... Menyingkap Mitos Benang Lawe: Panduan Lengkap untuk Pengrajin dan DIY

Menyulam Tradisi - Memahami Makna Mitos Benang Lawe dalam Kerajinan dan Kreativitas DIY

Curug Benowo, Air Terjun Lain Di Kawasan CLBK Kalisidi

Curug Benowo berada satu kawasan dengan Curug Lawe, makanya sering disebut CLBK yang merupakan akronim dari Curug Lawe Benowo Kalisidi.

Jalan menuju Curug Lawe dan Curug Benowo hampir sama, meniti jalan setapak di kawasan hutan yang rindang. Curug Benowo maupun Curug Lawe memiliki karakteristik yang berbeda.

Kabupaten Semarang merupakan bagian dari Provinsi Jawa Tengah, dimana ibukotanya ialah Ungaran. Kabupaten Semarang memiliki slogan “Bumi Serasi” yang merupakan singkatan dari Sehat, Rapih, Aman, Sejahtera, Indah.

Berikut ulasan lengkap CLBK Ungaran, sebagai referensi awal wisata alam air terjun di Desa Kalisidi untuk dikunjungi akhir pekan ini atau saat liburan nanti. Check this out!

Mitos Curug Lawe

Mitos ini bermuara dari kisah cinta segitiga yang terjadi antara Dewi Banowati, Pangeran Indrakila, dan Rangga Lawe. Kisah ini juga yang menjadi asal-usul Curug Lawe dan Curug Benowo.

Kisahnya mulai saat Pangeran Indrakila yang berwujud sebagai manusia kera meminang Dewi Banowati. Wujud kera tersebut karena sang pangeran durhaka kepada kedua orang tuanya.

Pernikahan mereka berlangsung cukup lama, tetapi mereka belum mendapatkan momongan anak. Hal ini membuat keduanya sedih dan mereka juga berusaha mencari jalan keluarnya.

Sang pangeran terus berusaha dengan bertanya dan meminta petunjuk dari para tabib sakti yang ia bisa temui. Oleh salah satu tabib, ia mendapat petunjuk untuk pergi ke tempat yang cukup jauh agar bisa menemukan obat masalah tersebut.

Kepergian dan pengkhianatan

Dewi Banowati juga merasa kesepian tanpa suaminya selama bertahun-tahun. Lalu di tengah perasaan galau tersebut, datang Ranggalawe yang menyukainya dan akhirnya mereka menikah.

Saat sudah menjalani kehidupan pernikahan dengan suami yang baru, tiba-tiba seorang manusia kera datang ke Dewi Banowati sambil memberikan obat.

Manusia kera itu tidak lain adalah Pangeran Indrakila. Ia yang mengetahui bahwa istrinya menikah lagi dengan pria lain menjadi sangat murka.

Perasaan dan pengorbanannya dikhianati karena sang Dewi melanggar janji setia pernikahan. Dari kemurkaan ini, sang pangeran mengutuk Dewi Banowati dan Rangga Lawe menjadi sebuah batu.

Sang Dewi dan Rangga terus menangis karena kutukan yang harus mereka terima. Konon, inilah yang menjadi asal-usul Curug Lawe.

Dewi Banowati berubah menjadi Curug Benowo, sedangkan Ranggalawe berubah menjadi Curug Lawe. Karena keduanya berhubungan, mereka sering disebut menjadi Curug CLBK (Curug Lawe Benowo Kalisidi).

BACA JUGA: 5 Tempat Wisata di Cilacap Selain Pantai, Ada Mitos Curug Bagi Pasangan Agar Berjodoh
Apabila kamu ingin mengunjungi curug ini, lokasinya berada di sebelah barat lereng Gunung Ungaran di Desa Kalisidi, Gunung Pati, Semarang. Buka setia hari dari jam 07.00- 14.00 WIB dengan biaya tarif Rp 10.000/orang.***

Daya tarik yang memikat

Keberadaan curugnya sendiri sudah menjadi daya pikat bagi para pengunjung. Air yang keluar lewat celah-celah batu di ketinggian secara bersamaan, menampilkan kesan keindahan alami.

Jernihnya air juga tidak sederas curug pada umumnya, tetapi Curug Lawe memiliki air yang sangat jernih dan menyegarkan. Hal ini juga menguntungkan sehingga lebih aman bagi para pengunjung yang ingin mandi.

Ketinggiannya sekitar 30 meter dan airnya tampak seperti benang-benang putih yang halus dan berkilau. Air curug ini bersih dan dingin.

Pemandangan di sekitarnya seakan mendukung curug ini menjadi semakin mempesona. Alam di sekelilingnya merupakan tebing batu dan rindang pepohonan yang membuat setiap orang betah berlama-lama di sini.

Suasana curug ini juga sangat estetis sehingga wajib untuk mengabadikan momen saat berkunjung ke sini karena sangat instagramable.


Tags: benang lawe mitos

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia