... Panduan Lengkap Pengrajin Barongan Kediri: Cara Membuat Sendiri dengan Sentuhan Jarum dan Benang!

Pengrajin Barongan Kediri - Seni Tradisional yang Menginspirasi

Pelestarian Seni Barong di Blora

Kabupaten Blora merupakan daerah dengan kuantitas kesenian barong terbesar di Jawa Tengah. Dibandingkan daerah lain Blora dapat dikatakan sebagai sentral kesenian barong di Jawa Tengah. Di Era modern seperti sekarang, mempertahankan eksistensi kesenian tradisional tentu tidak mudah. Hal ini dikarenakan banyaknya budaya-budaya baru yang muncul yang lebih modern yang sifatnya juga menghibur.

Pelestarian kesenian seperti Barongan ini tentu tidak hanya dari satu pihak dalam arti hanya seniman saja, namun perlu adanya keikutsertaan masyarakat dan pemerintah daerah. Untuk pemerintah daerah sendiri, di Kabupaten Blora biasanya di setiap tahunnya di selenggarakan Festival Barongan dimana ajang lomba tersebut diikuti oleh beberapa paguyuban Seni Barong yang ada di Kabupaten Blora. Puncak acara biasanya di hibur oleh kesenian barongan local maupun luar daerah yang didatangkan untuk menghibur masyarakat Blora. Hal ini tentu sangat berpengaruh dalam mempertahan kesenian daerah dan juga memperkenalkan Seni Barong kepada generasi penerus.

Baca Juga Kenali Syndrome FOMO, Penyakit Penggila Media Sosial

Selain pemerintah, masyarakat juga turut andil dalam pelestarian Seni Barong. Perkembangan Seni Barong di Blora sangat pesat. Dahulu, Seni Barong hanya berfungsi untuk kepentingan ritual, seperti tradisi sedekah bumi, lamporan, dan tradisi desa lainnya.

Selain dalam wujud seni tari maupun drama. Seniman Blora mengenalkan Seni Barong kepada masyarakat luas melalui hasil karya seni rupa seperti patung, topeng,dan souvenir-souvenir lain yang bertemakan Seni Barong. Selain dari segi pelestarian tentunya hal tersebut juga mampu membantu para seniman Blora dari segi ekonomi untuk menambah pundi-pundi penghasilan mereka dari tangan kreatif yang mereka gunakan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Jadi, usaha-usaha yang dilakukan dalam mewujudkan kelestarian Seni Barong di kabupaten Blora tentunya harus didukung dari semua pihak mulai dari seniman, masyarakat umum dan juga pemerintah daerah. Dengan adanya pelestarian ini dimaksudkan agar anak cucu dan generasi-generasi selanjutnya masih dapat menjumpai Kesenian Barong ini.

Kisah [ sunting | sunting sumber ]

Adapun Dalam kisah yang digunakan oleh seniman jaranan Kediri yang dikaitkan dengan terjadinya Reog Ponorogo untuk dipergunakan menutupi sejarah bahwa banyaknya anak-anak kecil dari Kediri menjadi Gemblak seorang Warok di Ponorogo sebagai berikut :

Dikisahkan Raja Airlangga memiliki seorang putri yang bernama Dewi Sangga Langit yang memiliki nama lain Kilisuci. Dia adalah orang kediri yang sangat cantik. Pada waktu itu banyak sekali yang melamar, maka dia mengadakan sayembara. Pelamar-pelamar Dewi Songgo Langit semuanya sakti. Mereka sama-sama memiliki kekuatan dan ilmu yang tinggi. Dewi Songgo Langit sebenarnya tidak mau menikah dan dia Ingin menjadi petapa saja. Prabu Airlangga memaksa Dewi Songgo Langit untuk menikah. Akhirnya dia mau menikah dengan satu permintaan. Barang siapa yang bisa membuat kesenian yang belum ada di Pulau Jawa dia akan menjadi suaminya.

Ada beberapa orang yang ingin melamar Dewi Songgo Langit. Diantaranya adalah Klono Sewandono dari Wengker, Toh Bagus Utusan Singo Barong Dari Blitar, kalawraha seorang adipati dari pesisir kidul, dan 4 prajurit yang berasal dari Blitar. Para pelamar bersama-sama mengikuti sayembara yang diadakan oleh Dewi Songgo Langit. Mereka berangkat dari tempatnya masing-masing ke Kediri untuk melamar Dewi Songgo Langit.

Dari beberapa pelamar itu mereka bertemu dijalan dan bertarung terlebih dahulu sebelum mengikuti sayembara di kediri. Pertarungan tersebut dimenangkan oleh Klana Sewandono atau Pujangganom. Dalam pertempuran itu Pujangganom menang dan Singo Ludoyo kalah. Pada saat kekalahan Singo Ludoyo, rupanya singo Ludoyo memiliki janji dengan Pujangganom. Singa Ludoyo meminta jangan dibunuh. Pujangganom rupanya menyepakati kesepakatan itu. Akan tetapi Pujangganom memiliki syarat yaitu Singo Barong harus mengiring temantenya dengan Dewi Sangga Langit ke Wengker.

Ciri khas Barongan Blora

Barongan Blora memiliki keunikan tersendiri yang tentunya berbeda dari daerah lain. Tiga ciri khas yang dimiliki Barongan Blora yaitu :

Pertama, gamelan pengiring. Barongan Blora identik dengan pakem bermain dari tempo yang lambat ke tempo yang cepat. Hal ini didasarkan pada sorakan masyarakat saat pegelaran barongan. Selain gamelan, juga terdapat instrument music kendang, gendhuk, boning, saron, demung, dan juga kempul.

Seiring dengan perkembangan jaman, terdapat instrument modern seperti keyboard, drum, kendang besar yang biasanya akan dipadupadakan dengan kesenian campursari. Hal ini menjadikan Barongan tetap eksis dijaman modern dengan kemajuan instrument namun tetap dengan konsep tradisionalnya.

Kedua, alur cerita. Cerita diambil dari kisah Raden Panji Asmarabangun yang kemudian divariasi namun tidak mengubah alur cerita utamanya.

Ketiga, tokoh-tokohnya. Tokoh-tokohnya terdiri dari Singo Barong (Gembong Amijoyo) Gendruwon (Joko Lodro), Penthul (Untub, Noyontko dan Mbok Ginah), Jaranan (Pasukan dari Jenggala) dan Patih Punjangga Anom (Bujangganong).

Dari beberapa tokoh tersebut, yang menjadi cirri khusus Barongan Blora adalah Penthul yang tidak dimiliki oleh tari kreasi macan dari daerah lain.

Mengenal Reog Ponorogo

Reog Ponorogo adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang berasal dari Jawa Timur. Kesenian tradisional ini terkenal dengan pertunjukan yang megah dan penuh energi, yang sering kali menampilkan topeng besar, kostum warna-warni, dan tarian yang dinamis.

Reog Ponorogo memiliki akar sejarah yang panjang dan merupakan simbol kebanggaan bagi masyarakat Ponorogo. Pertunjukan ini biasanya diselenggarakan pada acara-acara besar seperti perayaan hari kemerdekaan, pesta rakyat, dan upacara adat.

Salah satu keunikan Reog Ponorogo adalah tokoh utama yang dikenal sebagai Barongan atau Singa Barong. Barongan adalah topeng besar berbentuk kepala singa dengan bulu-bulu merak yang menawan.

Topeng ini bisa mencapai berat hingga 50 kilogram dan dibawa oleh penari yang kuat dan terlatih. Penari ini harus memiliki keseimbangan dan kekuatan fisik yang luar biasa karena ia harus menari sambil menggendong Barongan di atas kepalanya.

Penampilan Barongan ini selalu menjadi pusat perhatian dan sering kali disertai dengan atraksi akrobatik yang memukau. Selain Barongan, Reog Ponorogo juga melibatkan beberapa tokoh lain seperti Jathilan, Warok, dan Prabu Kelono Sewandono.

Jathilan adalah penari kuda lumping yang menampilkan tarian magis dengan gerakan cepat dan bersemangat. Warok adalah tokoh kuat dan gagah yang melambangkan ksatria dalam masyarakat Jawa.

Cerita Mistis

Di masyarakat Indonesia, kesenian barongan kerap ada yang menghubungkan dengan hal-hal mistis, termasuk dalam proses pembuatannya.

Taufiq pun mengaku jika selama membuat barongan, ia beberapa kali menemui peristiwa janggal dan berbau mistis.

“Pernah beberapa kali sih. Kalau biasanya saya buat itu dua minggu, di minggu pertama ada saja yang aneh-aneh, seperti mengeluarkan suara-suara berisik dari barongan yang belum jadi. Nah saya pikirnya sih mungkin ini ingin dipercepat pembuatannya,” ungkapnya.

Karena itu, ia pun sering melayani pesanan barongan khusus dengan mempercepat prosesnya. Hal itu agar ia tidak menemui peristiwa aneh selama pengerjaan.

“Tidak masalah sih. Pada prinsipnya kita harus melestarikan budaya kita agar bisa kita wariskan ke generasi penerus. Sebagai pengrajin barongan muda, saya harap ke depan muncul penerus demi lestarinya budaya kita,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

  • Tags
  • Kecamatan Padaherang
  • Kesenian Tradisional
  • PMII
  • Seni Budaya

Tags:

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia