Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Industri manufaktur berdasarkan fungsi
Ilustrasi pekerja di di industri manufaktur/Shutterstock/GorodenkoffDi bawah ini adalah jenis industri manufaktur berdasarkan fungsinya, di antaranya:
Utama
Jenis industri manufaktur utama adalah industri yang mengolah bahan baku mentah menjadi bahan baku lainnya. Misalnya, mengolah serat kayu menjadi papan yang bisa diolah kembali menjadi produk, seperti meja,kursi, dan lemari.
Sekunder
Jenis industri ini mencakup industri berat (pemurnian dan peleburan), ringan (produk konsumen), serta teknologi.
Contoh Industri Manufaktur
Perusahaan Manufaktur memproses barang mentah menjadi barang jadi maupun setengah jadi untuk dijual kepada masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan barang-barang sangatlah beragam, hal ini menyebabkan Industri manufaktur sendiri terbagi ke dalam berbagai jenis yang mana tiap jenisnya memiliki ciri khas masing-masing
Tekstil dan Garmen
Industri manufaktur tekstil dan garmen adalah salah satu industri manufaktur yang cukup menjamur di Indonesia. Industri tekstil dan garmen memproses barang mentah seperti kapas, sutra, dan lain sebagainya hingga menjadi benang.
Benang tersebut kemudian diolah kembali hingga menjadi kain, dan bahan pakaian lain. Industri yang mengolah bahan mentah hingga menjadi bahan pakaian seperti kain, disebut dengan Industri Tekstil.
Sedangkan Industri Garmen akan melanjutkan proses kain dan bahan pakaian tersebut hingga menjadi pakaian jadi, dan dapat dikenakan oleh konsumen
Otomotif
Seiring dengan perkembangan zaman, Industri otomotif semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Industri ini memproduksi berbagai kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, baik sparepart maupun kendaraan jadi. Industri manufaktur otomotif biasanya menggunakan mesin dan teknologi tingkat tinggi dalam melakukan produksi.
Contoh mesin yang digunakan dalam industri manufaktur otomotif diantaranya adalah Meeling Welle dan Silindrical Granding.
Elektronik
Kerajinan
Kerajinan merupakan salah satu contoh Industri manufaktur. Industri manufaktur kerajinan memiliki jenis produk yang juga beraneka ragam, mulai dari pajangan, furniture, hingga bahan bangunan seperti keramik.
Makanan dan Minuman
Kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman menjadi salah satu komoditas yang banyak diproduksi oleh perusahaan manufaktur. Industri ini mengelola bahan mentah menjadi aneka produk makanan dan minuman, mulai dari makanan dan minuman kaleng, bumbu penyedap, hingga aneka camilan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat.
Kesimpulan
Proses produksi yang sangat kompleks merupakan permasalahan yang sering muncul di bidang industri tekstil terutama kerajinan tekstil. Dampak dari proses yang kompleks ini dapat membuat kegiatan operasional berjalan lambat. Akibatnya bisnis Anda akan berjalan lambat dan akan kalah saing dengan bisnis sejenis.
Untuk bisa memenuhi permintaan konsumen yang semakin meningkat pastinya Anda harus meningkatkan kinerja operasional dari industri kerajinan tekstil yang Anda miliki. Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menggunakan pemanfaatan teknologi ERP seperti Hash Manufacturing Automation dari HashMicro yang dapat mengotomatiskan proses produksi kerajinan tekstil. Sekarang Anda juga bisa mengunduh skema perhitungan harga Hash Manufacturing Automation secara gratis untuk memperkirakan besar pengeluaran yang harus Anda keluarkan atau jadwalkan demo gratis sekarang bersama tim marketing kami!
- Tags
- Efektifitas proses produksi manufaktur
- Efisiensi proses produksi manufaktur
- Industri kerajinan tekstil
- Kerajinan tekstil
- problem industri kerajinan tekstil
Tujuan Industri Ekstraktif
Tujuan dari industri ekstraktif adalah untuk memproduksi produk yang dapat dihasilkan dari bahan mentah yang diperoleh dari alam yang kemudian mereka olah menjadi barang jadi. Industri ekstraktif juga bertujuan untuk meningkatkan perekonomian negara dengan memanfaatkan sumber daya alam yang dimiliki.
Terlebih lagi, industri ini juga memiliki tujuan untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Kesejahteraan masyarakat pun meningkat melalui kesempatan kerja dan pembangunan infrastruktur, serta program sosial yang industri ekstraktif sediakan.
Dengan sumber daya yang melimpah, industri ekstraktif mampu menghasilkan barang jadi yang memberikan manfaat bagi negara. Adapun berikut manfaat industri ekstraktif bagi negara:
- Meningkatkan pendapatan negara
Industri ekstraktif bisa menjadi sumber pendapatan utama bagi negara melalui pajak dan royalti dari penjualan produk ekstraktif. Pendapatan ini bisa digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur dan sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. - Penciptaan lapangan kerja
Industri ekstraktif dapat menciptakan lapangan kerja baik secara langsung maupun tidak langsung, misalnya melalui kegiatan eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan distribusi sumber daya alam. - Peningkatan nilai tukar
Industri ekstraktif dapat meningkatkan nilai tukar negara karena produk ekstraktif umumnya memiliki nilai ekspor yang tinggi. Hal ini dapat membantu negara dalam memperbaiki neraca perdagangan dan mengurangi defisit anggaran. - Pengembangan infrastruktur
Industri ekstraktif membutuhkan infrastruktur yang memadai, seperti jalan, pelabuhan, dan bandara. Pembangunan infrastruktur ini dapat membuka akses ke daerah yang sebelumnya terisolasi dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. - Pengembangan teknologi
Industri ekstraktif juga dapat mendorong pengembangan teknologi dan inovasi melalui investasi dalam penelitian dan pengembangan, pengembangan teknologi penambangan yang ramah lingkungan, serta penggunaan teknologi canggih dalam pengolahan dan pengangkutan sumber daya alam.
Dampak Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Industri Ekstraktif
Industri ekstraktif renewable (terbarukan) berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam beberapa cara yang berbeda, yaitu:
- Dampak Ekonomi
Industri ekstraktif mampu untuk memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Hal ini karena industri ini mendirikan fasilitas produksi dan infrastruktur yang diperlukan untuk bidang ekonomi pembangunan. Dalam jangka panjang, industri ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan dari penjualan produknya. - Dampak Sosial
Industri ekstraktif juga berdampak pada masyarakat di sekitar lokasi ekstraksi. Industri ini dapat memberikan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain itu, dengan menggunakan sumber daya, industri ini juga mampu membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar yang semakin langka dan mahal. - Dampak Lingkungan
Dalam jangka panjang industri ekstraktif khususnya yang terbarukan, dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, sumber daya terbarukan seperti tenaga surya, angin, hingga briket mampu mengurangi emisi karbon dan polusi udara.
Namun, proses ekstraksi dan konstruksi fasilitas produksi sumber daya terbarukan bisa berdampak buruk pada lingkungan, terutama jika tidak perusahaan kelola dengan baik. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan yang baik dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan harus menjadi fokus dalam industri ekstraktif yang renewable .
Tags: kerajinan industri