... Rahasia Kerajinan: Mengubah Emas dan Perak Menjadi Perhiasan Indah

Keindahan dalam Karya Tangan - Perhiasan Emas dan Perak sebagai Hasil Kerajinan

Bacaan lebih lanjut [ sunting | sunting sumber ]

  • Borel, F. 1994. The Splendor of Ethnic Jewelry: from the Colette and Jean-Pierre Ghysels Collection. New York: H.N. Abrams (ISBN 0-8109-2993-7).
  • Evans, J. 1989. A History of Jewellery 1100–1870 (ISBN 0-486-26122-0).
  • Nemet-Nejat, Karen Rhea 1998. Daily Life in Ancient Mesopotamia. Westport, CT: Greenwood Press (ISBN 0-313-29497-6).
  • Tait, H. 1986. Seven Thousand Years of Jewellery. London: British Museum Publications (ISBN 0-7141-2034-0).

  • Definisi kamus perhiasan di Wikikamus
  • Media terkait Jewellery di Wikimedia Commons
  • Media terkait Jewellery shops in Thailand di Wikimedia Commons
  • Video How its made gold chain
  • Video How it's made - Gold jewellery
  • Video Gold - How its made
  • Video How gold is produced
  • Video How Its Made - Silver Jewelery
  • Video How Platinum Rings Are Made

Mengetahui Emas Asli atau Palsu [ sunting | sunting sumber ]

Mengetahui perbedaan antara emas asli atau emas palsu merupakan hal yang perlu diketahui bagi orang yang ingin melakukan investasi emas. Jangan sampai emas yang mau diinvestasikan adalah emas palsu. Bukannya untung malah rugi. Dengan banyaknya orang yang melakukan investasi emas. Ada saja penjual nakal yang membuat emas palsu agar dijual dengan harga tinggi seperti emas asli.

Cara mengetahui emas asli atau palsu dapat dilakukan cara-cara berikut ini. Berikut adalah ciri-ciri emas palsu:

  1. Bila didekatkan dengan magnet akan menempel.
  2. Bila dijatuhkan akan terdengar bunyi nyaring.
  3. Bila dicium berbau seperti bau besi.
  4. Bila digoreskan pada kaca, kaca akan tergores.
  5. Bila dipakai, akan menimbulkan rasa gatal pada kulit dan kulit menjadi hitam.
  6. Bila dicampur dengan zat asam, seperti asam klorida dan asam sulfat, maka akan tampak larutan logam yang lain.
  7. Bila digosokkan pada keramik, maka akan terdapat garis hitam pada keramik.
  8. Bila digosokkan dengan menggunakan jarum, jarum akan bengkok.

Untuk menguji apakah emas asli atau emas palsu dapat meminta bantuan ahli perhiasan untuk menguji emas dengan menggunakan sinar-X. Cara ini adalah cara yang paing cepat, paing aman dan paling mudah untuk menguji keaslian emas. Cara ini tidak menyebabkan emas mengalami kerusakan, tetapi memerlukan biaya.

Cara lainnya untuk menguji keaslian emas adalah dengan mengunakan larutan asam klorida atau asam sulfat. Caranya, ambil sedikit bagian emas dengan cara menyanyat dengan mengunakan pisau yang tajam lalu letakkan pada tabung kaca. Jangan lupa untuk memakan sarung tangan karet. Tuang sedikit asam pada emas. Bila ada logam lain, maka logam akan larut dan terpisah dari emas. Cara ini dapat menyebabkan kerusakan pada emas. Asam yang digunakan untuk melakukan pengujan juga merupakan bahan kimia yang berbahaya, karena dapat menyebabkan luka bakar.

Kadar perhiasan emas [ sunting | sunting sumber ]

  • 24 karat (99.99%), atau ada pula Emas Lokal (99.7%)
  • 22 karat (91.6% emas), emas dicampur logam lain 8.3% (biasanya perak)
  • 21 karat (87.5% emas)
  • 20 karat (83.3% emas)
  • 18 carat ( 75.0% emas), biasanya untuk cincin
  • 14 karat ( 58.5% emas)
  • 10 carat ( 41.7% emas)
  • 9 carat (37.5% emas)

Karat adalah sistem pengukuran tingkat kemurnian emas. Kemurnian emas diukur berdasarkan jumlah persentase emas murni yang terkandung dalam suatu logam. Emas dikenal sebagai logam yang langka dan memiliki sifat unik. Warna nya yang berkilau juga dipersepsikan orang sebagai zaman dahulu sangat bernilai dan digunakan sebagai alat pertukaran. Mengacu kepada sifat uniknya, logam emas yang memiliki kadar kemurnian semakin tinggi akan semakin lunak logam nya. Oleh karena sifat logam yang terlalu lunak ini maka agak sulit bagi pengrajin untuk mempertahankan durabilitas barang tersebut ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu emas harus dicampur oleh logam lain seperti perak, tembaga dan logam lain sehingga menghasilkan perhiasan emas yang memiliki durabilitas tinggi dalam aktivitas sehari-hari.

Di Indonesia memang belum jelas penentuan dan patokan hubungan karat dengan kadar kandungan emas. Hampir setiap toko emas berbeda-beda mengenai karat ini. Terutama toko emas yang berbeda daerah. Misal antara di Jakarta dengan di Jawa Tengah dapat terjadi perbedaan penafsiran karat (kemurnian emas). Disatu toko kadar emas 22 karat sekitar 80%, tetapi di toko lain emas 22 karat hanya berkadar 70%. Untuk mengenal emas, kita terlebih dahulu mengenal istilah " kadar " dalam emas. Kadar merupakan tingkat keaslian emas, atau jumlah kandungan kemurnian emas. Kadar emas dinyatakan dalam "karat". Kadar 24 karat dinyatakan sebagai emas murni. Jadi emas kadar 23 karat berarti tingkat kemurniannya adalah 23/24 X 100% atau sekitar 95,8%. Jadi bila emas kadar 22 karat dengan berat 15 gram maka kandungan emas murninya = 22/24 x 15 = 13.75 Gram. Untuk mempermudah, sudah tersedia tetapan untuk menentukan karat berdasar kadarnya.

Contoh Kerajinan dari Logam

">No">Hasil Kerajinan dari Logam
">1">Kerajinan Alat Musik dari Logam
">2">Kerajinan Kriya Logam Tiga Dimensi dari Logam
">3">Kerajinan Kubah Masjid dari Logam
">4">Kerajinan Medali dari Logam
">5">Kerajinan Miniatur Kendaraan dari Logam
">6">Kerajinan Patung dari Logam
">7">Kerajinan Peralatan Makan dari Logam
">8">Kerajinan Pisau dari Logam
">9">Kerajinan Plakat dari Logam
">10">Kerajinan Uang Kepeng dari Logam
">11">Kerajinan Vas Bunga dari Logam

Jenis Perak Untuk Perhiasan

Di pasaran, setidaknya terdapat 3 jenis campuran perak yang umum digunakan untuk membuat perhiasan. Berikut ini adalah beberapa jenis perak yang perlu Anda ketahui sebagai bahan untuk membuat perhiasan.

Fine Silver

Ini merupakan jenis perak yang mengandung 99,9% perak dan 0,1% sisanya merupakan campuran logam yang kuantitasnya tidak terlalu signifikan. Fine silver memiliki tampilan berwarna keabu-abuan dan terlihat sedikit kusam. Selain itu, jenis perak ini juga cukup lunak sehingga lebih mudah berubah bentuk dan tergores. Oleh sebab itu, penggunaan fine silver untuk perhiasan sudah cukup jarang. Namun, Fine Silver juga mempunyai kelebihan lainnya yakni sangat mudah dibentuk. Karena bersifat lunak, Fine Silver sangat cocok digunakan untuk membuat kalung dan anting dibandingkan gelang atau cincin yang mudah terbentur dengan benda lain.

Sterling Silver

Ini merupakan jenis perak standar yang cukup banyak digunakan di Amerika Serikat. Jenis perak ini mempunyai kandungan perak 92,5% sedangkan 7,5% lainya dapat berupa campuran tembaga atau jenis logam lain seperti nikel. Campuran logam tersebut digunakan untuk membuat perak agar memiliki tekstur yang lebih keras . Jadi, perhiasan tidak mudah rusak dan warnanya juga terlihat lebih berkilau. Jenis perak ini mempunyai warna keperakan yang berkilau dan terang. Namun warna dan kilau perak tersebut cenderung mudah pudar. Meskipun Sterling Silver lebih keras daripada Fine Silver, perak ini tetap saja lebih lunak daripada jenis logam lainnya.

Argentium Silver

Perak ini merupakan Sterling Silver versi modern. Jika Sterling Silver umumnya terdiri dari 92,5 % perak dan tembaga 7,5%, pada Argentium Silver, tembaga digantikan dengan germanium. Germanium tersebut akan membuat paduan perak menjadi lebih tahan lama, lebih keras, dan tidak mudah pudar. Keunggulan lainnya dari Argentium Silver adalah tidak perlu perawatan berkala seperti Sterling Silver. Namun dengan kelebihan yang dimilikinya, harga Argentium Silver menjadi lebih mahal dibandingkan dengan Sterling Silver dan ketersediaannya di pasaran juga cukup terbatas.


Tags: kerajinan hasil hiasan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia