Pengrajin Wayang Kulit Jogja - Keindahan Seni Sulaman dan DIY
Rekomendasi Produsen Kerajinan Kulit Di Jogja yang Perlu Anda Ketahui
Pria Lombok yang suka jalan-jalan dan tantangan. Menulis adalah kesenangan yang bisa dinikmati kapan saja!
Jogja memang dikenal sebagai sentra kerajinan kulit dan merupakan salah satu daerah penghasil kerajinan kulit terbesar di Indonesia. Produsen kerajinan kulit di Jogja membuat berbagai macam jenis produk seperti tas, dompet, ikat pinggang, sepatu, high heel, jaket, souvenir, topi, paket seminar kit, dan berbagai produk kulit lainnya.
Disamping adanya offline store harus dibuat juga tanda pengenal toko yang menarik dan mudah dilihat seperti membuat tanda pengenal nama toko dari Jasa neon box Jogja. Berbagai produsen kerajinan kulit di Jogja yang menjadi rekomendasi untuk Anda, berikut Kami berikan alasannya.
Pusat Kerajinan Kulit Manding
Apabila menyebut nama produsen kerajinan kulit di Jogja, pasti yang terbesit di pikiran Anda adalah Manding. Manding memang dikenal dengan pusat produsen pengrajin kulit terbesar di Jogja. Kerajinan kulit Manding sudah ada sejak tahun 1957 dan mengalami masa jayanya pada tahun 1970 hingga 1980 an.
Meskipun saat ini, pusat kerajinan kulit Manding tidak terlalu ramai seperti pada masa kejayaannya. Namun, pusat kerajinan kulit Manding masih menjadi daya tarik konsumen lokal dan mancanegara untuk berburu kerajinan kulit. Beragam kerajinan kulit dihasilkan di tempat ini meliputi sandal, sepatu, ikat pinggang, dompet, gantungan kunci, souvenir, dan berbagai produk lainnya.
Anda dapat memilih secara bebas beragam jenis produk yang ditawarkan di pusat kerajinan kulit Manding dengan model, warna, kualitas, dan harga yang berbeda. Di sekitar tempat ini, banyak produsen skala home industri yang memproduksi kerajinan kulit sehingga Anda tidak perlu khawatir mengenai harga dan kualitas karena hampir semua produsen di tempat ini menjual harga yang terjangkau dan kualitas dijamin.
Pusat kerajinan kulit Manding secara administrasi masuk dalam wilayah Desa Trirenggo, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat ini hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.
Sentra Kerajinan Batik, Giriloyo
Giriloyo adalah dusun yang berada di bawah kaki Perbukitan Imogiri, dekat dengan situs Makam Raja-Raja. Suasananya yang asri di kaki Bukit membawa rasa nyaman dan damai ketika mengunjunginya.
Secara tekstual tidak tertulis kapan pastinya kerajinan batik masuk ke Giriloyo. Merujuk kepada sejarah, kemungkinan sekitar abad ke 17 ketika sebagian besar penduduk menjadi abdi dalem keraton Yogyakarta yang bertugas menjaga dan merawat makam raja-raja.
Beberapa kerabat keraton kemudian memberi pekerjaan kepada masyarakat Giriloyo khususnya ibuibu sebagai buruh nyanthing batik. Dari situlah kemudian kampung Giriloyo selalu memproduksi batik setengah jadi yang kemudian dijual ke juragan-juragan batik di pusat kota Yogyakarta.
Adanya bencana gempa bumi tahun 2006 membuat kegiatan membatik di Giriloyo lumpuh. Atas bantuan LSM, masyarakat memiliki semangat untuk kembali bangkit dan membangun kembali kampung batik.
Dari sini kampung Giriloyo bisa berkembang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Kini ibu-ibu tidak hanya menjadi buruh nyanthing batik yang menjual bahan setengah jadi. Lewat banyak pelatihan, mereka bisa meningkatkan kemampuan untuk memproduksi batik jadi dan siap dijual. Ditambah lagi dengan ilmu pemasaran yang memadai, mampu meningkatkan taraf perekonomian hidup mereka.
Saat ini ada belasan kelompok batik tulis di Giriloyo dengan koleksi-koleksi batik yang anggun. Selain sering didatangi pengunjung yang ingin membeli batik, Sentra Batik Giriloyo juga kerap dipenuhi wisatawan yang ingin melihat proses pembuatan batik. Biasanya wisatawan ini berasal dari siswa sekolah, instansi, keluarga, hingga turis mancanegara. Mereka juga bisa belajar membatik secara langsung.
Tags: yang kulit jogja