Pantangan dan Perawatan Wajah Setelah Melakukan Benang Wajah - Panduan DIY dan Poin Penting
Thread Lift Foxy Eyes Treatment
Namun bukan hanya dari make-up saja tampilan foxy eyes ini dapat tercapai. Dimana tampilan riasan wajah hanya bertahan sementara, tidak semua dari kita punya keahlian merias wajah atau punya waktu lebih untuk berdandan ekstra setiap harinya. Foxy eyes dapat diperoleh dengan treatment Thread Lift Foxy Eyes atau New Korean Face Lift. Kedua treatment ini adalah tindakan tanam benang yang khusus untuk menarik kulit area pelipis agar tercapai kulit lebih kencang, mata lebih tegas dan tampilan wajah tampak lebih muda.
Treat lift Solusi mata kendur
Seiring berjalannya proses penuaan, kulit wajah akan kehilangan bantalan lemak dan kolagen yang berfungsi sebagai penopang wajah. Akibatnya kulit menjadi sagging atau kendur. Karena itulah tindakan thread lift membantu memberikan solusi. Thread lift ini tidak hanya membuat wajah tampak lebih muda tetapi mengembalikan daya tarik pada mata. Seperti kata pepatah “mata adalah jendela hati”, maka tindakan thread lift foxy eyes ini untuk mepercantik, menaikan sudut mata sehingga mata lebih merefleksikan cahaya dan terlihat lebih menarik.
Efek Samping Tanam Benang Hidung
Meski minim risiko, prosedur tanam benang hidung tetap mememiliki efek samping yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk melakukannya.
1. Ketidaknyamanan dan rasa sakit
Salah satu keluhan yang paling umum dan dilaporkan sebagai komplikasi adalah ketidaknyamanan dan rasa sakit. Meskipun minimal invasif, prosedur thread lift tidak sepenuhnya bebas rasa sakit.
2. Memar, bengkak, dan nyeri
3. Hematoma
Dalam kasus yang jarang terjadi, pasien dapat mengalami hematoma ketika praktisi yang melakukan tindakan secara tidak sengaja melukai/merusak dinding pembuluh darah yang menyebabkan darah merembes keluar ke area sekitarnya selama prosedur.
4. Infeksi
Komplikasi lain yang mungkin timbul dari pelaksanaan prosedur tarik benang adalah infeksi. Meskipun jarang terjadi, infeksi yang terkait dengan prosedur ini dapat terjadi.
5. Asimetri wajah
Asimetri wajah adalah efek samping tanam benang hidung lain yang mungkin timbul dari pelaksanaan thread lift. Asimetri wajah dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti penggunaan anestesi, asimetri wajah yang melekat, dan / atau pengencangan yang tidak memadai di satu sisi.
6. Penonjolan, ekstrusi dan migrasi benang
Penonjolan, ekstrusi, dan migrasi benang, jika ada, sering kali disebabkan oleh duri benang yang lemah atau ketika benang yang dimasukkan melapisi area animasi yang agresif.
7. Lesung Pipit dan ketidakteraturan
Lesung pipi dan ketidakteraturan dapat terjadi pada pasien, pasca-prosedur. Salah satu area yang paling sering terjadi adalah pada jaringan subkutan pipi cekung dan atau pada area sudut mulut di mana mungkin terdapat ekspresi/gerakan wajah yang berlebihan.
8. Ketidakpuasan pasien
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Tanam Benang
Tanam benang memang bisa membantu meremajakan kulit wajah. Ketimbang operasi plastik, mengencangkan wajah dengan cara ini masih dapat dikatakan terjangkau.
Namun, efek peremajaan kulit dengan metode tanam benang hanya bersifat sementara. Hasilnya hanya akan bertahan 12 tahun saja, sehingga Anda mungkin perlu untuk melakukan tanam benang kembali guna menjaga tampilan kulit tetap terlihat muda.
Karena hasil dari tanam benang terbilang natural dan hanya dapat menarik kulit sekitar beberapa milimieter saja, tanam benang idealnya dilakukan ketika usia mendekati 40 tahun.
