Menjahit Saat Hamil - Pandangan Islam dan Seni DIY Jahitan
9 Amalan Ibu Hamil Menurut Islam agar Bayi Sehat, Sempurna & Bunda Mudah Melahirkan
Momen kehamilan adalah anugerah besar yang diberikan Allah SWT untuk seorang bunda. Tanggung jawab untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan janin yang dikandung adalah suatu kehormatan yang luar biasa.
Dalam ajaran Islam, terdapat berbagai amalan dan doa yang dianjurkan bagi ibu hamil, guna memastikan kelahiran bayi yang sehat dan sempurna, serta memudahkan proses persalinan. Bunda bisa mengamalkannya sejak trimester pertama kehamilan, untuk menambah ibadah dan meningkatkan rasa percaya diri dalam mempersiapkan persalinan yang lancar.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah 9 amalan ibu hamil menurut Islam yang dapat dilakukan oleh Bunda untuk memastikan kehamilannya berjalan dengan baik dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.
Pantangan Ibu Hamil Menurut Islam
Perlu diingat Moms, sebenarnya Islam tidak memberikan larangan khusus untuk ibu hamil.
Namun, pantangan ibu hamil ini sebenarnya anjuran untuk Moms agar menghindari yang tidak Allah sukai.
Tujuannya agar Allah meridai janin di dalam kandungan menjadi bayi yang sehat, cerdas, dan saleh.
Berikut ini hal yang sebaiknya tidak dilakukan ibu hamil menurut Islam seperti dikutip dari laman Dalam Islam.
1. Meninggalkan Salat Wajib
Pantangan ibu hamil yang pertama yaitu meninggalkan salat wajib.
Rasanya semua perempuan akan setuju kalau kehamilan adalah hal yang paling berat untuk dijalani.
Saat hamil tubuh akan mengalami perubahan secara fisik maupun psikis, yang mungkin akan memberatkan seseorang untuk menjalankan ibadah salat lima waktu.
Memang wajar, namun bagi seorang muslim salat hukumnya tetap wajib dilakukan, termasuk untuk ibu hamil.
Apabila duduk juga tidak bisa, maka salatlah dengan keadaan terbaring.
Rasulullah SAW juga pernah bersabda mengenai hal ini. Beliau mengatakan: "Salatlah sambil berdiri, jika kamu tidak mampu sambil duduk, dan jika kamu tidak mampu, sambil berbaring miring." (HR. Bukhari).
2. Dilarang Makanan dan Minuman Haram
Makanan dan minuman haram juga merupakan pantangan ibu hamil dalam Islam. Makanan atau minuman apapun yang dikonsumsi ibu hamil akan diberikan juga untuk janinnya.
Apa yang dikonsumsi ibu hamil akan menjadi berkah untuk kesehatan dan pertumbuhan sang janin.
Anjuran ini tidak hanya untuk ibu hamil saja melainkan untuk semua umat muslim. Allah SWT membenci hambanya yang mengonsumsi makanan haram, sebab makanan atau minuman tersebut juga mendatangkan dampak buruk bagi tubuh.
Pantangan Ibu Hamil Muda secara Umum
Beberapa pantangan di bawah ini biasanya diberikan kepada ibu yang sedang hamil muda.
Apa saja pantangan ibu hamil yang harus diikuti?
Yuk, kita cari tahu sederet pantangan ibu hamil secara umum, Moms!
8. Diet Berlebihan
Bagi kebanyakan perempuan, kehamilan merupakan satu hal yang dapat mengubah bentuk tubuh mereka dan tidak jarang membuat tubuh menjadi lebih besar serta berisi.
Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi mereka yang tadinya sangat menjaga bentuk tubuh.
Namun, bagi Moms yang tengah hamil muda, sebaiknya urungkan niat untuk diet ya, terutama pada masa-masa awal kehamilan.
Pantangan ibu hamil ini bukan tanpa alasan. Hal ini dapat membuat ibu hamil dan janin kekurangan gizi penting yang diperlukan untuk pertumbuhan janin di dalam kandungan.
Kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan karena diet saat hamil dapat membuat janin berisiko mengalami kecacatan.
9. Makan Buah Nanas atau Durian Berlebihan
Moms yang sedang hamil muda disarankan untuk mengonsumsi banyak makanan yang mengandung gizi yang tinggi, seperti buah-buahan.
Namun, ada dua jenis buah yang sebaiknya dihindari untuk dimakan berlebihan, khususnya saat usia kehamilan Moms masih seumur jagung.
Buah yang termasuk dalam pantangan ibu hamil adalah adalah nanas dan durian.
Mengapa? Karena nanas mengandung zat yang bersifat abortivum, yang artinya jika dikonsumsi berlebihan dapat berpotensi menimbulkan kontraksi pada kandungan.
Pada usia kandungan yang masih muda, hal ini jelas berbahaya, karena berisiko menyebabkan bayi keguguran.
Sementara untuk durian, buah yang memiliki rasa manis ini mengandung alkohol.
Jadi, mengonsumsi buah ini, terutama dalam jumlah banyak, sangatlah tidak dianjurkan.
Mitos seputar ibu hamil yang menjahit
Beberapa orang percaya bahwa ibu hamil tidak boleh menjahit karena alasan berikut ini.
1. Bayi cacat lahir
Menjahit saat hamil dianggap bisa membuat bayi lahir dengan bibir sumbing. Bentuk cacat lahir pada wajah ini ditandai dengan munculnya celah pada mulut bayi.
Kelainan ini terjadi saat jaringan pembentuk bibir dan langit-langit mulut gagal menyatu dengan sempurna selama janin berkembang dalam kandungan.
Dikutip dari Mayo Clinic , beberapa faktor yang meningkatkan risiko cacat lahir ini antara lain:
- memiliki riwayat keluarga dengan bibir sumbing,
- mengidap diabetes gestasional atau gula darah tinggi saat hamil,
- mengalami kelebihan berat badan atau obesitas saat hamil, hingga
- paparan zat saat hamil, termasuk dari rokok, alkohol, atau obat-obatan tertentu.
2. Proses persalinan yang sulit
Dalam dunia medis, persalinan yang terasa sulit atau macet disebut distosia ( dystocia ) , failure to progress , atau prolonged labor.
Kondisi ini membuat ibu hamil membutuhkan waktu lebih lama untuk bersalin, yakni sekitar 20 jam atau bahkan lebih.
Distosia tidak terjadi karena ibu hamil menjahit, melainkan karena faktor-faktor berikut ini.
- Postur tubuh ibu pendek atau kurang dari 140 sentimeter (cm).
- Usia ibu lebih dari 35 tahun saat hamil dan melahirkan.
- Usia kehamilan lebih dari 41 minggu.
- Ibu mengandung bayi kembar dua, tiga, atau bahkan lebih.
- Kelainan pada jalan lahir, seperti panggul sempit atau leher rahim sulit terbuka.
- Pengaruh psikologis dan obat-obatan tertentu yang melemahkan kontraksi.
Tahukah Anda?
Benang jahit biasa tentu berbeda dengan benang jahit operasi . Apabila benang jahit pakaian pada umumnya berbahan dasar katun, benang jahit operasi bisa terbuat dari bahan alami (sutera atau serat usus) maupun bahan sintetis (nilon).
Tags: jahit