Seni Memperlakukan Kaca - Kreativitas dalam Kerajinan dan DIY
Kaca hias (kaca patri, kaca inlay, kaca grafir, dan lain-lain)
Karya seni kaca yang satu ini berbeda dari kerajinan kaca yang ditulis di atas. Kaca hias biasa digunakan sebagai hiasan rumah berupa kaca jendela, kaca pintu atau kaca hias ruang tamu.
BACA JUGA Macam-macam Media Lukis (Contoh & Penjelasan)Jika kamu pernah datang ke masjid atau gereja yang besar, kamu biasanya bisa melihat contoh kaca patri terpasang di sana. Tempat-tempat ibadah tersebut umumnya memiliki kaca-kaca hias yang indah dan megah.
Berbagai jenis karya bisa diciptakan dengan teknik kaca hias yang satu ini. Misalnya kaca bermotif mozaik, lukisan kaca bercorak Naturalisme dan Realisme, atau karya abstrak seperti Kubisme.
Selain ukuran dan kerumitannya berbeda dengan kerajinan kaca yang dijelaskan sebelumnya, seni kerajinan yang satu ini perlu pendalaman khusus untuk dapat membuatnya.
Saking istimewanya, pembuatan kerajinan kaca yang satu ini bahkan dijadikan mata pencaharian bagi banyak pengrajin.
Tidak hanya proses pembuatan kaca hias yang sulit, tapi teknik yang digunakan pun bermacam-macam.
Ada teknik kaca patri yang menggunakan bingkai logam, teknik kaca grafir yang dibuat dengan menyemprotkan pasir, ataupun kaca bevel yang digerinda berkali-kali.
Tidak heran hal ini membuat harga kaca jendela bergambar pun cukup tinggi. Bisa mencapai jutaan rupiah per meternya lho.
Walaupun begitu, ada juga kaca hias yang relatif mudah dibuat yaitu kaca lukis. Jenis kaca hias yang satu ini bisa dibuat dalam ukuran kecil. Alat dan bahan yang diperlukan pun hanya cat minyak dan kuas saja, seperti saat menggunakan teknik melukis dinding untuk membuat mural.
Proses Pembentukan Produk-produk Kaca
- Proses pembuatan untuk barang pecah belah seperti: botol, bola lampu, dan barang-barang individual lainnya.
- Proses berkelanjutan untuk membuat kaca lembaran dan tabung.
- Proses pembuatan serat untuk menghasilkan serat untuk insulasi, material komposit fiberglass, dan serat optik.
Metode kerajinan tangan masih digunakan sampai sekarang untuk membuat barang pecah belah yang bernilai tinggi dalam jumlah kecil. Selain kerajinan tangan, teknologi mekanis juga dipakai untuk menghasilkan produk dalam jumlah tinggi.
Spinning
Spinning kaca mirip dengan pengecoran logam sentrifugal. Spinning digunakan untuk menghasilkan komponen berbentuk corong. Pada proses ini, kaca cair dimasukkan ke cetakan berbentuk kerucut yang terbuat dari baja. Cetakan diputar sehingga gaya sentrifugal menyebabkan kaca mengalir ke atas dan menyebar dengan sendirinya pada permukaan cetakan.
| Gambar 1. Spinning. (Sumber: M. P. Groover, 2010, Fundamentals of Modern Manufacturing: Materials, Processes, and Systems, edisi 4.) |
Pressing
Pressing adalah proses yang banyak digunakan untuk membuat produk kaca secara massal seperti piring, alat pemanggang, lensa lampu, dan barang serupa yang relatif datar.
| Gambar 2. Pressing. (Sumber: M. P. Groover, 2010, Fundamentals of Modern Manufacturing: Materials, Processes, and Systems, edisi 4.) |
Macam-macam Tungku Peleburan
Tungku peleburan kaca dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:
Tungku pot
Tungku pot adalah pot keramik dengan kapasitas terbatas, di mana peleburan terjadi dengan memanaskan dinding pot.
Day tank
Day tank adalah bejana berkapasitas lebih besar, di mana pemanasan dilakukan dengan membakar bahan bakar di atas muatan.
Tungku tangki kontinu
Tungku tangki kontinu adalah tungku panjang, di mana bahan baku dimasukkan ke salah satu ujungnya dan dilebur saat bahan tersebut pindah ke ujung lainnya di mana kaca cair ditarik keluar untuk produksi tinggi.
Tungku listrik
Tungku energi listrik dengan berbagai tingkat produksi.
Peleburan kaca umumnya dilakukan pada suhu sekitar 1500-1600 ⁰C. Siklus peleburan untuk muatan biasa membutuhkan waktu 24-48 jam. Waktu tersebut adalah waktu yang diperlukan untuk semua butiran pasir menjadi cairan bening. Kaca cair dimurnikan dan didinginkan hingga suhu yang sesuai untuk bekerja. Kaca cair adalah cairan kental, viskositasnya berbanding terbalik dengan suhu.
Botol Kaca Decoupage
Punya botol kaca yang tidak terpakai? Kamu bisa menggunakan teknik decoupage untuk membuatnya jadi hiasan kamar yang cantik lho!
Decoupage adalah seni menghias benda-benda seperti piring keramik, gelas kaca, bahkan tas jinjing dengan menggunakan potongan kertas atau kain yang bermotif-motif. Di artikel ini, kita akan membuat hiasan kaca decoupage menggunakan botol.
Bahan yang perlu disiapkan adalah botol kaca, cat, serta kertas kado dengan berbagai motif.
Pertama-tama cat botol kosong sampai rata. Cat ini akan digunakan sebagai background untuk motifnya nanti, jadi lebih baik dicat polos saja. Kamu bisa memilih warna sesukamu. Cat permukaan luarnya dengan rata.
Sambil mengeringkan cat pada botol, mulailah memotong motif-motif dari kertas kado yang sudah kamu siapkan. Kamu bisa menggunakan motif apapun yang tersedia. Bisa motif bunga, pita, atau motif-motif lainnya.
Lem yang paling bagus untuk decoupage adalah merk Mod Podge (seperti pada gambar), tapi sayangnya lem ini masih sulit dicari di Indonesia. Sebagai gantinya kamu bisa kok menggunakan lem FOX atau lem PVAC.
Contoh Kerajinan dari Kaca
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Kaca |
| ">1 | ">Kerajinan Frame Foto dari Kaca |
| ">2 | ">Kerajinan Jam Dinding dari Kaca |
| ">3 | ">Kerajinan Lampu Gantung dari Toples Kaca |
| ">4 | ">Kerajinan Liontin Kalung dari Kaca |
| ">5 | ">Kerajinan Lukisan dari Kaca |
| ">6 | ">Kerajinan Mozaik dari Kaca |
| ">7 | ">Kerajinan Frame Cermin dari Kaca |
| ">8 | ">Kerajinan Pot Tanaman dari Toples Kaca |
| ">9 | ">Kerajinan Tempat Lilin dari Kaca |
| ">10 | ">Kerajinan Tempat Pensil dari Toples Kaca |
| ">11 | ">Kerajinan Vas Bunga dari Toples Kaca |
Tags: kerajinan cara bahan pengolahan