... Pengrajin Tas Kulit: Panduan Lengkap untuk Pekerjaan Jahit DIY

Pengrajin Tas Kulit - Seni Merajut Tas Kulit DIY

Proses Pembuatan Kerajinan Kulit

Para proses pembuatanya, kulit yang digunakan adalah berupa kulit mentah atau biasa disebut dengan split. Nantinya kulit mentah tersebut akan diolah menggunakan bahan kimia khusus.
Untuk melunakkan kulit tersebut akan dilakukan perendaman dengan air dalam kurun waktu satu hari lebih. Ketika sudah, maka kulit akan mendapatkan keadaan kering dan nantinya akan ditipiskan kembali menggunakan pisau.

Perlu diketahui jika proses penipisan ini akan dilakukan pada bagian rambut dan juga sisa daging yang melekat. Pada bagian kulit dalam akan mendapatkan proses penipisan yang cukup banyak. Jika sudah proses penipisan akan dilakukan pada bagian kulit luar.

Lanjutkan dengan membersihkan kulit yang sudah ditipiskan dengan air dan jangan lupa untuk mengolahnya kembali dengan amplas agar bisa mendapatkan kulit yang begitu berkualitas. Terakhir, lakukan proses pengeringan dengan menjemurnya di bawah sinar matahari hingga mendapatkan kering merata.

Asal Usul Sentra Kerajinan Kulit Manding

Ketika kita berbicara tentang Sentra Kerajinan Kulit Manding yang terkenal, kita harus merenung tentang asal usulnya yang penuh sejarah. Sentra kerajinan kulit ini bukanlah hasil kebetulan, melainkan warisan dari perjuangan dan inovasi sejumlah individu yang berani mengambil langkah besar.

Cerita dimulai pada tahun 1947, ketika tiga pemuda berani dari dusun Manding, Yogyakarta, bernama Prapto Sudarmo, Ratno Suharjo, dan Wardi Utomo, memutuskan untuk mencari pekerjaan di pusat kota Yogyakarta. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan biasa, tetapi mereka berakhir bekerja di sebuah perusahaan pengolahan kulit yang memproduksi berbagai barang, termasuk pakaian dan pelana untuk kuda.

Dari perusahaan inilah mereka memperoleh pengetahuan dasar tentang pengolahan kulit. Tidak puas hanya bekerja sebagai karyawan, ketiga pemuda tersebut akhirnya memutuskan untuk merintis usaha sendiri yang berbasis kulit. Mereka mengumpulkan bahan baku kulit bekas dan mulai menciptakan berbagai produk kerajinan kulit seperti sepatu, tas, ikat pinggang, dompet, jaket, dan lainnya.

Pada awalnya, usaha mereka berskala kecil, tetapi dengan waktu, semakin banyak warga dusun Manding yang tertarik untuk bergabung. Puncaknya, pada tahun 1970-an, bisnis kerajinan kulit Manding mulai melejit dan karya mereka dikenal oleh banyak orang.

Produk-produk kerajinan kulit dari Manding awalnya dijual di Pasar Ngasem, Yogyakarta, tetapi dengan meningkatnya minat wisatawan dalam dan luar negeri, serta semakin banyaknya perajin yang membuka usaha di dusun Manding, toko-toko mereka mulai menjamur di sekitar dusun Manding pada tahun 1980-an.

Selama perjalanan panjangnya, industri kerajinan kulit Manding menghadapi banyak tantangan, termasuk gempa bumi hebat yang melanda Yogyakarta pada tahun 2006. Namun, dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia yang menjadikan dusun Manding sebagai desa binaan, serta peningkatan lahan yang disewakan di sekitar dusun Manding, industri ini bangkit kembali dengan cepat.

Tas Kulit Cenderung Awet

Karena keawetannya ini, penggemarnya tergolong cukup banyak. Bahkan, terus bertambah. Sebab, bukan hanya kaum muda yang menyukai tas kulit, tetapi ibu-ibu juga pastinya gemar menggunakan tas kulit. Pasalnya, tas ini akan menghadirkan kesan penuh kewibawaan saat dipakai.

Bukan hanya bentuk, tetapi motif juga bisa dicustom sesuai permintaan Anda. Bagi para perempuan misalnya, menginginkan motif vintage, sangat bisa untuk mengajukannya. Yang terpenting, jangan salah memilih pengrajin tas kulit.

Anda harus yakin sepenuhnya bahwa pengrajin yang dipilih itu murah, namun tidak murahan. Artinya, kualitasnya tetap diperhatikan, sehingga bisa dipakai dengan luwes.

Sentra Kerajinan Kulit Manding Desa Wisata Yogyakarta

Baca Lainnya

Kerajinan Tangan Khas Mojokerto Cocok untuk Souvenir dan Oleh-oleh

Potensi Bisnis Ternak Kenari di Indonesia

Desa Manding, terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah destinasi yang sungguh istimewa. Ketenarannya meluas ke seluruh Yogyakarta dan bahkan hingga mancanegara. Ini adalah salah satu keajaiban di mana suatu komunitas bisa menjaga warisan budayanya dan mengubahnya menjadi daya tarik wisata yang unik. Salah satu jawabannya adalah teknik dan kualitas pembuatan produk kerajinan kulitnya yang sangat istimewa. Produk-produk yang berasal dari Desa Manding terbuat dari bahan kulit nabati dan diolah dengan teknik “tatah timbul.”


Tags: kulit

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia