Seni Jahit - Menemukan Kekuatan dalam Detail - Penjahit Bahasa Arabnya
Kata Profesi dalam Bahasa Arab
Ketika mempelajari sebuah kosa kata bahasa asing, maka sangat direkomendasikan untuk memanfaatkan berbagai buku yang membahas tentang panduan belajar yang memiliki kredibilitas dan direkomendasikan oleh ahli bahasa tersebut.
Untuk mempelajari bahasa Arab dapat menggunakan beberapa referensi dengan judul buku Duruusu al-Lughah al- Arabiyyah ( دُرُوْسُ اللُّغَةِ العَرَبِيَّةِ ), atau bisa juga menggunakan buku al- Arabiyyatu li an-Nasyi`iin ( العَرَبِيَّةُ لِلنَّاشِئِيْنَ ), dan buku al- Arabiyyatu Bayna Yadayk ( َالعَرَبَيَّةُ بَيْن يَدَيْكَ ).
Profesi serta pekerjaan di dunia ini memiliki berbagai jenis dan cukup beragam. Diantara profesi tersebut ada yang profesi umum dan juga ada yang profesi khusus. Oleh karena itulah menghafal kosa kata profesi juga diperlukan agar tidak salah ketika menggunakannya dalam kehidupan sehari hari.
Profesi sendiri merupakan sebuah pekerjaan yang memiliki pengetahuan khusus dan juga keterampilan khusus. Ketika orang orang ingin mendapatkan profesi ini maka dibutuhkan pendidikan khusus atau pelatihan tertentu agar menguasai profesi tersebut.
Seseorang yang memiliki profesi dalam bidang khusus juga biasanya disebut dengan seorang profesional. Profesional merupakan seseorang yang memiliki keahlian teknis pada suatu bidang tertentu. Contohnya adalah dokter, guru, arsitek, hakim, pengacara, dan pekerjaan lainnya.
Etos Kerja dalam Islam
Allah menjanjikan seseorang untuk memperoleh rezeki yang luas dengan syarat melakukan pekerjaan secara sungguh sungguh dan. Selain itu juga selalu mengamalkan etos kerja. Dalam ajaran Islam, etos kerja yang tinggi juga diajarkan bagaimana cara mempraktekkannya.
Dalam kitab Syu’abul Iman hal 124, Imam Nawawi menjelaskan bahwa terdapat 4 prinsip etos kerja yang diajarkan oleh nabi Muhammad SAW. Empat prinsip etos kerja yang harus dilakukan adalah:
1. Thalab Ad-Dunya Halalan
Etos kerja yang harus dilakukan ketika sedang bekerja adalah mencari pekerjaan yang halal. Karena ketika bekerja pada pekerjaan yang halal. Pekerjaan yang halal ini dilihat dari segi pekerjaan serta bagaimana mengerjakannya.
2. Ta’affufan ‘An Al-Mas’alah
Etos kerja selanjutnya adalah bekerja untuk menjaga diri agar tidak menjadi beban hidup untuk orang lain. Karena setiap orang yang beriman tidak diperbolehkan untuk terlalu menggantungkan hidupnya pada orang lain. Oleh sebab itu setiap orang harus berusaha untuk bekerja mandiri. Nabi Muhammad SAW pernah memperingatkan seorang sahabat yang masih muda dan memiliki fisik yang kuat.
Pemuda tersebut bekerja sebagai pengemis. Rasulullah bersabda
3. Sa’yan ‘Ala Iyalihi
Bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga menjadi salah satu etos kerja yang diajarkan dalam Islam. Memenuhi seluruh kebutuhan keluarga memiliki hukim fardlu ain. Hal ini berarti mencari rezeki ini tidak bisa diwakilkan oleh siapapun.
Bekerja dengan maksud mencari rezeki termasuk dalam kategori jihad. Hal tersebut juga pernah dikatakan oleh Rasulullah yang ditulis dalam HR Ibnu Majah. Nabi Muhammad SAW bersabda.
4. Ta’atthufan ‘Ala Jarih
Etos kerja yang ada dalam ajaran Islam adalah bekerja untuk membantu meringankan beban hidup orang lain yang menjadi tetangga. Yang perlu diperhatikan adalah Islam selalu mengajarkan untuk bekerja keras agar kebutuhan keluarga dan diri sendiri terpenuhi, akan tetapi tetap tidak boleh egois.
Tags: jahit