... Perbedaan Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur dalam Konteks Kerajinan Jahit dan DIY

Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur

Daftar Perusahaan Manufaktur Terbesar di Indonesia

Berikut merupakan daftar dari perusahaan manufaktur besar yang berasal maupun beroperasi di Indonesia

1. PT Semen Indonesia

Dalam sektor industri semen, PT Semen Indonesia merupakan yang terbesar. Mereka melakukan serangkaian pekerjaan kompleks mulai dari menambang, menggali, dan mengolah bahan mentah menjadi semen dan berbagai hasil industri lainnya.

Perusahaan ini berdiri pada tahun 1953 dan sudah memiliki hingga lima pabrik yang beroperasi di Gresik, Tuban, Padang, Tonasa, Quang Ninh (Vietnam)

2. PT Mulia Industrindo

PT Mulia Industrindo didirikan tahun 1986 bergerak di bidang manufaktur gelas dan kaca. Mulia Industrindo memproduksi keramik-keramik yang mungkin sering kita temui di pasaran ketika ingin membangun ataupun merenovasi rumah.

3. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TBK

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia atau yang biasa disebut dengan TKIM berdiri pada tahun 1972, dan bergerak dalam bidang industri kertas. Perusahaan ini memproduksi aneka macam kertas seperti kertas karbon, buku latihan, alat tulis, dan juga alat-alat stationary lainnya.

4. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)

Disamping memproduksi makanan dan minuman, mereka juga memproduksi kemasan dan karton.

5. PT Gudang Garam TBK

6. PT Unilever Indonesia

Unilever berdiri tahun 1929 di United Kingdom, dan mulai mendirikan cabang di Indonesia tahun 1933 dengan nama PT Unilever Indonesia.

Perusahaan ini memproduksi aneka macam makanan, minuman, hingga perlengkapan sehari-hari seperti pasta gigi, sabun, dan lain sebagainya.

7. PT Astra International TBK

Astra International berdiri pada tahun 1957 di Jakarta, dan beroperasi di bidang otomotif. Selain bidang otomotif, Astra juga memiliki segmen bisnis lain seperti infrastruktur, pertambangan, teknologi, dan properti.

Demikian artikel mengenai Industri Manufaktur. Kunjungi Blog MyRobin dan temukan berbagai artikel menarik lainnya terkait karir, dan pekerjaan. Upgrade wawasan Anda sekarang!

Sejarah Perkembangan Industri Manufaktur

Jika ditarik jauh ke belakang, semua industri, termasuk industri manufaktur mulai berkembang secara pesat pada saat revolusi industri, yang diinisiasi oleh ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769.

Penemuan ini menjadi cikal bakal ditemukannya pesawat terbang, kereta api, dan mesin-mesin manufaktur.

Mesin-mesin tersebut mendorong perubahan produksi yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kimia. Dimana hal ini memperbanyak jumlah barang yang diproduksi, namun mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang tersebut.

Tahun 1901 kemudian dikenalkan sebuah teknik manufaktur yang disebut dengan Assembly Line oleh Henry Ford. Sistem ini pertama kali digunakan untuk memproduksi produk otomotif. Assembly Line memanfaatkan platform bergerak dan juga conveyor.

Bagian-bagian kendaraan akan diikat dengan tali dan dikirimkan dari satu stasiun ke stasiun lain, dan bekerja dapat mulai merakit bagian-bagian mesin tersebut saat tiba di stasiun yang dituju.

Metode ini dapat memproduksi kendaraan dalam skala besar, namun terbatas pada satu model saja.

Sistem Assembly Line kemudian dikembangkan menjadi Unified Assembly Line, yang mampu memproduksi kendaraan dengan jauh lebih cepat dan mampu memangkas biaya produksi secara signifikan.

Pada tahun 1948 Toyota Motor Corporation mengembangkan Lean Manufacturing yang merupakan praktik produksi dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan nilai ekonomis demi mencegah pemborosan.

Sistem ini mengutamakan sudut pandang seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan dalam membuat produk. Lean Manufacturing bertujuan untuk menghindari pemborosan, dan menciptakan produk yang memiliki value atau nilai tambah di mata pelanggan.

Lean Manufacturing kemudian diadopsi oleh perusahaan manufaktur di seluruh dunia, dan terus berkembang hingga kini.

Manfaat Sistem Manufaktur dalam Operasional Pabrik

Sistem manufaktur merupakan suatu sistem untuk menghasilkan produk dengan cara yang efisien dan efektif. Penerapan sistem manufaktur yang tepat dapat memberikan berbagai manfaat pada operasional pabrik, di antaranya:

Meningkatkan produktivitas: Dalam sistem manufaktur, setiap tahapan produksi berjalan sedemikian rupa sehingga menghasilkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pabrik secara keseluruhan.

Memperkecil biaya produksi: Sistem manufaktur memperhitungkan setiap langkah produksi dengan cermat untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja. Dengan begitu, biaya produksi dapat berkurang dan keuntungan dapat meningkat.

Meningkatkan kualitas produk: Sistem manufaktur memiliki kontrol mutu yang ketat sehingga setiap hasil produksi dapat memenuhi standar kualitas. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk.

Mengurangi risiko kegagalan produksi: Dalam sistem manufaktur, setiap proses produksi diatur dengan ketat dan diawasi oleh supervisor atau operator yang berpengalaman sehingga meminimalkan risiko kegagalan produksi yang dapat mengakibatkan kerugian besar.

Meningkatkan fleksibilitas produksi: Sistem manufaktur yang terintegrasi dan otomatis memungkinkan perubahan produk dan permintaan pasar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Hal ini akan memberikan fleksibilitas produksi yang lebih tinggi dan mampu menyesuaikan permintaan pasar.

Meningkatkan efisiensi energi: Sistem manufaktur modern memiliki teknologi dan peralatan yang hemat energi. Dengan begitu, energi dalam proses produksi dapat berkurang dan lingkungan dapat terjaga.

Dengan manfaat-manfaat tersebut, sistem manufaktur dapat membantu pabrik dalam mengoptimalkan operasionalnya, meningkatkan kualitas produk, memperkecil biaya produksi, dan menjamin keberhasilan industri ekstraktif secara keseluruhan.

Contoh Industri Manufaktur

Perusahaan Manufaktur memproses barang mentah menjadi barang jadi maupun setengah jadi untuk dijual kepada masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan barang-barang sangatlah beragam, hal ini menyebabkan Industri manufaktur sendiri terbagi ke dalam berbagai jenis yang mana tiap jenisnya memiliki ciri khas masing-masing

Tekstil dan Garmen

Industri manufaktur tekstil dan garmen adalah salah satu industri manufaktur yang cukup menjamur di Indonesia. Industri tekstil dan garmen memproses barang mentah seperti kapas, sutra, dan lain sebagainya hingga menjadi benang.

Benang tersebut kemudian diolah kembali hingga menjadi kain, dan bahan pakaian lain. Industri yang mengolah bahan mentah hingga menjadi bahan pakaian seperti kain, disebut dengan Industri Tekstil.

Sedangkan Industri Garmen akan melanjutkan proses kain dan bahan pakaian tersebut hingga menjadi pakaian jadi, dan dapat dikenakan oleh konsumen

Otomotif

Seiring dengan perkembangan zaman, Industri otomotif semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Industri ini memproduksi berbagai kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, baik sparepart maupun kendaraan jadi. Industri manufaktur otomotif biasanya menggunakan mesin dan teknologi tingkat tinggi dalam melakukan produksi.

Contoh mesin yang digunakan dalam industri manufaktur otomotif diantaranya adalah Meeling Welle dan Silindrical Granding.

Elektronik

Kerajinan

Kerajinan merupakan salah satu contoh Industri manufaktur. Industri manufaktur kerajinan memiliki jenis produk yang juga beraneka ragam, mulai dari pajangan, furniture, hingga bahan bangunan seperti keramik.

Makanan dan Minuman

Kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman menjadi salah satu komoditas yang banyak diproduksi oleh perusahaan manufaktur. Industri ini mengelola bahan mentah menjadi aneka produk makanan dan minuman, mulai dari makanan dan minuman kaleng, bumbu penyedap, hingga aneka camilan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat.


Tags: kerajinan industri

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia