Pantangan dan Perawatan Wajah Setelah Melakukan Benang Wajah - Panduan DIY dan Poin Penting
Jenis Prosedur Tanam Benang Wajah
Terdapat dua jenis prosedur yaitu NovaThreads dan Silhouette InstaLift. Kedua jenis prosedur disetujui oleh Food and Drugs Administration (FDA). Berikut ini penjelasannya:
- NovaThreads: Prosedur thread lift dengan efek pengencangan kulit yang lebih minim, namun menstimulasi kolagen sangat baik sehingga kandungan kolagen tersebut yang bekerja lebih maksimal untuk mengencangkan kulit.
- Silhouette InstaLift: Memberi efek pengencangan kulit lebih maksimal, namun hanya menstimulasi kolagen secara minim. Walaupun efek kolagen tetap ada dan lebih besar daripada saat tidak menggunakan thread lift.
- Minum dengan sedotan.
- Membungkuk atau posisi kepala terlalu menunduk lebih dari 45 derajat.
- Terkena air pada area kulit tersebut.
- Melakukan pijat selama 2-3 minggu pascaprosedur.
- Menggunakan produk kulit apa pun.
- Kontrol kulit sesuai jadwal.
Thread Lift Foxy Eyes
Apa itu Thread Lift Foxy Eyes? Foxy eyes merupakan suatu tampilan di sekitar mata menyerupai mata serigala. Atau sering kali masyarakat menyebutnya mata almond karena bentuknya yang mirip seperti kacang almond. Tampilan foxy eyes ini mudah sekali terlihat dengan ciri khasnya yaitu kedua ujung mata lebih tajam dan runcing serta bentuk mata yang memanjang kesamping.
Tren ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1930 namun kembali populer oleh supermodel dan aktris Bella Hadid, Kendall Jenner, Megan Fox, Emiliy Ratajkowsi dan banyak artis lainnya. Tren ini begitu banyak yang berminat karena mereka percaya dapat memberikan tampilan lebih sexy, garang (baca: fierce) dan mempertegas definisi mata. Maka dari itu munculah tren make-up foxy eyes dengan eyeliner dan bulu mata palsu merupakan kunci dari tampilan ini. Eyeliner dibuat sangat tajam pada kedua ujung mata dan bulu mata yang lebih tebal pada sisi luar ujung mata. Dengan sedikit eyeshadow soft smokey eyes hanya di bagian sisi luar mata memperlengkap tampilan make-up foxy eyes.
Apa Beda Filler dan Tanam Benang?
Kedua metode ini mampu meningkatkan penampilan wajah, termasuk di area hidung, dagu, bibir, dan sekitarnya.
Meski demikian, terdapat perbedaan signifikan antara kedua treatment tersebut, baik dari segi fungsi dan tujuan, bahan yang digunakan, metode yang diterapkan, maupun waktu pengerjaan dan ketahanan hasil.
Berikut penjelasan lebih rinci untuk mempermudah pemahaman perbedaan antara filler dan tanam benang:
1. Fungsi
Kedua prosedur ini dapat diterapkan pada area wajah yang sama, tetapi memiliki perbedaan fungsi yang signifikan.
Filler berperan dalam mengisi atau menambah volume, sementara tanam benang difokuskan untuk mempertegas atau mengencangkan kulit pada area tertentu.
Misalnya, jika tujuannya adalah membuat ujung hidung tampak lebih mancung, lebih disarankan untuk menggunakan filler.
Sebaliknya, jika ingin mempertegas kontur ujung hidung, prosedur tanam benang lebih sesuai.
2. Bahan
Beda filler dan tanam benang selanjutnya terletak pada bahan yang digunakan.
Sementara itu, tanam benang atau thread lifter menggunakan benang jahit polypropylene.
Benang ini dapat mempertegas kontur kulit, mengencangkan, dan meningkatkan estetika penampilan.
3. Metode
Dalam prosedur filler, langkah awalnya adalah memberikan suntikan cairan khusus pada area wajah, seperti hidung.
Sebelum melaksanakan tindakan ini, dokter akan melakukan analisis anatomi wajah untuk memastikan perawatan yang optimal.
Sementara itu, pada prosedur tanam benang, benang halus yang dapat diserap tubuh ditempatkan untuk mengangkat area kulit yang kendur.
Tujuannya adalah mencapai perubahan yang signifikan dan meningkatkan penampilan.
4. Waktu Pengerjaan
Metode filler terbukti lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan metode tanam benang.
Tags: benang tangan setelah wajah