... Pengrajin Sepatu Cibaduyut: Panduan DIY dan Keterampilan Sulaman

Pengrajin Sepatu Cibaduyut - Seni Merajut dan DIY yang Memikat

Sepatu Cibaduyut

Terkenal karena Kualitas serta model sepatu yang diproduksi ditempat ini Up To Date, dan yang paling Populer dan mampu menjadikannya terkenal ke dunia adalah,

kemampuan para pengrajin sepatu membuat sepatu secara manual dengan tangan (Hand Made Shoes) sekaligus mengekspornya ke hampir ke 27 negara di dunia,

dengan pasar utamanya Amerika serikat yang hampir 46,16 persen.

Keberpihakan serta support pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat terhadap produksi sepatu di kawasan wisata belanja sepatu ini memang sangat besar,

dan berpengaruh dalam mengangkat nama serta promosi bahwa tempat ini memiliki produk yang secara kualitas dan model yang tidak kalah dengan berbagai jenis sepatu produksi luar negeri.

Hal yang paling fenomenal adalah ketika presiden Jokowi dan juga wakil presiden Jusuf Kalla sebagai pejabat penting negara ternyata memesan dan menggunakan sepatu produksi asli tempat ini.

Sebarkan ilmu pembuatan sepatu yang berorientasi ekspor

IDN Times/Istimewa

Koku Footwear sendiri belum terlalu lama muncul sebagai salah satu jenama sepatu kulit di Cibaduyut. UMKM ini baru berkecimpung sejak 13 tahun lalu dengan membuat produk di tempat perajin lainnya.

Melihat kondisi para perajin yang kekurangan pemasukan karena produknya kalah bersaing dengan sepatu pabrikan, Indra memutar otak mencari cara agar dia bisa merekrut para perajin dan menghasilkan produk bermutu dengan harga jual tinggi.

"Kebetulan di lingkungan sekitar saya di Cibaduyut ini akan banyak perajin sepatu kulit. Tapi kesejahteraan mereka kurang. Dari situ saya bertekad membuat sepatu sendiri yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan perajin, juga melestarikan yang namanya tradisi sepatu kulit handmade Cibaduyut," ujar Indra.

Dalam membuat sepatu dengan tangan tanpa bantuan mesin canggih memang tidak mudah dan membutuhkan waktu. Untuk sepatu kulit ada tiga cara yang digunakan, yaitu hand welting, blake stitch, san crispino, dan stitch down. Masing-masing mempunyai tingkat kesulitannya sendiri, tapi bisa memengaruhi kualitas dan harga jual.

Ilmu-ilmu seperti ini yang ingin disebarkan Indra dari satu perajin ke perajin lainnya di kawasan Cibaduyut. Harapannya, teknik pemasangan sepatu ini tidak semakin terdegradasi seiring waktu dan permintaan yang terus bertambah.

"Jadi perajin ini ada yang mengajarkan dari ahlinya. Nah karyawan saya diminta agar bisa mendidik perajin lainnya. Mudah-mudahan teknik membuat sepatu handmande ini terus berlanjut dan tidak mati," kata dia.

Waspada kepunahan sentra sepatu Cibaduyut

Keinginan Indra untuk melestarikan teknik membuat sepatu yang bagus dan mengajarkannya kepada banyak pengrajin pemula harus didukung banyak pihak. Salah satu alasannya karen pengrajin di sentra sepatu Cibaduyut perlahan berkurang.

Dalam catatan terakhir Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, jumlah perajin sepatu di Sentra Cibaduyut tersisa 50 orang. Minimnya regenerasi membuat jumlah perajin sepatu di kawasan tersebut semakin menurun.

Dia menuturkan keberadaan 50 perajin sepatu Cibaduyut tersebut ternyata sebagai pengusaha baru dan salah satu kendala yang membuat mereka tidak berkembang ialah masalah bahan baku yang diimpor dari Tiongkok. Di sisi lain, banyak usaha sepatu yang sebelumnya dijalankan para orang tua atau generasi leluhurnya, tapi sekarang tidak dilanjutkan oleh anak-anaknya.

"Jadi IKM seperti Cibaduyut ini orang tuanya sendiri yang mendorong anak-anaknya beraktivitas lain. Sudah lah sekolah saja yang benar, sehingga mereka terbawa lingkungan-lingkungan lain. Akhirnya si anak perajin ini enggak melanjutkan usaha orang tuanya," kata Iendra beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan permasalahan lainnya yang dihadapi para pelaku industri sepatu di Cibaduyut ialah terkait bahan baku. Walaupun masih bisa mengekspor produknya hingga ke luar negeri, akan tetapi bahan yang mereka dapatkan masih bergantung impor.

"Ini sebagai energi positif budaya ekonomi kreatif di Kota Bandung," tuturnya.

Anggota Komis B DRRD Kota Bandung, Asep Mulyadi menilai, sentra sepatu Cibaduyut layak menjadi perhatian di Indonesia.

"Hasil karyanya bagus. Ada salah satu pengrajin yang produknya sampai Italia. Artinya kreartivitas orang Bandung itu hebat. Tugas kita memberikan fasilitas dan membantu pemasaran agar potensi yang ada itu lebih hebat," katanya.

Mengembalikan Marwah Sepatu Kulit Handmade Cibaduyut Ala Koku Footwear

Seorang pekerja tengah membuat sepatu di salah satu rumah produksi kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung. IDN Times/Istimewa

Bandung, IDN Times - Cibaduyut. Siapa tak mengenal kawasan yang menjadi sentra sepatu di Kota Bandung ini. Bagi pecinta fesyen khususnya sepatu kulit, Cibaduyut sudah barang tentu jadi tujuan utama untuk dikunjungi.

Cibaduyut sendiri berlokasi di daerah Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Jawa Barat. Tepatnya tidak jauh dari terminal Leuwi Panjang dan hanya memiliki jarak tempuh sekitar 10 kilometer (km) atau 30 menit dari pusat kota alun-alun Bandung.

Dari berbagai refensi yang ada, sentra sepatu Cibaduyut sudah muncul sejak 1920-an, ketika para pekerja di industri sepatu memutuskan berhenti dan membuka usahanya sendiri. Lambat laut bisnis sepatu kulit di kawasan ini makin cerah. Banyak produk berkualitas yang dibuat secara mandiri, tanpa bantuan mesin, diproduksi para perajin di Cibaduyut.

Sayangnya, bisnis sepatu kulit handmade dari Cibaduyut saat ini mulai banyak digantikan mesin. Sepatu dibuat massal dengan kualitas standar. Kekhasan sepatu kulit yang dibuat oleh tangan perajin pun perlahan memudar.

"Kalau dari pengamatan saya ini dari seluruh pelaku usaha sepatu di Cibaduyut mungkin hanya lima persen yang mempertahankan (kualitas handmade). Jadi memang hitungan jari lah, dan orangnya ya itu-itu saja," kata Mochamad Indra Yusuf Wahyudin, pemilik jenama Koku Footwear saat berbincang dengan IDN Times, Minggu (28/5/2023).

Menurutnya, jumlah produsen sepatu di Cibaduyut masih banyak. Namun, hanya sedikit yang mempertahankan produk berkualitas agar bisa dijual sampai ke luar negeri.

Cibaduyut Bandung

Sahabat traveler’s, ada banyak Tempat Wisata di Bandung yang sangat terkenal dan selama ini namanya begitu hits menjadi destinasi wisata favorit wisatawan dalam dan luar negeri.

Bandung adalah sebuah kota di indonesia yang sejak dari zaman kolonialisme belanda populer dijuluki ” Paris Van Java ” dan juga dijuluki ” Kota Kembang ” dengan ikonnya Jalan Braga Bandung,

tidak salah memang kedua julukan itu disematkan kepada Bandung, karena kawasan yang dikelilingi oleh dataran tinggi pegunungan ini menyimpan sejuta pesona daya tarik yang luar biasa,

mulai dari eksotisme Wisata Alam Bandung nya yang mudahaaaa kita temukan di kawasan Tempat Wisata di Lembang, Maribaya, Ciwidey, Pangalengan, Cimahi, Dago dll,

kemudian Tempat Wisata Malam di Bandung yang menggoda dengan sejumlah Nightclub nya, lalu wisata kulinernya yang menyuguhkan sejumlah Cafe di Bandung yang Unik dan Instagramable

dan tidak lupa, Bandung juga terkenal sebagai kota kreatif dan sekaligus menjadi surga wisata belanja bagi para penggila shooping khususnya kaum ibu / wanita dan remaja.

Nah salah satu bukti bahwa bandung sebagai kota kreatif dan menjadi tempat wisata belanja idaman bagi seluruh wisatawan adalah hadirnya kawasan wisata belanja Cibaduyut.

Saat ini Cibaduyut bisa dikatakan sebagai salah satu pusat dan kiblat produksi beragam produk fashion tidak kalah bersaing dengan Factory Outlet di Bandung,

Tempat ini namanya mendunia dan populer sebagai salah satu sentra kerajinan tangan rumahan ( home made ) bahan kulit dan produksi sepatu,

meskipun Pembuatan Sepatu Cibaduyut dan tasnya di buat secara home industri, namun kualitas barang yang dihasilkan para Pengrajin Sepatu Cibudut diakui.


Tags: sepatu cibaduyut

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia