Pilihan Mesin Jahit Terbaik untuk Meningkatkan Usaha Konveksi Anda
Perbedaan Bisnis Konveksi dan Garmen
Jangan samakan bisnis konveksi dengan garmen, ya. Biarpun sama-sama menghasilkan produk pakaian, dua bisnis tersebut punya perbedaan yang besar. Semuanya terlihat jelas dari jumlah pekerja hingga tingkat kesulitan produk yang dibuat
Bisnis garmen biasanya hanya membuat tidak lebih dari satu jenis pakaian dalam sekali pengerjaan. Karena itu, bisnis penjahit rumahan biasanya hanya memiliki pekerja yang sedikit. Namun, kamu bisa mengharapkan sebuah pakaian yang rumit, seperti gaun pengantin. Bukan hanya itu, produk yang dihasilkan pun akan benar-benar eksklusif.
Di sisi lain, bisnis konveksi bermain dalam sisi kuantitas. Karena pekerja banyak, jumlah produk yang bisa dihasilkan juga bisa mencapai ribuan. Namun, barang jadinya harus sama persis dan tidak bisa ada kostumisasi di dalamnya.
Kekurangan Bisnis Konveksi
Di balik keuntungan besar yang menanti, bisnis konveksi juga memiliki banyak kekurangan. Ketahui kekurangan yang bisa muncul saat kamu menjalani bisnis ini:
1. Modal yang besar
Untuk sebagian orang, modal membangun usaha konveksi bisa menjadi beban yang sulit diangkat. Kamu perlu menyiapkan banyak hal. Pertama adalah tempat untuk dijadikan lokasi para pekerja sekaligus menyimpan bahan.
Selain itu, kamu pun perlu mempekerjakan banyak penjahit supaya bisa menerima pesanan besar. Kendala lain dari usaha konveksi adalah mahalnya harga produksi seperti bahan pakaian, mesin jahit, dan alat lainnya. Dalam beberapa pesanan, kamu pun perlu menyediakan uang lagi untuk membeli bahan.
Saat orderan sedang sepi, maka keuntungan yang didapat juga tidak selalu sesuai dengan target yang diharapkan. Apalagi, jika kamu mengambil untung yang sedikit, bisa-bisa tidak akan cukup untuk menutup biaya produksi. Karena itu, perhitungkan dengan baik soal keuntungan agar tidak rugi, ya. Hindari juga mengambil untung terlalu banyak agar pelanggan semakin banyak berdatangan.
2. Muncul barang reject
Membuat ratusan bahkan ribuan produk akan membuat quality control turun. Belum lagi waktu pengerjaan yang singkat membuat para pekerja harus menambah waktu kerjanya. Hal ini yang membuat risiko terjadinya kesalahan semakin besar.
Jika sudah begini, kamu akan mendapatkan barang reject hingga return dari pelanggan. Hal ini akan membuat kamu harus mengganti produk tersebut. Sudah barang tentu kamu perlu menambah cost pengerjaan lagi.
Ditambah, jika kamu sudah mendapatkan pelanggan setia, maka kamu harus mampu menjaga kualitas jahitan dengan konsisten. Jangan sampai ada pakaian yang sudah jadi tapi tidak pas atau bahkan kelebihan ukuran. Konsistensi adalah kunci!
3. Perubahan industri yang cepat
Mesin jahit yang bagus untuk usaha konveksi
Pakaian dalam bentuk kemeja maupun PDH (Pakaian Dinas Harian) merupakan kebutuhan sandang yang tak terhindarkan, baik dalam konteks fashion, seragam sekolah, maupun pakaian kerja. Permintaan akan jenis pakaian ini terus meningkat seiring dengan perkembangan gaya hidup dan kebutuhan akan identitas visual yang kuat, baik dalam lingkungan profesional maupun sosial. Hal ini menjadi peluang yang menjanjikan bagi para pengusaha konveksi yang ingin memanfaatkan pasar yang terus berkembang. Namun, untuk memulai usaha konveksi yang sukses dalam memproduksi kemeja seragam atau kemeja PDH, dibutuhkan pemahaman yang baik mengenai mesin-mesin jahit yang diperlukan. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan 10 mesin jahit yang esensial untuk memulai usaha konveksi produksi kemeja seragam dan kemeja PDH.
- Mesin Jahit Lockstitch (Jarum Tunggal)
Tags: jahit mesin yang untuk usaha konveksi