... Panduan Langkah Demi Langkah dari Para Pengrajin Rotan Jogja untuk Karya Sulaman dan DIY yang Memukau

Pengrajin Rotan Jogja - Keahlian Menenun yang Memikat dalam Dunia Kerajinan dan DIY

Tantangan dan Menipisnya Sumber Daya Rotan di Lombok

Hariono mengungkapkan, dirinya sempat mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku rotan. Ini karena sumber daya rotan semakin menipis seiring berjalannya waktu. Baca juga: Ingin Membangun Bisnis dengan Teman? Simak 5 Tips dari COO Denyut Bumi “Untungnya kita ada pemasok rotan dari tetangga kita, yakni Sumbawa dan sebgaian dari Nusa Tenggara Timur (NTT),” lanjut Hariono. Bukan hanya itu, banyaknya pesaing merupakan tantangan yang dihadapi oleh Hariono dalam menjalankan usaha Unique Lombok. Tak berdiam diri, Hariono tersebut melakukan differensiasi produk dengan menambah ciri khas dan pembeda, baik dari desain atau model dibandingkan kompetitor. Selain itu, ongkos kirim ke luar negeri juga menjadi hambatan Hariono dalam menjalankan usahanya. Bahkan, banyak konsumen loyalitas luar negeri yang mengeluhkan tingginya ongkos karga ke negara tujuannya. Baca juga: Era Marketing 5.0, Apa yang Harus Dilakukan Pelaku Usaha?

Di Lombok, khususnya di Kampung Hariono terdapat banyak sekali pengrajin rotan. Mayoritas para pengrajin merupakan ibu rumah tangga yang menganyam hanya sekadar mengisi waktu luang ketika pulang dari bertani atau berkebun. “Di kampung saya itu ada ribuan pengrajin rotan. Di sana masyarakatnya kreatif-kreatif. Meskipun demikian, saya biasanya hanya mengambil produk dari 100-200 pengrajin saja sesuai dengan kebutuhan kita,” jelasnya.

Kisah Sukses Hariono, Pengrajin Rotan yang Berdayakan 200 Ibu Rumah Tangga

Jakarta, Kompas.com – Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia yang menguasai pasar rotan sekitar 80 persen. Rotan menjadi salah satu bahan baku yang memiliki banyak manfaat. Hal ini yang dimanfaatkan Hariono (42) untuk mengolah rotan menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Hariono merupakan owner dari Unique Lombok yang didirikan pada tahun 2010. Ia melihat adanya peluang besar dari potensi sumber daya rotan yang ada di kampung halamannya. Baca juga: Cerita Siswa SMA IAS Al- Jannah Merintis Bisnis Batik Ramah Lingkungan Anagata “Di kampung saya itu memang sentra kerajinan rotan sudah sejak lama. Tapi memang, dulu hanya dua sampai 3 bentuk saja. Kemudian saya coba untuk mengembangan desain bentuk sesuai tren di pasaran,” tutur Hariono saat ditemui Kompas.com pada pameran INACRAFT 2023 di JCC, Senayan pada Kamis (5/10/2023).


Tags: rotan jogja

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia