Pengrajin Sepatu Cibaduyut - Seni Merajut dan DIY yang Memikat
Jenis Sandal Siap Produksi
Sandal Gunung Type 1
Sandal Gunung Type 2
Sandal Gunung Type 3
Sandal Gunung Type 4
Sandal Gunung Type 5
Sandal Gunung Type 6
Sandal Flip flops Type 1
Sandal Flip flops Type 2
Silahkan konsultasi terlebih dahulu untuk mendapatkan harga yang pas sesuai spesifikasi dan keinginan anda
Berharap pemerintah lebih serius kembangkan sepatu handmade di Cibaduyut
pengrajin sepatu kulit Cibaduyut (instagram.com/ hallensshoes)
Satu hal yang jadi keresahan Indra adalah minimnya fasilitas edukasi fomal guna menjaga iklim pembuatan sepatu kulit handmade di Cibaduyut tetap hidup. Selama ini mungkin sudah ada unit-unit khusus dari pemerintah agar kawasan ini mempertahankan produksi alas kaki, tapi itu dirasa belum cukup.
Layaknya di Kabupaten Sidoarjo, harusnya pemerintah bisa memusatkan pengembangan alas kaki khususnya sepatu kulit di kawasan Cibaduyut, Bandung. Misalnya, dengan membuat sekolah atau pendidikan khusus yang berkaitan dengan pembuatan sepatu kulit secara manual.
"Mereka juga bisa diajarkan untuk memanfaatkan digitalisasi karena memang ini tidak bisa dilepaskan di jaman sekarang. Semua ini penting menunjang usaha pengrajin," kata Indra.
Dengan demikian, makin banyak pengrajin sepatu kulit di kawasan ini yang mampu mengembangkan usahanya. Dampak besar ke depannya, nama Cibaduyut yang khas dengan pembuatan sepatu kulit pun harum kembali dan bisa mensejahterakan lebih banyak masyarakat Bandung.
Jam Buka Cibaduyut
Sebagai kawasan wisata yang ramai dan selalu dipadati pengunjung, objek wisata di bandung ini buka mulai pukul 08.00 – 22.00 WIB.
Sahabat traveler’s, alamat sentra kerajinan kulit cibaduyut sendiri lokasinya berada di daerah Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat [ Peta Lokasi ]
Lokasinya hanya berjarak sekitar 2 KM atau bisa ditempuh dengan naik kendaraan bermotor sekitar 10 menitan dari arah Terminal Leuwipanjang,
selanjutnya berjarak sekitar 10 KM dari arah tempat wisata di kota bandung yang terkenal seperti Trans Studio Bandung, Alun – Alun Kota Bandung dan Masjid Raya Bandung,
dan berjarak sekitar 20 KM dari arah tempat wisata di bandung utara terkenal seperti Orchid Forest Lembang, Floating Market Lembang, Dago Dream Park dan Dusun Bambu, The Lodge Maribaya dll
dan berjarak sekitar 30 KM atau bisa ditempuh dengan berkendara sekitar 1 jam-an dari kawasan wisata ciwidey yang terkenal seperti Kawah Putih Ciwidey, Situ Patenggang & Glamping Lakeside dll.
Nah lalu berapakah jarak dan waktu tempuh berkendara menuju ke Cibaduyut dari lokasi anda berada dan tempat – tempat wisata di kota bandung dan sekitarnya yang terkenal ?
untuk mencari tahu jawabannya, silahkan anda bisa melihat di peta lokasi google map yang akan kang dian bagikan di bawah ini lengkap dengan contoh rute jalan menuju ke sana.
Sebarkan ilmu pembuatan sepatu yang berorientasi ekspor
IDN Times/Istimewa
Koku Footwear sendiri belum terlalu lama muncul sebagai salah satu jenama sepatu kulit di Cibaduyut. UMKM ini baru berkecimpung sejak 13 tahun lalu dengan membuat produk di tempat perajin lainnya.
Melihat kondisi para perajin yang kekurangan pemasukan karena produknya kalah bersaing dengan sepatu pabrikan, Indra memutar otak mencari cara agar dia bisa merekrut para perajin dan menghasilkan produk bermutu dengan harga jual tinggi.
"Kebetulan di lingkungan sekitar saya di Cibaduyut ini akan banyak perajin sepatu kulit. Tapi kesejahteraan mereka kurang. Dari situ saya bertekad membuat sepatu sendiri yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan perajin, juga melestarikan yang namanya tradisi sepatu kulit handmade Cibaduyut," ujar Indra.
Dalam membuat sepatu dengan tangan tanpa bantuan mesin canggih memang tidak mudah dan membutuhkan waktu. Untuk sepatu kulit ada tiga cara yang digunakan, yaitu hand welting, blake stitch, san crispino, dan stitch down. Masing-masing mempunyai tingkat kesulitannya sendiri, tapi bisa memengaruhi kualitas dan harga jual.
Ilmu-ilmu seperti ini yang ingin disebarkan Indra dari satu perajin ke perajin lainnya di kawasan Cibaduyut. Harapannya, teknik pemasangan sepatu ini tidak semakin terdegradasi seiring waktu dan permintaan yang terus bertambah.
"Jadi perajin ini ada yang mengajarkan dari ahlinya. Nah karyawan saya diminta agar bisa mendidik perajin lainnya. Mudah-mudahan teknik membuat sepatu handmande ini terus berlanjut dan tidak mati," kata dia.
Sepatu yang dibuat tangan punya nilai jual tinggi
IDN Times/Istimewa
Koku Footwear adalah satu dari sekian para pelaku pembuat sepatu di Cibaduyut. Memprioritaskan memproduksi sepatu dengan cara klasik, nyatanya tak membuat alas kaki dari UMKM ini turun kelas.
Justru permintaan sepatu yang dibuat secara manual sekarang makin meningkat. Dalam satu bulan Koku Footwear mampu memproduksi sepatu hingga 300 pasang. Sekitar 10 persen dari total pembuatan berhasil tembus pasar ekspor khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Meski tidak murah, pembeli sepatu kulit handmade masih ada dan banyak. Bahkan untuk pasar ekspor pembelinya tak mempersoalkan harga asalanya barangnya memang bagus dan kuat.
"Kalau pasar luar itu mereka lebih menghargai produk yang dibuat manual. Ada teman saya yang buat sepatu juga di Indonesia malah tidak terkenal, terkenalnya justru di luar negeri. Jadi peminat sepatu handmade ini masih banyak kok," paparnya.
Yang jadi persoalan sekarang yaitu banyak juga pelaku usaha di Cibaduyut yang punya barang bagus tapi tidak tahu cara menjualnya. Mereka tak paham mencari pasar di dalam negeri atau ekspor. Alhasil mayoritas pengrajin di Cibaduyut ini memasarkan produknya secara lokal. Padahal pangsa pasar di luar negeri untuk sepatu kulit yang dibuat secara manual masih tinggi.
Tags: sepatu cibaduyut