Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Manfaat Sistem Manufaktur dalam Operasional Pabrik
Sistem manufaktur merupakan suatu sistem untuk menghasilkan produk dengan cara yang efisien dan efektif. Penerapan sistem manufaktur yang tepat dapat memberikan berbagai manfaat pada operasional pabrik, di antaranya:
Meningkatkan produktivitas: Dalam sistem manufaktur, setiap tahapan produksi berjalan sedemikian rupa sehingga menghasilkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pabrik secara keseluruhan.
Memperkecil biaya produksi: Sistem manufaktur memperhitungkan setiap langkah produksi dengan cermat untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja. Dengan begitu, biaya produksi dapat berkurang dan keuntungan dapat meningkat.
Meningkatkan kualitas produk: Sistem manufaktur memiliki kontrol mutu yang ketat sehingga setiap hasil produksi dapat memenuhi standar kualitas. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk.
Mengurangi risiko kegagalan produksi: Dalam sistem manufaktur, setiap proses produksi diatur dengan ketat dan diawasi oleh supervisor atau operator yang berpengalaman sehingga meminimalkan risiko kegagalan produksi yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
Meningkatkan fleksibilitas produksi: Sistem manufaktur yang terintegrasi dan otomatis memungkinkan perubahan produk dan permintaan pasar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Hal ini akan memberikan fleksibilitas produksi yang lebih tinggi dan mampu menyesuaikan permintaan pasar.
Meningkatkan efisiensi energi: Sistem manufaktur modern memiliki teknologi dan peralatan yang hemat energi. Dengan begitu, energi dalam proses produksi dapat berkurang dan lingkungan dapat terjaga.
Dengan manfaat-manfaat tersebut, sistem manufaktur dapat membantu pabrik dalam mengoptimalkan operasionalnya, meningkatkan kualitas produk, memperkecil biaya produksi, dan menjamin keberhasilan industri ekstraktif secara keseluruhan.
Contoh Industri Manufaktur
Perusahaan Manufaktur memproses barang mentah menjadi barang jadi maupun setengah jadi untuk dijual kepada masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan barang-barang sangatlah beragam, hal ini menyebabkan Industri manufaktur sendiri terbagi ke dalam berbagai jenis yang mana tiap jenisnya memiliki ciri khas masing-masing
Tekstil dan Garmen
Industri manufaktur tekstil dan garmen adalah salah satu industri manufaktur yang cukup menjamur di Indonesia. Industri tekstil dan garmen memproses barang mentah seperti kapas, sutra, dan lain sebagainya hingga menjadi benang.
Benang tersebut kemudian diolah kembali hingga menjadi kain, dan bahan pakaian lain. Industri yang mengolah bahan mentah hingga menjadi bahan pakaian seperti kain, disebut dengan Industri Tekstil.
Sedangkan Industri Garmen akan melanjutkan proses kain dan bahan pakaian tersebut hingga menjadi pakaian jadi, dan dapat dikenakan oleh konsumen
Otomotif
Seiring dengan perkembangan zaman, Industri otomotif semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Industri ini memproduksi berbagai kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, baik sparepart maupun kendaraan jadi. Industri manufaktur otomotif biasanya menggunakan mesin dan teknologi tingkat tinggi dalam melakukan produksi.
Contoh mesin yang digunakan dalam industri manufaktur otomotif diantaranya adalah Meeling Welle dan Silindrical Granding.
Elektronik
Kerajinan
Kerajinan merupakan salah satu contoh Industri manufaktur. Industri manufaktur kerajinan memiliki jenis produk yang juga beraneka ragam, mulai dari pajangan, furniture, hingga bahan bangunan seperti keramik.
Makanan dan Minuman
Kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman menjadi salah satu komoditas yang banyak diproduksi oleh perusahaan manufaktur. Industri ini mengelola bahan mentah menjadi aneka produk makanan dan minuman, mulai dari makanan dan minuman kaleng, bumbu penyedap, hingga aneka camilan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat.
Contoh Industri Kecil
Industri kecil merupakan kekuatan ekonomi yang berasal dari berbagai sektor. Berikut adalah beberapa contoh industri kecil yang mencerminkan keberagaman dan potensi daya saing di berbagai bidang:
Industri Kuliner dan Makanan Ringan
Industri kecil dalam bidang kuliner dan makanan ringan seringkali menjadi kiblat kreativitas. Produsen makanan kecil dapat menghasilkan produk unik dan berkualitas tinggi, seperti makanan khas daerah, kue-kue tradisional, atau makanan organik. Keberagaman produk ini tidak hanya memperkaya citarasa lokal tetapi juga dapat menembus pasar ekspor.
Industri Kreatif dan Desain
Industri kreatif melibatkan berbagai sektor, termasuk seni, fashion, dan desain. Pematangan potensi kreatif individu dan kelompok dalam skala kecil seringkali menghasilkan produk-produk yang inovatif dan memiliki nilai seni tinggi. Industri ini mencakup pengrajin, perancang busana, dan pelaku seni lainnya yang mampu bersaing dalam pasar global.
Industri Produk Kerajinan Tangan
Industri kecil kerajinan tangan mencakup produksi barang-barang unik seperti keramik, anyaman, dan produk kerajinan dari bahan alam. Produk-produk ini sering memiliki ciri khas dan nilai seni yang tinggi. Pelaku usaha kecil di sektor ini dapat mendapatkan pengakuan baik di tingkat lokal maupun internasional.
Industri Biofarmasi dan Produk Kesehatan
Industri kecil di sektor biofarmasi dan produk kesehatan semakin diperhatikan. Produsen kecil dapat menghasilkan suplemen, obat herbal, atau produk kesehatan lainnya. Keunggulan terletak pada pemanfaatan bahan-bahan alami dan tradisional yang sering kali diminati oleh konsumen yang peduli akan kesehatan.
Demikian ulasan lengkap mengenai apa itu industri kecil, lengkap dengan ciri-ciri dan contohnya. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, industri kecil dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Proses Bisnis Industri Manufaktur
Proses Bisnis adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mencapai objektif yang ia tuju. Proses bisnis juga umumnya berkaitan dengan produk dan jasa layanan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.
Berikut adalah proses bisnis dari perusahaan manufaktur:
Procurement
Procurement adalah proses bisnis pertama dalam industri manufaktur. Procurement adalah aktivitas pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan dalam bisnis.
Dalam industri manufaktur, procurement berkaitan dengan perawatan alat-alat serta pengadaan bahan-bahan mentah yang digunakan dalam proses produksi.
Umumnya perusahaan manufaktur merekrut staf maupun departemen khusus untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan Procurement.
In-out Inventory
Proses bisnis ke dua di dalam perusahaan manufaktur adalah in dan out inventory. Inventory menurut Harmony.ID berarti persediaan, sehingga In-out Inventory dapat diartikan dengan keluar masuknya barang.
In-out inventory mengambil peran yang penting dalam Industri manufaktur karena berkaitan langsung dengan masuk keluarnya barang mentah sebagai unsur penting untuk kemudian dikelola.
Perusahaan manufaktur sebaiknya mempekerjakan pekerja yang mengerti mengenai alur masuk dan keluarnya barang, demi kelancaran proses produksi.
Produksi
Tahap produksi merupakan core bisnis dari industri manufaktur. Proses ini mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi dan barang siap pakai untuk didistribusikan kepada konsumen.
Proses produksi memakan banyak tenaga kerja paling banyak dibandingkan dengan proses lain. Dalam proses ini juga perusahaan akan mengoperasikan berbagai mesin, sehingga dibutuhkan operator produksi, dan alat-alat berat.
Sales dan Marketing
Jasa Sales dan Marketing sangat dibutuhkan perusahaan untuk mengatasi hal tersebut. Mereka akan memetakan wilayah pemasaran produk, target konsumen, dan lain sebagainya.
Sejarah Perkembangan Industri Manufaktur
Jika ditarik jauh ke belakang, semua industri, termasuk industri manufaktur mulai berkembang secara pesat pada saat revolusi industri, yang diinisiasi oleh ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769.
Penemuan ini menjadi cikal bakal ditemukannya pesawat terbang, kereta api, dan mesin-mesin manufaktur.
Mesin-mesin tersebut mendorong perubahan produksi yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kimia. Dimana hal ini memperbanyak jumlah barang yang diproduksi, namun mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang tersebut.
Tahun 1901 kemudian dikenalkan sebuah teknik manufaktur yang disebut dengan Assembly Line oleh Henry Ford. Sistem ini pertama kali digunakan untuk memproduksi produk otomotif. Assembly Line memanfaatkan platform bergerak dan juga conveyor.
Bagian-bagian kendaraan akan diikat dengan tali dan dikirimkan dari satu stasiun ke stasiun lain, dan bekerja dapat mulai merakit bagian-bagian mesin tersebut saat tiba di stasiun yang dituju.
Metode ini dapat memproduksi kendaraan dalam skala besar, namun terbatas pada satu model saja.
Sistem Assembly Line kemudian dikembangkan menjadi Unified Assembly Line, yang mampu memproduksi kendaraan dengan jauh lebih cepat dan mampu memangkas biaya produksi secara signifikan.
Pada tahun 1948 Toyota Motor Corporation mengembangkan Lean Manufacturing yang merupakan praktik produksi dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan nilai ekonomis demi mencegah pemborosan.
Sistem ini mengutamakan sudut pandang seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan dalam membuat produk. Lean Manufacturing bertujuan untuk menghindari pemborosan, dan menciptakan produk yang memiliki value atau nilai tambah di mata pelanggan.
Lean Manufacturing kemudian diadopsi oleh perusahaan manufaktur di seluruh dunia, dan terus berkembang hingga kini.
Tags: kerajinan industri