Perbedaan Antara Benang Jadi Daging dan Tidak dalam Kerajinan Menjahit dan DIY
Apa Perbedaan Tanam Benang di Hidung dan Filler Hidung?
Meskipun sama-sama dapat meningkatkan tampilan hidung menjadi lebih mancung, tanam benang dan filler hidung melibatkan prosedur medis yang berbeda.
Tanam benang menggunakan benang halus untuk mengangkat bagian batang hidung, memberikan tampilan yang lebih kencang dan tegas.
Di sisi lain, filler hidung melibatkan penyuntikan cairan pengisi jaringan lunak ke area hidung yang cekung.
Prosedur ini bertujuan untuk menciptakan tambahan volume dan membuat batang hidung terlihat lebih menonjol.
Mana yang lebih baik?
Pilihan antara keduanya tidak dapat disimpulkan bahwa satu prosedur lebih baik daripada yang lain, karena hal ini tergantung pada hasil akhir yang diinginkan.
Tanam benang memberikan efek kencang dan tegas, sementara filler menciptakan penonjolan dan volume pada hidung.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengunjungi artikel berikut “Ketahui Beda Filler dan Tanam Benang“.
Beraroma segar
Daging sapi segar akan mengeluarkan aroma segar. Dengan kata lain, ciri-ciri daging sapi yang baik memiliki bau amis daging yang lembut tidak menusuk hidung.
Sementara itu, daging sapi busuk akan berbau anyir, tengik, atau bau tak sedap yang mengganggu.
Bau ini tentu berasal dari bakteri dan jamur yang tumbuh, biasanya dari kontaminasi bakteri Pseudomonas dan B. thermosphacta .
Kedua bakteri ini akan bertahan hidup dengan menggunakan asam amino daging.
Reaksi ini memunculkan senyawa hidrogen sulfida dan belerang yang menyebabkan bau busuk dan memicu mual.
Tidak mengandung terlalu banyak air
Ciri-ciri daging sapi yang berkualitas juga tidak mengandung banyak air. Pasalnya, air ini biasanya berasal dari sapi yang sudah digelonggong.
Mengutip studi terbitan European Food Safety Authority (EFSA) Journal , air bisa memicu pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga jadi penyebab makanan busuk .
Beberapa bakteri yang bisa tumbuh akibat air pada daging, yaitu Staphylococcus aureus dan Clostridium botulinum .
Bila Anda menemukan daging yang berair kemerahan, bisa jadi memang air tersebut bukan berasal dari air gelonggongan, tetapi merupakan sari protein.
Sari protein ini menandakan bahwa daging sapi sudah cukup lama berada di udara bebas. Hal ini tentu meningkatkan risiko kontaminasi kotoran serta mikroba berbahaya.
Jadi, penting untuk mengetahui durasi menyimpan daging di kulkas atau udara terbuka agar kualitasnya terjaga.
Ciri-ciri daging sapi segar akan mudah dikenali dari warna, tekstur, serta aroma.
Jika Anda mencurigai ada tampilan maupun bau yang tidak lazim, sebaiknya Anda tidak mengolah daging sapi.
Pasalnya, bisa jadi kualitas sapi menurun akibat adanya pembusukan.
Ketika Anda membeli daging sapi segar, pastikan Anda mengetahui cara menyimpan daging yang tepat atau masak segera sehingga tak cepat busuk.
Tags: benang tidak