... Perbedaan Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur dalam Konteks Kerajinan Jahit dan DIY

Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur

Industri manufaktur berdasarkan fungsi

Ilustrasi pekerja di di industri manufaktur/Shutterstock/Gorodenkoff

Di bawah ini adalah jenis industri manufaktur berdasarkan fungsinya, di antaranya:

Utama

Jenis industri manufaktur utama adalah industri yang mengolah bahan baku mentah menjadi bahan baku lainnya. Misalnya, mengolah serat kayu menjadi papan yang bisa diolah kembali menjadi produk, seperti meja,kursi, dan lemari.

Sekunder

Jenis industri ini mencakup industri berat (pemurnian dan peleburan), ringan (produk konsumen), serta teknologi.

Sejarah Perkembangan Industri Manufaktur

Jika ditarik jauh ke belakang, semua industri, termasuk industri manufaktur mulai berkembang secara pesat pada saat revolusi industri, yang diinisiasi oleh ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769.

Penemuan ini menjadi cikal bakal ditemukannya pesawat terbang, kereta api, dan mesin-mesin manufaktur.

Mesin-mesin tersebut mendorong perubahan produksi yang awalnya menggunakan tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan kimia. Dimana hal ini memperbanyak jumlah barang yang diproduksi, namun mengurangi jumlah pekerja yang dibutuhkan untuk memproduksi barang-barang tersebut.

Tahun 1901 kemudian dikenalkan sebuah teknik manufaktur yang disebut dengan Assembly Line oleh Henry Ford. Sistem ini pertama kali digunakan untuk memproduksi produk otomotif. Assembly Line memanfaatkan platform bergerak dan juga conveyor.

Bagian-bagian kendaraan akan diikat dengan tali dan dikirimkan dari satu stasiun ke stasiun lain, dan bekerja dapat mulai merakit bagian-bagian mesin tersebut saat tiba di stasiun yang dituju.

Metode ini dapat memproduksi kendaraan dalam skala besar, namun terbatas pada satu model saja.

Sistem Assembly Line kemudian dikembangkan menjadi Unified Assembly Line, yang mampu memproduksi kendaraan dengan jauh lebih cepat dan mampu memangkas biaya produksi secara signifikan.

Pada tahun 1948 Toyota Motor Corporation mengembangkan Lean Manufacturing yang merupakan praktik produksi dengan mempertimbangkan segala sumber daya yang dikeluarkan untuk mendapatkan nilai ekonomis demi mencegah pemborosan.

Sistem ini mengutamakan sudut pandang seperti keinginan dan kebutuhan pelanggan dalam membuat produk. Lean Manufacturing bertujuan untuk menghindari pemborosan, dan menciptakan produk yang memiliki value atau nilai tambah di mata pelanggan.

Lean Manufacturing kemudian diadopsi oleh perusahaan manufaktur di seluruh dunia, dan terus berkembang hingga kini.

Contoh Industri Kecil

Industri kecil merupakan kekuatan ekonomi yang berasal dari berbagai sektor. Berikut adalah beberapa contoh industri kecil yang mencerminkan keberagaman dan potensi daya saing di berbagai bidang:

Industri Kuliner dan Makanan Ringan

Industri kecil dalam bidang kuliner dan makanan ringan seringkali menjadi kiblat kreativitas. Produsen makanan kecil dapat menghasilkan produk unik dan berkualitas tinggi, seperti makanan khas daerah, kue-kue tradisional, atau makanan organik. Keberagaman produk ini tidak hanya memperkaya citarasa lokal tetapi juga dapat menembus pasar ekspor.

Industri Kreatif dan Desain

Industri kreatif melibatkan berbagai sektor, termasuk seni, fashion, dan desain. Pematangan potensi kreatif individu dan kelompok dalam skala kecil seringkali menghasilkan produk-produk yang inovatif dan memiliki nilai seni tinggi. Industri ini mencakup pengrajin, perancang busana, dan pelaku seni lainnya yang mampu bersaing dalam pasar global.

Industri Produk Kerajinan Tangan

Industri kecil kerajinan tangan mencakup produksi barang-barang unik seperti keramik, anyaman, dan produk kerajinan dari bahan alam. Produk-produk ini sering memiliki ciri khas dan nilai seni yang tinggi. Pelaku usaha kecil di sektor ini dapat mendapatkan pengakuan baik di tingkat lokal maupun internasional.

Industri Biofarmasi dan Produk Kesehatan

Industri kecil di sektor biofarmasi dan produk kesehatan semakin diperhatikan. Produsen kecil dapat menghasilkan suplemen, obat herbal, atau produk kesehatan lainnya. Keunggulan terletak pada pemanfaatan bahan-bahan alami dan tradisional yang sering kali diminati oleh konsumen yang peduli akan kesehatan.

Demikian ulasan lengkap mengenai apa itu industri kecil, lengkap dengan ciri-ciri dan contohnya. Dengan dukungan yang tepat dari pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat, industri kecil dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Proses Bisnis Industri Manufaktur

Proses Bisnis adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mencapai objektif yang ia tuju. Proses bisnis juga umumnya berkaitan dengan produk dan jasa layanan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut.

Berikut adalah proses bisnis dari perusahaan manufaktur:

Procurement

Procurement adalah proses bisnis pertama dalam industri manufaktur. Procurement adalah aktivitas pengadaan barang atau jasa yang dibutuhkan dalam bisnis.

Dalam industri manufaktur, procurement berkaitan dengan perawatan alat-alat serta pengadaan bahan-bahan mentah yang digunakan dalam proses produksi.

Umumnya perusahaan manufaktur merekrut staf maupun departemen khusus untuk mengurus segala hal yang berkaitan dengan Procurement.

In-out Inventory

Proses bisnis ke dua di dalam perusahaan manufaktur adalah in dan out inventory. Inventory menurut Harmony.ID berarti persediaan, sehingga In-out Inventory dapat diartikan dengan keluar masuknya barang.

In-out inventory mengambil peran yang penting dalam Industri manufaktur karena berkaitan langsung dengan masuk keluarnya barang mentah sebagai unsur penting untuk kemudian dikelola.

Perusahaan manufaktur sebaiknya mempekerjakan pekerja yang mengerti mengenai alur masuk dan keluarnya barang, demi kelancaran proses produksi.

Produksi

Tahap produksi merupakan core bisnis dari industri manufaktur. Proses ini mengubah barang mentah menjadi barang setengah jadi dan barang siap pakai untuk didistribusikan kepada konsumen.

Proses produksi memakan banyak tenaga kerja paling banyak dibandingkan dengan proses lain. Dalam proses ini juga perusahaan akan mengoperasikan berbagai mesin, sehingga dibutuhkan operator produksi, dan alat-alat berat.

Sales dan Marketing

Jasa Sales dan Marketing sangat dibutuhkan perusahaan untuk mengatasi hal tersebut. Mereka akan memetakan wilayah pemasaran produk, target konsumen, dan lain sebagainya.


Tags: kerajinan industri

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia