Pengrajin Wayang Kulit Jogja - Keindahan Seni Sulaman dan DIY
Sentra Kerajinan Batik Kayu, Krebet
Kalau batik biasa dikenal dengan teknik tulis dan cap pada media kain, beda halnya dengan kampung Krebet yang memproduksi kerajinan batik pada media kayu. Para pengrajin batik di Sendangsari, Pajangan, Bantul menggunakan media kayu untuk berkreasi sejak tahun 1970-an.
Beberapa motif batik yang di produksi di Kampung Krebet antara lain parangrusak, parangbarong, Kawung, garuda, Sidomukti, dan Sidorahayu.
Awalnya produk yang dihasilkan para pengrajin di Desa Wisata Krebet sebatas topeng dan wayang. Namun, para pengrajin berinovasi dan mampu menghasilkan berbagai macam produk lainnya.
Berbagai produk kerajinan yang dihasilkan oleh warga Krebet adalah lemari, asesoris rumah tangga, patung kayu, kotak perhiasan, dan hiasan batik kayu lainnya. Soal harga mulai dari ribuan hingga jutaan rupiah.
Kantor Bappeda Bantul
Komplek Parasamya
Jl. RW. Monginsidi No.1, Bantul Kurahan, Bantul, Kec. Bantul Kab. Bantul, DI Yogyakarta 55711
Komite Ekonomi Kreatif Bantul
Jl. Prof. Dr. Supomo. Sh No.2 Bejen, Ringinharjo, Kec. Bantul Kab. Bantul, DI Yogyakarta 55712
15 Kerajinan Tangan Khas Yogyakarta Beserta Gambarnya
Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mempunyai banyak peminat. Banyak orang yang memasukkan Yogyakarta sebagai daftar tujuan wisata mereka. Tak hanya cantik, kota ini juga mempunyai beberapa kebudayaan dan ciri khas berupa kerajinan tangan. Apa saja kerajinan tangan khas kota gudeg? Simak pembahasannya berikut ini.
Batik merupakan kain tradisional bangsa Indonesia yang keberadaanya sudah diakui oleh dunia. Batik sendiri hadir sejak zaman dahulu bahkan pada masa kerajaan. Salah satu daerah dengan kerajinan batik yang paling terkenal berasal dari kota Yogyakarta. Sejarah mencatat batik di daerah Yogyakarta sudah ada sejak era Mataram kuno yang pada saat itu dipimpin oleh Panembahan Senopati. Daerah yang pertama kali memproduksi batik adalah daerah Plered.
Pada awalnya kegiatan membatik ini hanya dilakukan oleh kaum wanita yang datang dari keluarga keraton dan bangsawan. Namun seiring berjalannya waktu kegiatan ini diajarkan kepada seluruh wanita tanpa pandang bulu. Kegiatan membatik ini pun menyebar luas ke berbagai wilayah di luar Yogya.
Perbedaan batik Yogya dengan batik dari daerah Indonesia lainnya adalah memiliki warna dominan coklat dan motif yang tegas dan besar. Motif tersebut menjadikan batik Yogya terlihat gagah. Motif batik yang terkenal dari Yogya adalah batik garda dan batik parang.
Mengunjungi Sentra Kerajinan Kriya Bantul, Kawasan Kreatif yang Mendunia
Sebagai pusat industri kreatif, Bantul punya beberapa sentra kerajinan yang sangat dikenal oleh wisatawan. Mulai dari kulit, batik, hingga keris semua siap menyambut wisatawan demi buah tangan yang menawan.
Desa Manding dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan kulit terbesar. Desa ini sudah aktif memproduksi kriya berbahan kulit sejak tahun 1947.
Beberapa produk yang dihasilkan adalah sepatu, tas, dompet, dengan kualitas yang internasional. Seperti kerajinan kulit umumnya, produk Desa Manding dibuat dari bahan kulit nabati yang dihasilkan lewat teknik tatah timbul.
Tatah timbul kulit adalah teknik mengolah kulit yang tersamak sehingga muncul efek timbul dari permukaan kriya kulit yang dibuat.
Ukiran tatah timbul inilah yang menjadi ciri khas. Jika tidak ada, maka bisa dipastikan itu bukan produksi Manding.
Keunikan lainnya adalah yang proses jahitan yang menggunakan tangan. Ini membuat bentuknya berbeda dengan lainnya.
Asal mula desa Manding memproduksi kerajinan kulit berawal dari seorang warga bernama Ratno dan beberapa temannya yang melancong ke Museum Kereta Kencana di Yogyakarta.
Di sana mereka melihat para pengrajin membuat pelana kuda dan tempat duduk dari kulit. Mereka minta izin untuk ikut belajar membuat kriya seperti itu.
Berbekal dari mengumpul mengumpulkan kulit bekas, Ratno mengajak warga desanya untuk memproduksi beberapa produk kulit seperti ikat pinggang dan tas di awal-awal usahanya.
Hasil produksi kerajinannya kemudian dijual di Pasar Ngasem yang menjadi awal perkenalan para pembeli dengan indahnya kerajinan tangan warga Desa Manding.
Tags: yang kulit jogja