Membuat Karya Seni Indah dengan Teknik Nirmana 3D Benang - Panduan dan Inspirasi DIY
Fungsi dan Manfaat Nirmana
Pentingnya Nirmana berfungsi sebagai acuan dasar yang dapat diterapkan untuk perancangan desain atau karya yang indah, dengan memahami unsur dan alasan yang membuat suatu komposisi tampak bagus dan indah. Yang menjadi soal utama adalah asas atau prinsip seni dan desainnya sendiri, namun prinsip tersebut tentunya harus diterapkan pada elemen-elemen seni dan desain: garis, bentuk, bidang, warna, dsb.
Sebetulnya yang utama dari proses kreatif adalah insting, resapan, selera, sensitifitas terhadap keterhubungan visual alias kreativitas dari desainer atau seniman-nya sendiri. Namun tidak semua orang memiliki pengalaman dan lingkungan yang menunjang dalam tahap pengembangan insting kreativitas tersebut. Nirmana biasanya dikemas dalam praktikum untuk melatih dan mengasah kreativitas mahasiswa.
Praktikum/Tugas Nirmana
Ilmu ini identik dengan praktikum yang biasanya mengharuskan mahasiswa untuk menyusun objek 3d menggunakan asas seni dan desain pada tugas akhir perkuliahaan. Mahasiswa akan diberi tugas untuk membuat rancangan elemen-elemen desain dua dimensi berdasarkan asas nirmana dwimatra, pilih asas atau prinsip nirmana apa saja yang akan kita gunakan. Coba pilih dua hingga tiga asas, kemudian tentukan unsur yang akan digunakan untuk mengaplikasikan asas.
Contoh Tugas Perancangan Nirmana Dwimatra
Unsur yang digunakan: Garis, Bidang dan Value (Gelap Terang)
Asas yang digunakan: Keseimbangan, Kontras, Ritme, Penekanan
Gambar diatas menggunakan asas Keseimbangan Memancar (Radial). Membuat unsur Value yang berbeda jauh dari hitam dan putih sebagai pengaplikasian asas Kontras. Pengulangan berputar masing-masing grup garis yang membentuk bidang persegi sebagai ritma. Lalu bidang persegi putih yang kontras ditempatkan ditengah-tengah frame sebagai penekanan atau emphasis.
Nirmana 3d (Trimatra), Menjelajahi Dimensi Ketiga
nirmana 3d (trimatra) menjelajahi dimensi ketiga
Nirmana 3d adalah suatu pengelompokan elemen dan prinsip-prinsip kebenaran yang dapat menjadi acuan terhadap proses perancangan desain atau karya tiga dimensi. Beberapa prinsip atau asas tersebut diaplikasikan terhadap berbagai elemen/unsur yang tersedia. Elemen titik dideretkan menjadi garis, lalu garis tersebut membentuk suatu bidang, kemudian bidang tersebut diulang secara teratur untuk membentuk patung, arsitektur, atau karya lainnya.
Sesederhana itulah apa yang dimaksud dengan nirmana trimatra secara umum. Sementara itu pengertian, fungsi, studi kasus dan penjelasan lengkap mengenai nirmana dapat dilihat pada tautan dibawah ini.
Cara Mengolah Nirmana
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengolah Nirmana (Rupa Dasar). Antara lain dengan cara menata, mengatur, mengomposisikan, menyusun, menciptakan variasi, atau merancang unsur rupa tersebut menjadi sesuatu yang menggugah persepsi pengamat. Beberapa prinsip untuk mengolah Nirmana yang umum digunakan antara lain sebagai berikut.
a. Simetri (symmetry).
Simetri adalah dua atau lebih unsur rupa yang sama dan ditempatkan sejajar atau berdekatan serta di antara unsur rupa tersebut memiliki kesamaan atau kemiripan.
b. Irama (rhythm)
Irama adalah kesan bergerak sebuah warna garis atau bentuk, secara berulang atau dinamis, sehingga secara keseluruhan terkesan tidak monoton. Bentuk yang berirama biasa diartikan sebagai bentuk yang dinamis, perwujudannya dapat berupa bentuk yang keras, tiba-tiba lembut, kemudian keras lagi.
c. Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah penempatan unsur-unsur rupa dalam satu bidang baik secara beraturan ataupun acak yang menekankan aspek keseimbangan komposisi unsur rupa di dalamnya (bentuk, warna, dan bidang). Keseimbangan dapat dicapai dengan menyusun unsur rupa yang simetris atau dengan penempatan bentuk yang dinamis.
d. Aksentuasi (accentuation)
Aksentuasi adalah penyajian unsur pembeda pada satu ungkapan rupa agar tidak berkesan membosankan atau monoton. Unsur aksentuasi dapat dibuat dengan bentuk yang berbeda, irama yang berbeda, atau bentuk yang berbeda dari keseluruhan ungkapan.
e. Varian (variant)
Varian adalah penyajian bahasa rupa yang berbeda pada besaran atau warnanya, namun tetap seragam. Varian dapat dikomposisikan berupa perulangan bentuk atau sistem modul.
Dinamika adalah penyajian bahasa rupa dengan berbagai unsur yang bervariasi di dalamnya, baik unsur bidang, bentuk, warna, maupun motifnya. Namun unsur-unsur kontras, keseimbangan, dan kesatuan tetap dipertimbangkan.
Nirmana – Pengertian, Unsur, Asas, Fungsi & Studi Kasus
nirmana-pengertian-asas-unsur-fungsi-dan-studi-kasus
Nirmana adalah tata unsur-unsur rupa seperti garis, bentuk, warna dan tekstur menjadi satu kesatuan yang tampak indah atau memberikan dampak yang diharapkan. Kata “nirmana” berasal dari dua kata yaitu, “nir” yang berarti tanpa atau tidak, dan “mana” yang berarti bentuk, arti, atau makna. Jadi, nirmana adalah sesuatu yang awalnya tidak memiliki bentuk atau makna dan dapat diolah menjadi karya rupa melalui pengolahan unsur-unsur rupa berdasarkan asas atau prinsipnya.
Nirmana juga dapat memiliki arti hasil imajinasi dalam bentuk dua atau tiga dimensi yang mempunyai nilai keindahan atau keunikan tersendiri. Sementara tata cara penyusunan berbagai unsur rupa sendiri adalah prinsip merancangnya, yakni prinsip seni rupa. Dalam Nirmana, berbagai tata cara dan unsur yang akan ditata tersebut dikemas melalu hirarki yang lebih tertarur mendetail, menjadi Nirmana Dwimatra untuk karya rupa 2D dan Nirmana Trimatra untuk karya rupa 3D.
Teori ini biasanya dihadirkan dalam pembelajaran yang berbentuk praktikum, karena desainer atau seniman adalah seorang praktisi. Nirmana bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa untuk menyusun berbagai unsur seni menjadi kesatuan yang indah atau sesuai dengan maksud dan tujuan dari penciptaan karya. Namun demikian, teori ini juga dapat digunakan untuk melakukan analisis ilmiah untuk keperluan penelitian ilmiah atau kritik seni.
Tags: benang