... 7 Cara Pengolahan Bahan Kerajinan Kaca DIY yang Mudah dan Kreatif

Seni Memperlakukan Kaca - Kreativitas dalam Kerajinan dan DIY

Teknik Pembuatan Kerajinan dari Kaca

Tentunya untuk membuat berbagai macam kerajinan di atas, pengrajin juga menggunakan teknik-teknik khusus dalam pengerjaannya, lalu apa saja teknik yang ada dalam proses pembuatan kerajinan dari kaca itu? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Teknik Cold Working

Teknik cold working merupakan teknik yang dilakukan dengan menggunakan bahan kaca yang mempunyai suhu dingin, atau proses pengerjaannya dalam kondisi suhu yang dingin yakni dengan temperatur dibawah rekristalisasi.

Teknik Flame Working

Teknik flame working merupakan teknik yang dilakukan dengan cara melelehkan bahan kaca dengan suhu panas yang sangat tinggi. Pelelehan tersebut tentunya bertujuan untuk membentuk sebuah kerajinan tertentu.

Teknik Fusing

Teknik fusing merupakan teknik yang dilakukan dengan cara merekatkan serpihan kaca dengan menggunakan media tambahan seperti pelapis, hal ini bertujuan agar kerajinan yang dihasilkan bisa lebih kuat dan tahan lama.

Teknik Hot Sculpting

Teknik hot sculpting termasuk kedalam jenis teknik 3D, dimana teknik ini berguna untuk membuat seni patung. Pada umumnya teknik ini juga digunakan dengan kombinasi teknik lainnya, baik itu pencetakan, pengelasan, penembakan dan juga pembuangan.

Teknik Klin Casting

Teknik klin casting merupakan teknik pengecoran, dimana pada umumnya, teknik ini bisa membutuhkan waktu yang cukup lama pada saat proses pembuatan kerajinannya, hal ini tentunya sesuai dengan hasil yang diberikan.

Teknik Meniup

Teknik meniup merupakan teknik yang terdiri dari dua macam jenis, yakni teknik meniup lamp working, yaitu dengan menggunakan obor las dengan bahan bakar oksigen. Teknik kedua adalah off hand, yakni teknik yang menggunakan pipa logam dengan cara memanipulasi kaca air.

Bahan Baku dan Peleburan Kaca

Komponen utama di hampir semua kaca adalah silika, yang sumber utamanya adalah kuarsa alami dalam pasir. Pasir harus dicuci dan diklasifikasikan. Pencucian menghilangkan kotoran seperti tanah liat dan mineral tertentu yang dapat menyebabkan pewarnaan kaca yang tidak diinginkan. Mengklasifikasikan pasir berarti mengelompokkan butiran menurut ukurannya. Ukuran partikel yang paling cocok untuk pembuatan kaca adalah 0,1 sampai 0,6 mm. Berbagai komponen lainnya, seperti: soda ash, batu gamping, aluminium oksida, kalium (potash), dan mineral lain ditambahkan dalam jumlah yang tepat untuk mencapai komposisi yang diinginkan. Pencampuran dilakukan dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas tungku peleburan yang tersedia.

Pada praktik modern, kaca daur ulang biasanya ditambahkan ke dalam campuran. Selain melestarikan lingkungan, kaca daur ulang memudahkan peleburan. Tergantung pada jumlah kaca limbah yang tersedia dan spesifikasi komposisi akhir, pemakaian kaca daur ulang dapat mencapai 100 %.

Macam-macam Tungku Peleburan

Tungku peleburan kaca dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut:
Tungku pot
Tungku pot adalah pot keramik dengan kapasitas terbatas, di mana peleburan terjadi dengan memanaskan dinding pot.

Day tank
Day tank adalah bejana berkapasitas lebih besar, di mana pemanasan dilakukan dengan membakar bahan bakar di atas muatan.

Tungku tangki kontinu
Tungku tangki kontinu adalah tungku panjang, di mana bahan baku dimasukkan ke salah satu ujungnya dan dilebur saat bahan tersebut pindah ke ujung lainnya di mana kaca cair ditarik keluar untuk produksi tinggi.

Tungku listrik
Tungku energi listrik dengan berbagai tingkat produksi.

Peleburan kaca umumnya dilakukan pada suhu sekitar 1500-1600 ⁰C. Siklus peleburan untuk muatan biasa membutuhkan waktu 24-48 jam. Waktu tersebut adalah waktu yang diperlukan untuk semua butiran pasir menjadi cairan bening. Kaca cair dimurnikan dan didinginkan hingga suhu yang sesuai untuk bekerja. Kaca cair adalah cairan kental, viskositasnya berbanding terbalik dengan suhu.

Perlakuan Panas pada Kaca

Proses finishing terkadang diperlukan untuk produk barang pecah belah. Proses ini meliputi penggerindaan, pemolesan, dan pemotongan. Selain itu, proses dekoratif dan permukaan dilakukan pada produk barang pecah belah tertentu. Proses tersebut yaitu sandblasting dan pelapisan.

  • Kaca transparan dan memiliki sifat optik tertentu. Cocok untuk aplikasi yang membutuhkan transparansi, transmisi cahaya, pembesaran, dan sifat optik serupa.
  • Kaca beberapa kali lebih kuat terhadap tekanan daripada tarikan. Produk kaca harus dirancang sedemikian rupa sehingga mengalami tegangan tekan, bukan tegangan tarik.
  • Keramik, termasuk kaca, bersifat rapuh. Kaca tidak boleh digunakan pada aplikasi yang melibatkan beban benturan atau tegangan tinggi.
  • Komposisi kaca tertentu memiliki koefisien muai panas yang sangat rendah.
  • Ulir kasar dapat diterapkan pada kaca.

Teknologi Manufaktur

Produk kaca diproduksi secara komersial dalam berbagai bentuk yang hampir tidak terbatas. Beberapa produk kaca yang diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak, antara lain: bola lampu, botol minuman, dan kaca jendela.

Kaca adalah salah satu dari tiga tipe dasar keramik. Kaca memiliki struktur non-kristalin (vitreous), sedangkan bahan keramik lainnya memiliki struktur kristal. Dalam pengerjaan kaca, bahan utama awal adalah silika (SiO₂). Silika biasanya dikombinasikan dengan keramik oksida lainnya, yang membentuk kaca. Bahan awal dipanaskan supaya mengubahnya dari benda padat menjadi cairan kental. Cairan kental tersebut kemudian dibentuk menjadi geometri yang diinginkan. Saat didinginkan dan keras, material tetap dalam keadaan seperti kaca (tidak mengkristal).

Pembentukan kaca dilakukan dengan berbagai proses, antara lain: pengecoran, pressing dan blowing (untuk menghasilkan botol dan wadah lainnya), dan pengerolan (untuk membuat pelat kaca). Langkah finishing juga diperlukan untuk produk tertentu.


Tags: kerajinan cara bahan pengolahan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia