... Pengrajin Sepatu Cibaduyut: Panduan DIY dan Keterampilan Sulaman

Pengrajin Sepatu Cibaduyut - Seni Merajut dan DIY yang Memikat

Sepatu Cibaduyut

Terkenal karena Kualitas serta model sepatu yang diproduksi ditempat ini Up To Date, dan yang paling Populer dan mampu menjadikannya terkenal ke dunia adalah,

kemampuan para pengrajin sepatu membuat sepatu secara manual dengan tangan (Hand Made Shoes) sekaligus mengekspornya ke hampir ke 27 negara di dunia,

dengan pasar utamanya Amerika serikat yang hampir 46,16 persen.

Keberpihakan serta support pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat terhadap produksi sepatu di kawasan wisata belanja sepatu ini memang sangat besar,

dan berpengaruh dalam mengangkat nama serta promosi bahwa tempat ini memiliki produk yang secara kualitas dan model yang tidak kalah dengan berbagai jenis sepatu produksi luar negeri.

Hal yang paling fenomenal adalah ketika presiden Jokowi dan juga wakil presiden Jusuf Kalla sebagai pejabat penting negara ternyata memesan dan menggunakan sepatu produksi asli tempat ini.

Cibaduyut Bandung

Sahabat traveler’s, ada banyak Tempat Wisata di Bandung yang sangat terkenal dan selama ini namanya begitu hits menjadi destinasi wisata favorit wisatawan dalam dan luar negeri.

Bandung adalah sebuah kota di indonesia yang sejak dari zaman kolonialisme belanda populer dijuluki ” Paris Van Java ” dan juga dijuluki ” Kota Kembang ” dengan ikonnya Jalan Braga Bandung,

tidak salah memang kedua julukan itu disematkan kepada Bandung, karena kawasan yang dikelilingi oleh dataran tinggi pegunungan ini menyimpan sejuta pesona daya tarik yang luar biasa,

mulai dari eksotisme Wisata Alam Bandung nya yang mudahaaaa kita temukan di kawasan Tempat Wisata di Lembang, Maribaya, Ciwidey, Pangalengan, Cimahi, Dago dll,

kemudian Tempat Wisata Malam di Bandung yang menggoda dengan sejumlah Nightclub nya, lalu wisata kulinernya yang menyuguhkan sejumlah Cafe di Bandung yang Unik dan Instagramable

dan tidak lupa, Bandung juga terkenal sebagai kota kreatif dan sekaligus menjadi surga wisata belanja bagi para penggila shooping khususnya kaum ibu / wanita dan remaja.

Nah salah satu bukti bahwa bandung sebagai kota kreatif dan menjadi tempat wisata belanja idaman bagi seluruh wisatawan adalah hadirnya kawasan wisata belanja Cibaduyut.

Saat ini Cibaduyut bisa dikatakan sebagai salah satu pusat dan kiblat produksi beragam produk fashion tidak kalah bersaing dengan Factory Outlet di Bandung,

Tempat ini namanya mendunia dan populer sebagai salah satu sentra kerajinan tangan rumahan ( home made ) bahan kulit dan produksi sepatu,

meskipun Pembuatan Sepatu Cibaduyut dan tasnya di buat secara home industri, namun kualitas barang yang dihasilkan para Pengrajin Sepatu Cibudut diakui.

Berharap pemerintah lebih serius kembangkan sepatu handmade di Cibaduyut

pengrajin sepatu kulit Cibaduyut (instagram.com/ hallensshoes)

Satu hal yang jadi keresahan Indra adalah minimnya fasilitas edukasi fomal guna menjaga iklim pembuatan sepatu kulit handmade di Cibaduyut tetap hidup. Selama ini mungkin sudah ada unit-unit khusus dari pemerintah agar kawasan ini mempertahankan produksi alas kaki, tapi itu dirasa belum cukup.

Layaknya di Kabupaten Sidoarjo, harusnya pemerintah bisa memusatkan pengembangan alas kaki khususnya sepatu kulit di kawasan Cibaduyut, Bandung. Misalnya, dengan membuat sekolah atau pendidikan khusus yang berkaitan dengan pembuatan sepatu kulit secara manual.

"Mereka juga bisa diajarkan untuk memanfaatkan digitalisasi karena memang ini tidak bisa dilepaskan di jaman sekarang. Semua ini penting menunjang usaha pengrajin," kata Indra.

Dengan demikian, makin banyak pengrajin sepatu kulit di kawasan ini yang mampu mengembangkan usahanya. Dampak besar ke depannya, nama Cibaduyut yang khas dengan pembuatan sepatu kulit pun harum kembali dan bisa mensejahterakan lebih banyak masyarakat Bandung.

Waspada kepunahan sentra sepatu Cibaduyut

Keinginan Indra untuk melestarikan teknik membuat sepatu yang bagus dan mengajarkannya kepada banyak pengrajin pemula harus didukung banyak pihak. Salah satu alasannya karen pengrajin di sentra sepatu Cibaduyut perlahan berkurang.

Dalam catatan terakhir Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, jumlah perajin sepatu di Sentra Cibaduyut tersisa 50 orang. Minimnya regenerasi membuat jumlah perajin sepatu di kawasan tersebut semakin menurun.

Dia menuturkan keberadaan 50 perajin sepatu Cibaduyut tersebut ternyata sebagai pengusaha baru dan salah satu kendala yang membuat mereka tidak berkembang ialah masalah bahan baku yang diimpor dari Tiongkok. Di sisi lain, banyak usaha sepatu yang sebelumnya dijalankan para orang tua atau generasi leluhurnya, tapi sekarang tidak dilanjutkan oleh anak-anaknya.

"Jadi IKM seperti Cibaduyut ini orang tuanya sendiri yang mendorong anak-anaknya beraktivitas lain. Sudah lah sekolah saja yang benar, sehingga mereka terbawa lingkungan-lingkungan lain. Akhirnya si anak perajin ini enggak melanjutkan usaha orang tuanya," kata Iendra beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan permasalahan lainnya yang dihadapi para pelaku industri sepatu di Cibaduyut ialah terkait bahan baku. Walaupun masih bisa mengekspor produknya hingga ke luar negeri, akan tetapi bahan yang mereka dapatkan masih bergantung impor.

"Ini sebagai energi positif budaya ekonomi kreatif di Kota Bandung," tuturnya.

Anggota Komis B DRRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menilai, sentra sepatu Cibaduyut layak menjadi perhatian di Indonesia.

"Hasil karyanya bagus. Ada salah satu pengrajin yang produknya sampai Italia. Artinya kreartivitas orang Bandung itu hebat. Tugas kita memberikan fasilitas dan membantu pemasaran agar potensi yang ada itu lebih hebat," katanya.

Sepatu yang dibuat tangan punya nilai jual tinggi

IDN Times/Istimewa

Koku Footwear adalah satu dari sekian para pelaku pembuat sepatu di Cibaduyut. Memprioritaskan memproduksi sepatu dengan cara klasik, nyatanya tak membuat alas kaki dari UMKM ini turun kelas.

Justru permintaan sepatu yang dibuat secara manual sekarang makin meningkat. Dalam satu bulan Koku Footwear mampu memproduksi sepatu hingga 300 pasang. Sekitar 10 persen dari total pembuatan berhasil tembus pasar ekspor khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Meski tidak murah, pembeli sepatu kulit handmade masih ada dan banyak. Bahkan untuk pasar ekspor pembelinya tak mempersoalkan harga asalanya barangnya memang bagus dan kuat.

"Kalau pasar luar itu mereka lebih menghargai produk yang dibuat manual. Ada teman saya yang buat sepatu juga di Indonesia malah tidak terkenal, terkenalnya justru di luar negeri. Jadi peminat sepatu handmade ini masih banyak kok," paparnya.

Yang jadi persoalan sekarang yaitu banyak juga pelaku usaha di Cibaduyut yang punya barang bagus tapi tidak tahu cara menjualnya. Mereka tak paham mencari pasar di dalam negeri atau ekspor. Alhasil mayoritas pengrajin di Cibaduyut ini memasarkan produknya secara lokal. Padahal pangsa pasar di luar negeri untuk sepatu kulit yang dibuat secara manual masih tinggi.


Tags: sepatu cibaduyut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia