... 7 Prinsip Penting dalam Membuat Kerajinan dari Bahan Keras - Panduan DIY dan Rajutan

Prinsip Membuat Kerajinan Tangan dari Bahan Keras dalam Seni Jahit dan Kerajinan DIY

Prinsip Kerajinan Limbah Keras

Limbah keras diketahui dapat difungsikan sebagai salah satu bahan kerajinan. Pengolahannya juga harus mempertimbangkan prinsip kerajinan bahan keras untuk limbah. Ada tiga macam prinsip yang berkaitan dengan pengolahan limbah ini yaitu reduce , reuse , dan recycle . Ketiga prinsip ini sering kali disebut dengan prinsip 3R.

1. Reduce (Mengurangi)

Prinsip ini berarti kita harus mengurangi atau meminimalisir penggunaan barang atau material tertentu. Tujuannya tentu saja untuk mengurangi limbah keras yang tidak lagi terpakai.

2. Reuse (Menggunakan Kembali)

Selain mengurangi limbah dengan prinsip reduce , prinsip reuse (menggunakan kembali) juga dapat diterapkan. Kamu bisa memilih mana saja barang atau material yang sekiranya bisa dimanfaatkan kembali sebagai bahan kerajinan.

3. Recycle (Mendaur Ulang)

Prinsip dengan mendaur ulang menjadi bagian terpenting. Prinsip ini mencoba untuk mendaur ulang barang atau material yang tidak lagi dipakai.

Proses daur ulang ini nantinya akan berguna dalam mengubah fungsi barang yang terpakai menjadi barang yang bisa difungsikan kembali. Salah satunya dengan mengubahnya menjadi kerajinan yang bisa bernilai jual maupun sekadar untuk hiasan.

Prinsip Kerajinan Bahan Keras dan Aspek Rancangannya

Membuat kerajinan memang bisa dilakukan dengan memanfaatkan berbagai jenis bahan di sekitar. Bahan tersebut ada yang sifatnya keras dan lunak. Bahan yang keras kemudian akan menghasilkan kerajinan bahan keras, begitu juga sebaliknya. Ketika proses pembuatannya, terdapat prinsip kerajinan bahan keras yang harus diperhatikan.

Disamping itu, ada pula aspek rancangan yang berkaitan dengan prinsip kerajinan tersebut. Lalu, apa sajakah prinsip dan aspek rancangan dalam prinsip tersebut? Di bawah ini penjelasan selengkapnya.

  • 1 Pengertian Kerajinan Bahan Keras
  • 2 Jenis-Jenis Kerajinan Bahan Keras
    • 2.1 1. Kerajinan Bahan Keras Alam
    • 2.2 2. Kerajinan Bahan Keras Buatan
    • 3.1 1. Keunikan Bahan Kerajinan
    • 3.2 2. Keragaman Muatan Nilai
    • 4.1 1. Reduce (Mengurangi)
    • 4.2 2. Reuse (Menggunakan Kembali)
    • 4.3 3. Recycle (Mendaur Ulang)
    • 5.1 Faktor Teknis
    • 5.2 Faktor Ekonomis
    • 5.3 Faktor Ergonomis
    • 5.4 Faktor Estetika
    • 5.5 Faktor Sains dan Teknologi
    • 5.6 Faktor Kondisi Lingkungan

    7. Silika

    Materi kerajinan bahan keras berikutnya adalah silika. Ia adalah mineral alam yang aslinya berbentuk biji pasir yang sekilas mirip plastik, tetapi lebih keras dan tidak elastis.

    Silika bisa dilelehkan dalam suhu tinggi dan dipakai untuk berbagai fungsi seperti pembuatan keramik untuk lantai dan bahan baku untuk komponen komputer, penghantar energi di solar panel, dan lain sebagainya. Bahan keras ini memiliki karakter spesifik yaitu semi-konduktor makanya ia banyak dipakai juga di berbagai industri energi dan elektronik. Silika ini pula yang jadi bahan baku fiber glass, Sedulur.

    Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras

    Limbah merupakan sisa tidak terpakai yang notabenya selalu dibuang dan dianggap sebelah mata. Tapi di tangan orang yang kreatif benda satu ini mampu menghasilkan karya bernilai jual.

    Prinsip kerajinan bahan limbah keras menggambarkan pendekatan inovatif dalam pembuatan produk seni atau kerajinan dengan memanfaatkan bahan limbah atau sisa material yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

    Dalam era di mana kesadaran lingkungan semakin meningkat, prinsip ini menawarkan solusi kreatif untuk mengurangi limbah, mendukung daur ulang, dan menciptakan karya seni yang unik dengan nilai tambah. Adapun prinsip kerajinan bahan limbah keras yang wajib kita hafal terdiri dari 3R. 3R sendiri merupakan singkatan dari Reduce, Reuse, dan Recycle.

    Reduce

    Reduce mengacu pada prinsip mengurangi penggunaan material untuk meminimalisir limbah yang tidak terpakai. Dengan menggunakan bahan limbah atau sisa material yang sebelumnya akan dibuang.

    Prinsip pembuatan kerajinan bahan keras pada limbah satu ini membantu mengurangi populasi yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Ini berkontribusi pada upaya global dalam mengurangi dampak negatif limbah terhadap lingkungan.

    Reuse

    Reuse adalah prinsip untuk menggunakan ulang barang yang sudah pernah dipakai. Daripada membuangnya, kita bisa memilah barang apa saja yang bisa dipakai kembali. Konsep satu ini terbukti mampu menghasilkan kerajinan bahan keras yang berkualitas.

    Recycle

    Prinsip kerajinan bahan limbah keras terakhir adalah recycle yang notabenya bisa kita artikan mendaur ulang. Recycle adalah usaha terakhir yang bisa kita terapkan untuk mengolah limbah keras agar lebih bermanfaat. Banyak sekali produk serta kerajinan bahan keras yang bisa kita hasilkan dari limbah daur ulang. Misalnya buku tulis, kotak pensil, hiasan dinding, dan lain sebagainya.

    B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras

    1. Bahan Keras Alam

    Bahan keras alam adalah bahan kerajinan yang dipereloh dari alam sekitar dan merupakan sumber daya alam baik hutan, bumi, maupun perairan.

    Sifatnya pejal, solid, kuat, padat, dan tidak mudah berubah bentuk.

    Kerajinan yang terbuat dari benda keras memiliki kecenderungan kuat dan tahan lama bahkan bertahun-tahun lamanya.

    Contoh bahan keras alam yang sering ditemui yaitu: kayu, bambu, rotan.

    Ciri-ciri Bahan Keras Alam
    a. Kayu
    • Kayu terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya, mahoni, pinus, jati, hitam, nangka, kelapa, lame, albasia, sungkai, kamper, meranti, dan sebagainya.
    • Masing-masing kayu memiliki ciri yang berbeda. Tetapi selain keras rata-rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.
    • Memiliki lingkaran tahun.
    • Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir.
    • Ada yang memiliki beban ringan seperti lame dan albasia, ada pula yang berat seperti jati.
    • Sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.
    b. Bambu
    • Batangnya kuat, namun akan terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.
    • Memiliki rongga dari ukuran 1 cm hingga 20 cm. Sehingga dapat dibuat sebagai wadah dalam kerajinan.
    • Memiliki ruas batang. Ruas inilah yang unik. Terkadang dalam pembuatan kerajinan sangat ditonjolkan.
    • Tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.
    • Dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

    Tags: kerajinan bahan keras prinsip

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia