... 7 Cara Pengolahan Bahan Kerajinan Kaca DIY yang Mudah dan Kreatif

Seni Memperlakukan Kaca - Kreativitas dalam Kerajinan dan DIY

Lampu Hias dari Toples Kaca

Cara membuat hiasan dari kaca yang satu ini sangat mudah. Pertama-tama kamu hanya perlu menyiapkan toples kaca yang agak tinggi (jangan yang ceper seperti toples kue), kawat, tali rami, gelas kaca trasparan ukuran tanggung, dan manik-manik kaca warna.

Kamu bisa menggunakan warna apapun yang kamu suka. Ukuran manik-manik pun bisa kamu sesuaikan dengan seleramu.

Kalau semua bahan sudah siap, mulailah dengan memasukkan gelas kaca ke dalam toples. Letakkan gelasnya di tengah-tengah, lalu gunakan manik-manik kaca warna untuk mengisi ruang antara gelas dan toples.

Posisikan manik-manik sampai menutupi gelas.

Sampai di sini, toples kurang lebih akan tersusun seperti gambar di atas. Kamu tinggal melilitkan kawat untuk mengelilingi bagian leher toples dan membuat cantolannya.

Terakhir, gunakan tali rami untuk menutupi kawat di bagian leher toples kaca.

Jika ingin menggunakannya, kamu hanya perlu menaruh lilin di dalamnya saat malam hari dan lampu romantis dari toples kaca pun sudah jadi. Kamu bisa memajang kerajinan kaca ini di ruang keluarga, teras, ataupun balkon dekat taman rumahmu.

Proses Pembentukan Produk-produk Kaca
  • Proses pembuatan untuk barang pecah belah seperti: botol, bola lampu, dan barang-barang individual lainnya.
  • Proses berkelanjutan untuk membuat kaca lembaran dan tabung.
  • Proses pembuatan serat untuk menghasilkan serat untuk insulasi, material komposit fiberglass, dan serat optik.

Metode kerajinan tangan masih digunakan sampai sekarang untuk membuat barang pecah belah yang bernilai tinggi dalam jumlah kecil. Selain kerajinan tangan, teknologi mekanis juga dipakai untuk menghasilkan produk dalam jumlah tinggi.

Spinning
Spinning kaca mirip dengan pengecoran logam sentrifugal. Spinning digunakan untuk menghasilkan komponen berbentuk corong. Pada proses ini, kaca cair dimasukkan ke cetakan berbentuk kerucut yang terbuat dari baja. Cetakan diputar sehingga gaya sentrifugal menyebabkan kaca mengalir ke atas dan menyebar dengan sendirinya pada permukaan cetakan.

Gambar 1. Spinning.
(Sumber: M. P. Groover, 2010, Fundamentals of Modern Manufacturing: Materials, Processes, and Systems, edisi 4.)

Pressing
Pressing adalah proses yang banyak digunakan untuk membuat produk kaca secara massal seperti piring, alat pemanggang, lensa lampu, dan barang serupa yang relatif datar.

Gambar 2. Pressing.
(Sumber: M. P. Groover, 2010, Fundamentals of Modern Manufacturing: Materials, Processes, and Systems, edisi 4.)
Bahan Baku dan Peleburan Kaca

Komponen utama di hampir semua kaca adalah silika, yang sumber utamanya adalah kuarsa alami dalam pasir. Pasir harus dicuci dan diklasifikasikan. Pencucian menghilangkan kotoran seperti tanah liat dan mineral tertentu yang dapat menyebabkan pewarnaan kaca yang tidak diinginkan. Mengklasifikasikan pasir berarti mengelompokkan butiran menurut ukurannya. Ukuran partikel yang paling cocok untuk pembuatan kaca adalah 0,1 sampai 0,6 mm. Berbagai komponen lainnya, seperti: soda ash, batu gamping, aluminium oksida, kalium (potash), dan mineral lain ditambahkan dalam jumlah yang tepat untuk mencapai komposisi yang diinginkan. Pencampuran dilakukan dalam jumlah yang sesuai dengan kapasitas tungku peleburan yang tersedia.

Pada praktik modern, kaca daur ulang biasanya ditambahkan ke dalam campuran. Selain melestarikan lingkungan, kaca daur ulang memudahkan peleburan. Tergantung pada jumlah kaca limbah yang tersedia dan spesifikasi komposisi akhir, pemakaian kaca daur ulang dapat mencapai 100 %.

Teknologi Manufaktur

Produk kaca diproduksi secara komersial dalam berbagai bentuk yang hampir tidak terbatas. Beberapa produk kaca yang diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak, antara lain: bola lampu, botol minuman, dan kaca jendela.

Kaca adalah salah satu dari tiga tipe dasar keramik. Kaca memiliki struktur non-kristalin (vitreous), sedangkan bahan keramik lainnya memiliki struktur kristal. Dalam pengerjaan kaca, bahan utama awal adalah silika (SiO₂). Silika biasanya dikombinasikan dengan keramik oksida lainnya, yang membentuk kaca. Bahan awal dipanaskan supaya mengubahnya dari benda padat menjadi cairan kental. Cairan kental tersebut kemudian dibentuk menjadi geometri yang diinginkan. Saat didinginkan dan keras, material tetap dalam keadaan seperti kaca (tidak mengkristal).

Pembentukan kaca dilakukan dengan berbagai proses, antara lain: pengecoran, pressing dan blowing (untuk menghasilkan botol dan wadah lainnya), dan pengerolan (untuk membuat pelat kaca). Langkah finishing juga diperlukan untuk produk tertentu.

Perlakuan Panas pada Kaca

Proses finishing terkadang diperlukan untuk produk barang pecah belah. Proses ini meliputi penggerindaan, pemolesan, dan pemotongan. Selain itu, proses dekoratif dan permukaan dilakukan pada produk barang pecah belah tertentu. Proses tersebut yaitu sandblasting dan pelapisan.

  • Kaca transparan dan memiliki sifat optik tertentu. Cocok untuk aplikasi yang membutuhkan transparansi, transmisi cahaya, pembesaran, dan sifat optik serupa.
  • Kaca beberapa kali lebih kuat terhadap tekanan daripada tarikan. Produk kaca harus dirancang sedemikian rupa sehingga mengalami tegangan tekan, bukan tegangan tarik.
  • Keramik, termasuk kaca, bersifat rapuh. Kaca tidak boleh digunakan pada aplikasi yang melibatkan beban benturan atau tegangan tinggi.
  • Komposisi kaca tertentu memiliki koefisien muai panas yang sangat rendah.
  • Ulir kasar dapat diterapkan pada kaca.

Tags: kerajinan cara bahan pengolahan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia