... Perbedaan Benang Polycherry dan Polyester: Panduan Lengkap untuk Pekerjaan Jarum dan DIY

Perbedaan Antara Benang Polycherry dan Polyester dalam Kerajinan Tangan dan DIY

Ciri-ciri Bahan Polyester Biasa

  • Bahan ini dibuat dari biji plastik sehingga bahannya tidak bisa menyerap air dengan baik
  • Permukaan bahannya mengkilap dan licin jika disentuh. Tetap terasa halus namun kurang adem saat digunakan. Tidak menjamin akan nyaman digunakan
  • Harga bahan ini murah
  • Ketika bahan polyester ini dibakar maka hasil pembakarannya akan berupa gumpalan keras. Selayaknya Anda membakar plastik yang akan meleleh dan jika didiamkan bekas pembakarannya menjadi keras. Begitupun ketika kain ini dibakar
  • Bahan Polyester Activedry bisa menyerap air karena dibuat dengan teknologi khusus, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, tidak seperti bahan Polyester biasa
  • Bahan Polyester Activedry nyaman digunakan dan cocok digunakan untuk bahan kaos olahraga Anda
  • Bahan ini cepat keringnya sehingga jika Anda gunakan saat berolahraga akan tetap nyaman
  • Bahannya dingin dan halus
  • Meskipun kualitas kain ini lebih baik dibandingkan bahan polyester biasa, tapi bahan dasar pembuatannya adalah 100% serat polyester jadi ketika dibakar hasilnya pun tetap sama yaitu meleleh dan akan menggumpal keras

– Viscose

Berikutnya adalah bahan kain Viscose yang merupakan hasil pengembangan dari Rayon. Untuk Rayon sendiri merupakan singkatan dari (Sun=Ray, On=Cotton) yang bila diartikan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Cahaya dan Katun.

Makna tersebut didapat karena Rayon disinyalir memiliki karakter fiber yang mirip sekali dengan katun.

“Jadi, hubungannya sama Viscose apa min?”

Okay, kembali ke Viscose, ternyata bahan kain yang satu ini selain inovasi dari Rayon, Ia juga berasal dari celulosa pulp (pemisahan serat) kayu.

Viscose pun mengalami sejarahnya yang panjang sebelum banyak ditemukan di penjual kain seperti sekarang.

Istilah Viscose berawal dari sebuah metode bernama Viscose Process yang dilakukan oleh Cahrles Cross, Edward Beevan, dan Calyton Beadle di tahun 1984.

Kala itu mereka yang merupakan ahli kimia membuat sebuah eksprimen gun membuat artificial silk (sutra sintetis).

Di tahun 1905, barulah perusahaan asal United Kingdom (U.K) bernama Curtfaulds Fibres mulai melakukan produksi masal terhadap Artificial Silk.

Mereka kemudian membuat satuan khusus semacam grup perusahaan yang diberi nama American Viscose Corp. sewaktu 1910. Dari situlah istilah Viscose Rayon pun mulai dikenal luas.

Secara fisik, Viscose memiliki tekstur yang lembut, halus, dan adem di kulit. Ya, kalau dibandingin sih hampir-hampir kayak kapas gitu deh.

7 Jenis Benang Rajut yang Bisa Disesuaikan dengan Proyekmu

Merajut tidak selalu identik dengan aktivitas nenek-nenek untuk mengisi waktu luang. Generasi muda dan milenial juga banyak menggandrungi hobi ini. Merajut punya banyak manfaat seperti melatih skill dan meredakan stres. Bukan hanya itu, merajut juga bisa dijadikan ladang uang dengan menjual hasil rajutan kamu.

Untuk membuat rajutan, kamu membutuhkan benang. Ada banyak jenis benang di luar sana yang harus kamu sesuaikan dengan ukuran hook dan proyek rajutanmu. Setiap jenis benang punya karakteristik masing-masing. Untuk membuat barang wearable seperti sweater, kamu butuh benang yang halus dan tidak terlalu tipis. Jika tebal dan kasar, sweater tidak akan nyaman digunakan.

Kamu harus bisa memilih dengan tepat benang rajut sesuai dengan proyekmu. Berikut beberapa benang yang bisa kamu jadikan referensi.

Tipe Bahan untuk Serat Polyester

Secara umum ada dua jenis bahan yang digunakan untuk membuat serat polyester sebelum akhirnya dirangkai menjadi kait. Bahan itu terdiri dari:

1. PolyEthylene Terephthalate (PET)

Jenis polyester yang pertama adalah PET. Bahan ini mudah sekali dibuat dalam jumlah yang banyak. Prosesnya juga sangat cepat untuk menghasilkan kain yang bisa diolah menjadi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Bahan PET dibuat dari ethylene glycol yang diekstrak dari minyak bumi. Selanjutnya bahan ini akan dicampur dengan asam tereftalat. Untuk mempercepat proses biasanya akan menggunakan katalis berupa antimon.

2. Poly-1, 4-cyclohexylene-dimethylene terephthalate (PCDT)

Bahan selanjutnya yang digunakan untuk membuat polyester adalah PCTD. Bahan dibuat dengan kondensasi asam tereftalat bersama 1, 4-sikloheksana-dimetanol untuk membentuk poli-1, 4-cyclohexylene-dimethylene tereftalat atau PCDT. Selanjutnya proses pemintalan dilakukan sebelum dibuat jadi kain.

Sedikit berbeda dengan bahan PET yang banyak digunakan untuk membuat produk pakaian. Bahan PCDT ini banyak digunakan untuk membuat gorden atau produk mebel. PCDT memiliki serat yang lebih elastis sehingga cocok untuk produk rumah tangga.

Apa Perbedaan Bahan Polyester dan Bahan Kaos Katun, Mana Yang Lebih Bagus?

Untuk membuat kaos, hal terpenting yang perlu Anda perhatikan adalah bahan dasarnya. Apakah Anda ingin menggunakan bahan kaos dari katun? Atau bahan kaos lainnya? Karena memang bahan kaos yang tersedia di pasaran sangat banyak. Berbicara soal bahan kaos, selain ada bahan katun, masih ada juga bahan Polyester. Pasti para pengrajin kaos sudah familiar ya dengan kedua jenis bahan kaos ini. Tapi bagi para pemula, sudah tau perbedaannya? Mana yang lebih unggul? Penjelasan tentang kedua jenis kain ini akan kami bahas pada artikel ini, simak sampai habis ya

  • Apa Itu Bahan Kaos Katun?
  • Ciri-Ciri Bahan Katun
  • Apa Itu Bahan Kaos Polyester?
  • Ciri-ciri Bahan Polyester Biasa
  • Ciri-Ciri Bahan Polyester Activedry
  • Kesimpulan

Tags: benang polyester

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia