Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Kesimpulan
Proses produksi yang sangat kompleks merupakan permasalahan yang sering muncul di bidang industri tekstil terutama kerajinan tekstil. Dampak dari proses yang kompleks ini dapat membuat kegiatan operasional berjalan lambat. Akibatnya bisnis Anda akan berjalan lambat dan akan kalah saing dengan bisnis sejenis.
Untuk bisa memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat pastinya Anda harus meningkatkan kinerja operasional dari industri kerajinan tekstil yang Anda miliki. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan pemanfaatan teknologi ERP seperti Hash Manufacturing Automation dari HashMicro yang dapat mengotomatiskan proses produksi kerajinan tekstil. Sekarang Anda juga bisa mengunduh skema perhitungan harga Hash Manufacturing Automation secara gratis untuk memperkirakan besar pengeluaran yang harus Anda keluarkan atau jadwalkan demo gratis sekarang bersama tim marketing kami!
- Tags
- Efektifitas proses produksi manufaktur
- Efisiensi proses produksi manufaktur
- Industri kerajinan tekstil
- Kerajinan tekstil
- problem industri kerajinan tekstil
Sejarah Perkembangan Industri Manufaktur
Jika ditarik jauh ke belakang, semua industri, termasuk industri manufaktur mulai berkembang secara pesat pada saat revolusi industri, yang diinisiasi oleh ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769.
Penemuan ini menjadi cikal bakal ditemukannya pesawat terbang, kereta api, dan mesin-mesin manufaktur.
Mesin-mesin tersebut mendorong perubahan produksi yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kimia. Dimana hal ini memperbanyak jumlah barang yang diproduksi, namun mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang tersebut.
Tahun 1901 kemudian dikenalkan sebuah teknik manufaktur yang disebut dengan Assembly Line oleh Henry Ford. Sistem ini pertama kali digunakan untuk memproduksi produk otomotif. Assembly Line memanfaatkan platform bergerak dan juga conveyor.
Bagian-bagian kendaraan akan diikat dengan tali dan dikirimkan dari satu stasiun ke stasiun lain, dan bekerja dapat mulai merakit bagian-bagian mesin tersebut saat tiba di stasiun yang dituju.
Metode ini dapat memproduksi kendaraan dalam skala besar, namun terbatas pada satu model saja.
Sistem Assembly Line kemudian dikembangkan menjadi Unified Assembly Line, yang mampu memproduksi kendaraan dengan jauh lebih cepat dan mampu memangkas biaya produksi secara signifikan.
Pada tahun 1948 Toyota Motor Corporation mengembangkan Lean Manufacturing yang merupakan praktik produksi dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan nilai ekonomis demi mencegah pemborosan.
Sistem ini mengutamakan sudut pandang seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan dalam membuat produk. Lean Manufacturing bertujuan untuk menghindari pemborosan, dan menciptakan produk yang memiliki value atau nilai tambah di mata pelanggan.
Lean Manufacturing kemudian diadopsi oleh perusahaan manufaktur di seluruh dunia, dan terus berkembang hingga kini.
Manfaat Hash Manufacturing Automation untuk Pabrik Tekstil
Hash Manufacturing Automation menyediakan berbagai macam manfaat bagi perusahaan manufaktur, tidak terkecuali pabrik tekstil. Salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan efektivitas kegiatan produksi sehingga profitabilitas pabrik tekstil dapat meningkat. Adapun beberapa manfaat lainnya sebagai berikut:
Mengotomatiskan perhitungan WIP
Seluruh kalkulasi total biaya Work in Progress (WIP) pabrik tekstil dapat dilakukan secara otomatis dan terintegrasi dengan sistem lain. Hal ini tentunya akan mempermudah pabrik tekstil untuk mengetahui biaya apa saja yang perusahaan keluarkan pada tahap produksi. Misalnya biaya pabrik yang meliputi bahan baku, biaya buruh langsung, dan biaya overhead .
Melakukan kegiatan produksi tepat waktu
Permintaan pelanggan pada pabrik tekstil seringkali tidak terkendali karena padat dan rumitnya proses produksi. Namun sekarang, Anda tidak perlu khawatir karena semua permintaan itu dapat terpenuhi secara efisien dengan penggunaan mesin dan material, serta manajemen staff yang dilakukan secara optimal oleh Hash Manufacturing Automation.
Inventory dan procurement terkendali
Dengan menggunakan software manufaktur terbaik , Anda dapat memantau ketersediaan stok secara real-time dan mengotomatiskan sistem procurement sehingga stok selalu tersedia sesuai kebutuhan pabrik. Sehingga pabrik tekstil tidak perlu khawatir akan permasalahan persediaan bahan baku yang seringkali menjadi kendala utamanya.
Membuat keputusan yang akurat
Sekarang, pembuatan laporan analisis proses produksi dapat dibuat secara akurat hanya dalam beberapa klik saja untuk meningkatkan efektivitas proses produksi kedepannya. Berbahagialah karena sekarang Anda bisa mengunduh skema perhitungan harga sistem manufaktur secara gratis untuk mendapatkan gambaran harganya dan menyiapkan budget yang sesuai terlebih dahulu.
Manfaat Sistem Manufaktur dalam Operasional Pabrik
Sistem manufaktur merupakan suatu sistem untuk menghasilkan produk dengan cara yang efisien dan efektif. Penerapan sistem manufaktur yang tepat dapat memberikan berbagai manfaat pada operasional pabrik, di antaranya:
Meningkatkan produktivitas: Dalam sistem manufaktur, setiap tahapan produksi berjalan sedemikian rupa sehingga menghasilkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pabrik secara keseluruhan.
Memperkecil biaya produksi: Sistem manufaktur memperhitungkan setiap langkah produksi dengan cermat untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja. Dengan begitu, biaya produksi dapat berkurang dan keuntungan dapat meningkat.
Meningkatkan kualitas produk: Sistem manufaktur memiliki kontrol mutu yang ketat sehingga setiap hasil produksi dapat memenuhi standar kualitas. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk.
Mengurangi risiko kegagalan produksi: Dalam sistem manufaktur, setiap proses produksi diatur dengan ketat dan diawasi oleh supervisor atau operator yang berpengalaman sehingga meminimalkan risiko kegagalan produksi yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
Meningkatkan fleksibilitas produksi: Sistem manufaktur yang terintegrasi dan otomatis memungkinkan perubahan produk dan permintaan pasar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Hal ini akan memberikan fleksibilitas produksi yang lebih tinggi dan mampu menyesuaikan permintaan pasar.
Meningkatkan efisiensi energi: Sistem manufaktur modern memiliki teknologi dan peralatan yang hemat energi. Dengan begitu, energi dalam proses produksi dapat berkurang dan lingkungan dapat terjaga.
Dengan manfaat-manfaat tersebut, sistem manufaktur dapat membantu pabrik dalam mengoptimalkan operasionalnya, meningkatkan kualitas produk, memperkecil biaya produksi, dan menjamin keberhasilan industri ekstraktif secara keseluruhan.
Dampak Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Industri Ekstraktif
Industri ekstraktif renewable (terbarukan) berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam beberapa cara yang berbeda, yaitu:
- Dampak Ekonomi
Industri ekstraktif mampu untuk memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Hal ini karena industri ini mendirikan fasilitas produksi dan infrastruktur yang diperlukan untuk bidang ekonomi pembangunan. Dalam jangka panjang, industri ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan dari penjualan produknya. - Dampak Sosial
Industri ekstraktif juga berdampak pada masyarakat di sekitar lokasi ekstraksi. Industri ini dapat memberikan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain itu, dengan menggunakan sumber daya, industri ini juga mampu membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar yang semakin langka dan mahal. - Dampak Lingkungan
Dalam jangka panjang industri ekstraktif khususnya yang terbarukan, dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, sumber daya terbarukan seperti tenaga surya, angin, hingga briket mampu mengurangi emisi karbon dan polusi udara.
Namun, proses ekstraksi dan konstruksi fasilitas produksi sumber daya terbarukan bisa berdampak buruk pada lingkungan, terutama jika tidak perusahaan kelola dengan baik. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan yang baik dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan harus menjadi fokus dalam industri ekstraktif yang renewable .
Tags: kerajinan industri