... Panduan Menjahit Saat Hamil Menurut Islam: Tips DIY dan Teknik Jahit yang Aman

Menjahit Saat Hamil - Pandangan Islam dan Seni DIY Jahitan

Doa agar tidak mual muntah

Untuk mengatasi mual dan muntah selama kehamilan, Bunda bisa membaca doa sederhana yang memohon perlindungan dari Allah.

اللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَدَنِي، اللّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya:
"Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada badanku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada pendengaranku. Ya Allah, berilah kesehatan untukku pada penglihatanku. Tiada sesembahan kecuali Engkau."

Doa ini adalah permohonan kepada Allah agar memberikan kesehatan pada tubuh, pendengaran, dan penglihatan Bunda selama kehamilan.

Hal ini bertujuan untuk mengatasi atau mengurangi gejala mual dan muntah yang sering dialami oleh ibu hamil, sehingga kehamilan dapat berjalan dengan lebih nyaman dan lancar.

5 pantangan suami saat istri hamil menurut adat Jawa

Selain dari sisi agama, banyak juga pantangan seputar kehamilan yang berasal dari adat Jawab. Berikut pantangannya, khusus untuk suami:

1. Membunuh binatang

Larangan tidak boleh membunuh binatang adalah salah satu mitos di Jawa tentang ibu hamil. Membunuh binatang saat hamil dikaitkan dengan kondisi janin yang buruk, Bunda.

"Masyarakat Jawa mengenal berbagai pantangan yang harus dipatuhi oleh perempuan hamil dan suaminya. Antara lain, suami istri dilarang membunuh binatang, khawatir bayinya mati dalam kandungan," tulis Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari.

2. Pergi memancing

Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari dalam bukunya juga menjelaskan larangan lain dalam kehamilan yang dipercaya di adat Jawa. Menurut mitos, suami dilarang memancing saat istrinya hamil.

"Ada lagi yang mengatakan suami istri dilarang memancing karena nanti bibir bayinya akan sumbing," ujar Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari.

3. Memotong rambut istri

Dalam adat Jawa, suami juga dilarang memotong rambut istrinya yang sedang hamil. Pantangan ini kembali dikaitkan dengan kondisi janin, Bunda.

Memotong rambut istri yang sedang hamil dipercaya bisa menyebabkan organ janin tidak akan berkembang dengan baik. Ada bagian organ janin yang mengalami gangguan, seperti patah tulang.

4. Merendam cucian terlalu lama

Ketika Bunda sedang hamil, sangat masuk akal apabila suami membantu untuk mencuci pakaian. Namun, mitos mengatakan suami tidak boleh merendam cucian terlalu lama.

Konon, bila pantangan ini dilanggar, kaki Bunda akan bengkak. Tentunya, mitos ini tidak berdasarkan dengan fakta yang ada atau belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya ya.

5. Sering mengeluh

Mengeluh memang merupakan sifat manusiawi, tetapi sebaiknya hal ini dihindari selama masa kehamilan. Menurut adat Jawa, seseorang disarankan untuk tidak mengeluh atau 'mbatin' bila mengalami kesusahan.

Dari mana asal mitos tidak boleh menjahit saat hamil?

Tidak hanya menjahit, beberapa mitos kehamilan kerap kali berhubungan dengan benda tajam, seperti ibu hamil tidak boleh menggunting kuku atau memotong rambut.

Kemunculan mitos tentu bukan tanpa alasan. Di balik kata-katanya yang umumnya menakutkan dan melebih-lebihkan, ada saran yang bertujuan menjaga kesehatan ibu hamil dan janin .

Berikut ini adalah beberapa risiko yang perlu Anda waspadai bila hendak menjahit saat hamil.

1. Terlalu lama duduk

Anda akan duduk dalam waktu yang lama saat menjahit. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko nyeri punggung bawah dan gangguan sirkulasi darah saat hamil.

Selain itu, posisi duduk yang tidak tepat juga dapat menimbulkan tekanan pada perut. Hal ini mungkin bisa berdampak negatif bagi perkembangan janin.

2. Kurang fokus

Studi dalam Scientific Reports (2021) menemukan bahwa fungsi kognitif (kemampuan berpikir) wanita dapat menurun selama kehamilan. Kondisi ini umumnya dikenal sebagai pregnancy brain .

Kondisi ini bisa membuat Anda kurang fokus dan awas ketika hamil. Akibatnya, penggunaan benda tajam saat menjahit, seperti jarum dan gunting, berpotensi melukai diri Anda.

3. Kontraksi dini

Gerakan mengayuh mesin jahit manual atau getaran akibat mesin jahit elektrik juga dianggap dapat menyebabkan munculnya kontraksi pada ibu hamil .

Kondisi ini memang tidak memengaruhi semua ibu hamil. Namun, pada ibu hamil yang sensitif, kontraksi dini dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.

Pantangan Suami saat Istri Hamil Menurut Agama Islam

Ketika istri sedang mengandung, ternyata terdapat beberapa amalan jdan juga pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam.

Pantangan tersebut tidak boleh dilakukan karena bahaya yang dimilikinya, baik untuk ibu dan janin, juga untuk seluruh keluarga. Beberapa pantangan suami saat istri hamil di antaranya:

1. Menafkahi dengan Sesuatu yang Haram

Dilansir dari channel Youtube QDR Multimedia, Ustad Adi Hidayat menjelaskan bahwa pantangan suami saat istri hamil yang pertama, jangan memberikan sesuatu yang haram sesuai dengan ketentuan dari Allah SWT dan bukan termasuk mitos. Apa saja?

Dalam Alquran Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِلَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS Al-Baqarah: 172)

Dengan ayat ini, Ustad Adi mengingatkan pentingnya memberikan nafkan dengan cara dan jenis yang halal untuk keluarga, termasuk untuk ibu hamil.

"Jangan sekali-kali membawa yang haram ke dalam rumah," ungkapnya.

Sebab, pantangan suami saat istri hamil menurut Islam ini mengandung bahaya yang sangat merugikan. Ustad Adi menjelaskan jika yang masuk ke perut istri adalah hasil sogokan, hasil penipuan, hasil riba misalnya.

Selain istilah tersebut, disebutkan pula bahwa makanan haram mengakibatkan doa yang dipanjatkan sulit terkabul karena terhalang hal yang haram.

Kemudian, akan menimbulkan sekat dalam jiwa. "Kalau semakin banyak masuknya, jadilah seperti ini. Bukan Allah tidak mengabulkan doanya. Sudah diberikan (tapi) mantul," jelasnya.

Membaca surat Al-Araf ayat 54

Selama kehamilan, Bunda dapat membaca surat Al-Araf ayat 54 untuk memohon kelancaran persalinan. Ayat ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah sebagai Sang Pencipta langit dan bumi.

إِنَّ رَبَّكُمُ الله الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ الله رَبُّ الْعَالَمِينَ

Artinya:
"Sesungguhnya Tuhan kamu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha Suci Allah, Tuhan seluruh alam." (QS. Al-A'raf: 54)

Ayat ini mengajarkan tentang kebesaran Allah sebagai Pencipta alam semesta. Membacanya selama kehamilan adalah bentuk memohon perlindungan dan kelancaran dalam proses persalinan.


Tags: jahit

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia