"Nyeri Perut Setelah Operasi Caesar - Penyebab dan Penanganannya"
Penyebab Nyeri Bekas Operasi Caesar
Seperti jenis operasi besar lainnya, operasi caesar memiliki risiko yang sama, termasuk nyeri bekas jahitan. Berikut beberapa penyebab nyeri bekas operasi caesar:
1. Infeksi Bakteri
Nyeri bekas operasi caesar dapat mengakibatkan infeksi perut atau rahim terlebih jika ada bakteri berbahaya yang masuk ke dalam luka. Dilansir dari Medical News Today, salah satu penyebab nyeri bekas operasi caesar adalah bakteri Staphylococcus aureus atau bakteri Staph. Bakteri ini menginfeksi sekitar 15-20 persen kasus infeksi luka pasca operasi caesar. Bakteri Staph pada dasarnya tumbuh di kulit dan rambut manusia.
Gejala infeksi biasanya muncul 4-7 hari pasca operasi seperti demam, rasa nyeri di perut yang lebih dari biasanya, dan munculnya keputihan yang berbau tidak sedap. Tanda-tanda infeksi lainnya adalah adanya kemerahan di sekitar jahitan, keluar cairan dari luka, dan timbul pembengkakan yang tidak normal pada bekas sayatan.
2. Abses
Luka abses adalah luka berisi kulit mati dan nanah yang berkembang di bawah permukaan jaringan kulit. Luka ini adalah hasil dari infeksi bakteri streptokokus. Infeksi di tepi sayatan bedah ini dapat menyebabkan nyeri bekas operasi caesar, kemerahan, hingga pembengkakan. Beberapa abses yang sudah parah juga dapat mengeluarkan nanah dari rongga jaringan.
Abses pada kasus pasca operasi caesar dapat terbentuk pada sayatan perut atau rahim, jaringan parut, ovarium, dan jaringan dekat area infeksi yang muncul pasca prosedur caesar.
Beberapa bakteri yang menyebabkan luka abses juga dapat menyebabkan endometritis, atau iritasi pada lapisan rahim. Gejala endometritis ditandai dengan rasa nyeri pada perut, pendarahan yang tidak normal, pembengkakan, dan demam.
Aktivitas fisik berlebihan
Freepik/Asierrelampagoestudio
Selain karena infeksi bakteri dan jamur, rasa nyeri di bekas operasi caesar juga bisa disebabkan karena hal-hal lain seperti aktivitas fisik berlebihan.
Hindari dulu mengangkat beban terlalu berat, naik turun tangga, serta menggendong bayi terlalu lama.
Guna membantu mengatasi nyeri pada bekas luka operasi caesar, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan di area tersebut. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Selain itu, jangan lupa makan makanan bergizi.
Yang tak kalah penting, minum obat antibiotik atau pereda nyeri jika memang diberikan dokter untuk mempercepat proses pemulihan. Istirahat cukup juga diperlukan supaya pemulihan bisa lebih cepat dan optimal, Ma.
Itulah lima penyebab rasa nyeri pada bekas luka operasi caesar yang harus Mama waspadai. Pastikan Mama selalu berkonsultasi ke dokter bila merasa ada yang tidak normal pada luka bekas operasi caesar.
Baca juga:
Ciri jahitan caesar robek
Pixabay/ElasticComputeFarm
Berikut ini beberapa ciri jahitan caesar robek akibat infeksi, hingga menimbulkan nanah:
- Tubuh mengalami demam.
- Mengalami nyeri perut atau kram.
- Bekas jahitan mulai berwarna kemerahan.
- Bekas jahitan caesar terasa bengkak dan mengeras.
- Muncul nyeri pada beberapa bagian bekas jahitan.
- Keluar nanah dari bekas jahitan.
- Bekas jahitan operasi mengeluarkan darah.
Dokter Ngakan Ketut menambahkan jika ada juga kemungkinan muncul keputihan berbau busuk. Ini terjadi karena adanya infeksi pada organ kewanitaan atau yang disebut dengan endometritis.
Editors' Pick
Bagaimana cara merawat bekas jahitan operasi caesar?
Terdapat beberapa hal yang harus Anda perhatikan selama merawat bekas luka operasi caesar untuk mempercepat penyembuhannya. Berikut adalah beberapa di antaranya.
1. Istirahat yang cukup
Namun, sebisa mungkin usahakan mencukupi waktu tidur untuk mempercepat serta mencegah infeksi pada bekas jahitan caesar. Solusinya, cobalah tidur saat bayi Anda sedang tidur.
2. Hindari aktivitas berat terlebih dahulu
Melakukan aktivitas berat bisa memperburuk kondisi luka bekas jahitan operasi caesar. Hindari mengangkat beban atau melakukan pekerjaan berat sampai luka SC benar-benar sembuh.
Letakkan segala sesuatu yang dibutuhkan di dekat Anda sehingga Anda jadi lebih mudah untuk menjangkaunya, seperti air minum dan obat-obatan.
3. Banyak minum
Dikutip dari laman American Pregnancy Association , tubuh Anda membutuhkan banyak cairan selama proses penyembuhan bekas jahitan caesar dan menyusui.
Selain mendukung proses pemulihan, minum banyak air juga bisa membantu Anda terhindar dari sembelit pascamelahirkan.
4. Penuhi kebutuhan zat gizi harian
Terpenuhinya asupan gizi akan mendorong pertumbuhan jaringan yang sehat. Hal ini tentunya dapat membantu luka bekas jahitan caesar Anda sembuh lebih cepat.
Untuk membantu penyembuhan luka dalam operasi caesar, penuhi asupan vitamin A, vitamin C, dan zinc , baik dari makanan sehari-hari atau suplemen sesuai anjuran dokter.
5. Bersihkan luka secara teratur
Meskipun luka jahitan caesar tampak sudah kering dan akan sembuh, penting untuk menjaga kebersihannya.
Untuk itu, pastikan Anda selalu membersihkan luka dan mengganti perbannya. Pastikan daerah di sekitar luka jahitan tidak lembap untuk mencegah infeksi bakteri.
Tags: jahit caesar nyeri