Pantangan dan Perawatan Wajah Setelah Melakukan Benang Wajah - Panduan DIY dan Poin Penting
Efek Samping Tanam Benang Hidung
Meski minim risiko, prosedur tanam benang hidung tetap mememiliki efek samping yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukannya.
1. Ketidaknyamanan dan rasa sakit
Salah satu keluhan yang paling umum dan dilaporkan sebagai komplikasi adalah ketidaknyamanan dan rasa sakit. Meskipun minimal invasif, prosedur thread lift tidak sepenuhnya bebas rasa sakit.
2. Memar, bengkak, dan nyeri
3. Hematoma
Dalam kasus yang jarang terjadi, pasien dapat mengalami hematoma ketika praktisi yang melakukan tindakan secara tidak sengaja melukai/merusak dinding pembuluh darah yang menyebabkan darah merembes keluar ke area sekitarnya selama prosedur.
4. Infeksi
Komplikasi lain yang mungkin timbul dari pelaksanaan prosedur tarik benang adalah infeksi. Meskipun jarang terjadi, infeksi yang terkait dengan prosedur ini dapat terjadi.
5. Asimetri wajah
Asimetri wajah adalah efek samping tanam benang hidung lain yang mungkin timbul dari pelaksanaan thread lift. Asimetri wajah dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti penggunaan anestesi, asimetri wajah yang melekat, dan / atau pengencangan yang tidak memadai di satu sisi.
6. Penonjolan, ekstrusi dan migrasi benang
Penonjolan, ekstrusi, dan migrasi benang, jika ada, sering kali disebabkan oleh duri benang yang lemah atau ketika benang yang dimasukkan melapisi area animasi yang agresif.
7. Lesung Pipit dan ketidakteraturan
Lesung pipi dan ketidakteraturan dapat terjadi pada pasien, pasca-prosedur. Salah satu area yang paling sering terjadi adalah pada jaringan subkutan pipi cekung dan atau pada area sudut mulut di mana mungkin terdapat ekspresi/gerakan wajah yang berlebihan.
8. Ketidakpuasan pasien
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Tanam Benang
Tanam benang memang bisa membantu meremajakan kulit wajah. Ketimbang operasi plastik, mengencangkan wajah dengan cara ini masih dapat dikatakan terjangkau.
Namun, efek peremajaan kulit dengan metode tanam benang hanya bersifat sementara. Hasilnya hanya akan bertahan 12 tahun saja, sehingga Anda mungkin perlu untuk melakukan tanam benang kembali guna menjaga tampilan kulit tetap terlihat muda.
Karena hasil dari tanam benang terbilang natural dan hanya dapat menarik kulit sekitar beberapa milimieter saja, tanam benang idealnya dilakukan ketika usia mendekati 40 tahun.
Jika sudah menginjak usia 55 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan perawatan lain yang cenderung memberikan hasil yang maksimal dalam mengencangkan wajah, misalnya facelift.
Itulah penjelasan singkat mengenai tanam benang yang perlu Anda ketahui. Bila Anda tertarik melakukannya, disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu, agar dokter dapat menilai apakah prosedur ini cocok diterapkan pada kondisi kulit Anda.
Apa itu Tanam Benang?
Tanam benang adalah prosedur kecantikan untuk mengencangkan dan meremajakan kulit tanpa operasi. Cara melakukan tanam benang adalah dengan ‘menjahit’ benang berbahan polydioxanone (PDA) di bawah kulit lalu menariknya hingga menimbulkan efek pengencangan kulit.
Tanam benang juga disebut dengan threading lift atau barbed suture lift. Prosedur thread lift dapat mengencangkan kulit pada bagian alis, pipi, dan payudara, namun lebih difokuskan untuk kulit wajah bagian tengah, rahang, dan kulit leher.
Prosedur thread lift sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an, namun baru populer beberapa tahun belakangan karena pengaruh teknologi dan inovasi bahan yang lebih aman dan efektif. Banyak orang lebih memilih prosedur thread lift karena minim invasif (tanpa pembedahan), lebih cepat dibandingkan dengan facelift (operasi wajah), dan memberi manfaat ganda untuk peremajaan kulit.
Prosedur Tanam Benang Hidung
Situs Medical Solution Barcelona memaparkan prosedur yang akan dijalani pasien saat melakukan tanam benang hidung. Dijelaskan, pasien akan mengikuti prosedur selama lebih kurang 30–45 menit.
Pasien diminta berbaring dengan wajah menghadap ke atas. Kemudian, dokter akan menyuntikkan anestesi lokal ke hidung pasien, di sepanjang batang dan ujung hidung sehingga pasien tidak akan merasa sakit atau tidak nyaman.
Jumlah benang yang digunakan bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya dan tergantung pada anatomi hidung, tujuan, dan harapan.
Untuk koreksi ujung yang menggelambir, misalnya, dokter mungkin menggunakan tiga benang. Benang-benang tersebut akan dimasukkan dari ujung hidung tepat ke arah jembatan, mengikuti pola V untuk memberikan dukungan lateral dan vertikal.
Tags: benang tangan setelah wajah