Perbedaan Antara Benang Polycherry dan Polyester dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Apa Itu Bahan Kaos Katun?
Bahan kaos katun tentu dibuat dari 100% serat kapas. Bahan kaos katun pun ada beberapa jenis dan dibedakan melalui proses pembuatannya seperti Cotton Combed, dan Cotton Carded Penjelasan dari masing-masing jenis kain katun ada di bawah ini
Bahan Kaos Katun Combed adalah bahan kaos yang dibuat dari 100% serat cotton yang melalui proses combing atau penyisiran. Jadi serat katun yang dihasilkan lebih halus dan lebih rata, biji-biji kapasnya tidak tertinggal. Nama kain ini pun diambil dari proses pembuatannya
Bahan Kaos Katun Carded adalah bahan kaos yang juga sama-sama dibuat dari 100% serat cotton atau kapas. Berbeda dengan kain Combed, proses pembuatan kain Carded hanya melalui tahap carding atau digaruk. Sehingga tidak heran jika kualitas kainnya tidak sebaik Combed dan jika Anda coba handfeel , kainnya akan sedikit terasa lebih kaku dan kasar, juga masih terasa biji kapas pada kainnya dan permukaan kainnya tidak lebih rata dari Combed. Nama dari kain ini pun diambil dari proses pembuatan kainnya juga
Selain 2 jenis kain katun di atas, masih ada juga beberapa jenis kain katun lain yang menggunakan campuran bahan lain.
Tipe Bahan Polyester
Bahan polyester terbagi menjadi tiga tipe utama yang paling sering digunakan. Simak pada penjelasan di bawah ini mengenai ketiga tipe tersebut, ya!
1. PET (Polyethylene Terephthalate)
Polyester jenis PET (sumber: iStock Photo)
Tipe PET dari polyester adalah yang paling populer dan umum digunakan. Sesungguhnya tipe ini tidak hanya ditemukan dalam bahan dasar pakaian, tetapi juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan botol air mineral, botol susu plastik, botol minuman bersoda, dan botol sekali pakai lainnya.
Butiran PET (sumber: iStock Photo)
Kalian pasti mengira bahwa bahan polyester tipe PET adalah tipe yang tidak ramah lingkungan, bukan? Namun, ternyata bahan ini dapat didaur ulang, loh! Karena sebelum digunakan untuk membuat kain ataupun produk lainnya, tipe ini terlebih dahulu divakum dengan menggunakan suhu tinggi di dalam ruang hampa udara.
2. PCDT (poly-1, 4-cyclohexylene-dimethylene)
Polyester jenis PCDT (sumber: iStock Photo)
Ciri khas dari tipe bahan PCDT adalah elastis dan lentur. Oleh karena itu, tipe PCDT ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan tirai jendela atau sejenis penutup furniture lainnya. PCDT terbuat dari hasil campuran zat asam dengan bahan kimia lainnya, termasuk jenis senyawa poly-1,4-cyclohexylene-dimethylene.
3. Benang Sintetis
– Bahan CVC
Sebenarnya bahan CVC ini merupakan kawin-silang antara Cotton dan Viscose. Secara komposisi, bisa saja 65:35 atau 55:45 bergantung pada produsen bahannya.
Di negara luar, CVC memiliki artian lain. Ia sering disebut sebagai Chief Value Cotton atau cotton/polyester blended.
Hasil dari kombinasi apik Cotton dan Viscose menghasilkan sebuah produk kain yang terbukti awet. Pasalnya struktur kapas yang mudah menyurusut, dapat ditopang oleh polyester dengan baik.
CVC pun terbilang nyaman sekali untuk dipakai dalam pembuatan seragam kantoran, polisi, pns, sekolah, pun kemeja.
Proses Pembuatan Kain Bahan Polyester
Proses pembuatan kain polyester terbagi menjadi dua. Pertama adalah proses yang dilakukan secara langsung dan kedua tidak langsung. Berikut ulasan tentang proses itu selengkapnya. Baca juga: Bisa Cetak Tapi Ga Tau Proses Pembuatan Kertas? Cekitdot Nih!
1. Proses Langsung (Direct)
2. Proses Tidak Langsung (Indirect)
Proses tidak langsung ini dilakukan dengan cara mendinginkan bahan yang menjadi produk akhir polimerisasi. Selanjutnya produk ini akan didinginkan dan dipotong kecil-kecil untuk proses selanjutnya. Potongan kecil ini sering disebut dengan nama chips.
Tags: benang polyester