... Menjahit DIY: Mengenal Nama Latin Benang Sari dan Fungsinya

Pengetahuan Dasar tentang Nama Latin Benang Sari dalam Kerajinan Sulam dan DIY

Pohon Jambu Air

Berbicara tentang pohon jambu air pasti sudah tidak asing lagi.

Tanaman buah ini banyak ditemukan di berbagai wilayah yang ada di Indonesia.

Buah yang berasal dari Asia Tenggara ini termasuk ke dalam tumbuhan dalam suku jambu-jambuan.

Jenis buah yang satu ini terkenal memiliki rasa yang khas dengan perpaduan rasa manis masam serta segar ketika dimakan.

Biasanya buah ini disajikan di atas meja untuk dimakan langsung. Namun buah ini juga dapat dimanfaatkan untuk tambahan yang diolah menjadi rujak atau pun asinan.

Pohon ini memiliki jenis yang bermacam-macam, selain itu sebutan buah jambu air ini berbeda-beda di setiap daerah.

Kayu dari pohon buah ini memiliki tekstur yang keras dan memiliki warna kemerahan sehingga cocok sekali jika dijadikan untuk bahan bangunan asalkan tidak terkena dengan tanah.

Biasanya ukurannya kecil dan dapat juga digunakan sebagai kayu bakar. Ada berbagai jenis buah jambu air yang sering ditemui di pasaran.

Contohnya seperti jambu air cengkih, jambu air madu, jambu air king citra, jambu air kampret, jambu air king rose, jambu air kancing, dll.

Ciri-Ciri Pohon Jambu Air

Buah yang dapat dimakan langsung atau dapat diolah menjadi rujak dan asinan ini sudah banyak di temukan diberbagai daerah di Indonesia.

Meskipun sudah mengetahui pohon buah ini tidak ada salah nya jika anda mengetahui ciri-cirinya bukan?

Nah berikut kami berikan beberapa ciri-ciri dari pohon jambu air yang terdiri dari organ-organ tanaman seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.

  • Tanaman jambu air memiliki akar tunggang atau yang biasa disebut dengan akar radix primary
  • Memiliki batang berkayu dengan struktur keras dan kuat, kasar, berwarna kecoklatan dan terdapat bercak coklat
  • Tinggi batang berkisar antara 3-10 meter bahkan bisa lebih
  • Jenis daun tunggal dengan tulang daun menyirip dan berwarna hijau. Panjang daun berkisar antara 15-20 cm dan lebar antara 4-6 cm
  • Ujung daun berbentuk tumpul dengan pangkal bulat dan permukaan daun sebagian besar mengkilap
  • Bunga jambu air ini termasuk bunga majemuk dengan bentuk seperti karang dan berada di ketiak daun. Bentuk bunganya berbentuk corong dengan warna hijau kekuningan.
  • Ukuran benang sarinya kurang lebih 3,5 cm berwarna putih dan terdapat lebih dari 20 benang sari. Putiknya berukuran sekitar 5 cm dan berwarna hijau pucat.
  • Buah jambu berbentuk seperti lonceng atau gangsing dengan dengan Panjang sekitar 3-5 cm.
  • Kulit buah berwarna merah dan tipis. Buah jambu air ini termasuk dengan buah sejati tunggal berdaging.
  • Biji buah ini berdiameter sekitar 1,5 cm berwarna putih kecoklatan dengan selaput putih sebagai kulit bijinya.

Benang sari

Struktur bunga selanjutnya adalah benang sari, yang merupakan alat kelamin bunga jantan dalam proses reproduksi. Dalam bahasa latin, benang sari dikenal dengan nama androecium. Benang sari sendiri memiliki bagian-bagian dengan fungsinya masing-masing. Berikut ini fungsi bunga pada bagian benang sari:

  • Anter (kepala sari): bagian benang sari yang berada di ujung tangkai. Fungsi kepala sari adalah untuk menyimpan serbuk sari.
  • Polen (serbuk sari): bagian benang sari di mana alat kelamin bunga berada. Berbeda dengan fungsi kepala sari, serbuk sari bertugas saat proses penyerbukan.
  • Filament (tangkai sari): bagian ini memposisikan kepala sari di atas pucuk. Fungsi benang sari filament adalah untuk membantu proses reproduksi.

Fungsi Bunga Sebagai Perkembangbiakan Generatif

1. Organ Reproduksi Tanaman

Bunga itu sendiri memiliki fungsi untuk memadukan atau menyatukan fusi sperma atau gamet jantan dan ovula atau gamet betina. Dengan hal ini, maka produksi benih akan terlaksana. Adapun susunan atau rangkaian bunga dalam tangkai dinamakan sebagai pembungaan. Organ reproduksi pada bunga dikenal dengan nama benang sari dan putik.

2. Menarik Pollinator

Seperti yang kita ketahui bahwa ada hewan-hewan yang makanan utamanya adalah nektar. Sementara itu, bunga memiliki nektar atau cairan manis. Jika menggunakan simbiosis mutualisme, nektar yang ada pada bunga akan diambil sebagai makanan, saat itu juga penyerbukan pada bunga terjadi.

Pada proses penyerbukan terjadi pemindahan serbuk sari dari kepala bunga jantan ke kepala putik betina. Dengan demikian, pertemuan serbuk sari dan putik akan menghasilkan peluruhan gamet pada tumbuhan.

3. Menghasilkan Nektar atau Sari Bunga

Bunga selalu menghasilkan nektar. Nektar yang ada pada bunga sangat kaya akan gula sehingga nektar disebut dengan cairan manis pada bunga. Cairan manis ini diproduksi pada saat tumbuhan sedang mekar.

Saat bunga sedang mekar, saat itulah hewan-hewan pemakan nektar akan tertarik untuk datang ke bunga tersebut. Semakin banyak hewan yang tertarik, maka proses penyerbukan akan terjadi lebih cepat.

4. Bagian Indah Pada Tumbuhan

Bukan hal yang asing kalau bunga menjadi bagian indah yang ada di tumbuhan. Oleh karena itu, bunga selalu memiliki warna cerah dan berbagai macam bentuk yang menarik. Jika pada tumbuhan tidak ada bunganya, mungkin saja tumbuhan itu akan kurang menarik.

Warna-warna cerah dan bentuk yang bervariasi membuat bunga bisa dijadikan sebagai tanaman hias. Oleh karena itu, hingga saat ini bunga masih digemari oleh banyak orang untuk dijadikan sebagai tanaman hias di pekarangan rumahnya.<


Tags: benang nama

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia