Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Pengertian Industri Kecil
Menurut Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 9 Tahun 2022, industri kecil adalah perusahaan industri yang memiliki modal usaha sampai dengan paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar Rupiah), tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.
Biro Pusat Statistik (1998) mendefinisikan industri kecil dengan batasan jumlah karyawan atau tenaga kerja. Dalam konteks ini, sebuah usaha dikategorikan sebagai industri kecil jika mempekerjakan antara 5 sampai 19 orang.
Bisa disimpulkan bahwa industri kecil adalah sektor ekonomi yang terdiri dari usaha-usaha produksi atau jasa dengan skala yang relatif kecil. Umumnya, industri kecil memiliki jumlah karyawan yang terbatas, serta kapasitas produksi dan omset yang lebih rendah dibandingkan dengan industri besar.
Usaha ini seringkali dimiliki dan dioperasikan oleh individu atau kelompok kecil, dan dapat beroperasi di berbagai sektor, seperti manufaktur, perdagangan, jasa, dan lainnya.
Industri kecil memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara karena dapat menjadi sumber lapangan kerja yang signifikan, mendukung kewirausahaan, dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Karena ukurannya yang lebih kecil, industri ini juga memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan pasar dan memenuhi kebutuhan lokal.
Jenis industri manufaktur
Paul McGogan, pekerja di pabrik Mitsubishi Electric. (BBC)Jenis industri manufaktur terbagi dibedakan dalam beberapa kategori, antara lain:
Di bawah ini adalah kelompok industri manufaktur berdasarkan dari jenis bahan yang diolah, antara lain sebagai berikut:
Industri metalurgi
Jenis industri ini berfokus untuk melakukan penyulingan dan pembuatan bahan baku utama, yakni besi dan baja. Setiap harinya, industri ini harus mampu menghasilkan beberapa ton bahan karena tingginya jumlah permintaan.
Industri teknik
Jenis manufaktur ini mengolah hasil industri metalurgi menjadi peralatan transportasi, mesin industri, dan listrik.
Industri tekstil
Perusahaan yang paling banyak di Indonesia dan berfokus untuk mengolah serat kayu, kapas, serta memproduksi benang dari bulu binatang.
Industri bahan kimia
Dibagikan ke dalam 3 kategori yakni kimia berat (endapan mineral), petrokimia (bahan bakar), seta obat-obatan.
Industri hi-tech
Industri hi-tech akan bekerja sama dengan industri lain, seperti transportasi dan energi guna menghasilkan produk teknologi setiap tahunnya. Industri ini biasanya bergantung pada penelitian serta pengembangan modal.
Industri pengolahan makanan
Industri ini berfokus untuk mengolah bahan makanan baku menjadi bahan makanan yang bisa digunakan, seperti mengolah gandum menjadi tepung, padi menjadi beras, dan lain-lain.
Tags: kerajinan industri