Menyulam Tradisi - Memahami Makna Mitos Benang Lawe dalam Kerajinan dan Kreativitas DIY
Fasilitas Curug Benowo
- Di area Curug Benowo dan Curug Lawe tidak tersedia fasilitas apa-apa.
- Area parkir yang memadai sudah tersedia.
Dari area parkir menuju Curug Benowo akan menempuh jarak sekitar 2 km lebih, dimana kamu akan menyusuri jalan setapak di sepanjang aliran drainase.
Jalurnya sangat sempit hanya cukup untuk satu orang saja. Selain itu kamu juga harus sangat berhati-hati, karena disebelah kirimu jurang yang cukup dalam.
Untuk melewati jalur ini diperlukan kehati-hatian dan fokus yang tinggi, karena jika salah pijakan pilihanmu hanya dua jatuh ke saluran drainase atau ke jurang.
Trekking yang kamu lalui cukup landay, belum ada tanjakan atau turunan tajam sekitar 1,5 km pertama. Karena jalurnya kecil maka kamu harus bergantian jika berpapasan dengan pengunjung dari arah berlawanan.
Namun begitu pemandangan yang disaksikan sungguh menakjubkan, sepanjang jalan kamu akan mendengarkan aliran air dan suara-suara serangga yang saling bersahutan. Juga disejukkan dengan hembusan angin yang menyejukkan.
Kemudian kamu akan melalui sebuah jembatan yang terbuat dari kayu yang cukup panjang, jembatan tersebut sering dijadikan sebagai spot selfie oleh para pengunjung.
Jembatan kayu tersebut diberi nama “Jembatan Romantis” hal ini dikarenakan banyak sepasang kekasih melewati jembatan ini sambil bergandengan tangan lalu mengabadikan momen mereka.
Jembatan romantis hanya boleh dilalui maksimal 5 orang pengunjung saja, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Di tengah perjalanan yang cukup melelahkan itu, ada sebuah saung atau gazebo sederhana yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat. Kemudian kamu akan menemukan sebuah pintu air, selepas pintu air tersebut jalur trekking tidak lagi landay.
Curug Benowo sekitar 700 meter lagi dari persimpangan jalan tersebut, jalan trekking yang lebih menantang dan cukup sepi dari sebelumnya.
Mitos Curug Lawe
Mitos ini bermuara dari kisah cinta segitiga yang terjadi antara Dewi Banowati, Pangeran Indrakila, dan Rangga Lawe. Kisah ini juga yang menjadi asal-usul Curug Lawe dan Curug Benowo.
Kisahnya mulai saat Pangeran Indrakila yang berwujud sebagai manusia kera meminang Dewi Banowati. Wujud kera tersebut karena sang pangeran durhaka kepada kedua orang tuanya.
Pernikahan mereka berlangsung cukup lama, tetapi mereka belum mendapatkan momongan anak. Hal ini membuat keduanya sedih dan mereka juga berusaha mencari jalan keluarnya.
Sang pangeran terus berusaha dengan bertanya dan meminta petunjuk dari para tabib sakti yang ia bisa temui. Oleh salah satu tabib, ia mendapat petunjuk untuk pergi ke tempat yang cukup jauh agar bisa menemukan obat masalah tersebut.
Kepergian dan pengkhianatan
Dewi Banowati juga merasa kesepian tanpa suaminya selama bertahun-tahun. Lalu di tengah perasaan galau tersebut, datang Ranggalawe yang menyukainya dan akhirnya mereka menikah.
Saat sudah menjalani kehidupan pernikahan dengan suami yang baru, tiba-tiba seorang manusia kera datang ke Dewi Banowati sambil memberikan obat.
Manusia kera itu tidak lain adalah Pangeran Indrakila. Ia yang mengetahui bahwa istrinya menikah lagi dengan pria lain menjadi sangat murka.
Perasaan dan pengorbanannya dikhianati karena sang Dewi melanggar janji setia pernikahan. Dari kemurkaan ini, sang pangeran mengutuk Dewi Banowati dan Rangga Lawe menjadi sebuah batu.
Sang Dewi dan Rangga terus menangis karena kutukan yang harus mereka terima. Konon, inilah yang menjadi asal-usul Curug Lawe.
