"Merajut Taplak Meja Cantik dengan Benang Wol - Panduan Praktis untuk Pemula!"
Alat untuk Merajut
Untuk memulai merajut, terdapat beberapa alat dasar yang perlu disiapkan. Berikut ini adalah beberapa daftar alat yang umum digunakan dalam merajut, seperti:
Jarum Rajut
Pilih jarum rajut yang sesuai dengan proyek merajut. Terdapat berbagai ukuran jarum rajut yang cocok untuk benang dengan ketebalan yang berbeda.
Benang Rajut
Pilih benang rajut dengan warna dan ketebalan yang sesuai dengan proyek yang ingin kamu kerjakan. Pastikan benang rajut tersebut berkualitas baik dan mudah digunakan.
Gunting
Gunting berfungsi untuk memotong benang dan menghapus tambahan benang yang tidak diperlukan.
Gantungan Jumlah
Penggaris
Penggaris membantu kamu dalam mengukur ukuran dan panjang rajutan, terutama jika kamu mengikuti pola atau desain tertentu.
Jarum Pentul atau Peniti
Jarum pentul atau peniti digunakan untuk menyematkan bagian-bagian rajutan yang belum selesai agar tidak terurai selama proses merajut.
Papan Rajut atau Alas Rajut
Papan rajut berfungsi sebagai alas untuk merajut agar benang tidak melompat atau berantakan. Kamu bisa menggunakan papan rajut khusus atau bahkan cukup dengan kain yang tebal dan keras.
Kotak Penyimpanan
Kotak penyimpanan digunakan untuk menyimpan jarum, benang, dan alat merajut lainnya agar tetap terorganisir dan mudah diakses.
Hook atau hakpen
Ilustrasi hakpen (pexels.com/anete-lusina)
Hook atau hakpen adalah alat utama untuk merajut. Umumnya hakpen terbuat dari bahan stainless atau aluminium, sehingga kuat dan tahan lama. Hakpen biasanya mempunyai kait di ujungnya, ini berguna untuk menarik atau mengaitkan benang saat merajut.
Hakpen memiliki variasi ukuran yang berbeda dan ditandai dengan nomor 1 hingga 8. Semakin besar ukuran, maka semakin besar lingkaran pada hakpen. Ada juga merek hakpen yang menyantumkan milimeter pada kode ukuran, misalnya 2 mm ata 2,5 mm. Baik angka atau milimeter, keduanya sama-sama bisa diaplikasikan pada benang rajut.
Ini adalah konversi hakpen dan benang:
- Hakpen 1-2 atau hakpen 2,00 mm - 2,20 mm cocok untuk benang tipis seperti wol.
- Hakpen 3-4 atau hakpen 2,20 mm - 2,50 mm cocok untuk benang katun, nilon, poliester.
- Hakpen 5-6 atau hakpen 3,00 mm - 3,50 mm cocok untuk benang dengan lapisan lebih tebal seperti polythick atau katun yang memiliki 4 ply (lapis).
- Hakpen 7-8 atau hakpen 4,00 mm – mm 5,00 cocok untuk benang tebal seperti t-yarn.
Cara Mudah Membuat Taplak Meja dengan Benang Wol
Kenapa Anda Harus Mencoba Membuat Taplak Meja?
Taplak meja adalah aksesoris yang penting dalam ruangan apapun dimana taplak dapat memberikan sentuhan dekorasi pada meja dan sekaligus melindungi permukaan meja dari debu atau noda. Dengan mencoba membuat taplak meja sendiri, beberapa keuntungan bisa didapatkan diantaranya:
| Keuntungan | Kerugian |
|---|---|
| Dapat menyesuaikan motif sesuai keinginan | Membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit |
| Bisa menggunakan bahan yang murah dan berkualitas | Mengeluarkan biaya lebih untuk membeli alat dan bahan |
| Menjadikan Anda lebih kreatif dan mandiri | Mungkin Anda akan melakukan kesalahan pada tahapan tertentu |
Alat dan Bahan Yang Dibutuhkan
Sebelum memulai membuat taplak meja, beberapa alat dan bahan dibutuhkan sebagai berikut:
- Benang wol sesuai warna yang diinginkan
- Kait wol
- Benang jahit dengan warna yang senada
- Gunting kain
- Meja
- Papan proyek
Cara Membuat Taplak Meja
Berikut cara mudah membuat taplak meja dengan benang wol:
Panduan Video
Berikut adalah tutorial video yang bisa menjadi panduan saat Anda ingin membuat taplak meja dengan benang wol:
Kesimpulan dan Penilaian
Membuat taplak meja sendiri dengan benang wol tidak sulit selama Anda mempersiapkan alat dan bahan yang diperlukan. Meski membutuhkan waktu dan tenaga, namun kelebihannya adalah Anda dapat menyesuaikan motif dan ukuran tanpa harus membeli dari toko yang biasanya lebih mahal. Berdasarkan pengalaman dan penelitian, kami memberikan penilaian sebagai berikut:
| Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|
| Dapat disesuaikan dengan keinginan | Mungkin notabene kurang rapi dan sedikit kasar |
| Dapat menggunakan bahan yang murah | Waktu dan tenaga yang diperlukan cukup banyak |
| Bisa dijadikan sumber dekorasi ruangan | Membutuhkan keahlian khusus dalam membuat bentuk atau pola |
Benang Rajut Semprot Wol
Ini benang pertama yang aku gunakan saat belajar merajut. Masih dengan pengetahuan terbatas akhirnya memilih benang ini. Benang dengan warna yang berbeda dengan lainnya. Warnanya dicampur dengan warna lain. Dari fotonya terlihat sangat menarik.
Benang rajut semprot wol berdiameter 1,5 mm. Merajutnya menggunakan hakpen 3 mm. Terdiri dari 75% katun dan 25% elastene. Sebelumnya kamu sudah tahu kalau katun adalah serat alami. Nah, elastene ini bukan serat alami. Eleastene ini terbuat dari minyak bumi. Artinya benang ini mengandung serat yang tidak ramah lingkungan. Perlu kesadaran lebih untuk tidak menggunakannya berlebihan.
Dulu aku menggunakannya untuk merajut taplak meja. Sebenarnya benang ini cocok untuk barang-barang wearable. Aku tidak tahu soal itu. Tapi taplak meja dari benang ini terlihat bagus. Kamu dapat membelinya dengan harga sekitar Rp22.000.
Masih banyak benang rajut selain 6 benang rajut di atas. Ini hanya 6 rekomendasi benang rajut yang pernah dicoba dan diulas berdasarkan pengalaman sendiri. Daripada bingung memilihnya, kamu bisa menggunakan hasil eksplorasiku sesuai proyek rajutan yang ingin dibuat dan isi kantongmu.
8 Teknik Dasar Merajut yang Harus Pemula Pelajari
Pemula pelajari 8 teknik dasar merajut ini. Dari cara memegang benang rajut dan hakpen hingga teknik lainnya. Berkarya jadi mudah dan ringan. Baca lebih lanjut di sini.
Ingin Mulai Belajar Merajut? Ini Alat dan Bahan Rajut Lengkap untuk Pemula
Lagi nyari hobi baru yang bisa membuat kepala berisik jadi diam tetapi gak membosankan? Merajut jawabannya. Kalau teman-teman mau mulai merajut, dibutuhkan alat dan bahan lengkap yang akan dibahas di sini.
Tags: dari benang merajut