Perbedaan antara Industri Kerajinan dan Industri Manufaktur
Apa itu industri manufaktur?
Ilustrasi pabrik industri. Shutterstock/industryviewsIndustri manufaktur adalah sebuah perusahaan industri yang berfokus untuk mengolah bahan mentah atau setengah mentah menjadi bahan layak untuk digunakan.
Istilah manufaktur sendiri mengacu pada sebuah aktivitas pemrosesan bahan mentah atau bagian (parts) menjadi suatu barang jadi melalui penggunaan alat, tenaga manusia, mesin, dan pemrosesan kimia.
Manufaktur ini juga merupakan bisnis atau usaha yang memungkinkan untuk menjual sebuah produk jadi dengan biaya lebih tinggi. Hal itu terjadi karena manufaktur mengolah produk jadi itu dari sebuah bahan baku atau bahan mentah.
Dalam praktiknya, manufaktur berskala besar memungkinkan barang diproduksi secara massal menggunakan proses perakitan dan teknologi canggih sebagai aset utama. Teknik manufaktur yang efisien juga memungkinkan produsen untuk mengambil keuntungan dari skala ekonomi (produksi lebih banyak dengan biaya lebih rendah).
Dampak Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan Industri Ekstraktif
Industri ekstraktif renewable (terbarukan) berdampak pada ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam beberapa cara yang berbeda, yaitu:
- Dampak Ekonomi
Industri ekstraktif mampu untuk memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Hal ini karena industri ini mendirikan fasilitas produksi dan infrastruktur yang diperlukan untuk bidang ekonomi pembangunan. Dalam jangka panjang, industri ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan pendapatan dari penjualan produknya. - Dampak Sosial
Industri ekstraktif juga berdampak pada masyarakat di sekitar lokasi ekstraksi. Industri ini dapat memberikan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain itu, dengan menggunakan sumber daya, industri ini juga mampu membantu mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar yang semakin langka dan mahal. - Dampak Lingkungan
Dalam jangka panjang industri ekstraktif khususnya yang terbarukan, dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dibandingkan dengan bahan bakar fosil, sumber daya terbarukan seperti tenaga surya, angin, hingga briket mampu mengurangi emisi karbon dan polusi udara.
Namun, proses ekstraksi dan konstruksi fasilitas produksi sumber daya terbarukan bisa berdampak buruk pada lingkungan, terutama jika tidak perusahaan kelola dengan baik. Oleh karena itu, pengelolaan lingkungan yang baik dan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan harus menjadi fokus dalam industri ekstraktif yang renewable .
Contoh Industri Manufaktur
Perusahaan Manufaktur memproses barang mentah menjadi barang jadi maupun setengah jadi untuk dijual kepada masyarakat. Kebutuhan masyarakat akan barang-barang sangatlah beragam, hal ini menyebabkan Industri manufaktur sendiri terbagi ke dalam berbagai jenis yang mana tiap jenisnya memiliki ciri khas masing-masing
Tekstil dan Garmen
Industri manufaktur tekstil dan garmen adalah salah satu industri manufaktur yang cukup menjamur di Indonesia. Industri tekstil dan garmen memproses barang mentah seperti kapas, sutra, dan lain sebagainya hingga menjadi benang.
Benang tersebut kemudian diolah kembali hingga menjadi kain, dan bahan pakaian lain. Industri yang mengolah bahan mentah hingga menjadi bahan pakaian seperti kain, disebut dengan Industri Tekstil.
Sedangkan Industri Garmen akan melanjutkan proses kain dan bahan pakaian tersebut hingga menjadi pakaian jadi, dan dapat dikenakan oleh konsumen
Otomotif
Seiring dengan perkembangan zaman, Industri otomotif semakin dibutuhkan oleh masyarakat. Industri ini memproduksi berbagai kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor, baik sparepart maupun kendaraan jadi. Industri manufaktur otomotif biasanya menggunakan mesin dan teknologi tingkat tinggi dalam melakukan produksi.
Contoh mesin yang digunakan dalam industri manufaktur otomotif diantaranya adalah Meeling Welle dan Silindrical Granding.
Elektronik
Kerajinan
Kerajinan merupakan salah satu contoh Industri manufaktur. Industri manufaktur kerajinan memiliki jenis produk yang juga beraneka ragam, mulai dari pajangan, furniture, hingga bahan bangunan seperti keramik.
Makanan dan Minuman
Kebutuhan pokok seperti makanan dan minuman menjadi salah satu komoditas yang banyak diproduksi oleh perusahaan manufaktur. Industri ini mengelola bahan mentah menjadi aneka produk makanan dan minuman, mulai dari makanan dan minuman kaleng, bumbu penyedap, hingga aneka camilan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat.
Daftar Perusahaan Manufaktur Terbesar di Indonesia
Berikut merupakan daftar dari perusahaan manufaktur besar yang berasal maupun beroperasi di Indonesia
1. PT Semen Indonesia
Dalam sektor industri semen, PT Semen Indonesia merupakan yang terbesar. Mereka melakukan serangkaian pekerjaan kompleks mulai dari menambang, menggali, dan mengolah bahan mentah menjadi semen dan berbagai hasil industri lainnya.
Perusahaan ini berdiri pada tahun 1953 dan sudah memiliki hingga lima pabrik yang beroperasi di Gresik, Tuban, Padang, Tonasa, Quang Ninh (Vietnam)
2. PT Mulia Industrindo
PT Mulia Industrindo didirikan tahun 1986 bergerak di bidang manufaktur gelas dan kaca. Mulia Industrindo memproduksi keramik-keramik yang mungkin sering kita temui di pasaran ketika ingin membangun ataupun merenovasi rumah.
3. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia TBK
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia atau yang biasa disebut dengan TKIM berdiri pada tahun 1972, dan bergerak dalam bidang industri kertas. Perusahaan ini memproduksi aneka macam kertas seperti kertas karbon, buku latihan, alat tulis, dan juga alat-alat stationary lainnya.
4. PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP)
Disamping memproduksi makanan dan minuman, mereka juga memproduksi kemasan dan karton.
5. PT Gudang Garam TBK
6. PT Unilever Indonesia
Unilever berdiri tahun 1929 di United Kingdom, dan mulai mendirikan cabang di Indonesia tahun 1933 dengan nama PT Unilever Indonesia.
Perusahaan ini memproduksi aneka macam makanan, minuman, hingga perlengkapan sehari-hari seperti pasta gigi, sabun, dan lain sebagainya.
7. PT Astra International TBK
Astra International berdiri pada tahun 1957 di Jakarta, dan beroperasi di bidang otomotif. Selain bidang otomotif, Astra juga memiliki segmen bisnis lain seperti infrastruktur, pertambangan, teknologi, dan properti.
Demikian artikel mengenai Industri Manufaktur. Kunjungi Blog MyRobin dan temukan berbagai artikel menarik lainnya terkait karir, dan pekerjaan. Upgrade wawasan Anda sekarang!
Manfaat Sistem Manufaktur dalam Operasional Pabrik
Sistem manufaktur merupakan suatu sistem untuk menghasilkan produk dengan cara yang efisien dan efektif. Penerapan sistem manufaktur yang tepat dapat memberikan berbagai manfaat pada operasional pabrik, di antaranya:
Meningkatkan produktivitas: Dalam sistem manufaktur, setiap tahapan produksi berjalan sedemikian rupa sehingga menghasilkan efisiensi waktu dan tenaga kerja. Hal ini akan meningkatkan produktivitas pabrik secara keseluruhan.
Memperkecil biaya produksi: Sistem manufaktur memperhitungkan setiap langkah produksi dengan cermat untuk mengoptimalkan penggunaan bahan baku, peralatan, dan tenaga kerja. Dengan begitu, biaya produksi dapat berkurang dan keuntungan dapat meningkat.
Meningkatkan kualitas produk: Sistem manufaktur memiliki kontrol mutu yang ketat sehingga setiap hasil produksi dapat memenuhi standar kualitas. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen pada produk.
Mengurangi risiko kegagalan produksi: Dalam sistem manufaktur, setiap proses produksi diatur dengan ketat dan diawasi oleh supervisor atau operator yang berpengalaman sehingga meminimalkan risiko kegagalan produksi yang dapat mengakibatkan kerugian besar.
Meningkatkan fleksibilitas produksi: Sistem manufaktur yang terintegrasi dan otomatis memungkinkan perubahan produk dan permintaan pasar dapat dilakukan dengan cepat dan mudah. Hal ini akan memberikan fleksibilitas produksi yang lebih tinggi dan mampu menyesuaikan permintaan pasar.
Meningkatkan efisiensi energi: Sistem manufaktur modern memiliki teknologi dan peralatan yang hemat energi. Dengan begitu, energi dalam proses produksi dapat berkurang dan lingkungan dapat terjaga.
Dengan manfaat-manfaat tersebut, sistem manufaktur dapat membantu pabrik dalam mengoptimalkan operasionalnya, meningkatkan kualitas produk, memperkecil biaya produksi, dan menjamin keberhasilan industri ekstraktif secara keseluruhan.
Tags: kerajinan industri