Cara Menjahit Rok Lilit yang Memukau - Panduan DIY untuk Pecinta Kerajinan Tangan
Kursus Menjahit
pola rok lingkar - Selamat berjumpa kembali, pada postingan kali ini saya akan memberikan pola dasar rok
Biarpun rok itu banyak macam dan modelnya, dan banyak di gunakan oleh kaum wanita baik tua maupun muda akan tetapi semuanya berasal dari satu pola dasar, oleh karena hal tersebut maka wajiblah bagi kita untuk mengetahui pola dasar dari rok ini.
Rok sendiri merupakan pakaian bagian bawahan wanita, di gunakan untuk kerja atau pun untuk kegiatan sehari-hari, wanita yang menggunakan rok terlihat lebih anggun dan feminis jika dibandingkan dengan memakai celana, karena sejatinya celana merupakan pakaian untuk kaum laki-laki.
Jika untuk bekerja biasanya rok yang di gunakan adalah rok span yang mempunyai bentuk rata dari bagian pinggul sampai bawah ada yang di belah di bagian belakangnya ada juga yang tidak, jika untuk anak sekolah biasanya di gunakan rok lipit, baik itu lipit hadap ataupun lipit-lipit.
Sedangkan jika untuk keperluan paduan baju kebaya, rok tersebut biasanya mempunyai bentuk yang kuncup ke bawah, atau ada juga yang melebar seperti rok duyung, semua rok tersebut di buat dengan pola dasar terlebih dahulu
Sedangkan pola dasar dari rok tersebut adalah sebagai berikut, silahkan di simak.
Gambar untuk pola rok lingkar
A-B: panjang rok
A-C: tinggi panggul
A-D: ¼ lingkar pinggang+1+3 cm (untuk kupnat)
C-E: ¼ lingkar panggul+1
A-F: 1/10 lingkar pinggang
F-G: panjang kupnat 10 sampai 12 cm
D-H: 1 cm
B-I: C-E
Hubungkan dan buat lengkungannya seperti pa da gambar
B. POLA BELAKANG
A-B: Panjang rok
A-C: tinggi panggul (18 sampai 20 cm)
A-D: ¼ lingkar pinggang-1+3 cm (untuk kupnat)
C-E: ¼ lingkar panggul – 1
A-F: 1/10 lingkar pinggang
F-G: panjang kupnat 10 sampai 12 cm
B-I: C-E
D-H: 1cm
Ukuran yang Diperlukan untuk Pola Dasar Rok dan Cara Pengukurannya
Untuk membuat pola dasar rok, ada beberapa ukuran yang diperlukan. Untuk melakukan pengukuran ini, siapkanlah pita meteran dan juga ban petar. Ban petar atau tali pengikat adalah alat bantu untuk mengambil ukuran badan. Biasanya ban petar diikatkan pada lingkar pinggang, lingkar pinggul dan lingkar badan. Kemudian lakukan pengukuran dengan mengikuti arahan berikut ini.
1. Lingkar pinggang, untuk mengukur lingkar pinggang ukurlah sekeliling pinggang pas.
2. Tinggi pinggul, untuk mengukur tinggi pinggul ukurlah dari bawah ban petar pinggang sampai batas panggul.
3. Lingkar panggul, untuk mengukur lingkar pinggul ukurlah sekeliling panggul atau bahan bawah yang terbesar dan diukur pas. Lalu tambahkan 4 cm atau diselakan 4 jari.
4. Panjang rok muka, sisi dan belakang diukur dari bawah ban petar hingga panjang yang diinginkan.
(foto: dok JarumJahit.com)
Berikut ini contoh hasil pengukuran yang diperoleh. Selanjutnya dari hasil pengukuran ini bisa dibuat pola dasar rok dengan skala ¼.
- Lingkar pinggang = 64 cm
- Lingkar pinggung = 88 cm
- Tinggi Pinggul = 20 cm
- Panjang rok = 62 cm
Pola Dasar Rok Metode So-En dan Keterangan Pola
Pola dasar rok metode So-En berasal dari Bunka Fashion College. Bunka Fashion College merupakan sebuah sekolah menjahit baju barat yang didirikan Isaburo Namiki di Jepang pada tahun 1919. Perkembangan sekolah menjahit ini begitu pesat dan kreasi pola-pola pakaiannya tersebar ke berbagai negara. Sampai kini pun pola-pola tersebut masih digunakan. Salah satunya pola dasar rok So-En ini.
Pola-pola So-En memiliki ciri khas yakni adanya kupnat pada pinggang muka dan juga pinggang belakang. Ukuran kupnatnya cukup lebar sehingga sangat cocok bagi mereka yang bertubuh besar.
Untuk pola dasar rok So-En, digunakan hasil pengukuran sebagai berikut.
Tags: jahit pola