Dewi Banowati berubah menjadi Curug Benowo, sedangkan Ranggalawe berubah menjadi Curug Lawe. Karena keduanya berhubungan, mereka sering disebut menjadi Curug CLBK (Curug Lawe Benowo Kalisidi).
BACA JUGA: 5 Tempat Wisata di Cilacap Selain Pantai, Ada Mitos Curug Bagi Pasangan Agar Berjodoh
Apabila kamu ingin mengunjungi curug ini, lokasinya berada di sebelah barat lereng Gunung Ungaran di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Semarang. Buka setia hari dari jam 07.00- 14.00 WIB dengan biaya tarif Rp 10.000/orang.***
Kisah Cinta Segitiga Berujung Tragis, Ini Mitos Curug Lawe
RADAR TEGAL – Siapa sangka Semarang yang terkenal dengan suhu panasnya mempunyai salah satu wisata air yang indah dan cantik. Namanya adalah Curug Lawe yang bisa menjadi pilihan destinasi liburan.
Suasana di curug ini nyaman, tenang, sejuk, dan yang paling memudahkan adalah jalur trekkingnya yang tidak terjal sehingga cocok untuk pemula dan liburan bersama keluarga.
Selain itu, apabila pengunjung ke curug ini maka bisa mengunjungi curug indah lainnya, bernama Curug Benowo yang juga berhubungan dengan Curug Lawe.
Pesona keindahannya membuat pengunjung ingin berlama-lama bermain air atau sambil menenangkan pikiran. Pergi ke curug ini juga memberikan ketenangan tersendiri yang membuat hati lebih terasa damai.
Dibalik keindahannya itu ternyata Curug Lawe menyimpan kisah legenda tentang percintaan segitiga yang berujung tragis.
Fasilitas Di Curug Lawe
Fasilitas yang ada di Curug Lawe belum terlalu lengkap, di sekitar air terjun hanya ada sebuah kamar mandi sederhana.
1. Air Terjun Bagaikan Tirai
Daya tarik yang pertama tentu saja keberadaan Curug Lawe. Sebuah air terjun yang berdiri gagah di dinding batu. Air yang turun bukan dari satu air terjun saja.
Air yang turun tidak deras, lebih mirip dengan benang-benang putih. Kondisi air tersebut sekaligus menjadi versi lain sejarah penamaan Curug Lawe. Karena di dalam bahasa jawa, kata Lawe bermakna benang.
Curug Lawe mempunyai tinggi sekitar 30 meter. Airnya bersih, dingin, namun tidak memiliki kolam utama yang besar.
2. Pesona Alam Sekitar
Daya tarik selanjutnya dari Curug Lawe adalah pesona alam sekitarnya. Alam di sekelilingnya didominasi oleh view tebing batu, serta rindangnya pepohonan.
Sebetulnya untuk lokasi selfie dengan latar alam yang elok sudah tersaji dari sejak trekking menuju lokasi utama Curug Lawe.
3. Trekking Menuju Curug Lawe
Perjalanannya lumayan jauh, namun mengasyikkan. Trekking awal akan melalui jalan datar, yang sudah berbentuk coran, membentang di antara perkebunan cengkeh.
Di tengah perjalanan, terdapat papan penunjuk arah menuju Curug Lawe, dan Curug Benowo. Untuk menuju Curug Lawe, para pengunjung harus mengambil jalur ke sebelah kanan.
Estimasi waktu trekkingnya memakan waktu hampir 2 jam. Setiap pengunjung akan memakan waktu yang berbeda-beda.
Artikel lainnya
- 6 Tempat Wisata Ungaran, Panorama Curug Hingga Gunung
- Curug Benowo, Air Terjun Lain Di Kawasan CLBK Kalisidi
- Curug Klenting Kuning, Air Terjun Berkhasiat Di Semarang
- Curug Palebur Gongso, Air Terjun Perawan Di Perbatasan
- Gunung Ungaran, Jalur Pendakian Via Mawar Camp
- Curug Gending Asmoro, Kondisi Terkini Wisata Air Terjun Di Ungaran
Tags: benang lawe mitos