Jika sudah menginjak usia 55 tahun ke atas, disarankan untuk melakukan perawatan lain yang cenderung memberikan hasil yang maksimal dalam mengencangkan wajah, misalnya facelift.
Itulah penjelasan singkat mengenai tanam benang yang perlu Anda ketahui. Bila Anda tertarik melakukannya, disarankan untuk konsultasi ke dokter terlebih dahulu, agar dokter dapat menilai apakah prosedur ini cocok diterapkan pada kondisi kulit Anda.
Apa Beda Filler dan Tanam Benang?
Kedua metode ini mampu meningkatkan penampilan wajah, termasuk di area hidung, dagu, bibir, dan sekitarnya.
Meski demikian, terdapat perbedaan signifikan antara kedua treatment tersebut, baik dari segi fungsi dan tujuan, bahan yang digunakan, metode yang diterapkan, maupun waktu pengerjaan dan ketahanan hasil.
Berikut penjelasan lebih rinci untuk mempermudah pemahaman perbedaan antara filler dan tanam benang:
1. Fungsi
Kedua prosedur ini dapat diterapkan pada area wajah yang sama, tetapi memiliki perbedaan fungsi yang signifikan.
Filler berperan dalam mengisi atau menambah volume, sementara tanam benang difokuskan untuk mempertegas atau mengencangkan kulit pada area tertentu.
Misalnya, jika tujuannya adalah membuat ujung hidung tampak lebih mancung, lebih disarankan untuk menggunakan filler.
Sebaliknya, jika ingin mempertegas kontur ujung hidung, prosedur tanam benang lebih sesuai.
2. Bahan
Beda filler dan tanam benang selanjutnya terletak pada bahan yang digunakan.
Sementara itu, tanam benang atau thread lifter menggunakan benang jahit polypropylene.
Benang ini dapat mempertegas kontur kulit, mengencangkan, dan meningkatkan estetika penampilan.
3. Metode
Dalam prosedur filler, langkah awalnya adalah memberikan suntikan cairan khusus pada area wajah, seperti hidung.
Sebelum melaksanakan tindakan ini, dokter akan melakukan analisis anatomi wajah untuk memastikan perawatan yang optimal.
Sementara itu, pada prosedur tanam benang, benang halus yang dapat diserap tubuh ditempatkan untuk mengangkat area kulit yang kendur.
Tujuannya adalah mencapai perubahan yang signifikan dan meningkatkan penampilan.
4. Waktu Pengerjaan
Metode filler terbukti lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan metode tanam benang.
Biaya Tanam Benang Hidung
Prosedur kosmetik tanam benang hidung banyak ditawarkan oleh klinik kecantikan di seluruh dunia. Biaya prosedur tanam benang hidung dapat beragam tergantung dengan tarif yang diberlakukan oleh setiap klinik kecantikan.
Empire Medical Training yang berbasis di Amerika Serikat (AS) misalnya, mereka mematok harga sekira 200 USD untuk tanam benang hidung per prosedur. Harga bisa jadi lebih mahal tergantung dengan banyaknya variable yang ingin dilakukan pasien.
1. Hindari menyentuh atau menggosok area yang dirawat untuk mencegah infeksi dan perpindahan benang yang tidak disengaja.
3. Hindari alkohol dan rokok, karena kedua hal itu dapat memperlambat proses penyembuhan dan meningkatkan risiko komplikasi.
4. Jangan gunakan riasan wajah pada area yang dirawat selama beberapa hari untuk mencegah iritasi.
5. Hindari lingkungan yang panas atau mandi air panas, karena panas dapat memperburuk pembengkakan.
6. Hindari paparan sinar matahari yang berlebihan, karena dapat menyebabkan hiperpigmentasi.
7. Hindari mengonsumsi obat pengencer darah, konsultasikan dengan dokter untuk menghentikan sementara atau menyesuaikan dosis sebelum dan sesudah prosedur.
Tags: benang tangan setelah wajah