Pola Sulam Pita - Keajaiban Seni Sulaman dalam Kerajinan Tangan dan DIY
Pengertian Sulaman Pita
Sulaman pita merupakan salah satu bentuk seni dekoratif yang populer di kalangan pecinta kerajinan tangan. Teknik sulaman ini menggunakan pita sebagai media utama untuk menghiasi berbagai macam kain atau tekstil. Dengan menggunakan pita yang beragam warna dan tekstur, seseorang dapat menciptakan berbagai desain yang cantik dan menarik. Sulaman pita sering digunakan untuk menghias pakaian, aksesori, kerajinan tangan, dan berbagai proyek dekoratif lainnya.
Pengertian Sulaman Pita
Sulaman pita adalah proses menghias kain atau tekstil dengan menggunakan pita kecil sebagai media utama. Pita tersebut dijahit atau diikat ke kain untuk membentuk berbagai pola dan desain. Teknik ini memungkinkan pembuatnya untuk menciptakan bentuk-bentuk yang sulit diwujudkan melalui teknik sulaman konvensional. Sulaman pita juga memberikan dimensi tambahan pada tekstil, karena ketebalan pita memberikan efek visual yang menarik.
Sejarah Sulaman Pita
Teknik Sulaman Pita
Teknik sulaman pita melibatkan penggunaan berbagai jenis pita, mulai dari sutra, satin, organza, hingga velvet. Setiap jenis pita memberikan tekstur dan kilau yang berbeda, sehingga pembuat sulaman dapat menciptakan efek visual yang unik. Selain itu, teknik dasar sulaman seperti jahitan lilit, jahitan daun, dan jahitan bunga digunakan untuk menciptakan pola-pola yang indah.
Baca Juga: Pengertian Berbahasa Indonesia Yang Baik Dan BenarKeindahan Sulaman Pita
Keindahan dari sulaman pita terletak pada kemampuannya untuk menciptakan efek visual yang menakjubkan. Dengan memadukan berbagai warna dan tekstur pita, seseorang dapat menciptakan gambar atau pola yang sangat realistis. Hal ini membuat sulaman pita sangat diminati sebagai hiasan pakaian, aksesori, dan barang dekoratif.
Sulaman pita juga memberikan dimensi tambahan pada tekstil. Dibandingkan dengan sulaman konvensional, sulaman pita memberikan tekstur yang lebih tebal dan terlihat lebih hidup. Hal ini membuat sulaman pita cocok digunakan untuk menghiasi pakaian pesta, selendang, topi, tas, dan berbagai aksesori fashion lainnya.
Proses Produksi Kerajinan Tekstil
Setiap jenis kerajinan tekstil memiliki bahan, alat, dan cara membuat atau produksi yang berbeda. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa proses produksi kerajinan tekstil mulai dari kerajinan tekstil tapestri, batik, sulam, dan jahit aplikasi.
Kerajinan Tekstil Tapestri
Tapestri atau tenun banyak di temukan di Indonesia sebagai salah satu kearifan budaya kerajinan tekstil. Banyak kekayaan tenun menenun, dengan aneka ragam teknik dan prosesnya, serta ragam hias yang beraneka ragam di nusantara.
Kerajinan tenun dibuat dengan menggunakan alat tenun seperti gedogan ataupun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin), dalam pembuatan hiasan tenun serat ini pun mengikuti kebiasaan dalam pembuatan tenun pada umumnya.
Bahan Pembuatan Hiasan Tapestri
Bahan yang digunakan untuk membuat hiasan tapestri sebagai berikut.
- Benang tipis untuk lungsi
- Benang tebal untuk pakan
Alat Pembuat Hiasan Tapestri
Alat yang digunakan dalam pembuatan hiasan tapestri sebagai berikut.
- Kayu spanram yang diberi paku untuk benang lungsi
- Batang kayu
Proses Pembuatan Tapestri
Membuat tapestri sebetulnya membutuhkan suatu keahlian dan keterampilan khusus yang harus dilatih dan ditekuni. Namun, secara umum, proses pembuatan tapestri dapat disederhanakan menjadi sebagai berikut.
- Membuat lungsi pada pemidangan tenun.
- Memasukkan benang pakan pada lungsi.
- Mengganti warna pakan sesuai motif yang diinginkan.
- Mengoperasikan alat tenun dengan cara menyesuaikan dan mengganti warna benang, lalu menarik bagian alat yang akan merapatkan benang.
Menggambar dengan Jarum: Jenis-Jenis Jahitan dan Karya Sulaman
Menyulam gambaran atau motif ke dalam katun atau linen bisa diibaratkan seperti menggambar. Pertama Anda perlu gambar garis Anda, kemudian Anda bisa mewarnai di dalamnya.
Bagi seniman mahir ada teknik-teknik yang lebih rumit seperti stumpwork atau jahitan couch, bagi orang-orang yang suka menggambar dengan angka, ada jahitan terhitung.
Tusuk Garis
Tusuk garis digunakan untuk kontur dan dekorasi sederhana, di sepanjang tepi taplak meja, ujung lengan atau leher kemeja.
Namun, hanya karena anda menjahit di sebuah garis bukan berarti Anda tidak bisa mengisi permukaan dengan tusuk tikam jejak atau sulam rantai – banyak karya-karya sulaman terdahulu melakukannya.
Beberapa tusuk garis sederhana adalah:
- Tusuk tikam jejak (stem stitch):
Jika Anda melihat tusuk balik yang dijahit tangan dari belakang, Anda akan melihat tusuk tikam jejak. Namun kecuali Anda ingin menyulam semua karya Anda secara terbalik, The Spurce punya panduan sederhana.
Nama tusuk tikam jejak (stem stitch) berasal dari batang bunga (flower stem), yang seringkali digunakan dalam lukisan jarum dan karya crewel.
Sulam rantai dikerjakan tepat di kedua sisi garis. Anda bisa membuatnya lebih terbuka atau tidak terlalu terbuka tergantung sejauh apa Anda memasukkan dan mengeluarkan jarum Anda.
Tags: sulam pola