Pengrajin Perak Jogja - Seni Sulam Jarum dan DIY yang Memukau
HS Silver Kota Gede – Pengrajin Perak Tertua di Kota Yogyakarta
Kerajinan Perak Kota Gede – Kota Gede merupakan daerah di pinggiran kota Yogyakarta. Kota ini terdiri dari jalan-jalan sempit, dengan toko-toko perak tradisional dan rumah berubin mosaik berjajar di tepi jalan, dahulu rumah-rumah ini merupakan rumah para bangsawan dan pedagang kerajaan.
Kawasan ini sekarang terkenal sebagai pusat industri perak di Yogyakarta. Ada sejumlah workshop dimana pengunjung dapat berhenti dan menonton bagaimana perak dibentuk menjadi barang-barang yang unik dan indah.
Perak Yogya memiliki ciri khas yang unik yaitu berbentuk relief dengan warna hitam dan putih yang kontras. Kota Gede menghasilkan kerajinan perak yang indah seperti gelang, kalung, cincin, bros dan kerajinan lainya.
Salah satu pengrajin perak tertua di Kota Gede yaitu HS Silver. HS Silver merupakan perusahaan yang memproduksi perak berkualitas untuk pasar lokal maupun luar negeri. HS Silver menawarkan desain yang unik dengan motif yang khas, menonjol, dan ornament yang bervariasi didukung dengan teknik filigree yang sangat detail.
Cincin silver/perak adalah cincin yang terbuat dari material dasar logam lunak yang mempunyai lapisan logam yang berkilau. Perak dijadikan sebagai material cincin karena sifat lunaknya sehingga mudah ditempa menjadi bentuk yang datar. Cincin Perak dapat menjadi pilihan bagi Anda yang menghendaki cincin dengan budget yang memadai, dan dapat pula dipakai oleh pria sebagai pengganti cincin emas karena pria tidak boleh memakai emas. Akan tetapi karena perak memiliki sifat yang lunak/lembut, cincin berbahan perak rentan terhadap goresan dan bisa cepat memudar warnanya (muncul noda keabu-abuan pada cincin) bila dipakai dalam waktu yang lama. Sehingga memerlukan perawatan pemolesan ulang cincin.
Saat sudah memiliki cincin silver/perak, Anda mesti hati-hati memakainya dan rutin merawatnya. Berikut ini tips yang bisa Anda lakukan untuk perawatan cincin Anda :
Setiap saat Anda akan dan selesai memakai cincin silver, bersihkan dengan lap dengan pelan dan searah, agar warna cincin silver ini tetap tahan mengkilapnya.
- Melepas Cincin saat Mandi / Berenang di Kolam Renang,
Saat anda hendak mandi ataupun berenang di kolam renang atau laut, sebaiknya Anda melepaskan cincin silver, karena zat-zat yang ada di dalam air bak mandi/kolam renang/laut seperti zat sulfur, zat klorida ini dapat merubah warna bahkan merusak cincin silver Anda.
- Gunakan Deterjen / Baking Soda untuk Membersihkan Cincin
- Bila jari-jari berkeringat, bersihkan cincin sesering mungkin dengan lap
Banyaknya aktifitas Anda, dapat menyebabkan jari-jari Anda berkeringat. Segera lepas cincin, bersihkan dengan lap. Sebaiknya jangan membersihkan menggunakan tissu, karena partikel-partikel kecil dari tissu dapat tertinggal di cincin yang terkena keringat itu, sehingga ketahanan warna cincin berbahan perak menjadi berkurang.
- Jangan letakkan cincin perak di tempat yang lembab, sebaiknya taruh cincin di tempat yang sejuk dan kering
Blangkon
Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta dan daerah di Jawa Tengah lainnya kamu akan melihat para kaum pria mengenakan penutup kepala yang unik dan khas. Penutup kepala tersebut juga dapat kamu temui di berbagai tempat toko pakaian di Jogja. Lalu apa sebenarnya penutup kepala tersebut? Benda tersebut memiliki nama yaitu blangkon. Blangkon sudah ada sejak zaman kerajaan dan hanya dikenakan oleh kaum pria.
Blangkon juga kerap kali digunakan sebagai aksesoris penutup kepala dalam berpakaian adat. Namun tak sedikit pula yang mengenakannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada awalnya blangkon tidak berbentuk topi bulat seperti saat ini melainkan berupa kain bermotif.
Kain tersebut kemudian akan diikatkan hingga menutupi kepala. Lama kelamaan masyarakat melakukan inovasi dengan membuat blangkon siap pakai sehingga lebih praktis dan cepat. Blangkon Jogja berbeda dengan blangkon yang ada di daerah lain dimana bagian belakang blangkon jogja memiliki “mondolan”.
Mondolan adalah tempat untuk menaruh rambut panjang yang umumnya dimiliki oleh orang-orang Jogja pada zaman dahulu. Menyimpan rambut pada “mondolan” dimaknai dengan manusia seharusnya pandai menyimpan rahasia terutama aib baik diri sendiri maupun orang lain.
Batik Kayu
Jika pada umumnya membatik dilakukan di atas selembar kain, maka di tangan masyarakat Krebet membatik dapat dilakukan di atas kayu. Kayu-kayu tersebut tidak hanya diukir dengan pola batik tetapi juga dibentuk menjadi sebuah topeng,g, wayang, almari, aksesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, dan peralatan lainnya. Oleh sebab itulah dibutuhkan keahlian khusus untuk membuat kerajinan ini.
Kerajinan ini bermula dari warga Krebet yang hanya mengandalkan sektor pertanian mereka. Sedangkan para petani hanya bisa menanam pada saat musim tertentu. Masyarakat Krebet pun mencoba inovasi lainnya yaitu dengan membuat batik di atas kayu. Kerajinan tersebut kemudian dijual dan berhasil mengundang banyak peminat mulai dari masyarakat lokal hingga mancanegara.
Belanja Cincin Perak di Kotagede Jewellery
Kotegede Jewellery merupakan salah satu toko cincin yang menjual cincin perak untuk cincin nikah, cincin tunangan ataupun cincin couple. Kami menggunakan perak 950 sebagai material cincin berbahan perak. Apabila Anda berbelanja cincin perak Jogja di Kotagede Jewellery, ada beberapa jenis cincin silver yang tersedia, yaitu :
Cincin silver dengan model simple, tidak banyak mata cincin, sepasang seharga Rp 650.000
Cincin Silver dengan mata cincin berjumlah lebih dari 2, sepasang seharga Rp 750.000
Cincin Silver dengan model/desain yang rumit dan memiliki banyak mata, sepasang seharga mulai Rp 800.000 – 1 jutaan Bila Anda berbelanja cincin perak Jogja di Kotagede Jewellery, Anda akan mendapatkan free perawatan cincin, free grafir nama, free ongkir ke seluruh Indonesia dengan asuransi hingga 20 juta.
Yuk segera custom cincin Anda dengan datang di offline store kami di Jl.Gedongkuning Selatan No.97 (selatan PLN Gedongkuning) atau Anda bisa juga berkonsultasi dengan CS kami di Whatsaap 085280007373.
Tags: jogja