Pemasaran Langsung Kerajinan - Menghadirkan Keindahan Budaya dalam Seni Menjahit dan DIY
A. Karakteristik Kewirausahaan
Wirausaha, menurut asal katanya, terdiri atas kata wira dan usaha.
Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.
Pengertian wirausaha, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Pelaku wirausaha, dikenal juga dengan sebutan wirausahawan atau entrepreneur, yaitu seseorang yang memiliki kualitas jiwa kepemimpinan dan inovator pemikiran dalam melakukan usaha.
Entrepreneurship adalah sikap dan perilaku yang melibatkan keberanian mengambil risiko, kemampuan berpikir kreatif dan inovatif.
Entrepreneur dapat diartikan juga sebagai seseorang yang mampu mewujudkan ide ke dalam sebuah inovasi yang sukses. Kewirausahaan, atau entrepreneurship, memiliki pengertian yang lebih luas lagi.
Sifat-sifat Seorang Wirausahawan
| Download Rangkuman Materi Pelajaran Tingkat SMP dan SMA |
|---|
Buka/Unduh
Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Proses produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal nonbenda berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
Kegiatan produksi diawali dengan persiapan produksi. Persiapan produksi dapat berupa pembuatan gambar teknik (gambar kerja) atau gambar pola. Gambar kerja atau pola akan menjadi patokan untuk kebutuhan pembelian dan persiapan bahan.Tahap selanjutnya adalah pengerjaan. Kerjakan setiap tahap sesuai dengan perencanaan produksi yang sudah dibuat sebelumnya. Tahapan produksi secara umum terbagi atas pembahanan, pembentukan, perakitan, dan finishing.
Tahap pembahanan adalah mempersiapkan bahan atau material agar siap dibentuk. Tahapan proses pembahanan dilanjutkan dengan proses pembentukan. Pembentukan bahan baku bergantung pada jenis material, bentuk dasar material dan bentuk produk yang akan dibuat. Material kertas dibentuk dengan cara dilipat. Kayu, bambu dan rotan lainnya dapat dibentuk dengan cara dipotong atau dipahat. Pemotongan bahan dibuat sesuai dengan bentuk yang direncanakan. Pemotongan dan pemahatan juga biasanya digunakan untuk membuat sambungan bahan, seperti menyambungkan bilah-bilah papan atau dua batang bambu. Pembentukan besi dan rotan, selain dengan pemotongan, dapat menggunakan teknik pembengkokan. Pembentukan besi juga dapat menggunakan teknik las. Logam lempengan dapat dibentuk dengan cara pengetokan. Tahap terakhir adalah finishing. Finishing dilakukan sebagai tahap terakhir sebelum produk tersebut dimasukan ke dalam kemasan. Finishing dapat berupa penghalusan dan/atau pelapisan permukaan. Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kayu dengan amplas atau menghilangkan lem yang tersisa pada permukaan produk. Finishing dapat juga berupa pelapisan permukaan atau pewarnaan agar produk yang dibuat lebih awet dan lebih menarik.
Perencanaan Proses Produksi dan Keselamatan Kerja
Rencana Proses Produksi dan Keselamatan Kerja
Metode penghitungan biaya produksi
Cara menghitung biaya produksi adalah dengan membuat tabel biaya produksi yang berisi data-data berikut ini.
- Biaya bahan baku
- Biaya tenaga produksi
- Biaya overhead
- Biaya Produksi
- 1 Karakteristik Kewirausahaan
- 2 Sifat-sifat seorang wirausahawan
- 3 Faktor Penyebab Keberhasilan dan Kegagalan Berwirausaha
- 4 Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi
- 5 Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 6 Tahapan Penentuan Budaya Non-benda Menjadi Ide Benda Kerajinan
- 7 Mengenal Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 8 Kemasan Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 9 Bagaimana Cara Menghitung Biaya Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
- 10 Pemasaran Langsung Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Non-benda
C. Perancangan dan Produksi Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Nonbenda
Proses perancangan kerajinan diawali dengan pemilihan sumber inspirasi dan pencarian ide produk kerajinan, pembuatan sketsa ide, pembuatan studi model kerajinan, dilanjutkan dengan pembuatan petunjuk produksi.
Ide kerajinan dengan inspirasi budaya lokal akan dikembangkan menjadi produk kerajinan yang akan diproduksi dan siap dijual.
Dengan demikian produk yang dihasilkan harus memiliki nilai estetik dan inovasi agar diminati pasar.
Perancangan kerajinan dengan inspirasi budaya nonbenda akan menerjemahkan sesuatu yang abstrak (tak berbenda) menjadi benda (berwujud).
- Inspirasi diambil dari sebuah cerita rakyat (tak berbenda) menjadi sebuah diorama mini yang menggambarkan salah satu adegan dalam cerita rakyat tersebut.
- Inspirasi dari kepercayaan simbolis (tak berbenda), burung enggang untuk dibuat menjadi ide untuk tekstil atau busana (benda).
Tahapan penerjemahan meliputi:
- pemahaman terhadap makna simbol
- mencari kata kunci yang dapat menjadi dasar dari pengembangan ide produk
- mencari ide-ide fungsi dan bentuk kerajinan.
Contoh Soal Essay Wirausaha Kerajinan dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal Kelas 10
1. Jelaskan langkah-langkah dalam perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal!
Langkah-langkah dalam perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal adalah sebagai berikut:
a. Menentukan jenis kerajinan yang akan diproduksi dengan inspirasi objek budaya lokal
b. Menganalisis target pasar dan peluang pasar
c. Menentukan modal awal yang dibutuhkan untuk produksi kerajinan
d. Membuat rencana produksi, distribusi, dan pemasaran kerajinan
e. Membuat perencanaan biaya produksi
f. Menentukan keuntungan yang diharapkan dari usaha kerajinan
g. Menetapkan jangka waktu pencapaian target.
2. Bagaimana cara merancang dan memproduksi kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal?
Cara merancang dan memproduksi kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal adalah sebagai berikut:
a. Membuat sketsa desain kerajinan
b. Membuat bahan baku yang dibutuhkan sesuai dengan jenis kerajinan
c. Membuat prototipe kerajinan
d. Membuat produk kerajinan sesuai dengan desain dan prototipe
e. Melakukan finishing pada produk kerajinan
f. Membuat kemasan yang menarik untuk produk kerajinan.
3. Jelaskan bagaimana cara menghitung biaya produksi kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal!
Cara menghitung biaya produksi kerajinan dengan inspirasi objek budaya lokal adalah sebagai berikut:
a. Menghitung biaya bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi kerajinan
b. Menghitung biaya tenaga kerja yang dikeluarkan untuk produksi kerajinan
c. Menghitung biaya produksi yang berkaitan dengan mesin dan peralatan yang digunakan untuk produksi kerajinan
d. Menghitung biaya overhead, seperti biaya sewa tempat, listrik, air, dan lain-lain
e. Menghitung biaya pemasaran, seperti biaya promosi dan iklan.
Tags: kerajinan budaya inspirasi nonbenda