... Perbedaan Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur dalam Konteks Kerajinan Jahit dan DIY

Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur

Apa itu industri manufaktur?

Ilustrasi pabrik industri. Shutterstock/industryviews

Industri manufaktur adalah sebuah perusahaan industri yang berfokus untuk mengolah bahan mentah atau setengah mentah menjadi bahan layak untuk digunakan.

Istilah manufaktur sendiri mengacu pada sebuah aktivitas pemrosesan bahan mentah atau bagian (parts) menjadi suatu barang jadi melalui penggunaan alat, tenaga manusia, mesin, dan pemrosesan kimia.

Manufaktur ini juga merupakan bisnis atau usaha yang memungkinkan untuk menjual sebuah produk jadi dengan biaya lebih tinggi. Hal itu terjadi karena manufaktur mengolah produk jadi itu dari sebuah bahan baku atau bahan mentah.

Dalam praktiknya, manufaktur berskala besar memungkinkan barang diproduksi secara massal menggunakan proses perakitan dan teknologi canggih sebagai aset utama. Teknik manufaktur yang efisien juga memungkinkan produsen untuk mengambil keuntungan dari skala ekonomi (produksi lebih banyak dengan biaya lebih rendah).

Berdasarkan kategori lainya

Jika ditinjau berdasarkan kategorinya, ada manufaktur maju (advanced manufacturing) dan manufaktur kontrak. Berikut adalah penjelasannya:

Manufaktur maju

Manufaktur maju melibatkan bentuk-bentuk teknologi baru untuk meningkatkan proses produksi. Perusahaan dapat menambahkan nilai lebih pada bahan baku yang mereka gunakan untuk melayani pasar mereka.

Manufaktur kontrak

Manufaktur kontrak ini yang jamak terjadi pada industri manufaktur. Perusahaan akan menjalin kemitraan dengan perusahaan lain untuk melakukan outsourcing proses manufaktur tertentu. Misalnya, sebuah perusahaan otomotif dapat menyewa pihak ketiga untuk membuat suku cadang tertentu yang akan digunakan untuk membuat mobil.

Manfaat Sistem Manufaktur dalam Operasional Pabrik

Sistem manufaktur merupakan suatu sistem untuk menghasilkan produk dengan cara yang efisien dan efektif. Penerapan sistem manufaktur yang tepat dapat memberikan berbagai manfaat pada operasional pabrik, di antaranya:

Meningkatkan produktivitas: Dalam sistem manufaktur, setiap tahapan produksi berjalan sedemikian rupa sehingga menghasilkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pabrik secara keseluruhan.

Memperkecil biaya produksi: Sistem manufaktur memperhitungkan setiap langkah produksi dengan cermat untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja. Dengan begitu, biaya produksi dapat berkurang dan keuntungan dapat meningkat.

Meningkatkan kualitas produk: Sistem manufaktur memiliki kontrol mutu yang ketat sehingga setiap hasil produksi dapat memenuhi standar kualitas. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk.

Mengurangi risiko kegagalan produksi: Dalam sistem manufaktur, setiap proses produksi diatur dengan ketat dan diawasi oleh supervisor atau operator yang berpengalaman sehingga meminimalkan risiko kegagalan produksi yang dapat mengakibatkan kerugian besar.

Meningkatkan fleksibilitas produksi: Sistem manufaktur yang terintegrasi dan otomatis memungkinkan perubahan produk dan permintaan pasar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Hal ini akan memberikan fleksibilitas produksi yang lebih tinggi dan mampu menyesuaikan permintaan pasar.

Meningkatkan efisiensi energi: Sistem manufaktur modern memiliki teknologi dan peralatan yang hemat energi. Dengan begitu, energi dalam proses produksi dapat berkurang dan lingkungan dapat terjaga.

Dengan manfaat-manfaat tersebut, sistem manufaktur dapat membantu pabrik dalam mengoptimalkan operasionalnya, meningkatkan kualitas produk, memperkecil biaya produksi, dan menjamin keberhasilan industri ekstraktif secara keseluruhan.

Sejarah Perkembangan Industri Manufaktur

Jika ditarik jauh ke belakang, semua industri, termasuk industri manufaktur mulai berkembang secara pesat pada saat revolusi industri, yang diinisiasi oleh ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769.

Penemuan ini menjadi cikal bakal ditemukannya pesawat terbang, kereta api, dan mesin-mesin manufaktur.

Mesin-mesin tersebut mendorong perubahan produksi yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kimia. Dimana hal ini memperbanyak jumlah barang yang diproduksi, namun mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang tersebut.

Tahun 1901 kemudian dikenalkan sebuah teknik manufaktur yang disebut dengan Assembly Line oleh Henry Ford. Sistem ini pertama kali digunakan untuk memproduksi produk otomotif. Assembly Line memanfaatkan platform bergerak dan juga conveyor.

Bagian-bagian kendaraan akan diikat dengan tali dan dikirimkan dari satu stasiun ke stasiun lain, dan bekerja dapat mulai merakit bagian-bagian mesin tersebut saat tiba di stasiun yang dituju.

Metode ini dapat memproduksi kendaraan dalam skala besar, namun terbatas pada satu model saja.

Sistem Assembly Line kemudian dikembangkan menjadi Unified Assembly Line, yang mampu memproduksi kendaraan dengan jauh lebih cepat dan mampu memangkas biaya produksi secara signifikan.

Pada tahun 1948 Toyota Motor Corporation mengembangkan Lean Manufacturing yang merupakan praktik produksi dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan nilai ekonomis demi mencegah pemborosan.

Sistem ini mengutamakan sudut pandang seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan dalam membuat produk. Lean Manufacturing bertujuan untuk menghindari pemborosan, dan menciptakan produk yang memiliki value atau nilai tambah di mata pelanggan.

Lean Manufacturing kemudian diadopsi oleh perusahaan manufaktur di seluruh dunia, dan terus berkembang hingga kini.

Kesimpulan

Dalam dunia industri ekstraktif, terdapat banyak hal yang perlu menjadi perhatian dalam mengelola sumber daya alam. Mulai dari pemilihan sistem produksi, manajemen produksi, hingga pemilihan sistem ERP, semuanya mempengaruhi operasional pabrik dan kesuksesan perusahaan. Salah satu contohnya pada pemilihan sistem ERP bagi pabrik briket.

Dalam memilih sistem ERP, pabrik briket harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti fitur, kebutuhan bisnis, dan biaya. Karena sistem ini akan mempengaruhi seluruh kegiatan operasional pabrik dan perusahaan tidak dapat memilih secara sembarangan.

Dari seluruh sistem ERP, aplikasi yang memenuhi faktor-faktor untuk menjadi pertimbangan pabrik briket adalah Software Manufacture dari HashMicro. Aplikasi ini menyediakan fitur yang bisa Anda kustomisasi sesuai kebutuhan dan dengan harga yang terjangkau. Apabila Anda tertarik, Anda dapat mencoba demo gratisnya .


Tags: kerajinan industri

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia