... Pantangan Setelah Tanam Benang Wajah: Tips dan Trik DIY untuk Perawatan Pasca-Jahit

Pantangan dan Perawatan Wajah Setelah Melakukan Benang Wajah - Panduan DIY dan Poin Penting

Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Tanam Benang

Tanam benang memang bisa membantu meremajakan kulit wajah. Ketimbang operasi plastik, mengencangkan wajah dengan cara ini masih dapat dikatakan terjangkau.

Namun, efek peremajaan kulit dengan metode tanam benang hanya bersifat sementara. Hasilnya hanya akan bertahan 12 tahun saja, sehingga Anda mungkin perlu untuk melakukan tanam benang kembali guna menjaga tampilan kulit tetap terlihat muda.

Karena hasil dari tanam benang terbilang natural dan hanya dapat menarik kulit sekitar beberapa milimieter saja, tanam benang idealnya dilakukan ketika usia mendekati 40 tahun.

Jika sudah menginjak usia 55 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan perawatan lain yang cenderung memberikan hasil yang maksimal dalam mengencangkan wajah, misalnya facelift.

Itulah penjelasan singkat mengenai tanam benang yang perlu Anda ketahui. Bila Anda tertarik melakukannya, disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu, agar dokter dapat menilai apakah prosedur ini cocok diterapkan pada kondisi kulit Anda.

Thread Lift Foxy Eyes

Apa itu Thread Lift Foxy Eyes? Foxy eyes merupakan suatu tampilan di sekitar mata menyerupai mata serigala. Atau sering kali masyarakat menyebutnya mata almond karena bentuknya yang mirip seperti kacang almond. Tampilan foxy eyes ini mudah sekali terlihat dengan ciri khasnya yaitu kedua ujung mata lebih tajam dan runcing serta bentuk mata yang memanjang kesamping.

Tren ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930 namun kembali populer oleh supermodel dan aktris Bella Hadid, Kendall Jenner, Megan Fox, Emiliy Ratajkowsi dan banyak artis lainnya. Tren ini begitu banyak yang berminat karena mereka percaya dapat memberikan tampilan lebih sexy, garang (baca: fierce) dan mempertegas definisi mata. Maka dari itu munculah tren make-up foxy eyes dengan eyeliner dan bulu mata palsu merupakan kunci dari tampilan ini. Eyeliner dibuat sangat tajam pada kedua ujung mata dan bulu mata yang lebih tebal pada sisi luar ujung mata. Dengan sedikit eyeshadow soft smokey eyes hanya di bagian sisi luar mata memperlengkap tampilan make-up foxy eyes.

Prosedur Tanam Benang Hidung

Situs Medical Solution Barcelona memaparkan prosedur yang akan dijalani pasien saat melakukan tanam benang hidung. Dijelaskan, pasien akan mengikuti prosedur selama lebih kurang 30–45 menit.

Pasien diminta berbaring dengan wajah menghadap ke atas. Kemudian, dokter akan menyuntikkan anestesi lokal ke hidung pasien, di sepanjang batang dan ujung hidung sehingga pasien tidak akan merasa sakit atau tidak nyaman.

Jumlah benang yang digunakan bervariasi dari satu pasien ke pasien lainnya dan tergantung pada anatomi hidung, tujuan, dan harapan.

Untuk koreksi ujung yang menggelambir, misalnya, dokter mungkin menggunakan tiga benang. Benang-benang tersebut akan dimasukkan dari ujung hidung tepat ke arah jembatan, mengikuti pola V untuk memberikan dukungan lateral dan vertikal.

Apa itu Tanam Benang?

Tanam benang adalah prosedur kecantikan untuk mengencangkan dan meremajakan kulit tanpa operasi. Cara melakukan tanam benang adalah dengan ‘menjahit’ benang berbahan polydioxanone (PDA) di bawah kulit lalu menariknya hingga menimbulkan efek pengencangan kulit.

Tanam benang juga disebut dengan threading lift atau barbed suture lift. Prosedur thread lift dapat mengencangkan kulit pada bagian alis, pipi, dan payudara, namun lebih difokuskan untuk kulit wajah bagian tengah, rahang, dan kulit leher.

Prosedur thread lift sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an, namun baru populer beberapa tahun belakangan karena pengaruh teknologi dan inovasi bahan yang lebih aman dan efektif. Banyak orang lebih memilih prosedur thread lift karena minim invasif (tanpa pembedahan), lebih cepat dibandingkan dengan facelift (operasi wajah), dan memberi manfaat ganda untuk peremajaan kulit.

Apa Beda Filler dan Tanam Benang?

Kedua metode ini mampu meningkatkan penampilan wajah, termasuk di area hidung, dagu, bibir, dan sekitarnya.

Meski demikian, terdapat perbedaan signifikan antara kedua treatment tersebut, baik dari segi fungsi dan tujuan, bahan yang digunakan, metode yang diterapkan, maupun waktu pengerjaan dan ketahanan hasil.

Berikut penjelasan lebih rinci untuk mempermudah pemahaman perbedaan antara filler dan tanam benang:

1. Fungsi

Kedua prosedur ini dapat diterapkan pada area wajah yang sama, tetapi memiliki perbedaan fungsi yang signifikan.

Filler berperan dalam mengisi atau menambah volume, sementara tanam benang difokuskan untuk mempertegas atau mengencangkan kulit pada area tertentu.

Misalnya, jika tujuannya adalah membuat ujung hidung tampak lebih mancung, lebih disarankan untuk menggunakan filler.

Sebaliknya, jika ingin mempertegas kontur ujung hidung, prosedur tanam benang lebih sesuai.

2. Bahan

Beda filler dan tanam benang selanjutnya terletak pada bahan yang digunakan.

Sementara itu, tanam benang atau thread lifter menggunakan benang jahit polypropylene.

Benang ini dapat mempertegas kontur kulit, mengencangkan, dan meningkatkan estetika penampilan.

3. Metode

Dalam prosedur filler, langkah awalnya adalah memberikan suntikan cairan khusus pada area wajah, seperti hidung.

Sebelum melaksanakan tindakan ini, dokter akan melakukan analisis anatomi wajah untuk memastikan perawatan yang optimal.

Sementara itu, pada prosedur tanam benang, benang halus yang dapat diserap tubuh ditempatkan untuk mengangkat area kulit yang kendur.

Tujuannya adalah mencapai perubahan yang signifikan dan meningkatkan penampilan.

4. Waktu Pengerjaan

Metode filler terbukti lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan metode tanam benang.


Tags: benang tangan setelah wajah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia