Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Jenis industri manufaktur
Paul McGogan, pekerja di pabrik Mitsubishi Electric. (BBC)Jenis industri manufaktur terbagi dibedakan dalam beberapa kategori, antara lain:
Di bawah ini adalah kelompok industri manufaktur berdasarkan dari jenis bahan yang diolah, antara lain sebagai berikut:
Industri metalurgi
Jenis industri ini berfokus untuk melakukan penyulingan dan pembuatan bahan baku utama, yakni besi dan baja. Setiap harinya, industri ini harus mampu menghasilkan beberapa ton bahan karena tingginya jumlah permintaan.
Industri teknik
Jenis manufaktur ini mengolah hasil industri metalurgi menjadi peralatan transportasi, mesin industri, dan listrik.
Industri tekstil
Perusahaan yang paling banyak di Indonesia dan berfokus untuk mengolah serat kayu, kapas, serta memproduksi benang dari bulu binatang.
Industri bahan kimia
Dibagikan ke dalam 3 kategori yakni kimia berat (endapan mineral), petrokimia (bahan bakar), seta obat-obatan.
Industri hi-tech
Industri hi-tech akan bekerja sama dengan industri lain, seperti transportasi dan energi guna menghasilkan produk teknologi setiap tahunnya. Industri ini biasanya bergantung pada penelitian serta pengembangan modal.
Industri pengolahan makanan
Industri ini berfokus untuk mengolah bahan makanan baku menjadi bahan makanan yang bisa digunakan, seperti mengolah gandum menjadi tepung, padi menjadi beras, dan lain-lain.
Sejarah Perkembangan Industri Manufaktur
Jika ditarik jauh ke belakang, semua industri, termasuk industri manufaktur mulai berkembang secara pesat pada saat revolusi industri, yang diinisiasi oleh ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769.
Penemuan ini menjadi cikal bakal ditemukannya pesawat terbang, kereta api, dan mesin-mesin manufaktur.
Mesin-mesin tersebut mendorong perubahan produksi yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kimia. Dimana hal ini memperbanyak jumlah barang yang diproduksi, namun mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang tersebut.
Tahun 1901 kemudian dikenalkan sebuah teknik manufaktur yang disebut dengan Assembly Line oleh Henry Ford. Sistem ini pertama kali digunakan untuk memproduksi produk otomotif. Assembly Line memanfaatkan platform bergerak dan juga conveyor.
Bagian-bagian kendaraan akan diikat dengan tali dan dikirimkan dari satu stasiun ke stasiun lain, dan bekerja dapat mulai merakit bagian-bagian mesin tersebut saat tiba di stasiun yang dituju.
Metode ini dapat memproduksi kendaraan dalam skala besar, namun terbatas pada satu model saja.
Sistem Assembly Line kemudian dikembangkan menjadi Unified Assembly Line, yang mampu memproduksi kendaraan dengan jauh lebih cepat dan mampu memangkas biaya produksi secara signifikan.
Pada tahun 1948 Toyota Motor Corporation mengembangkan Lean Manufacturing yang merupakan praktik produksi dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan nilai ekonomis demi mencegah pemborosan.
Sistem ini mengutamakan sudut pandang seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan dalam membuat produk. Lean Manufacturing bertujuan untuk menghindari pemborosan, dan menciptakan produk yang memiliki value atau nilai tambah di mata pelanggan.
Lean Manufacturing kemudian diadopsi oleh perusahaan manufaktur di seluruh dunia, dan terus berkembang hingga kini.
Kesimpulan
Proses produksi yang sangat kompleks merupakan permasalahan yang sering muncul di bidang industri tekstil terutama kerajinan tekstil. Dampak dari proses yang kompleks ini dapat membuat kegiatan operasional berjalan lambat. Akibatnya bisnis Anda akan berjalan lambat dan akan kalah saing dengan bisnis sejenis.
Untuk bisa memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat pastinya Anda harus meningkatkan kinerja operasional dari industri kerajinan tekstil yang Anda miliki. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan pemanfaatan teknologi ERP seperti Hash Manufacturing Automation dari HashMicro yang dapat mengotomatiskan proses produksi kerajinan tekstil. Sekarang Anda juga bisa mengunduh skema perhitungan harga Hash Manufacturing Automation secara gratis untuk memperkirakan besar pengeluaran yang harus Anda keluarkan atau jadwalkan demo gratis sekarang bersama tim marketing kami!
- Tags
- Efektifitas proses produksi manufaktur
- Efisiensi proses produksi manufaktur
- Industri kerajinan tekstil
- Kerajinan tekstil
- problem industri kerajinan tekstil
Tags: kerajinan industri