Menjahit Saat Hamil - Pandangan Islam dan Seni DIY Jahitan
15 Pantangan Suami saat Istri Hamil Menurut Islam, Kesehatan hingga Adat
Suami berperan penting selama masa kehamilan yang dijalani istrinya. Selain mendukung sang istri, seorang suami juga harus siap siaga melindungi calon anak beserta istrinya.
Tak cuma istri, suami juga memiliki pantangan untuk melakukan beberapa hal selama istrinya hamil, Bunda. Ada pantangan yang berdasarkan fakta kesehatan, ada pula yang merupakan pandangan dari sisi agama.
Beberapa pantangan suami saat istri hamil juga ada yang berasal dari adat Jawa. Banyak di antara pantangan ini dihubungkan dengan kondisi janin, Bunda.
Selama pantangan ini memang logis, tak ada salahnya bagi Ayah untuk menjalaninya. Tapi, Ayah jangan ragu untuk berkonsultasi dulu ke dokter bila ingin mengetahui faktanya.
"Meskipun semua pantangan tersebut sering dianggap 'tidak nalas' atau tidak logis, tapi itulah bagian dari kearifan lokal budaya Jawa. Kalau tidak dipatuhi, maka orang yang melanggar akan dikatakan dengan 'ora ilok' atau tidak pantas," tulis Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari, S.S., M.A dalam buku Pitutur Luhur Budaya Jawa.
"Masyarakat Jawa mempercayai kalau ada yang mengatakan seperti itu, maka akan terjadilah yang diomongkan orang."
Lalu apa saja ya pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam, adat Jawa, hingga berdasarkan kesehatan dan psikologis?
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
5 pantangan suami saat istri hamil menurut adat Jawa
Selain dari sisi agama, banyak juga pantangan seputar kehamilan yang berasal dari adat Jawab. Berikut pantangannya, khusus untuk suami:
1. Membunuh binatang
Larangan tidak boleh membunuh binatang adalah salah satu mitos di Jawa tentang ibu hamil. Membunuh binatang saat hamil dikaitkan dengan kondisi janin yang buruk, Bunda.
"Masyarakat Jawa mengenal berbagai pantangan yang harus dipatuhi oleh perempuan hamil dan suaminya. Antara lain, suami istri dilarang membunuh binatang, khawatir bayinya mati dalam kandungan," tulis Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari.
2. Pergi memancing
Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari dalam bukunya juga menjelaskan larangan lain dalam kehamilan yang dipercaya di adat Jawa. Menurut mitos, suami dilarang memancing saat istrinya hamil.
"Ada lagi yang mengatakan suami istri dilarang memancing karena nanti bibir bayinya akan sumbing," ujar Prof. Gunawan Sumodiningrat dan Ari Wulandari.
3. Memotong rambut istri
Dalam adat Jawa, suami juga dilarang memotong rambut istrinya yang sedang hamil. Pantangan ini kembali dikaitkan dengan kondisi janin, Bunda.
Memotong rambut istri yang sedang hamil dipercaya bisa menyebabkan organ janin tidak akan berkembang dengan baik. Ada bagian organ janin yang mengalami gangguan, seperti patah tulang.
4. Merendam cucian terlalu lama
Ketika Bunda sedang hamil, sangat masuk akal apabila suami membantu untuk mencuci pakaian. Namun, mitos mengatakan suami tidak boleh merendam cucian terlalu lama.
Konon, bila pantangan ini dilanggar, kaki Bunda akan bengkak. Tentunya, mitos ini tidak berdasarkan dengan fakta yang ada atau belum ada penelitian ilmiah yang membuktikannya ya.
5. Sering mengeluh
Mengeluh memang merupakan sifat manusiawi, tetapi sebaiknya hal ini dihindari selama masa kehamilan. Menurut adat Jawa, seseorang disarankan untuk tidak mengeluh atau 'mbatin' bila mengalami kesusahan.
Dari mana asal mitos tidak boleh menjahit saat hamil?
Tidak hanya menjahit, beberapa mitos kehamilan kerap kali berhubungan dengan benda tajam, seperti ibu hamil tidak boleh menggunting kuku atau memotong rambut.
Kemunculan mitos tentu bukan tanpa alasan. Di balik kata-katanya yang umumnya menakutkan dan melebih-lebihkan, ada saran yang bertujuan menjaga kesehatan ibu hamil dan janin .
Berikut ini adalah beberapa risiko yang perlu Anda waspadai bila hendak menjahit saat hamil.
1. Terlalu lama duduk
Anda akan duduk dalam waktu yang lama saat menjahit. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko nyeri punggung bawah dan gangguan sirkulasi darah saat hamil.
