... 5 Langkah Mudah Merajut Taplak Meja Cantik dari Benang Wol | Panduan DIY

"Merajut Taplak Meja Cantik dengan Benang Wol - Panduan Praktis untuk Pemula!"

Rekomendasi 6 Benang Rajut untuk Proyek Rajutanmu

Sebelum adanya internet, di kota kecil ini hanya ada 1 jenis benang rajut. Benang itu adalah benang wol dengan ukuran kecil. Wanita di kotaku mengisi waktu mereka dengan merajut termasuk mamaku sendiri. Waktu masih kecil, aku melihat mama merajut taplak meja dengan benang kecil itu. Mama bisa menyelesaikan 1 taplak meja dalam waktu 3 bulan.

Sekarang tidak perlu waktu selama itu untuk menyelesaikan 1 taplak meja. Pengalamanku merajut selama 3 tahun lebih ini, taplak meja bisa selesai dalam waktu paling lama 1 minggu. Tentunya dengan benang berukuran besar. Karena sekarang banyak jenis benang yang bisa dipilih sesuai proyek rajutan dengan harga terjangkau.

Benang rajut bisa didapatkan dengan mudah melalui marketplace. Kamu bisa berekplorasi sendiri untuk menentukan benang kesukaanmu. Namun butuh modal waktu dan biaya. Belum lagi kemungkinan salah selalu ada. Tidak jarang salah pilih benang. Kamu mau buat tas yang tegak dan kaku tapi beli benang yang lembut. Bisa-bisa tasmu tidak jadi dan benangnya terbuang sia-sia.

Kamu tidak perlu iseng coba-coba. Cukup pilih benang di bawah ini. Ini rekomendasi 6 benang rajut untuk proyek rajutanmu.

Alat untuk Merajut

Untuk memulai merajut, terdapat beberapa alat dasar yang perlu disiapkan. Berikut ini adalah beberapa daftar alat yang umum digunakan dalam merajut, seperti:

Jarum Rajut

Pilih jarum rajut yang sesuai dengan proyek merajut. Terdapat berbagai ukuran jarum rajut yang cocok untuk benang dengan ketebalan yang berbeda.

Benang Rajut

Pilih benang rajut dengan warna dan ketebalan yang sesuai dengan proyek yang ingin kamu kerjakan. Pastikan benang rajut tersebut berkualitas baik dan mudah digunakan.

Gunting

Gunting berfungsi untuk memotong benang dan menghapus tambahan benang yang tidak diperlukan.

Gantungan Jumlah

Penggaris

Penggaris membantu kamu dalam mengukur ukuran dan panjang rajutan, terutama jika kamu mengikuti pola atau desain tertentu.

Jarum Pentul atau Peniti

Jarum pentul atau peniti digunakan untuk menyematkan bagian-bagian rajutan yang belum selesai agar tidak terurai selama proses merajut.

Papan Rajut atau Alas Rajut

Papan rajut berfungsi sebagai alas untuk merajut agar benang tidak melompat atau berantakan. Kamu bisa menggunakan papan rajut khusus atau bahkan cukup dengan kain yang tebal dan keras.

Kotak Penyimpanan

Kotak penyimpanan digunakan untuk menyimpan jarum, benang, dan alat merajut lainnya agar tetap terorganisir dan mudah diakses.

Rapikan bagian tepi taplak

ilustrasi orang menjahit (Pexels.com/ Cotttonbro)

Saat gambar sudah selesai kamu sulam dan hasil gambarnya sudah lengkap, kamu bisa mulai merapikan tepinya. Lipat ke dalam tepian kain dan jahitlah agar tak terurai.

Jika kamu suka, kamu bisa menambahkan hiasan pada tepi taplak. Kamu bisa menggunakan renda-renda cantik, kain tulle atau lainnya. Sesuaikan jenis hiasan tepi taplak yang kamu pilih dengan tema gambar yang kamu buat. Misalnya saja gambarmu bertema shabby, kamu bisa menggunakan renda vintage. Kamu juga bisa menggunakan pita yang dijahit berbentuk ploi sebagai pinggiran taplak meja buatanmu.

Itulah lima cara mudah membuat taplak meja dengan hiasan sulam. Jika kamu menyukai aktivitas DIY dan menyulam, kegiatan ini dapat menjadi salah satu cara untuk relaksasi. Kamu tak perlu melakukannya dengan terburu-buru. Kerjakan saja untuk mengisi waktu luang dan hanya lakukan dengan hati gembira.

Kamu akan merasakan kepuasan yang menyenangkan setiap kali kamu memasang taplak meja cantik buatanmu sendiri. Bagaimana, tertarik mencoba?

Hook atau hakpen

Ilustrasi hakpen (pexels.com/anete-lusina)

Hook atau hakpen adalah alat utama untuk merajut. Umumnya hakpen terbuat dari bahan stainless atau aluminium, sehingga kuat dan tahan lama. Hakpen biasanya mempunyai kait di ujungnya, ini berguna untuk menarik atau mengaitkan benang saat merajut.

Hakpen memiliki variasi ukuran yang berbeda dan ditandai dengan nomor 1 hingga 8. Semakin besar ukuran, maka semakin besar lingkaran pada hakpen. Ada juga merek hakpen yang menyantumkan milimeter pada kode ukuran, misalnya 2 mm ata 2,5 mm. Baik angka atau milimeter, keduanya sama-sama bisa diaplikasikan pada benang rajut.
Ini adalah konversi hakpen dan benang:

  • Hakpen 1-2 atau hakpen 2,00 mm - 2,20 mm cocok untuk benang tipis seperti wol.
  • Hakpen 3-4 atau hakpen 2,20 mm - 2,50 mm cocok untuk benang katun, nilon, poliester.
  • Hakpen 5-6 atau hakpen 3,00 mm - 3,50 mm cocok untuk benang dengan lapisan lebih tebal seperti polythick atau katun yang memiliki 4 ply (lapis).
  • Hakpen 7-8 atau hakpen 4,00 mm – mm 5,00 cocok untuk benang tebal seperti t-yarn.

Teknik-teknik Dasar dalam Merajut

Tak hanya sekedar membuat pola di dalam suatu kain, merajut memiliki teknik dasar yang penting untuk dipahami. Adapun teknik-teknik dasar dalam merajut yaitu:

1. Teknik Rantai Dasar (Chain Stitch)

Chain stitch adalah teknik mendasar dalam merajut. Seperti namanya, teknik ini mengharuskan kamu untuk membuat serangkaian rantai menggunakan jarum dan benang rajut.

Teknik ini biasanya digunakan untuk membentuk dasar untuk rajutan selanjutnya. Tak heran mengapa penguasaan dari teknik rantai sangat penting untuk mempermudah proses merajut.

2. Teknik Rajut Polos (Single Crochet)

Teknik rajut polos, juga dikenal sebagai single crochet, adalah teknik rajutan yang sederhana tetapi sering digunakan dalam berbagai proyek rajutan.

Dengan teknik ini, Anda akan menghasilkan rajutan padat dan kokoh. Teknik rajutan polos juga sering digunakan untuk membuat sisi tas dan bagian penutup (flap) pada tas rajut.

3. Teknik Rajutan Ganda (Double Crochet)

Teknik rajutan ganda, atau double crochet, merupakan teknik yang digunakan sebagai cara merajut untuk menghasilkan rajutan lebih tinggi dari teknik rajutan polos.

Rajutan ganda umumnya lebih longgar daripada rajutan polos dan digunakan untuk menciptakan tekstur yang berbeda pada tas rajutan.

Teknik rajutan ganda cocok untuk membuat pola rajutan yang lebih terbuka dan lapang.

Teknik penambahan dan pengurangan sangat penting untuk membentuk bentuk tas yang diinginkan. Hal itu dikarenakan, teknik penambahan ini digunakan untuk menambah jumlah rajutan dalam satu baris, sedangkan teknik pengurangan digunakan untuk mengurangi jumlah rajutan.

Dengan menguasai teknik ini, kamu bisa menciptakan bentuk tas yang berbeda, seperti tas kerucut atau tas berbentuk lingkaran.


Tags: dari benang merajut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia