... Pengrajin vs Perajin: Perbedaan, Teknik, dan Panduan DIY untuk Karya Sulaman

Pengrajin atau Perajin - Seni dan Keterampilan dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Katalog Produk Ready

Selain produk custom kami juga ada produk ready.

Mau lihat katalog untuk produk yang ready? Silahkan klik tombol di bawah ini.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Inilah beberapa pertanyaan yang sering disampaikan oleh klien kami.

Apakah bisa custom?

Tentus saja bisa. Anda bisa memberikan gambar kerja atau spesifikasi produk kerajinan kayu yang Anda inginkan.

Berapa lama durasi pengerjaannya?

Tergantung antrian produksi dan kuantitas orderan Anda. Sebagai catatan, sistem produksi kami adalah 100% handmade sehingga kecepatan produksi tidak bisa seperti robot.

Bisa produksi box kayu?

Anda menginginkan box kayu? Percayakan pada kami. Ranu Woodcraft cukup dikenal sebagai pengrajin box atau kotak kayu untuk berbagai kegunaan, seperti box kayu untuk perhiasan, tembakau, jam tangan, dll.

Apakah bisa embos brand saya sendiri?

Sangat bisa. Bahkan kami ada layanan grafir brand dengan laser sehingga hasilnya sangat presisi.

Apakah ada garansi cacat produksi?

Ya, tentu saja. Anda tidak perlu khawatir.

Apa saja layanannya?

Apakah bisa kirim keluar kota?

Tentu saja. Kami biasa mengirimkan produk kerajinan kayu ke Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Medan, dan Balikpapan dengan aman.

Apa yang dikerjakan pengrajin kayu?

Pengrajin kayu adalah orang yang memiliki keterampilan khusus dalam mengolah kayu menjadi berbagai produk kerajinan dengan nilai seni atau fungsi yang spesifik. Seorang pengrajin kayu memiliki cakupan tanggung jawab yang kompleks, mulai dari pemilihan kayu yang tepat, perencanaan desain yang matang, serta pengerjaan yang detail dan presisi menggunakan berbagai jenis alat dan teknik kayu yang berbeda. Mereka memproduksi aneka kerajinan dari kayu yang umumnya ukurannya relative kecil, seperti mangkok kayu, nampan kayu, talenann kayu, cangkir kayu, coaster kayu, box kayu, dll. Inilah bedanya dengan tukang kayu yang secara umum mengerjakan produk furniture dengan ukuran besar seperti kursi, meja, nakas, lemari, pintu kayu, dll (Anam, 2020).

Agar Industri Batik Semakin Bergairah

Scroll Untuk Melanjutkan

Founder Batik Concept lainnya Juan Sidharta dan Gisella Budiono mengatakan, ada beberapa cara untuk membuat industri batik kembali bergairah dan diminati generasi muda. Cara paling sederhana adalah dengan menggencarkan edukasi, promosi, serta meregenasi demand dari batik itu sendiri.

Edukasi dan promosi harus selalu digalakkan agar generasi muda semakin paham nilai-nilai dari warisan budaya Indonesia. Peran pemerintah di sini pun sangat penting untuk memfasilitasi sekaligus mendukung event-event bertema batik atau wastra Nusantara.

“Kalau anak muda sering terekspos dengan dunia batik, makin lama mereka bisa mengerti valuenya, dan mengerti betapa rumitnya membatik. Itulah sebabnya diperlukan edukasi dan promosi karena semua bersinergi dalam creating a demand. A demand for batik. Ketika demand naik otomatis upah pengrajin batik bisa lebih tinggi juga, dan ini berkesinambungan dengan kesejahteraan para pengrajin batik,” ujar Juan Sidharta.

“Kami sendiri sudah berulang kali meluncurkan campaign agar anak-anak muda tertarik mengenakan batik dalam kegiatan sehari-hari mereka. Jika dilakukan secara konsisten dan mengikuti perkembangan zaman, tidak menutup kemungkinan regenerasi pengrajin batik akan kembali berjalan,” tambahnya.

Ya, meskipun harga batik tulis cenderung lebih mahal dibandingkan batik cap atau print, Gisella mengatakan, ada alasan tersendiri mengapa ia dan kedua partnernya memilih produk batik tulis sebagai lini bisnis utama mereka.

“Kami memang lebih memilih batik tulis karena teknik membatik itulah yang kami mau lestarikan. Jangan sampai terus menjadi dying tradition. Di samping itu, kami juga mau mendukung home industry khususnya para pengrajin yang menggantungkan hidupnya dari membatik,” ungkap Gisella.

“Namun terlepas dari itu semua, kami berharap dan selalu mendorong anak-anak muda untuk bangga mengenakan batik. Any batik is ok, even better if we can preserve our cultural inheritance by promoting batik tulis. Kenapa saya bilang any batik is ok, karena memang batik tulis itu mahal, tidak semua orang mau sisihkan budget untuk beli batik tulis,” tandasnya.

UMK kain dan tenun masih terpusat di Pulau Jawa

Produksi kain tenun dengan identitas khas suatu daerah menjadi potensi tersendiri bagi daerah tersebut. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa produksi kain tenun di Indonesia didominasi oleh industri kecil dan menengah yang berada di desa/kelurahan sebagai pusat produksi kain tenun daerah.

Dalam data potensi desa (Podes) berdasarkan keberadaan jenis dan industri kecil mikro, per tahun 2018 terdapat 19.063 desa yang memiliki produsen kain dan tenun di dalamnya.

Di level provinsi, jumlah desa yang memiliki Usaha Kerja Mikro (UMK) kain dan tenun terbanyak berada di Pulau Jawa dengan urutan pertama adalah Jawa Tengah, yang memiliki 3.800 desa dengan perajin kain dan tenun di dalamnya.

Sementara itu, Jawa Timur berada di urutan ke-2 dengan 2.777 desa perajin kain dan tenun dan Jawa Barat berada di urutan ke-3 dengan 2.496 desa perajin kain dan tenun.

Sebaran desa dengan pengrajin kain dan tenun di dalamnya. | Infografis: GoodStats

Jumlah UMK kain dan tenun terbanyak masih terpusat di Pulau Jawa dengan 125.722 unit per tahun 2018. Jumlah tersebut meningkat sekitar 4 persen dibandingkan data yang tercatat sebelumnya di tahun 2014 sebanyak 107.381 unit.

Namun, di saat UMK kain dan tenun masih terpusat di Pulau Jawa, daerah Maluku beserta kepulauan di sekitarnya justru menjadi daerah dengan persentase peningkatan tertinggi.

Pada tahun 2014, hanya terdapat 81 UMK kain dan tenun di wilayah Maluku. Sementara itu, pada tahun 2018 jumlah UMK kain dan tenun di Maluku meningkat tajam, sebesar 49,6 persen atau menjadi 406 unit.

Meningkatnya jumlah UMK kain dan tenun di Maluku tentu saja disebabkan permintaan pasar terhadap kain dan tenun khas Maluku meningkat sehingga unit produksi kian bertambah.

Selain itu, penyebab lain meningkatnya jumlah UMK perajin kain dan tenun di Maluku adalah kerja sama antara pihak-pihak dalam memasarkan kain dan tenun khas Maluku.


Tags:

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia