... Pengrajin Wayang Golek: Panduan DIY dan Seni Jahit Tradisional Indonesia

Pengrajin Wayang Golek - Kesenian Rajutan dan DIY

Wayang Golek Lenong Betawi (Kontemporer)

Wayang Golek Lenong Betawi adalah salah satu jenis wayang golek kreasi baru yang diciptakan oleh Bang Tizar Purbaya pada tahun 2001 dan diteruskan oleh Putranya Bang Reza Purbaya. Hal ini di dorong karena masyarakat Betawi ingin memiliki kesinian khas yang bernuansa Betawi.

Wayang Golek Betawi adalah gabungan antara kesenian wayang, lenong dan gambang kromo. Pertunjukan wayang ini tidak diiringi musik gamelan layaknya kesenian wayang lainnya, melainkan diiringi musik gambang kromo dari Betawi dan diselipi candaan khas lenong. Wayangnya terbuat dari kayu seperti wayang golek sunda, tetapi tampilan fisiknya lebih banyak menyerupai manusia.

Cerita yang ada diadaptasi dari cerita rakyat Betawi, sejarah maupun cerita modern. Wayang Golek lenong betawi mempunyai keunikan khusus dari berjoget hingga mengeluarkan asap rokok. Kemampuan inilah yang menjadikan keunggulan dari wayang Golek Lenong Betawi.

Senapan angin Desa Cipacing, Kecamatan Jatinagor

Selain kerajinan dan ukiran kayu Kabupaten Sumedang juga mempunyai pengrajin senapan angin yang berada di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinagor, Jawa Barat.

Dari refrensi yang saya temukan bahwa industri kerajinan membuat senapan angin di Desa Cipacing sudah dijalankan secara turun temurun dan sudah berlangsung selama lebih dari 100 tahun. Yaitu pertama kali dirintis oleh Raden Nata Dimadja pada tahun 1854 silam.

Pada tahun 196 0- an terdapat catatan resmi generasi Raden Nata Dimadja di Desa Cipacing dan Cikeruh terdapat pengrajin senapan angin, walaupun saat itu masih bisa dihitung dengan jari.

Saat itu masyarakat Desa Cipacing belum memproduksi senapan angin sendiri, melainkan hanya memperbaiki senapan angin yang berasal dari luar negeri.

Namun di tahun 1960-an berbekal dengan pengetahuan tentang memperbaiki senapan angin yang berasal dari luar negeri, serta melihat peluang usaha yang menjanjikan, masyarakat Desa Cipacing dan Cikeruh termotivasi untuk membuat dan mendirikan usahanya sendiri, meskipun saat itu pengrajin senapan angin masih bisa hanya beberapa.

Seiring berjalanya waktu, yaitu pada tahun 1970-an sampai tahun 1990-an merupakan puncak dari produksi senapan angin, yaitu terdapat setidaknya 300 pengrajin senapan angin. Saat itu produksi senapan angin di Desa Cipacing terbilang cukup menjanjikan, karena produksi senapan angin tidak hanya berhasil menembus pasar di pulau Jawa saja, melainkan bisa menjangkau ke berbagai wilayah Indonesia.

Namun penjualan itu mengalami sedikit guncangan setalah terjadinya krisis moneter serta isu terorisme yang menyebabkan banyak pengrajin dan pedagang harus gulung tikar. Karena pada tahun 1998 banyak konflik di berbagai wilayah Indonesia seperti di wilayah Poso, Aceh, Maluku, Sumatera, Jakarta dan beberapa wilayah lainya. Dengan kata lain pada saat itu senjata tidak boleh diperdagangkan dengan bebas.

Namun tidak berhenti disini, para pengrajin senapan angin dari Desa Cipacing dan Cikeruh melakukan perundingan untuk membuat koperasi. Saat itu koperasi tersebut bernama Bina Bhakti Senapan Angin. Dengan berdirinya koperasi ini polri memberi perizinan untuk penjualan senjata. Dimana perizinan ini harus diperpanjang dalam setiap 5 tahun sekali.

Wayang Golek khas Kota Bogor

Wayang Golek merupakan pagelaran seni khas Sunda. Disetiap daerah memiliki ciri Wayang Golek tersendiri. Demikian pula dengan kota Bogor yang merupakan daerah pengrajin Wayang Golek.

Kerajinan ini yang paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Bogor dan bisa kamu bawa sebagai oleh oleh khas. Buah tangan etnik ini terkenal sampai luar negeri bahkan di seluruh dunia.

Di Bogor juga terdapat tempat pembuatan sekaligus dijadikan tempat wisata. Salah satunya Sanggar Tumaritis, di sini pengunjung dapat melihat serta belajar proses pembuatan dari Wayang Golek. Wayang Golek dijual dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp. 100.000.

Wayang Golek Desa Rancakalong, Kecamatan Paseh

Wayang Golek merupakan wayang yang terbuat dari kayu yang menjadi salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang berasal dari Jawa Barat. Wayang golek sendiri merupakan perkembangan dari wayang kulit.

Pada awalnya wayang kulit merupakan wayang yang digunakan oleh Sunan Kudus untuk menyebarkan ajaran Islam di wilayah Kudus. Namun karena ketertarikan para ulama dan santri yang berasal dari Cirebon, akhirnya membawa ide tersebut ke Cirebon.

Saat ini dan pada umumnya wayang golek lebih dominan sebagai seni pertunjukan ketika ada hajat tertentu, seperti khitanan, pernikahan atau acara lainya. Namun tidak hanya itu, karena wayang golek merupakan salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. Selain itu wayang golek menjadi salah satu media untuk penyampaian pesan yang sangat efektif. Juga wayang golek bisa menjadi pembelajaran dengan tokoh- tokohnya yang bisa menjadi tauladan.

Seiring berjalanya waktu dan perkembangan zaman, wayang golek tidak hanya sebagai media pertunjukan, namun saat ini wayang golet juga bisa menjadi souvenir khas Sunda.

Di Kabupaten Sumedang tepatnya di Desa Pamulihan terdapat sebuah sanggar wayang, yaitu Sanggar Sundari yang memproduksi berbagai kerajinan tangan wayang golek berkualitas, mulai dari kualitas biasa (mainan) hingga kualitas tinggi (wayang dalang).


Wayang golek mainan bisa berupa wayang souvenir untuk ucapan terima kasih dan wayang ballpoint. Sedangkan wayang kualitas tinggi adalah untuk wayang dalang. Tidak hanya itu di Sanggar Sundari ini juga menyediakan berbagai macam ukiran, seperti topeng, asbak, patung, gantungan kunci dan golok ukir.

Bagaimana sudah tertarik untuk berkunjung ke Sumedang? mengunjungi beberapa wisata alam di Sumedang, menikmati berbagai makanan khas Sumedang, lalu pulang membawa kerajinan khas Sunda?

Zaman boleh berubah, tapi kita tidak bisa begitu saja meninggalkan budaya lama yang semakin hari semakin ditinggalkan karena perubahan zaman. Menghargai karya bangsa yang sudah ada sejak dahulu, jangan sampai ciri khas yang bahkan sudah diakui sebagai karya seni khas Indonesia, diakui oleh bangsa lain.

Sebuah apresiasi untuk para pengrajin di Kabupaten Sumedang yang sudah bertahan selama ini dan tidak lekang oleh waktu. Karena selain untuk mendapat nilai ekonomis, para pengrajin di Kabupaten Sumedang juga mengaku bahwa alasan mereka tetap memilih menjadi pengrajin adalah mereka ingin melestarikan budaya Sunda dan sebagai bentuk perhatian mereka terhadap budaya Sunda.


Proses Pembuatan Wayang Golek, Alat, Bahan, dan Caranya

Wayang golek merupakan sejenis boneka kayu yang proses pembuatannya dengan cara diraut serta diukir pada bagian-bagian seperti badan, kepala, dan juga tangan. Kemudian diantara bagian badan, kepala, dan tangan tersebut dihubungkan dengan menggunakan sebatang kayu bulat kecil yang disebut dengan gagang. Jadi, ketiga bagian-bagian ini dapat dilepaskan.

Gagang ini selain berfungsi untuk menghubungkan bagian kepala, Badan dan juga tangan juga berfungsi untuk meletakkan wayang tersebut di atas batang pisang atau dalam bahasa Sunda disebut dengan “gedebog cau“, yakni dengan cara ditancapkan. Sedangkan untuk pakaiannya, wayang golek menggunakan pakaian yang terbuat dari tenunan yang berwarna-warni.

Pembuatan Wayang Golek Sesuai Karakter

Setiap tokoh Wayang Golek itu memiliki sifat atau karakternya sendiri, jadi dalam setiap proses pembuatannya mengikuti karakter tersebut. Secara umum kelompok ini dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu tokoh yang memiliki karakter baik serta karakter yang jahat.

Menurut dari salah satu penelitian dijawa barat, sedikitnya terdapat kurang lebih ada 120 karakter tokoh wayang golek, yang semuanya tergolong ke dalam karakter baik dan jahat. Jika dilihat dari karakter masing-masing dari tokoh wayang golek ini digambarkan dengan perbedaan antara bentuk dan warna kulit wajah , seperti misalnya karakter Satria, Punggawa, Buta dan pura Punakawan.

Alat dan Bahan Yang di Butuhkan Dalam Pembuatan Wayang Golek

Peralatan yang di Butuhkan

Peralatan yang digunakan dalam proes pembuatan wayang golek sebenarnya terbilang cukup sederhana, yakni kita dapat menggunakan peralatan yang terbilang tradisional seperti bedog (golok), gergaji, kapak, pisau raut atau pisau ukir, ampelas, dempul, serta alat-alat pendukung lainnya. Alat-alat ini saja sudah cukup untuk menghasilkan wayang golek dengan bentuk yang sempurna, tergantung dari skill orang yang membuatnya.


Tags: yang golek

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia