Perbedaan Antara Benang Polycherry dan Polyester dalam Kerajinan Tangan dan DIY
– Bahan CVC
Sebenarnya bahan CVC ini merupakan kawin-silang antara Cotton dan Viscose. Secara komposisi, bisa saja 65:35 atau 55:45 bergantung pada produsen bahannya.
Di negara luar, CVC memiliki artian lain. Ia sering disebut sebagai Chief Value Cotton atau cotton/polyester blended.
Hasil dari kombinasi apik Cotton dan Viscose menghasilkan sebuah produk kain yang terbukti awet. Pasalnya struktur kapas yang mudah menyurusut, dapat ditopang oleh polyester dengan baik.
CVC pun terbilang nyaman sekali untuk dipakai dalam pembuatan seragam kantoran, polisi, pns, sekolah, pun kemeja.
– Viscose
Berikutnya adalah bahan kain Viscose yang merupakan hasil pengembangan dari Rayon. Untuk Rayon sendiri merupakan singkatan dari (Sun=Ray, On=Cotton) yang bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Cahaya dan Katun.
Makna tersebut didapat karena Rayon disinyalir memiliki karakter fiber yang mirip sekali dengan katun.
“Jadi, hubungannya sama Viscose apa min?”
Okay, kembali ke Viscose, ternyata bahan kain yang satu ini selain inovasi dari Rayon, Ia juga berasal dari celulosa pulp (pemisahan serat) kayu.
Viscose pun mengalami sejarahnya yang panjang sebelum banyak ditemukan di penjual kain seperti sekarang.
Istilah Viscose berawal dari sebuah metode bernama Viscose Process yang dilakukan oleh Cahrles Cross, Edward Beevan, dan Calyton Beadle di tahun 1984.
Kala itu mereka yang merupakan ahli kimia membuat sebuah eksprimen gun membuat artificial silk (sutra sintetis).
Di tahun 1905, barulah perusahaan asal United Kingdom (U.K) bernama Curtfaulds Fibres mulai melakukan produksi masal terhadap Artificial Silk.
Mereka kemudian membuat satuan khusus semacam grup perusahaan yang diberi nama American Viscose Corp. sewaktu 1910. Dari situlah istilah Viscose Rayon pun mulai dikenal luas.
Secara fisik, Viscose memiliki tekstur yang lembut, halus, dan adem di kulit. Ya, kalau dibandingin sih hampir-hampir kayak kapas gitu deh.
Bahan Polyester: Pengertian, Karakteristik, Hingga Kelebihan dan Kekurangannya
Semakin berkembangnya zaman, tentunya diimbangi dengan kemajuan-kemajuan yang terjadi pada berbagai aspek kehidupan manusia. Tak terkecuali pada aspek busana atau fashion.
Tak terkecuali gaya busana para influencers banyak yang mencuri perhatian dan menjadi kiblat anak muda dalam memadupadankan busana mereka. Kesempatan ini banyak dilirik oleh pengusaha fashion demi menciptakan produk busana yang cocok dengan trend dan dapat menarik perhatian calon customers.
Wadah promosi mereka juga bisa dengan mudah dilakukan melalui endorsement kepada influencers di sosial media yang memiliki begitu banyak followers.
Apakah kalian sudah memiliki bayangan tentang betapa menggiurkan dan menjanjikannya dunia bisnis fashion di era seperti saat ini?
Untuk mempelajari dunia fashion, dapat dimulai dengan mengetahui dan membedakan jenis kain sebagai bahan baku dasar sebuah busana. Jenis kain sejatinya bervariatif sekali. Mulai dari kain katun, kain linen, kain denim, kain wolfis, kain polyester, dan jenis lainnya.
Melalui artikel kali ini akan dibahas secara khusus mengenai bahan kain Polyester yang sering digunakan untuk membuat hijab, gamis, kemeja, dan lainnya. Selamat membaca dan simak penjelasan selengkapnya tentang bahan Polyester pada ulasan di bawah ini, ya!
Table of Contents
Perbedaan Lengkap Bahan Kain Polyester, TC, Viscose, CVC, dan Hyget Ini
Deretan pertama, ada sebuah bahan yang bisa kamu kenali melalui tekstur-nya yang kasar, susah kusut, dan sulit menyerap keringat. Biasanya bahan bernama Polyester Felt (PE) ini lumrah digunakan untuk keperluan kaos secara masal.
Kamu bisa mengetahui secara nyata bahan kain polyester dengan mengecek Kaos Partai, Kaos Pemilu, dan Kaos Promosi. Kegiatan tersebut umumnya menggunakan bahan itu karena lebih murah dan awet ketika dipakainya.
Karena sebenernya, kain Polyester adalah hasil campuran antara Polythylene Terephthalate (zat pada plastik) dan Ester (serat Fiberpoly dari minyak bumi).
Keduanya menghasilkan bahan kain yang tipis, kasar, namun awet. Rahasia keawetan bahan ini terletak dari bahan dasarnya itu tadi, yakni (zat plastik dan minyak bumi).
Kendati demikian, bahan polyester sangat laris di pasaran karena harga yang ditawarkan cukup murah bila dibandingkan dengan Cotton Combed. Selain itu, Polyester sendiri memiliki keunggulan yang lain.
Ia mampu lho, bertahan lama meski dicuci dengan mesin dan zat pembersih, kemudian Ia juga cocok dipakai di dataran tinggi sebab mampu menghangatkan tubuh serta menahan udara dingin. Terlebih Polyester pun bisa tahan dari serangan kuman dan bakteri.
Mengingat kelebihan itu, tak jarang, Polyester pun dapat difungsikan menjadi bantal, guling, atau juga seprai dan selimut.
Tipe Bahan untuk Serat Polyester
Secara umum ada dua jenis bahan yang digunakan untuk membuat serat polyester sebelum akhirnya dirangkai menjadi kait. Bahan itu terdiri dari:
1. PolyEthylene Terephthalate (PET)
Jenis polyester yang pertama adalah PET. Bahan ini mudah sekali dibuat dalam jumlah yang banyak. Prosesnya juga sangat cepat untuk menghasilkan kain yang bisa diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Bahan PET dibuat dari ethylene glycol yang diekstrak dari minyak bumi. Selanjutnya bahan ini akan dicampur dengan asam tereftalat. Untuk mempercepat proses biasanya akan menggunakan katalis berupa antimon.
2. Poly-1, 4-cyclohexylene-dimethylene terephthalate (PCDT)
Bahan selanjutnya yang digunakan untuk membuat polyester adalah PCTD. Bahan dibuat dengan kondensasi asam tereftalat bersama 1, 4-sikloheksana-dimetanol untuk membentuk poli-1, 4-cyclohexylene-dimethylene tereftalat atau PCDT. Selanjutnya proses pemintalan dilakukan sebelum dibuat jadi kain.
Sedikit berbeda dengan bahan PET yang banyak digunakan untuk membuat produk pakaian. Bahan PCDT ini banyak digunakan untuk membuat gorden atau produk mebel. PCDT memiliki serat yang lebih elastis sehingga cocok untuk produk rumah tangga.
Tags: benang polyester