... Panduan Praktis: Cara Penenunan Benang Menjadi Kain untuk Pekerjaan Suntikan dan DIY

Mengubah Benang menjadi Karya Seni - Keindahan Penenunan dalam Dunia Kerajinan Tangan

Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning)

Blowing

Terjadi pembukaan serat, pembersihan, dan pencampuran serat → menjadi lap. Pada mesin ini yang pertama di lalui oleh material serat, gumpalan-gumpalan serat mengalami pembukaan dan pembersihan.

Jika dilihat dari fungsinya mesin blowing ini mempunyai fungsi sebagai Mesin Pembuka (opening) dan sebagai Mesin Pencampur (mixing). Prinsip kerja mesin tersebut adalah mesin berjalan disamping lay down dan membuka atau menghisap kapas yang ada dilay down 1.2mm atau sesuai program yang diset pada mesin tersebut.

Carding

Fungsi Mesin Carding:

Drawing

Terjadi proses perangkapan, penarikan, dan peregangan → sliver lebih rata. Mesin ini merupakan mesin yang memperoses sliver hasil dari mesin carding dengan cara merangkap dan menarik (Drawing) sesuai dengan no yang di kehendaki.

Adapun tujuan dan prinsip kerja mesin tersebut adalah:
  1. Untuk memproses merangkap sliver carding dan mendraftnya dengan tujuan mendapatkn sliver yang rata
  2. Quality sliver yang dihasilkan dari setiap mesin carding tidak akan sama antara satu mesin dengan mesin yang lain baik itu berupa ketebalan ataupun jumlah Nep setiap gramnya. Untuk mendapatkan hasil yang rata maka sliver hasil mesin carding tersebut diproses lagi di mesin drawing, dimana beberapa sliver hasil dari carding disatukan dan di Draft menjadi nomer tertentu sehingga kekurangan/ kelemahan dari satu sliver akan tertutupi oleh sliver lainnya.
B. Penenunan Benang Menjadi Kain

Pengolahan Bahan Serat, teknik dasar kerajinan tekstil adalah segala cara yang digunakan untuk membentuk atau mengolah bahan tekstil. Adapun teknik yang digunakan sangat beragam. Penggunaan teknik dasar ini disesuaikan dengan kerajinan yang akan dibuat. Dengan demikian, penggunaan teknik dasar menjadi tepat sasaran.

Adapun teknik-teknik dasar dalam keterampilan kerajinan tekstil yang dapat digunakan untuk memproduksi kerajinan ikat celup, makrame, dan tapestri sebagai berikut.

Teknik menenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benang-benang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.

Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.

Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Mengikat dapat pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna.

Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning) | Industri Tekstil Indonesia

Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning) - pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang proses pembuatan kain, pada artikel kali ini kita akan membahas proses benang pintal dan sifat benang nya.
Benang merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan kain tenun, benang itu sendiri terbuat dari serat-serat yang dikumpulkan dan digabungkan menjadi seperti tali yang memanjang.

Pengertian Benang adalah Susunan yang terdiri dari serat-serat staple yang dibuat dengan cara menarik sedikit demi sedikit dan diberi antihan sehingga menjadi untaian yang kontinyu.

Proses Produksi Kain Sutra Dari Kokon Ulat Sutra

Apakah kalian pernah memakai pakaian berbahan dasar sutra? Tahukah kalian kalau kain sutra memiliki daya serap air yang tinggi? Saat memakai kain sutra, kalian tidak akan merasa kegerahan.

Kalian juga tidak akan merasa kedinginan saat memakainya di tengah cuaca yang dingin. Lalu, bagaimana proses produksi kain sutra sendiri? Yuk simak penjelasannya.

Di hari pertama hingga hari ketiga, ulat sutra kecil akan makan selama empat kali. Ulat sutra kecil hanya makan dengan menghisap air yang keluar dari daun murbei muda.

Di hari keempat, ulat sutra kecil ini akan tidur selama 24 jam. Kemudian, di hari kelima hingga ketujuh, ulat sutra akan makan lagi.

Dan di hari kedelapan ulat sutra akan tidur lagi. Ulat sutra kecil akan melakukan kegiatan tersebut secara rutin hingga hari keempat belas.

3. Ulat sutra kecil menjadi ulat sutra dewasa

Supaya menghasilkan serat sutra yang baik, tempat tinggal ulat sutra harus tetap dalam keadaan bersih dan steril. Hal ini karena ulat sutra adalah salah satu hewan yang mudah mengalami stres dan sakit.

Ulat sutra tidak boleh terserang jamur, mendengar suara bising, terkena asap rokok, dan tidak boleh mencium bau parfum. Ketika sakit, tubuh ulat sutra akan mengeras dan terdapat serabut putih seperti kapas. Wah, cukup sensitif juga ya ulatnya.

4. Ulat sutra akan membuat kokon atau kepompong

5. Pengolahan kepompong menjadi kain sutra

Kepompong tersebutlah yang akan dipintal menjadi benang. Kemudian dari benang tersebut, pengrajin melakukan proses penenunan benang menjadi lembaran kain.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia