... Pengrajin Wayang Golek: Panduan DIY dan Seni Jahit Tradisional Indonesia

Pengrajin Wayang Golek - Kesenian Rajutan dan DIY

Miniatur Kujang khas Bogor

Berbagai macam kerajinan khas Kota Bogor selalu diburu karena memiliki nilai seni yang tinggi. Salah satu kerajinan yang paling banyak dicari yaitu miniatur Menara Kujang. Miniatur ini terbuat dari kayu yang dibuat sesuai bentuk aslinya dalam ukuran yang kecil.

Menara Kujang juga dapat ditemukan dalam bentuk miniaturnya. Kerajinan tangan Miniatur Tugu Kujang ini dapat menjadi buah tangan khas Bogor.

Miniatur yang unik ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp. 100.000. Selain itu, juga terdapat miniatur rumah adat, mobil, dan masih banyak lagi.

Produk unggulan Bogor hanya sebagian terlebih dari itu, masih banyak sekali kerajinan serta makanan yang menjadi produk unggulan dari kota hujan ini. Bagi kamu yang berkunjung ke Bogor nggak ada salahnya untuk membeli oleh-oleh dengan memilih salah satu produk unggulannya.

Sebagai rekomendasi kamu yang suka makan, kamu bisa mencoba Lapis Talas Sangkuriang yang sudah banyak penggemarnya karena cita rasa yang khas dengan banyak varian rasa yang nggak pernah kamu coba sebelumnya, lho!

Kerajinan dari Sumedang yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Sumedang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang terdiri dari 26 Kecamatan, 7 Kelurahan dan 270 Desa. Sebagian besar wilayah Sumedang didominasi oleh pegunungan dan sebagian kecil wilayah dataran rendah.

Keadaan alam yang masih terjaga menjadikan Kabupaten Sumedang memiliki berbagai kekayaan alam dan potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Seperti obyek wisata Situ Cilembang yang berada di Desa Hariang, Kecamatan Buah Dua dan Curug Gorobog di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan yang menjadi serbuan wisatawan akhir-akhir ini.


Selain dari sektor wisata, kabupaten yang terletak di sebelah barat Kota Bandung ini juga dikenal dengan julukan kota tahu. Dimana Tahu Sumedang merupakan makanan khas Sumedang yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan masih eksis dan digemari oleh masyarakat sampai saat ini.

Namun selain tahu Sumedang yang menjadi icon kabupaten ini, sebenarnya masih banyak makanan khas Sumedang yang cukup terkenal di wilayah Jawa Barat, seperti olahan dari ubi cilembu, soto bangko, tutug oncom, oncom, opak ketan, tape singkong dan makanan lain khas Sumedang yang pastinya siap memanjakan lidah.

Tidak hanya itu, selain berbagai olahan makanan dan obyek wisata, Kabupaten Sumedang juga mempunyai banyak pelaku ekonomi kreatif. Salah satunya adalah pengrajin yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Sumedang yang sudah ada sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu dan diwariskan secara turun temurun.

Senapan angin Desa Cipacing, Kecamatan Jatinagor

Selain kerajinan dan ukiran kayu Kabupaten Sumedang juga mempunyai pengrajin senapan angin yang berada di Desa Cipacing, Kecamatan Jatinagor, Jawa Barat.

Dari refrensi yang saya temukan bahwa industri kerajinan membuat senapan angin di Desa Cipacing sudah dijalankan secara turun temurun dan sudah berlangsung selama lebih dari 100 tahun. Yaitu pertama kali dirintis oleh Raden Nata Dimadja pada tahun 1854 silam.

Pada tahun 196 0- an terdapat catatan resmi generasi Raden Nata Dimadja di Desa Cipacing dan Cikeruh terdapat pengrajin senapan angin, walaupun saat itu masih bisa dihitung dengan jari.

Saat itu masyarakat Desa Cipacing belum memproduksi senapan angin sendiri, melainkan hanya memperbaiki senapan angin yang berasal dari luar negeri.

Namun di tahun 1960-an berbekal dengan pengetahuan tentang memperbaiki senapan angin yang berasal dari luar negeri, serta melihat peluang usaha yang menjanjikan, masyarakat Desa Cipacing dan Cikeruh termotivasi untuk membuat dan mendirikan usahanya sendiri, meskipun saat itu pengrajin senapan angin masih bisa hanya beberapa.

Seiring berjalanya waktu, yaitu pada tahun 1970-an sampai tahun 1990-an merupakan puncak dari produksi senapan angin, yaitu terdapat setidaknya 300 pengrajin senapan angin. Saat itu produksi senapan angin di Desa Cipacing terbilang cukup menjanjikan, karena produksi senapan angin tidak hanya berhasil menembus pasar di pulau Jawa saja, melainkan bisa menjangkau ke berbagai wilayah Indonesia.

Namun penjualan itu mengalami sedikit guncangan setalah terjadinya krisis moneter serta isu terorisme yang menyebabkan banyak pengrajin dan pedagang harus gulung tikar. Karena pada tahun 1998 banyak konflik di berbagai wilayah Indonesia seperti di wilayah Poso, Aceh, Maluku, Sumatera, Jakarta dan beberapa wilayah lainya. Dengan kata lain pada saat itu senjata tidak boleh diperdagangkan dengan bebas.

Namun tidak berhenti disini, para pengrajin senapan angin dari Desa Cipacing dan Cikeruh melakukan perundingan untuk membuat koperasi. Saat itu koperasi tersebut bernama Bina Bhakti Senapan Angin. Dengan berdirinya koperasi ini polri memberi perizinan untuk penjualan senjata. Dimana perizinan ini harus diperpanjang dalam setiap 5 tahun sekali.


Tags: yang golek

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia