... Pantangan Setelah Tanam Benang Wajah: Tips dan Trik DIY untuk Perawatan Pasca-Jahit

Pantangan dan Perawatan Wajah Setelah Melakukan Benang Wajah - Panduan DIY dan Poin Penting

Jenis Prosedur Tanam Benang Wajah

Terdapat dua jenis prosedur yaitu NovaThreads dan Silhouette InstaLift. Kedua jenis prosedur disetujui oleh Food and Drugs Administration (FDA). Berikut ini penjelasannya:

  • NovaThreads: Prosedur thread lift dengan efek pengencangan kulit yang lebih minim, namun menstimulasi kolagen sangat baik sehingga kandungan kolagen tersebut yang bekerja lebih maksimal untuk mengencangkan kulit.
  • Silhouette InstaLift: Memberi efek pengencangan kulit lebih maksimal, namun hanya menstimulasi kolagen secara minim. Walaupun efek kolagen tetap ada dan lebih besar daripada saat tidak menggunakan thread lift.
  • Minum dengan sedotan.
  • Membungkuk atau posisi kepala terlalu menunduk lebih dari 45 derajat.
  • Terkena air pada area kulit tersebut.
  • Melakukan pijat selama 2-3 minggu pascaprosedur.
  • Menggunakan produk kulit apa pun.
  • Kontrol kulit sesuai jadwal.

Efek Samping Tanam Benang

Efek samping tanam benang sangat minim bila dibandingkan dengan operasi wajah. Anda mungkin hanya mengalami beberapa efek samping pasca prosedur, seperti:

  • Bengkak
  • Memar
  • Berdarah
  • Nyeri
  • Reaksi alergi
  • Keluar cairan hitam, kecokelatan, atau kehijauan dari kulit.
  • Bengkak lebih dari dua hari.
  • Sakit kepala parah.
  • Demam tinggi.
  • Penggumpalan kulit yang tidak biasa.
  • Infeksi kulit.
  • Mati rasa.
  • Jaringan parut.

Selebihnya, prosedur thread lift cenderung aman. Beberapa orang melaporkan komplikasi kecil seperti timbulnya lesung pipi atau kulit tidak simetris namun itu bisa diperbaiki dengan mudah.

Efek Samping Tanam Benang Hidung

Meski minim risiko, prosedur tanam benang hidung tetap mememiliki efek samping yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukannya.

1. Ketidaknyamanan dan rasa sakit

Salah satu keluhan yang paling umum dan dilaporkan sebagai komplikasi adalah ketidaknyamanan dan rasa sakit. Meskipun minimal invasif, prosedur thread lift tidak sepenuhnya bebas rasa sakit.

2. Memar, bengkak, dan nyeri

3. Hematoma

Dalam kasus yang jarang terjadi, pasien dapat mengalami hematoma ketika praktisi yang melakukan tindakan secara tidak sengaja melukai/merusak dinding pembuluh darah yang menyebabkan darah merembes keluar ke area sekitarnya selama prosedur.

4. Infeksi

Komplikasi lain yang mungkin timbul dari pelaksanaan prosedur tarik benang adalah infeksi. Meskipun jarang terjadi, infeksi yang terkait dengan prosedur ini dapat terjadi.

5. Asimetri wajah

Asimetri wajah adalah efek samping tanam benang hidung lain yang mungkin timbul dari pelaksanaan thread lift. Asimetri wajah dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti penggunaan anestesi, asimetri wajah yang melekat, dan / atau pengencangan yang tidak memadai di satu sisi.

6. Penonjolan, ekstrusi dan migrasi benang

Penonjolan, ekstrusi, dan migrasi benang, jika ada, sering kali disebabkan oleh duri benang yang lemah atau ketika benang yang dimasukkan melapisi area animasi yang agresif.

7. Lesung Pipit dan ketidakteraturan

Lesung pipi dan ketidakteraturan dapat terjadi pada pasien, pasca-prosedur. Salah satu area yang paling sering terjadi adalah pada jaringan subkutan pipi cekung dan atau pada area sudut mulut di mana mungkin terdapat ekspresi/gerakan wajah yang berlebihan.

8. Ketidakpuasan pasien

Apa Beda Filler dan Tanam Benang?

Kedua metode ini mampu meningkatkan penampilan wajah, termasuk di area hidung, dagu, bibir, dan sekitarnya.

Meski demikian, terdapat perbedaan signifikan antara kedua treatment tersebut, baik dari segi fungsi dan tujuan, bahan yang digunakan, metode yang diterapkan, maupun waktu pengerjaan dan ketahanan hasil.

Berikut penjelasan lebih rinci untuk mempermudah pemahaman perbedaan antara filler dan tanam benang:

1. Fungsi

Kedua prosedur ini dapat diterapkan pada area wajah yang sama, tetapi memiliki perbedaan fungsi yang signifikan.

Filler berperan dalam mengisi atau menambah volume, sementara tanam benang difokuskan untuk mempertegas atau mengencangkan kulit pada area tertentu.

Misalnya, jika tujuannya adalah membuat ujung hidung tampak lebih mancung, lebih disarankan untuk menggunakan filler.

Sebaliknya, jika ingin mempertegas kontur ujung hidung, prosedur tanam benang lebih sesuai.

2. Bahan

Beda filler dan tanam benang selanjutnya terletak pada bahan yang digunakan.

Sementara itu, tanam benang atau thread lifter menggunakan benang jahit polypropylene.

Benang ini dapat mempertegas kontur kulit, mengencangkan, dan meningkatkan estetika penampilan.

3. Metode

Dalam prosedur filler, langkah awalnya adalah memberikan suntikan cairan khusus pada area wajah, seperti hidung.

Sebelum melaksanakan tindakan ini, dokter akan melakukan analisis anatomi wajah untuk memastikan perawatan yang optimal.

Sementara itu, pada prosedur tanam benang, benang halus yang dapat diserap tubuh ditempatkan untuk mengangkat area kulit yang kendur.

Tujuannya adalah mencapai perubahan yang signifikan dan meningkatkan penampilan.

4. Waktu Pengerjaan

Metode filler terbukti lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan metode tanam benang.


Tags: benang tangan setelah wajah

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia