Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Tujuan Industri Ekstraktif
Tujuan dari industri ekstraktif adalah untuk memproduksi produk yang dapat dihasilkan dari bahan mentah yang diperoleh dari alam yang kemudian mereka olah menjadi barang jadi. Industri ekstraktif juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian negara dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki.
Terlebih lagi, industri ini juga memiliki tujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kesejahteraan masyarakat pun meningkat melalui kesempatan kerja dan pembangunan infrastruktur, serta program sosial yang industri ekstraktif sediakan.
Dengan sumber daya yang melimpah, industri ekstraktif mampu menghasilkan barang jadi yang memberikan manfaat bagi negara. Adapun berikut manfaat industri ekstraktif bagi negara:
- Meningkatkan pendapatan negara
Industri ekstraktif bisa menjadi sumber pendapatan utama bagi negara melalui pajak dan royalti dari penjualan produk ekstraktif. Pendapatan ini bisa digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. - Penciptaan lapangan kerja
Industri ekstraktif dapat menciptakan lapangan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya melalui kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan distribusi sumber daya alam. - Peningkatan nilai tukar
Industri ekstraktif dapat meningkatkan nilai tukar negara karena produk ekstraktif umumnya memiliki nilai ekspor yang tinggi. Hal ini dapat membantu negara dalam memperbaiki neraca perdagangan dan mengurangi defisit anggaran. - Pengembangan infrastruktur
Industri ekstraktif membutuhkan infrastruktur yang memadai, seperti jalan, pelabuhan, dan bandara. Pembangunan infrastruktur ini dapat membuka akses ke daerah yang sebelumnya terisolasi dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. - Pengembangan teknologi
Industri ekstraktif juga dapat mendorong pengembangan teknologi dan inovasi melalui investasi dalam penelitian dan pengembangan, pengembangan teknologi penambangan yang ramah lingkungan, serta penggunaan teknologi canggih dalam pengolahan dan pengangkutan sumber daya alam.
Daftar Perusahaan Manufaktur Terbesar di Indonesia
Berikut merupakan daftar dari perusahaan manufaktur besar yang berasal maupun beroperasi di Indonesia
1. PT Semen Indonesia
Dalam sektor industri semen, PT Semen Indonesia merupakan yang terbesar. Mereka melakukan serangkaian pekerjaan kompleks mulai dari menambang, menggali, dan mengolah bahan mentah menjadi semen dan berbagai hasil industri lainnya.
Perusahaan ini berdiri pada tahun 1953 dan sudah memiliki hingga lima pabrik yang beroperasi di Gresik, Tuban, Padang, Tonasa, Quang Ninh (Vietnam)
2. PT Mulia Industrindo
PT Mulia Industrindo didirikan tahun 1986 bergerak di bidang manufaktur gelas dan kaca. Mulia Industrindo memproduksi keramik-keramik yang mungkin sering kita temui di pasaran ketika ingin membangun ataupun merenovasi rumah.
3. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TBK
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia atau yang biasa disebut dengan TKIM berdiri pada tahun 1972, dan bergerak dalam bidang industri kertas. Perusahaan ini memproduksi aneka macam kertas seperti kertas karbon, buku latihan, alat tulis, dan juga alat-alat stationary lainnya.
4. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)
Disamping memproduksi makanan dan minuman, mereka juga memproduksi kemasan dan karton.
5. PT Gudang Garam TBK
6. PT Unilever Indonesia
Unilever berdiri tahun 1929 di United Kingdom, dan mulai mendirikan cabang di Indonesia tahun 1933 dengan nama PT Unilever Indonesia.
Perusahaan ini memproduksi aneka macam makanan, minuman, hingga perlengkapan sehari-hari seperti pasta gigi, sabun, dan lain sebagainya.
7. PT Astra International TBK
Astra International berdiri pada tahun 1957 di Jakarta, dan beroperasi di bidang otomotif. Selain bidang otomotif, Astra juga memiliki segmen bisnis lain seperti infrastruktur, pertambangan, teknologi, dan properti.
Demikian artikel mengenai Industri Manufaktur. Kunjungi Blog MyRobin dan temukan berbagai artikel menarik lainnya terkait karir, dan pekerjaan. Upgrade wawasan Anda sekarang!
Contoh Industri Manufaktur
Perusahaan Manufaktur memproses barang mentah menjadi barang jadi maupun setengah jadi untuk dijual kepada masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan barang-barang sangatlah beragam, hal ini menyebabkan Industri manufaktur sendiri terbagi ke dalam berbagai jenis yang mana tiap jenisnya memiliki ciri khas masing-masing
Tekstil dan Garmen
Industri manufaktur tekstil dan garmen adalah salah satu industri manufaktur yang cukup menjamur di Indonesia. Industri tekstil dan garmen memproses barang mentah seperti kapas, sutra, dan lain sebagainya hingga menjadi benang.
Benang tersebut kemudian diolah kembali hingga menjadi kain, dan bahan pakaian lain. Industri yang mengolah bahan mentah hingga menjadi bahan pakaian seperti kain, disebut dengan Industri Tekstil.
Sedangkan Industri Garmen akan melanjutkan proses kain dan bahan pakaian tersebut hingga menjadi pakaian jadi, dan dapat dikenakan oleh konsumen
Otomotif
Seiring dengan perkembangan zaman, Industri otomotif semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Industri ini memproduksi berbagai kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, baik sparepart maupun kendaraan jadi. Industri manufaktur otomotif biasanya menggunakan mesin dan teknologi tingkat tinggi dalam melakukan produksi.
Contoh mesin yang digunakan dalam industri manufaktur otomotif diantaranya adalah Meeling Welle dan Silindrical Granding.
Elektronik
Kerajinan
Kerajinan merupakan salah satu contoh Industri manufaktur. Industri manufaktur kerajinan memiliki jenis produk yang juga beraneka ragam, mulai dari pajangan, furniture, hingga bahan bangunan seperti keramik.
Makanan dan Minuman
Kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman menjadi salah satu komoditas yang banyak diproduksi oleh perusahaan manufaktur. Industri ini mengelola bahan mentah menjadi aneka produk makanan dan minuman, mulai dari makanan dan minuman kaleng, bumbu penyedap, hingga aneka camilan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat.
Proses Bisnis Industri Manufaktur
Proses Bisnis adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mencapai objektif yang ia tuju. Proses bisnis juga umumnya berkaitan dengan produk dan jasa layanan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.
Berikut adalah proses bisnis dari perusahaan manufaktur:
Procurement
Procurement adalah proses bisnis pertama dalam industri manufaktur. Procurement adalah aktivitas pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan dalam bisnis.
Dalam industri manufaktur, procurement berkaitan dengan perawatan alat-alat serta pengadaan bahan-bahan mentah yang digunakan dalam proses produksi.
Umumnya perusahaan manufaktur merekrut staf maupun departemen khusus untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan Procurement.
In-out Inventory
Proses bisnis ke dua di dalam perusahaan manufaktur adalah in dan out inventory. Inventory menurut Harmony.ID berarti persediaan, sehingga In-out Inventory dapat diartikan dengan keluar masuknya barang.
In-out inventory mengambil peran yang penting dalam Industri manufaktur karena berkaitan langsung dengan masuk keluarnya barang mentah sebagai unsur penting untuk kemudian dikelola.
Perusahaan manufaktur sebaiknya mempekerjakan pekerja yang mengerti mengenai alur masuk dan keluarnya barang, demi kelancaran proses produksi.
Produksi
Tahap produksi merupakan core bisnis dari industri manufaktur. Proses ini mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi dan barang siap pakai untuk didistribusikan kepada konsumen.
Proses produksi memakan banyak tenaga kerja paling banyak dibandingkan dengan proses lain. Dalam proses ini juga perusahaan akan mengoperasikan berbagai mesin, sehingga dibutuhkan operator produksi, dan alat-alat berat.
Sales dan Marketing
Jasa Sales dan Marketing sangat dibutuhkan perusahaan untuk mengatasi hal tersebut. Mereka akan memetakan wilayah pemasaran produk, target konsumen, dan lain sebagainya.
Fitur Utama Hash Manufacturing Automation
Menjadi solusi terbaik di industri manufaktur membuat Hash Manufacturing Automation terus berinovasi dan menghadirkan fitur-fitur tercanggih. Tujuannya tentu untuk menyederhanakan semua pekerjaan dalam perusahaan manufaktur untuk hasil yang cepat dan akurat. Berikut ini merupakan fitur-fitur utama Hash Manufacturing Automation yang perlu Anda ketahui:
Forecasting demand
Penjadwalan otomatis
Penjadwalan produksi secara otomatis merupakan salah satu fitur unggulan kami. Karena dengan begitu, seluruh ketersediaan mesin dapat terpantau secara menyeluruh. Fitur ini juga memungkinkan Anda untuk melakukan penjadwalan berdasarkan penjualan, memantau seluruh aktivitas proses produksi, dan melacak WIP Anda secara komprehensif. Jangan khawatir karena dengan software kami, semuanya dapat teratasi secara otomatis.
Bill of Material
Software ERP Manufaktur yang baik harus dapat menekankan biaya produksi untuk meningkatkan cash flow perusahaan, memaksimalkan margin dan meningkatkan akurasi penganggaran. Tentunya, semua hal tersebut dapat tercapai dengan menggunakan Hash Manufacturing Automation. Dengan adanya Fitur Bill of Material, semua kebutuhan bahan baku dapat terlihat dalam purchase order customer yang masuk sehingga pemenuhan setiap bahan baku dapat terisi secara akurat. Secara singkat, jika Anda ingin mendapatkan hasil perhitungan harga pokok produksi secara cepat, akurat dan menyeluruh maka Hash Manufacturing Automation merupakan solusi yang tepat.
Tags: kerajinan industri