... Perbedaan Benang Aptos dan Cog dalam Kerajinan Tangan: Panduan Lengkap untuk Pemula

Perbedaan Benang Aptos dan Cog dalam Dunia Sulam dan DIY

Apa itu Tanam Benang?

Tanam benang adalah prosedur kecantikan untuk mengencangkan dan meremajakan kulit tanpa operasi. Cara melakukan tanam benang adalah dengan ‘menjahit’ benang berbahan polydioxanone (PDA) di bawah kulit lalu menariknya hingga menimbulkan efek pengencangan kulit.

Tanam benang juga disebut dengan threading lift atau barbed suture lift. Prosedur thread lift dapat mengencangkan kulit pada bagian alis, pipi, dan payudara, namun lebih difokuskan untuk kulit wajah bagian tengah, rahang, dan kulit leher.

Prosedur thread lift sebenarnya sudah ada sejak tahun 1990-an, namun baru populer beberapa tahun belakangan karena pengaruh teknologi dan inovasi bahan yang lebih aman dan efektif. Banyak orang lebih memilih prosedur thread lift karena minim invasif (tanpa pembedahan), lebih cepat dibandingkan dengan facelift (operasi wajah), dan memberi manfaat ganda untuk peremajaan kulit.

Luangkan waktu yang cukup untuk melakukan tarik benang di beauty clinic yang terpercaya

Prosedur tarik benang wajah itu butuh waktu yang cukup lama! Untuk tarik benang area pipi, rahang, dan hidung, gue butuh waktu treatment hingga 4 jam. Orang lain bisa jadi ada yang lebih cepat, ada juga yang lebih lama. Hal ini karena tingkat kompleksitas tarik benang yang harus dilakukan dokter itu berbeda-beda, tergantung bentuk wajah pasien, usia, luas area wajahnya, dan lain-lain. That’s why, teman-teman harus meluangkan waktu yang cukup untuk melakukan tarik benang.

Again, kompleksitas tarik benang itu bervariasi antar individu. Untuk objektif yang sama, misalnya pipi yang lebih tirus, belum tentu jumlah benang yang dipakai antara pasien A dan pasien B itu sama. Apalagi kalau bentuk wajah, komposisi lemak dan otot wajah, serta usia kedua orang tersebut berbeda.

Hasil akhir BERVARIASI pada setiap orang

Selalu nih, disclaimer di setiap treatment adalah final result may varies. Alasannya, balik lagi ke kondisi tubuh setiap orang itu berbeda-beda. Usia, komposisi lemak dan otot wajah, kegiatan rutin yang orang tersebut jalani pasca treatment, skill dokter yang memberikan treatment, merk benang yang digunakan, dan lain-lain, semuanya itu berkontribusi dalam memberikan hasil akhir treatment yang bervariasi pada setiap orang.

Ngerti sih hasil akhir bervariasi pada tiap orang, tapi hasil akhir itu sesuatu yang bisa kita kontrol, lho! Caranya adalah dengan memahami dan melaksanakan hal-hal yang sudah gue sebutkan di atas! 🙂 Cari dokter yang skillful di klinik terpercaya, pastikan produknya berizin Kemenkes, lakukan post-treatment care dengan baik, dsb. Hal-hal tersebut mendukung kamu supaya mendapatkan final result that you want!

Oke teman-teman, itu tadi 9 hal yang WAJIB kamu ketahui sebelum tarik benang. Semoga artikel ini membantu kamu yang lagi cari informasi terkait treatment tersebut, ya! Untuk yang sudah pernah tarik benang, ada yang gue kelewat ga nih dari 9 poin tadi? Boleh dibagi di comment yaa ilmunya!

Mia

Mia is the founder of Miareveals, a platform for you to explore about beauty, health, and lifestyle. Mia holds a Master of Science in Biomedical Engineering from University of Pittsburgh, USA, and pharmacist license (Apoteker) from Bandung Institute of Technology (ITB), Indonesia.

Apa Beda Filler dan Tanam Benang?

Kedua metode ini mampu meningkatkan penampilan wajah, termasuk di area hidung, dagu, bibir, dan sekitarnya.

Meski demikian, terdapat perbedaan signifikan antara kedua treatment tersebut, baik dari segi fungsi dan tujuan, bahan yang digunakan, metode yang diterapkan, maupun waktu pengerjaan dan ketahanan hasil.

Berikut penjelasan lebih rinci untuk mempermudah pemahaman perbedaan antara filler dan tanam benang:

1. Fungsi

Kedua prosedur ini dapat diterapkan pada area wajah yang sama, tetapi memiliki perbedaan fungsi yang signifikan.

Filler berperan dalam mengisi atau menambah volume, sementara tanam benang difokuskan untuk mempertegas atau mengencangkan kulit pada area tertentu.

Misalnya, jika tujuannya adalah membuat ujung hidung tampak lebih mancung, lebih disarankan untuk menggunakan filler.

Sebaliknya, jika ingin mempertegas kontur ujung hidung, prosedur tanam benang lebih sesuai.

2. Bahan

Beda filler dan tanam benang selanjutnya terletak pada bahan yang digunakan.

Sementara itu, tanam benang atau thread lifter menggunakan benang jahit polypropylene.

Benang ini dapat mempertegas kontur kulit, mengencangkan, dan meningkatkan estetika penampilan.

3. Metode

Dalam prosedur filler, langkah awalnya adalah memberikan suntikan cairan khusus pada area wajah, seperti hidung.

Sebelum melaksanakan tindakan ini, dokter akan melakukan analisis anatomi wajah untuk memastikan perawatan yang optimal.

Sementara itu, pada prosedur tanam benang, benang halus yang dapat diserap tubuh ditempatkan untuk mengangkat area kulit yang kendur.

Tujuannya adalah mencapai perubahan yang signifikan dan meningkatkan penampilan.

4. Waktu Pengerjaan

Metode filler terbukti lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan metode tanam benang.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia