... Menyingkap Mitos Benang Lawe: Panduan Lengkap untuk Pengrajin dan DIY

Menyulam Tradisi - Memahami Makna Mitos Benang Lawe dalam Kerajinan dan Kreativitas DIY

Trekking Air Terjun Benang Stokel

Lokasi wisata Air Terjun Benang Stokel merupakan lokasi wisata yang cocok bagi keluarga, karena selain jalurnya yang aman, area wisata Air Terjun Benang Stokel mampu menjadi destinasi wisata edukasi.

Wajar saja jika banyak turis asing yang datang ke lokasi Air Terjun Benang Stokel, karena dari gapura utama Rinjani Geopark sudah disuguhkan dengan view alam yang beitu indah.

Selain itu, penataan fasilitasnya juga sudah cukup lengkap. Area parkirannya cukup luas, serta banyak juga warung yang menjajakan makanan dan minuman.

Trekking menuju lokasi utama Air Terjun Benang Stokel diawali dengan memasuki sebuah gapura Wisata Alam Air Terjun Benang Stokel Dan Benang Kelambu.

Jalur trekkingnya lebar, sehingga para pengunjung dapat leluasa berjalan. Tidak terlalu menanjak ataupun tidak curam. Dan jalurnya sudah berlapiskan plesteran tembok.

Selanjutnya, perjalanan traveler akan dipenuhi view pohon yang menambah keteduhan perjalanan. Jalur trekking juga cocok sebagai spot selfie yang instagramable.

Yang luar biasa, ketika di perjalanan para pengunjung akan bertemu dengan hewan penghuni kawasan tersebut, yaitu monyet.

Sebagai sebuah catatan, monyet tersebut memang nampak lucu. Namun jika anda mengganggunya, maka monyet tersebut bisa menyerang anda. Amankan juga barang-barang anda, terkadang monyet tersebut bertingkah jahil.

Tanda lokasi utama Air Terjun Benang Stokel sudah dekat ketika perjalanan anda mulai menuruni anak tangga. Dari lokasi tersebut sebetulnya Air Terjun Benang Stokel sudah bisa terlihat, namun viewnya belum utuh.

Dan akhirnya anda akan sampai di tujuan utama yaitu Air Terjun Benang Stokel. Terdapat 2 air terjun yang berdampingan, itulah ciri Air Terjun Benang Stokel.

Jika suhu badan anda masih berkeringat, baiknya istirahat dulu di gazebo terdekat.

Pesona Curug Benowo

Curug Benowo konon katanya merupakan sebuah tempat patilasan atau tempat singgah seorang pangeran dari Kerajaan Pajang yang bernama Pangeran Benowo.

Karena seringnya sang Pangeran mengunjungi curug ini, kemudian warga setempat menyebutnya denga nama Curug Benowo.

Curug Benowo masih sangat asri berada ditengah hutan, dihiasi oleh pepohonan yang lebat kemudia aliran airnya berada diantara tebing yang sangat tinggi.

Curug Benowo memiliki tinggi sekitar 70 meter, air yang dialirkan mengalir cukup deras dan bersih. Kolam di sekitar Curug Benowo tidak terlalu besar, kamu dapat duduk disebuah batu kecil yang berada ditengah kolam.

Curug Benowo dan Curug Lawe ini tidak direkomendasikan untuk dijadikan wisata keluarga ya, mengingat medan yang harus ditempuh sangat berat.

Fasilitas Curug Benowo

  • Di area Curug Benowo dan Curug Lawe tidak tersedia fasilitas apa-apa.
  • Area parkir yang memadai sudah tersedia.

Dari area parkir menuju Curug Benowo akan menempuh jarak sekitar 2 km lebih, dimana kamu akan menyusuri jalan setapak di sepanjang aliran drainase.

Jalurnya sangat sempit hanya cukup untuk satu orang saja. Selain itu kamu juga harus sangat berhati-hati, karena disebelah kirimu jurang yang cukup dalam.

Untuk melewati jalur ini diperlukan kehati-hatian dan fokus yang tinggi, karena jika salah pijakan pilihanmu hanya dua jatuh ke saluran drainase atau ke jurang.

Trekking yang kamu lalui cukup landay, belum ada tanjakan atau turunan tajam sekitar 1,5 km pertama. Karena jalurnya kecil maka kamu harus bergantian jika berpapasan dengan pengunjung dari arah berlawanan.

Namun begitu pemandangan yang disaksikan sungguh menakjubkan, sepanjang jalan kamu akan mendengarkan aliran air dan suara-suara serangga yang saling bersahutan. Juga disejukkan dengan hembusan angin yang menyejukkan.

Kemudian kamu akan melalui sebuah jembatan yang terbuat dari kayu yang cukup panjang, jembatan tersebut sering dijadikan sebagai spot selfie oleh para pengunjung.

Jembatan kayu tersebut diberi nama “Jembatan Romantis” hal ini dikarenakan banyak sepasang kekasih melewati jembatan ini sambil bergandengan tangan lalu mengabadikan momen mereka.

Jembatan romantis hanya boleh dilalui maksimal 5 orang pengunjung saja, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Di tengah perjalanan yang cukup melelahkan itu, ada sebuah saung atau gazebo sederhana yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat. Kemudian kamu akan menemukan sebuah pintu air, selepas pintu air tersebut jalur trekking tidak lagi landay.

Curug Benowo sekitar 700 meter lagi dari persimpangan jalan tersebut, jalan trekking yang lebih menantang dan cukup sepi dari sebelumnya.


Tags: benang lawe mitos

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia