Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Sejarah Perkembangan Industri Manufaktur
Jika ditarik jauh ke belakang, semua industri, termasuk industri manufaktur mulai berkembang secara pesat pada saat revolusi industri, yang diinisiasi oleh ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769.
Penemuan ini menjadi cikal bakal ditemukannya pesawat terbang, kereta api, dan mesin-mesin manufaktur.
Mesin-mesin tersebut mendorong perubahan produksi yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kimia. Dimana hal ini memperbanyak jumlah barang yang diproduksi, namun mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang tersebut.
Tahun 1901 kemudian dikenalkan sebuah teknik manufaktur yang disebut dengan Assembly Line oleh Henry Ford. Sistem ini pertama kali digunakan untuk memproduksi produk otomotif. Assembly Line memanfaatkan platform bergerak dan juga conveyor.
Bagian-bagian kendaraan akan diikat dengan tali dan dikirimkan dari satu stasiun ke stasiun lain, dan bekerja dapat mulai merakit bagian-bagian mesin tersebut saat tiba di stasiun yang dituju.
Metode ini dapat memproduksi kendaraan dalam skala besar, namun terbatas pada satu model saja.
Sistem Assembly Line kemudian dikembangkan menjadi Unified Assembly Line, yang mampu memproduksi kendaraan dengan jauh lebih cepat dan mampu memangkas biaya produksi secara signifikan.
Pada tahun 1948 Toyota Motor Corporation mengembangkan Lean Manufacturing yang merupakan praktik produksi dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan nilai ekonomis demi mencegah pemborosan.
Sistem ini mengutamakan sudut pandang seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan dalam membuat produk. Lean Manufacturing bertujuan untuk menghindari pemborosan, dan menciptakan produk yang memiliki value atau nilai tambah di mata pelanggan.
Lean Manufacturing kemudian diadopsi oleh perusahaan manufaktur di seluruh dunia, dan terus berkembang hingga kini.
Sederhanakan Proses Produksi Manufaktur Pada Industri Kerajinan Tekstil
Dalam era industri modern saat ini, efisiensi produksi menjadi faktor kritis dalam kesuksesan suatu perusahaan, terutama dalam industri kerajinan tekstil. Proses produksi yang kompleks dan rumit sering kali dapat menghambat laju produksi dan meningkatkan biaya produksi secara signifikan. Oleh karena itu, penting bagi para pelaku bisnis di sektor ini untuk terus mencari cara untuk menyederhanakan proses produksi manufaktur guna meningkatkan produktivitas dan daya saing mereka.
Namun, dalam menghasilkan produk-produk berkualitas tinggi sambil tetap menjaga efisiensi, tantangan muncul dari tahapan produksi yang terkadang memerlukan banyak langkah dan intervensi manual. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan beberapa strategi kunci untuk menyederhanakan proses produksi manufaktur pada industri kerajinan tekstil yang dapat membantu para pelaku bisnis mengurangi waktu produksi dan pada akhirnya meningkatkan mutu produk yang dihasilkan.
Pilih daftar isi
Tags: kerajinan industri