apabila suami membantu untuk mencuci pakaian. Namun, mitos mengatakan suami tidak boleh merendam cucian terlalu lama.
Konon, bila pantangan ini dilanggar, kaki Bunda akan bengkak. Tentunya, mitos ini tidak berdasarkan dengan fakta yang ada atau belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya ya.
5. Sering mengeluh
Mengeluh memang merupakan sifat manusiawi, tetapi sebaiknya hal ini dihindari selama masa kehamilan. Menurut adat Jawa, seseorang disarankan untuk tidak mengeluh atau 'mbatin' bila mengalami kesusahan.
Doa agar tidak mual muntah
Untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan, Bunda bisa membaca doa sederhana yang memohon perlindungan dari Allah.
اللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Artinya:
"Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada badanku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada pendengaranku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada penglihatanku. Tiada sesembahan kecuali Engkau."
Doa ini adalah permohonan kepada Allah agar memberikan kesehatan pada tubuh, pendengaran, dan penglihatan Bunda selama kehamilan.
Hal ini bertujuan untuk mengatasi atau mengurangi gejala mual dan muntah yang sering dialami oleh ibu hamil, sehingga kehamilan dapat berjalan dengan lebih nyaman dan lancar.
Pantangan Ibu Hamil Menurut Islam
Perlu diingat Moms, sebenarnya Islam tidak memberikan larangan khusus untuk ibu hamil.
Namun, pantangan ibu hamil ini sebenarnya anjuran untuk Moms agar menghindari yang tidak Allah sukai.
Tujuannya agar Allah meridai janin di dalam kandungan menjadi bayi yang sehat, cerdas, dan saleh.
Berikut ini hal yang sebaiknya tidak dilakukan ibu hamil menurut Islam seperti dikutip dari laman Dalam Islam.
1. Meninggalkan Salat Wajib
Pantangan ibu hamil yang pertama yaitu meninggalkan salat wajib.
Rasanya semua perempuan akan setuju kalau kehamilan adalah hal yang paling berat untuk dijalani.
Saat hamil tubuh akan mengalami perubahan secara fisik maupun psikis, yang mungkin akan memberatkan seseorang untuk menjalankan ibadah salat lima waktu.
Memang wajar, namun bagi seorang muslim salat hukumnya tetap wajib dilakukan, termasuk untuk ibu hamil.
Apabila duduk juga tidak bisa, maka salatlah dengan keadaan terbaring.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda mengenai hal ini. Beliau mengatakan: "Salatlah sambil berdiri, jika kamu tidak mampu sambil duduk, dan jika kamu tidak mampu, sambil berbaring miring." (HR. Bukhari).
2. Dilarang Makanan dan Minuman Haram
Makanan dan minuman haram juga merupakan pantangan ibu hamil dalam Islam. Makanan atau minuman apapun yang dikonsumsi ibu hamil akan diberikan juga untuk janinnya.
Apa yang dikonsumsi ibu hamil akan menjadi berkah untuk kesehatan dan pertumbuhan sang janin.
Anjuran ini tidak hanya untuk ibu hamil saja melainkan untuk semua umat muslim. Allah SWT membenci hambanya yang mengonsumsi makanan haram, sebab makanan atau minuman tersebut juga mendatangkan dampak buruk bagi tubuh.
Mitos seputar ibu hamil yang menjahit
Beberapa orang percaya bahwa ibu hamil tidak boleh menjahit karena alasan berikut ini.
1. Bayi cacat lahir
Menjahit saat hamil dianggap bisa membuat bayi lahir dengan bibir sumbing. Bentuk cacat lahir pada wajah ini ditandai dengan munculnya celah pada mulut bayi.
Kelainan ini terjadi saat jaringan pembentuk bibir dan langit-langit mulut gagal menyatu dengan sempurna selama janin berkembang dalam kandungan.
Dikutip dari Mayo Clinic , beberapa faktor yang meningkatkan risiko cacat lahir ini antara lain:
- memiliki riwayat keluarga dengan bibir sumbing,
- mengidap diabetes gestasional atau gula darah tinggi saat hamil,
- mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil, hingga
- paparan zat saat hamil, termasuk dari rokok, alkohol, atau obat-obatan tertentu.
2. Proses persalinan yang sulit
Dalam dunia medis, persalinan yang terasa sulit atau macet disebut distosia ( dystocia ) , failure to progress , atau prolonged labor.
Kondisi ini membuat ibu hamil membutuhkan waktu lebih lama untuk bersalin, yakni sekitar 20 jam atau bahkan lebih.
Distosia tidak terjadi karena ibu hamil menjahit, melainkan karena faktor-faktor berikut ini.
- Postur tubuh ibu pendek atau kurang dari 140 sentimeter (cm).
- Usia ibu lebih dari 35 tahun saat hamil dan melahirkan.
- Usia kehamilan lebih dari 41 minggu.
- Ibu mengandung bayi kembar dua, tiga, atau bahkan lebih.
- Kelainan pada jalan lahir, seperti panggul sempit atau leher rahim sulit terbuka.
- Pengaruh psikologis dan obat-obatan tertentu yang melemahkan kontraksi.
Tahukah Anda?
Benang jahit biasa tentu berbeda dengan benang jahit operasi . Apabila benang jahit pakaian pada umumnya berbahan dasar katun, benang jahit operasi bisa terbuat dari bahan alami (sutera atau serat usus) maupun bahan sintetis (nilon).
5 pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam
Berikut 5 pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam:
1. Berbuat syirik
Larangan berbuat syirik bukan hanya pantangan saat istri hamil, tapi juga merupakan pantangan dalam menjalani kehidupan di dunia. Menurut istilah, syirik artisnya menyamakan sesuatu selain Allah SWT dalam rububiyah dan uluhiyah.
Bukan cuma suami, perilaku syirik juga tidak boleh dilakukan oleh Bunda selama hamil ya. Syirik merupakan sebuah dosa besar dan ini hampir sama dengan perbuatan kufur.
2. Larangan menggampangkan masalah
Selama hamil, Ayah harus selalu bersikap positif dalam segala hal. Salah satunya dengan tidak selalu menggampangkan masalah.
Seperti dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Isro':23, bahwa sebaiknya kita semua tidak berkata dengan perkataan yang bersifat menggampangkan, meremehkan, atau menganggap kecil (uffin), apalagi menggampangkan urusan kehamilan.
3. Menafkahi istri dengan sesuatu yang haram
Menafkahi istri harus dari harta yang didapat dengan cara halal. Menurut Adnan Tharsyah dalam buku 16 Jalan Kebahagiaan Sejati, janganlah menafkahi istri dari harta yang didapat dengan cara haram, seperti hasil curian, riba, korupsi, dan penipuan.
"Menafkahi dengan harta haram artinya berbuat kejahatan pada istri di samping juga menjahati diri sendiri di dunia dan akhirat," tulis Adnan Tharsyah.
4. Meninggalkan ibadah wajib
Menjalankan ibadah wajib selama hamil bisa membuat hati bahagia dan tidak was was. Seorang suami diharuskan menjalankan ibadah wajib kapan pun, termasuk saat istrinya hamil. Ibadah wajib ini adalah salat lima waktu dan salat Jumat.
Selain itu, suami juga dianjurkan untuk menjalankan ibadah lainnya, meski tak bersifat wajib. Beberapa di antaranya adalah puasa sunnah, berzikir, bersedekah, dan membaca doa-doa.
5. Berbuat boros
Berbuat boros selama istri hamil juga harus dihindari oleh suami. Boros dapat berarti menggunakan sesuatu atau harta secara berlebihan dan tidak bermanfaat.
Tags: jahit