... Panduan Praktis: Cara Penenunan Benang Menjadi Kain untuk Pekerjaan Suntikan dan DIY

Mengubah Benang menjadi Karya Seni - Keindahan Penenunan dalam Dunia Kerajinan Tangan

Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning) | Industri Tekstil Indonesia

Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning) - pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang proses pembuatan kain, pada artikel kali ini kita akan membahas proses benang pintal dan sifat benang nya.
Benang merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan kain tenun, benang itu sendiri terbuat dari serat-serat yang dikumpulkan dan digabungkan menjadi seperti tali yang memanjang.

Pengertian Benang adalah Susunan yang terdiri dari serat-serat staple yang dibuat dengan cara menarik sedikit demi sedikit dan diberi antihan sehingga menjadi untaian yang kontinyu.

Sejarah Kain Sutra

Kemudian seiring zaman dan semakin berlanjutnya usaha dan kepandaian manusia, semakin maju pula cara mereka memproduksi pakaian mereka sendiri. Manusia mulai memintal benang dari bulu domba. Kemudian dari benang mereka menenunnya hingga menjadi sebuah kain.

Seiring waktu pula, manusia juga mulai memanfaatkan buah kapas, serat nanas, serat pelepah pisang, maupun bahan lain sebagai alternatif pengganti kulit binatang untuk dijadikannya sebagai bahan sandang.

Kemudian mereka menjemur kulit tersebut hingga kering, dan menjahitnya dengan jarum yang terbuat dari tulang sebelum memakainya.

Dahulu sekali, manusia membuat pakaiannya dengan menggunakan kulit binatang sebagai bahan utamanya. Dalam proses produksi kain sutra mereka menggunakan batu tajam untuk memperhalus kulit binatang tersebut.

Namun, tahukah kalian dari mana asal penggunaan kepompong ulat sutra menjadi bahan pakaian? Menurut sejarah, kain sutra ini berasal dari Cina antara 4000 hingga 3000 tahun sebelum masehi. Bukti awal penemuan sutra dapat kalian jumpai di situs budaya Yangshao, di Shanxi, Provinsi Henan, Cina. Sekitar abad ke-27, bangsa Cina tidak hanya menggunakan sutra untuk pakaian saja, namun juga mengaplikasikannya ke dalam tulisan.

Nah, barulah pada abad ke-30 SM produksi kain sutra berkembang ke Jepang hingga ke Arab. Pada saat Perang Salib, produksi sutra mulai memasuki pasar Eropa Barat, khususnya Italia.

Produksi sutra sempat terhenti karena banyaknya wabah penyakit yang menyerang ulat sutra. Hingga pada akhirnya pada abad ke-20, Cina dan Jepang mulai memproduksi sutra kembali. Dan hingga kini, Cina menjadi negara produsen sutra terbesar di dunia.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia