Keindahan dalam Karya Tangan - Perhiasan Emas dan Perak sebagai Hasil Kerajinan
Tips Membeli Perhiasan Perak
Menemukan toko perak atau perhiasan yang dapat mengganti ukuran cincin perak mungkin tidak mudah. Jadi perhatikan ukuran cincin ketika hendak membelinya. Pastikan ukurannya benar – benar sesuai. Mengingat perak adalah bahan yang cukup murah, biaya yang dihabiskan untuk mengganti ukuran cincin tersebut akan lebih mahal dibandingkan nilai dari perhiasan itu sendiri. Dalam pemakaiannya, perhiasan berlapis perak sebaiknya hanya digunakan sesekali. Jika perak digunakan untuk sehari – haris, lapisan peraknya akan hilang sehingga logam dasarnya akan muncul dan menimbulkan iritasi kulit.
Saat membeli perhiasan perak, sebaiknya jangan memilh produk perak asli yang disepuh atau dilapisi perak. Pasalnya model perhiasan perak seperti ini berasal dari tembaga murah yang dilapisi perak. Jadi seiring waktu, jika sepuhannya sudah hilang, bahan tembaga dari perhiasan tersebut akan terlihat.
Jika Anda hendak membeli perhiasan berupa cincin perak asli 99,9% murni perak, pastikan cincin tersebut memiliki label berat dan kemurnian yang jelas. Penjual perak yang palsu mungkin akan mencoba menipu Anda dengan beragam istilah membingungan seperti label 10 Troy ons 100 pabrik atau 999 cincin perak. Hal ini merupakan pengukuran ketebalan sepuhan perak. Baca juga Perhiasan India Dan Hubungannya Dengan Wanita.
Jenis Perak Untuk Perhiasan
Di pasaran, setidaknya terdapat 3 jenis campuran perak yang umum digunakan untuk membuat perhiasan. Berikut ini adalah beberapa jenis perak yang perlu Anda ketahui sebagai bahan untuk membuat perhiasan.
Fine Silver
Ini merupakan jenis perak yang mengandung 99,9% perak dan 0,1% sisanya merupakan campuran logam yang kuantitasnya tidak terlalu signifikan. Fine silver memiliki tampilan berwarna keabu-abuan dan terlihat sedikit kusam. Selain itu, jenis perak ini juga cukup lunak sehingga lebih mudah berubah bentuk dan tergores. Oleh sebab itu, penggunaan fine silver untuk perhiasan sudah cukup jarang. Namun, Fine Silver juga mempunyai kelebihan lainnya yakni sangat mudah dibentuk. Karena bersifat lunak, Fine Silver sangat cocok digunakan untuk membuat kalung dan anting dibandingkan gelang atau cincin yang mudah terbentur dengan benda lain.
Sterling Silver
Ini merupakan jenis perak standar yang cukup banyak digunakan di Amerika Serikat. Jenis perak ini mempunyai kandungan perak 92,5% sedangkan 7,5% lainya dapat berupa campuran tembaga atau jenis logam lain seperti nikel. Campuran logam tersebut digunakan untuk membuat perak agar memiliki tekstur yang lebih keras . Jadi, perhiasan tidak mudah rusak dan warnanya juga terlihat lebih berkilau. Jenis perak ini mempunyai warna keperakan yang berkilau dan terang. Namun warna dan kilau perak tersebut cenderung mudah pudar. Meskipun Sterling Silver lebih keras daripada Fine Silver, perak ini tetap saja lebih lunak daripada jenis logam lainnya.
Argentium Silver
Perak ini merupakan Sterling Silver versi modern. Jika Sterling Silver umumnya terdiri dari 92,5 % perak dan tembaga 7,5%, pada Argentium Silver, tembaga digantikan dengan germanium. Germanium tersebut akan membuat paduan perak menjadi lebih tahan lama, lebih keras, dan tidak mudah pudar. Keunggulan lainnya dari Argentium Silver adalah tidak perlu perawatan berkala seperti Sterling Silver. Namun dengan kelebihan yang dimilikinya, harga Argentium Silver menjadi lebih mahal dibandingkan dengan Sterling Silver dan ketersediaannya di pasaran juga cukup terbatas.
Kadar perhiasan emas [ sunting | sunting sumber ]
- 24 karat (99.99%), atau ada pula Emas Lokal (99.7%)
- 22 karat (91.6% emas), emas dicampur logam lain 8.3% (biasanya perak)
- 21 karat (87.5% emas)
- 20 karat (83.3% emas)
- 18 carat ( 75.0% emas), biasanya untuk cincin
- 14 karat ( 58.5% emas)
- 10 carat ( 41.7% emas)
- 9 carat (37.5% emas)
Karat adalah sistem pengukuran tingkat kemurnian emas. Kemurnian emas diukur berdasarkan jumlah persentase emas murni yang terkandung dalam suatu logam. Emas dikenal sebagai logam yang langka dan memiliki sifat unik. Warna nya yang berkilau juga dipersepsikan orang sebagai zaman dahulu sangat bernilai dan digunakan sebagai alat pertukaran. Mengacu kepada sifat uniknya, logam emas yang memiliki kadar kemurnian semakin tinggi akan semakin lunak logam nya. Oleh karena sifat logam yang terlalu lunak ini maka agak sulit bagi pengrajin untuk mempertahankan durabilitas barang tersebut ketika digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu emas harus dicampur oleh logam lain seperti perak, tembaga dan logam lain sehingga menghasilkan perhiasan emas yang memiliki durabilitas tinggi dalam aktivitas sehari-hari.
Di Indonesia memang belum jelas penentuan dan patokan hubungan karat dengan kadar kandungan emas. Hampir setiap toko emas berbeda-beda mengenai karat ini. Terutama toko emas yang berbeda daerah. Misal antara di Jakarta dengan di Jawa Tengah dapat terjadi perbedaan penafsiran karat (kemurnian emas). Disatu toko kadar emas 22 karat sekitar 80%, tetapi di toko lain emas 22 karat hanya berkadar 70%. Untuk mengenal emas, kita terlebih dahulu mengenal istilah " kadar " dalam emas. Kadar merupakan tingkat keaslian emas, atau jumlah kandungan kemurnian emas. Kadar emas dinyatakan dalam "karat". Kadar 24 karat dinyatakan sebagai emas murni. Jadi emas kadar 23 karat berarti tingkat kemurniannya adalah 23/24 X 100% atau sekitar 95,8%. Jadi bila emas kadar 22 karat dengan berat 15 gram maka kandungan emas murninya = 22/24 x 15 = 13.75 Gram. Untuk mempermudah, sudah tersedia tetapan untuk menentukan karat berdasar kadarnya.
Jenis Perhiasan Emas Bentuk dan Kegunaannya
Penggunaan perhiasan emas tidak terbatas gender atau usia. Saat ini perhiasan emas yang beredar dipasaran umumnya dibagi dalam dari jenis-jenis berikut:
1.Kalung emas
Kalung emas merupakan perhiasan yang dikenakan di bagian leher. Perhiasan ini biasanya dibuat dari rangkaian emas yang membentuk rantai dengan panjang tertentu.
2. Cincin emas
Perhiasan ini berfungsi memperelok tampilan jari-jari tangan. Selain itu, cincin emas yang melingkar di jari manis bisa menandakan status pernikahan seseorang.
Hal ini karena banyak kebudayaan yang melibatkan penggunaan cincin emas dalam momen-momen penting, seperti pertunangan atau pernikahan.
3. Gelang emas
Gelang emas merupakan perhiasan yang dikenakan di pergelangan tangan. Kebanyakan gelang emas yang dijual dipasaran didesain untuk kaum hawa. Penggunaannya yang kurang praktis menjadikan perhiasan ini sering dikenakan hanya dimomen-momen tertentu.
4. Liontin emas
Liontin emas merupakan perhiasan yang multifungsi. Liontin bisa digunakan sebagai pelengkap kalung, gelang, hingga anting. Liontin tertua yang pernah ditemukan oleh para arkeolog berusia lebih dari 6.000 tahun. Liontin sederhana yang terbuat dari emas 24 karat itu ditemukan di Bulgaria.
5. Anting emas
Tags: kerajinan hasil hiasan