Perbedaan Antara Benang Polycherry dan Polyester dalam Kerajinan Tangan dan DIY
7 Jenis Benang Rajut yang Bisa Disesuaikan dengan Proyekmu
Merajut tidak selalu identik dengan aktivitas nenek-nenek untuk mengisi waktu luang. Generasi muda dan milenial juga banyak menggandrungi hobi ini. Merajut punya banyak manfaat seperti melatih skill dan meredakan stres. Bukan hanya itu, merajut juga bisa dijadikan ladang uang dengan menjual hasil rajutan kamu.
Untuk membuat rajutan, kamu membutuhkan benang. Ada banyak jenis benang di luar sana yang harus kamu sesuaikan dengan ukuran hook dan proyek rajutanmu. Setiap jenis benang punya karakteristik masing-masing. Untuk membuat barang wearable seperti sweater, kamu butuh benang yang halus dan tidak terlalu tipis. Jika tebal dan kasar, sweater tidak akan nyaman digunakan.
Kamu harus bisa memilih dengan tepat benang rajut sesuai dengan proyekmu. Berikut beberapa benang yang bisa kamu jadikan referensi.
Proses Pembuatan Kain Bahan Polyester
Proses pembuatan kain polyester terbagi menjadi dua. Pertama adalah proses yang dilakukan secara langsung dan kedua tidak langsung. Berikut ulasan tentang proses itu selengkapnya. Baca juga: Bisa Cetak Tapi Ga Tau Proses Pembuatan Kertas? Cekitdot Nih!
1. Proses Langsung (Direct)
2. Proses Tidak Langsung (Indirect)
Proses tidak langsung ini dilakukan dengan cara mendinginkan bahan yang menjadi produk akhir polimerisasi. Selanjutnya produk ini akan didinginkan dan dipotong kecil-kecil untuk proses selanjutnya. Potongan kecil ini sering disebut dengan nama chips.
Tipe Bahan Polyester
Bahan polyester terbagi menjadi tiga tipe utama yang paling sering digunakan. Simak pada penjelasan di bawah ini mengenai ketiga tipe tersebut, ya!
1. PET (Polyethylene Terephthalate)
Polyester jenis PET (sumber: iStock Photo)
Tipe PET dari polyester adalah yang paling populer dan umum digunakan. Sesungguhnya tipe ini tidak hanya ditemukan dalam bahan dasar pakaian, tetapi juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan botol air mineral, botol susu plastik, botol minuman bersoda, dan botol sekali pakai lainnya.
Butiran PET (sumber: iStock Photo)
Kalian pasti mengira bahwa bahan polyester tipe PET adalah tipe yang tidak ramah lingkungan, bukan? Namun, ternyata bahan ini dapat didaur ulang, loh! Karena sebelum digunakan untuk membuat kain ataupun produk lainnya, tipe ini terlebih dahulu divakum dengan menggunakan suhu tinggi di dalam ruang hampa udara.
2. PCDT (poly-1, 4-cyclohexylene-dimethylene)
Polyester jenis PCDT (sumber: iStock Photo)
Ciri khas dari tipe bahan PCDT adalah elastis dan lentur. Oleh karena itu, tipe PCDT ini sering digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan tirai jendela atau sejenis penutup furniture lainnya. PCDT terbuat dari hasil campuran zat asam dengan bahan kimia lainnya, termasuk jenis senyawa poly-1,4-cyclohexylene-dimethylene.
3. Benang Sintetis
Apa Itu Bahan Kaos Katun?
Bahan kaos katun tentu dibuat dari 100% serat kapas. Bahan kaos katun pun ada beberapa jenis dan dibedakan melalui proses pembuatannya seperti Cotton Combed, dan Cotton Carded Penjelasan dari masing-masing jenis kain katun ada di bawah ini
Bahan Kaos Katun Combed adalah bahan kaos yang dibuat dari 100% serat cotton yang melalui proses combing atau penyisiran. Jadi serat katun yang dihasilkan lebih halus dan lebih rata, biji-biji kapasnya tidak tertinggal. Nama kain ini pun diambil dari proses pembuatannya
Bahan Kaos Katun Carded adalah bahan kaos yang juga sama-sama dibuat dari 100% serat cotton atau kapas. Berbeda dengan kain Combed, proses pembuatan kain Carded hanya melalui tahap carding atau digaruk. Sehingga tidak heran jika kualitas kainnya tidak sebaik Combed dan jika Anda coba handfeel , kainnya akan sedikit terasa lebih kaku dan kasar, juga masih terasa biji kapas pada kainnya dan permukaan kainnya tidak lebih rata dari Combed. Nama dari kain ini pun diambil dari proses pembuatan kainnya juga
Selain 2 jenis kain katun di atas, masih ada juga beberapa jenis kain katun lain yang menggunakan campuran bahan lain.
Tags: benang polyester