Menyulam Tradisi - Memahami Makna Mitos Benang Lawe dalam Kerajinan dan Kreativitas DIY
Curug Benowo, Air Terjun Lain Di Kawasan CLBK Kalisidi
Curug Benowo berada satu kawasan dengan Curug Lawe, makanya sering disebut CLBK yang merupakan akronim dari Curug Lawe Benowo Kalisidi.
Jalan menuju Curug Lawe dan Curug Benowo hampir sama, meniti jalan setapak di kawasan hutan yang rindang. Curug Benowo maupun Curug Lawe memiliki karakteristik yang berbeda.
Kabupaten Semarang merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah, dimana ibukotanya ialah Ungaran. Kabupaten Semarang memiliki slogan “Bumi Serasi” yang merupakan singkatan dari Sehat, Rapih, Aman, Sejahtera, Indah.
Berikut ulasan lengkap CLBK Ungaran, sebagai referensi awal wisata alam air terjun di Desa Kalisidi untuk dikunjungi akhir pekan ini atau saat liburan nanti. Check this out!
Fasilitas Curug Benowo
- Di area Curug Benowo dan Curug Lawe tidak tersedia fasilitas apa-apa.
- Area parkir yang memadai sudah tersedia.
Dari area parkir menuju Curug Benowo akan menempuh jarak sekitar 2 km lebih, dimana kamu akan menyusuri jalan setapak di sepanjang aliran drainase.
Jalurnya sangat sempit hanya cukup untuk satu orang saja. Selain itu kamu juga harus sangat berhati-hati, karena disebelah kirimu jurang yang cukup dalam.
Untuk melewati jalur ini diperlukan kehati-hatian dan fokus yang tinggi, karena jika salah pijakan pilihanmu hanya dua jatuh ke saluran drainase atau ke jurang.
Trekking yang kamu lalui cukup landay, belum ada tanjakan atau turunan tajam sekitar 1,5 km pertama. Karena jalurnya kecil maka kamu harus bergantian jika berpapasan dengan pengunjung dari arah berlawanan.
Namun begitu pemandangan yang disaksikan sungguh menakjubkan, sepanjang jalan kamu akan mendengarkan aliran air dan suara-suara serangga yang saling bersahutan. Juga disejukkan dengan hembusan angin yang menyejukkan.
Kemudian kamu akan melalui sebuah jembatan yang terbuat dari kayu yang cukup panjang, jembatan tersebut sering dijadikan sebagai spot selfie oleh para pengunjung.
Jembatan kayu tersebut diberi nama “Jembatan Romantis” hal ini dikarenakan banyak sepasang kekasih melewati jembatan ini sambil bergandengan tangan lalu mengabadikan momen mereka.
Jembatan romantis hanya boleh dilalui maksimal 5 orang pengunjung saja, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Di tengah perjalanan yang cukup melelahkan itu, ada sebuah saung atau gazebo sederhana yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat. Kemudian kamu akan menemukan sebuah pintu air, selepas pintu air tersebut jalur trekking tidak lagi landay.
Curug Benowo sekitar 700 meter lagi dari persimpangan jalan tersebut, jalan trekking yang lebih menantang dan cukup sepi dari sebelumnya.
Tags: benang lawe mitos