Selain itu, posisi duduk yang tidak tepat juga dapat menimbulkan tekanan pada perut. Hal ini mungkin bisa berdampak negatif bagi perkembangan janin.
2. Kurang fokus
Studi dalam Scientific Reports (2021) menemukan bahwa fungsi kognitif (kemampuan berpikir) wanita dapat menurun selama kehamilan. Kondisi ini umumnya dikenal sebagai pregnancy brain .
Kondisi ini bisa membuat Anda kurang fokus dan awas ketika hamil. Akibatnya, penggunaan benda tajam saat menjahit, seperti jarum dan gunting, berpotensi melukai diri Anda.
3. Kontraksi dini
Gerakan mengayuh mesin jahit manual atau getaran akibat mesin jahit elektrik juga dianggap dapat menyebabkan munculnya kontraksi pada ibu hamil .
Kondisi ini memang tidak memengaruhi semua ibu hamil. Namun, pada ibu hamil yang sensitif, kontraksi dini dapat meningkatkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.
Zikir untuk perlindungan
Selain doa, Bunda juga dapat membaca zikir untuk memohon perlindungan dari Allah. Beberapa zikir seperti Hauqalah, Hasbalah, Basmalah, dan Istighfar dapat membantu menenangkan hati dan pikiran selama kehamilan.
Semoga dengan menerapkan amalan-amalan ini, kehamilan Bunda akan berjalan dengan lancar, bayi lahir dalam keadaan sehat, dan menjadi anak yang saleh atau salehah.
Tetaplah memanjatkan doa dan berserah diri kepada Allah dalam setiap langkah perjalanan kehamilan ini. Semoga Allah senantiasa melindungi dan memberkahi Bunda serta buah hati yang sedang dikandung. Aamiin.
Demikian penjelasan mengenai amalan ibu hamil agar janin sehat dan sempurna, lancar saat melahirkan, serta Si Kecil nantinya tumbuh menjadi anak yang saleh dan saleha.
Doa untuk Bayi Dalam Kandungan Sesuai Sunah agar Janin Sehat dan Sempurna
5 Janji Allah untuk Ibu Hamil, Setara Haji dan Umrah Serta Bisa Menghapus Dosa
Daftar Amalan Suami ketika Istri Hamil agar Anak Sehat dan Sempurna
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
5 pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam
Berikut 5 pantangan suami saat istri hamil menurut agama Islam:
1. Berbuat syirik
Larangan berbuat syirik bukan hanya pantangan saat istri hamil, tapi juga merupakan pantangan dalam menjalani kehidupan di dunia. Menurut istilah, syirik artisnya menyamakan sesuatu selain Allah SWT dalam rububiyah dan uluhiyah.
Bukan cuma suami, perilaku syirik juga tidak boleh dilakukan oleh Bunda selama hamil ya. Syirik merupakan sebuah dosa besar dan ini hampir sama dengan perbuatan kufur.
2. Larangan menggampangkan masalah
Selama hamil, Ayah harus selalu bersikap positif dalam segala hal. Salah satunya dengan tidak selalu menggampangkan masalah.
Seperti dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al Isro':23, bahwa sebaiknya kita semua tidak berkata dengan perkataan yang bersifat menggampangkan, meremehkan, atau menganggap kecil (uffin), apalagi menggampangkan urusan kehamilan.
3. Menafkahi istri dengan sesuatu yang haram
Menafkahi istri harus dari harta yang didapat dengan cara halal. Menurut Adnan Tharsyah dalam buku 16 Jalan Kebahagiaan Sejati, janganlah menafkahi istri dari harta yang didapat dengan cara haram, seperti hasil curian, riba, korupsi, dan penipuan.
"Menafkahi dengan harta haram artinya berbuat kejahatan pada istri di samping juga menjahati diri sendiri di dunia dan akhirat," tulis Adnan Tharsyah.
4. Meninggalkan ibadah wajib
Menjalankan ibadah wajib selama hamil bisa membuat hati bahagia dan tidak was was. Seorang suami diharuskan menjalankan ibadah wajib kapan pun, termasuk saat istrinya hamil. Ibadah wajib ini adalah salat lima waktu dan salat Jumat.
Selain itu, suami juga dianjurkan untuk menjalankan ibadah lainnya, meski tak bersifat wajib. Beberapa di antaranya adalah puasa sunnah, berzikir, bersedekah, dan membaca doa-doa.
5. Berbuat boros
Berbuat boros selama istri hamil juga harus dihindari oleh suami. Boros dapat berarti menggunakan sesuatu atau harta secara berlebihan dan tidak bermanfaat.
Tags: jahit