... Menyingkap Mitos Benang Lawe: Panduan Lengkap untuk Pengrajin dan DIY

Menyulam Tradisi - Memahami Makna Mitos Benang Lawe dalam Kerajinan dan Kreativitas DIY

Fasilitas Di Curug Lawe

Fasilitas yang ada di Curug Lawe belum terlalu lengkap, di sekitar air terjun hanya ada sebuah kamar mandi sederhana.

1. Air Terjun Bagaikan Tirai

Daya tarik yang pertama tentu saja keberadaan Curug Lawe. Sebuah air terjun yang berdiri gagah di dinding batu. Air yang turun bukan dari satu air terjun saja.

Air yang turun tidak deras, lebih mirip dengan benang-benang putih. Kondisi air tersebut sekaligus menjadi versi lain sejarah penamaan Curug Lawe. Karena di dalam bahasa jawa, kata Lawe bermakna benang.

Curug Lawe mempunyai tinggi sekitar 30 meter. Airnya bersih, dingin, namun tidak memiliki kolam utama yang besar.

2. Pesona Alam Sekitar

Daya tarik selanjutnya dari Curug Lawe adalah pesona alam sekitarnya. Alam di sekelilingnya didominasi oleh view tebing batu, serta rindangnya pepohonan.

Sebetulnya untuk lokasi selfie dengan latar alam yang elok sudah tersaji dari sejak trekking menuju lokasi utama Curug Lawe.

3. Trekking Menuju Curug Lawe

Perjalanannya lumayan jauh, namun mengasyikkan. Trekking awal akan melalui jalan datar, yang sudah berbentuk coran, membentang di antara perkebunan cengkeh.

Di tengah perjalanan, terdapat papan penunjuk arah menuju Curug Lawe, dan Curug Benowo. Untuk menuju Curug Lawe, para pengunjung harus mengambil jalur ke sebelah kanan.

Estimasi waktu trekkingnya memakan waktu hampir 2 jam. Setiap pengunjung akan memakan waktu yang berbeda-beda.

Artikel lainnya
  • 6 Tempat Wisata Ungaran, Panorama Curug Hingga Gunung
  • Curug Benowo, Air Terjun Lain Di Kawasan CLBK Kalisidi
  • Curug Klenting Kuning, Air Terjun Berkhasiat Di Semarang
  • Curug Palebur Gongso, Air Terjun Perawan Di Perbatasan
  • Gunung Ungaran, Jalur Pendakian Via Mawar Camp
  • Curug Gending Asmoro, Kondisi Terkini Wisata Air Terjun Di Ungaran

Mitos Curug Lawe

Mitos ini bermuara dari kisah cinta segitiga yang terjadi antara Dewi Banowati, Pangeran Indrakila, dan Rangga Lawe. Kisah ini juga yang menjadi asal-usul Curug Lawe dan Curug Benowo.

Kisahnya mulai saat Pangeran Indrakila yang berwujud sebagai manusia kera meminang Dewi Banowati. Wujud kera tersebut karena sang pangeran durhaka kepada kedua orang tuanya.

Pernikahan mereka berlangsung cukup lama, tetapi mereka belum mendapatkan momongan anak. Hal ini membuat keduanya sedih dan mereka juga berusaha mencari jalan keluarnya.

Sang pangeran terus berusaha dengan bertanya dan meminta petunjuk dari para tabib sakti yang ia bisa temui. Oleh salah satu tabib, ia mendapat petunjuk untuk pergi ke tempat yang cukup jauh agar bisa menemukan obat masalah tersebut.

Kepergian dan pengkhianatan

Dewi Banowati juga merasa kesepian tanpa suaminya selama bertahun-tahun. Lalu di tengah perasaan galau tersebut, datang Ranggalawe yang menyukainya dan akhirnya mereka menikah.

Saat sudah menjalani kehidupan pernikahan dengan suami yang baru, tiba-tiba seorang manusia kera datang ke Dewi Banowati sambil memberikan obat.

Manusia kera itu tidak lain adalah Pangeran Indrakila. Ia yang mengetahui bahwa istrinya menikah lagi dengan pria lain menjadi sangat murka.

Perasaan dan pengorbanannya dikhianati karena sang Dewi melanggar janji setia pernikahan. Dari kemurkaan ini, sang pangeran mengutuk Dewi Banowati dan Rangga Lawe menjadi sebuah batu.

Sang Dewi dan Rangga terus menangis karena kutukan yang harus mereka terima. Konon, inilah yang menjadi asal-usul Curug Lawe.

Dewi Banowati berubah menjadi Curug Benowo, sedangkan Ranggalawe berubah menjadi Curug Lawe. Karena keduanya berhubungan, mereka sering disebut menjadi Curug CLBK (Curug Lawe Benowo Kalisidi).

BACA JUGA: 5 Tempat Wisata di Cilacap Selain Pantai, Ada Mitos Curug Bagi Pasangan Agar Berjodoh
Apabila kamu ingin mengunjungi curug ini, lokasinya berada di sebelah barat lereng Gunung Ungaran di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Semarang. Buka setia hari dari jam 07.00- 14.00 WIB dengan biaya tarif Rp 10.000/orang.***

Penutup

Itulah info lengkap tentang Air Terjun Benang Stokel. Semoga pesona keindahannya mampu tetap terjaga secara baik.

Karena tantangan terbesar adalah sampah dan terganggunya ekosistem yang ada di kawasan tersebut. oleh karena itu diperlukan juga kedewasaan dari para pengunjung.

Tetap aman, dan selamat berlibur !

Artikel lainnya
  • Air Terjun Benang Kelambu, Pendamping Setia Air Terjun Benang Stokel
  • 7 Tempat Wisata di Lombok, Sekeping Keindahan Surgawi di Nusantara
  • Air Terjun Mangku Sakti, Keindahan Wisata Lombok Yang Sering Luput Dari Mata Wisatawan
  • Air Terjun Jeruk Manis, Wisata Alam Jerman Di Lereng Gunung Rinjani
  • Pulau Moyo, Saat Semua Mata Dunia Terpesona
  • Air Terjun Tiu Teja, Air Terjun Kembar di Lombok

Tags: benang lawe mitos

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia