Pemasaran Langsung Kerajinan - Menghadirkan Keindahan Budaya dalam Seni Menjahit dan DIY
Metode penghitungan biaya produksi
Cara menghitung biaya produksi adalah dengan membuat tabel biaya produksi yang berisi data-data berikut ini.
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga produksi
- Biaya overhead
- Biaya Produksi
- 1 Karakteristik Kewirausahaan
- 2 Sifat-sifat seorang wirausahawan
- 3 Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
- 4 Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi
- 5 Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 6 Tahapan Penentuan Budaya Non-benda Menjadi Ide Benda Kerajinan
- 7 Mengenal Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 8 Kemasan Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 9 Bagaimana Cara Menghitung Biaya Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 10 Pemasaran Langsung Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
C. Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Proses perancangan kerajinan diawali dengan pemilihan sumber inspirasi dan pencarian ide produk kerajinan, pembuatan sketsa ide, pembuatan studi model kerajinan, dilanjutkan dengan pembuatan petunjuk produksi.
Ide kerajinan dengan inspirasi budaya lokal akan dikembangkan menjadi produk kerajinan yang akan diproduksi dan siap dijual.
Dengan demikian produk yang dihasilkan harus memiliki nilai estetik dan inovasi agar diminati pasar.
Perancangan kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda akan menerjemahkan sesuatu yang abstrak (tak berbenda) menjadi benda (berwujud).
- Inspirasi diambil dari sebuah cerita rakyat (tak berbenda) menjadi sebuah diorama mini yang menggambarkan salah satu adegan dalam cerita rakyat tersebut.
- Inspirasi dari kepercayaan simbolis (tak berbenda), burung enggang untuk dibuat menjadi ide untuk tekstil atau busana (benda).
Tahapan penerjemahan meliputi:
- pemahaman terhadap makna simbol
- mencari kata kunci yang dapat menjadi dasar dari pengembangan ide produk
- mencari ide-ide fungsi dan bentuk kerajinan.
Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda Prakarya Kelas 10
Rangkuman Materi Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda Prakarya SMA Kelas 10 - Memahami karakteristik kewirausahaan pada perencanaan, rancangan, produksi, biaya, pemasaran, evaluasi usaha kerajinan budaya nonbenda.
| Cari di sini : |
|---|
| Materi Pelajaran SMP/MTs dan SMA/SMK Buka |
| Kumpulan Soal SMP/MTs dan SMA/SMK Buka |
| Download Buku Pelajaran Buka/Unduh |
| Download Modul Ajar Buka/Unduh |
Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Proses produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal nonbenda berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
Kegiatan produksi diawali dengan persiapan produksi. Persiapan produksi dapat berupa pembuatan gambar teknik (gambar kerja) atau gambar pola. Gambar kerja atau pola akan menjadi patokan untuk kebutuhan pembelian dan persiapan bahan.Tahap selanjutnya adalah pengerjaan. Kerjakan setiap tahap sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat sebelumnya. Tahapan produksi secara umum terbagi atas pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing.
Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan atau material agar siap dibentuk. Tahapan proses pembahanan dilanjutkan dengan proses pembentukan. Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis material, bentuk dasar material dan bentuk produk yang akan dibuat. Material kertas dibentuk dengan cara dilipat. Kayu, bambu dan rotan lainnya dapat dibentuk dengan cara dipotong atau dipahat. Pemotongan bahan dibuat sesuai dengan bentuk yang direncanakan. Pemotongan dan pemahatan juga biasanya digunakan untuk membuat sambungan bahan, seperti menyambungkan bilah-bilah papan atau dua batang bambu. Pembentukan besi dan rotan, selain dengan pemotongan, dapat menggunakan teknik pembengkokan. Pembentukan besi juga dapat menggunakan teknik las. Logam lempengan dapat dibentuk dengan cara pengetokan. Tahap terakhir adalah finishing. Finishing dilakukan sebagai tahap terakhir sebelum produk tersebut dimasukan ke dalam kemasan. Finishing dapat berupa penghalusan dan/atau pelapisan permukaan. Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kayu dengan amplas atau menghilangkan lem yang tersisa pada permukaan produk. Finishing dapat juga berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan agar produk yang dibuat lebih awet dan lebih menarik.
Perencanaan Proses Produksi dan Keselamatan Kerja
Rencana Proses Produksi dan Keselamatan Kerja
B. Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Budaya tradisi dapat dikelompokkan menjadi budaya nonbenda dan artefak/ objek budaya.
- Budaya nonbenda di antaranya: pantun, cerita rakyat, tarian, dan upacara adat.
- Artefak/objek budaya diantaranya: pakaian daerah, wadah tradisional, senjata dan rumah adat.
Setiap jenis budaya tradisi baik nonbenda maupun artefak/objek budaya dapat menjadi sumber inspirasi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan.
Setiap daerah dapat mengembangkan kerajinan khas daerah yang mengambil inspirasi dari budaya tradisi daerahnya masingmasing.
Kekayaan budaya tradisi Indonesia adalah kearifan lokal (local genius) yang dapat menjadi sumber inspirasi yang tidak ada habisnya.
Sumber Daya, Material, Teknik dan Ide Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Kegiatan wirausaha didukung oleh ketersediaan sumber daya manusia, material, peralatan, cara kerja, pasar, dan pendanaan.
Sumber daya yang dikelola dalam sebuah wirausaha dikenal dengan sebutan 6 M:
- Man (manusia),
- Money (uang),
- Material (bahan),
- Machine (peralatan),
- Method (cara kerja),
- Market (pasar).
Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya non benda dapat dimulai dengan melihat potensi bahan baku (Material), keterampilan produksi (Man & Machine) dan budaya lokal yang ada di daerah setempat.
Wirausaha kerajinan dengan inspirasi budaya akan menawarkan karya-karya kerajinan inovatif kepada pasaran.
Tags: kerajinan budaya inspirasi nonbenda