... 10 Ide Proposal Prakarya Kerajinan DIY yang Kreatif untuk Inspirasi Anda

Proposal Prakarya - Mengangkat Seni Kerajinan dalam Karya Rajut dan DIY

BAB 3: Rencana Usaha

Nama usaha:

Nama usaha merupakan cerminan dari suatu usaha. Sama seperti nama usaha kerajinan kami yaitu “Jejak Kreatif” yang merupakan cerminan dari awal mula usaha ini diciptakan yaitu kreativitas dalam mengolah sumber daya yang tersedia di alam.

Melalui nama ini kami ingin menyampaikan bahwa kreativitas merupakan kunci dari suksesnya usaha kerajinan tangan ini, meskipun bahan baku yang digunakan adalah bahan baku yang dianggap tidak mempunyai nilai jual.

Produk yang dihasilkan:

Rincian harga:

Berikut ini rincian harga yang kami tetapkan pada setiap produk kerajinan tangan Jejak Kreatif:

1 . Tas Selempang : Rp. 50.000

2. Tas Wanita : Rp. 90.000

3. Pouch Wanita : Rp. 35.000

4. Vas Bunga : Rp. 60.000

5. Keranjang Pakaian : Rp. 75.000

6. Keranjang Makanan : Rp. 95.000

7. Rak Buku : Rp. 65.000

8. Rak Make Up : Rp. 55.000

Target market:

Target market dari kerajinan tangan Jejak Kreatif adalah seluruh perempuan pada rentan usia 20-50 tahun dari berbagai daerah yang memiliki kecintaan khusus terhadap produk kerajinan tangan dan memiliki rata-rata penghasilan bulanan sebesar Rp. 5.000.000.

Strategi pemasaran:

Saat ini Jejak Kreatif memakai dua strategi pemasaran, yaitu pemasaran secara offline dan pemasaran online. Dalam pemasaran offline kami bekerjasama dengan toko oleh-oleh daerah serta bekerjasama dengan jasa pengiriman untuk mempermudah ekspor produk.

Selain itu kami juga menawarkan produk kerajinan tangan ke beberapa instansi pemerintahan. Sedangkan dalam pemasaran online kami membuka toko di beberapa marketplace yaitu Tokopedia, Lazada, dan Shopee untuk memastikan konsumen mendapatkan barang original.

Kami juga membuat akun di media sosial untuk update stok dan membuat konten-konten menarik seputar kerajinan tangan Jejak Kreatif. Untuk menarik perhatian konsumen kami juga meminta influencer daerah untuk mereview dan mempromosikan produk kerajinan tangan kami.

Proposal Prakarya Pembuatan Kerajinan Tangan: Berkreasi dengan Lebih Santai!

Siapa bilang membuat proposal prakarya pembuatan kerajinan tangan harus membosankan? Di artikel ini, kami akan mengajak Anda untuk berkreativitas dengan lebih santai!

Pembuatan kerajinan tangan merupakan salah satu kegiatan yang bisa membuat pikiran lebih rileks dan pikiran lebih segar. Dari sekian banyak kerajinan tangan yang bisa dibuat, kita akan mengajukan proposal untuk membuat kerajinan yang unik dan menarik.

Sekarang, mari kita bayangkan: Anda sedang berjalan-jalan di tengah pedesaan yang indah, dengan hawa segar yang menyentuh wajah. Di sekitar Anda, terdapat banyak potensi bahan-bahan alami yang dapat dipergunakan untuk membuat kerajinan tangan. Suara burung yang riang membuat suasana semakin hidup dan menenangkan. Suasana yang sempurna untuk mendapatkan inspirasi dan menciptakan karya yang luar biasa!

Selain itu, untuk melengkapi sentuhan alamiah pada kerajinan tangan kita, kita dapat menggunakan bahan lain yang mudah ditemukan di sekitar kita, seperti daun kering, kulit kacang, atau ranting kecil. Kombinasi bahan-bahan tersebut akan memberikan kesan alami pada karya yang kita buat, sekaligus mengingatkan kita akan keindahan alam yang ada di sekitar kita.

Tentunya, dalam membuat proposal ini, kita tidak bisa mengabaikan faktor kepraktisan. Oleh karena itu, dalam proposal ini, kami juga menyarankan menggunakan teknik sederhana yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Tidak perlu peralatan atau keterampilan khusus, cukup dengan alat dan kemampuan dasar, kita dapat menghasilkan karya yang menakjubkan.

Selain itu, dalam proposal ini kami juga menyarankan untuk melibatkan masyarakat sekitar. Bekerjasama dengan warga setempat, kita dapat mengadakan pelatihan pembuatan kerajinan tangan menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Dengan melibatkan masyarakat, selain mengembangkan kemampuan mereka, kita juga dapat merangsang pertumbuhan ekonomi lokal.

BAB II PEMBAHASAN

A. Profil

Anyaman bambu atau kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam karya di Indonesia. Selain digunakan sebagai anyaman, bambu juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan alat-alat rumah tangga.

Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas-tas yang unik dan berbeda dari yang lain.

Maka dari itu penulis akan menciptakan sebuah tas yang berasal dari anyaman bambu dengan model dan design kekinian. Anyaman akan dipadukan dengan bahan atau media lain sehingga menghasilkan desain atau model yang unik.

Selain itu kesannya yang cukup mewah juga bisa digunakan dalam berbagai acara.Tentunya dengan ini masyarakat akan jauh lebih tertarik menggunakan produk anyaman bambu dalam negeri.

B. Strategi Pasar

Agar bisnis diatas berhasil, maka penulis akan melakukan strategi pemasaran sebagai berikut ini.

1. Segmenting

Yang pertama yaitu segmenting atau segmentasi pasar, merupakan suatu kegiatan membagi suatu pasar menjadi beberapa kelompok pembeli.

Ada dua kriteria dalam segmentasi pasar, yaitu geografis dan demografis. Untuk kali ini penulis menetapkan kalangan perempuan remaja hingga dewasa, karena pada tahap inilah sifat konsumtif mulai muncul.

2. Targetting
3. Posotioning

Positioning merupakan terbentuknya gambaran yang cocok bagi konsumen untuk tertarik membeli produk ini. agar lebih menarik masyarakat, penulis memberikan berbagai macam model terbaru yang fashionable, serta tambahan bahan yang membuat tas menjadi lebih estetik.

C. Analisis SWOT Untuk Kelayakan Usaha

1. Kekuatan (Strength)

Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan. Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.

BAB III RENCANA ANGGARAN

1. Modal/ Pemasukan

Modal yang dibutuhkan oleh penulis dalam sekali produksi tas anyaman adalah Rp.1.500.000, dengan rincian:

Total Biaya = perlengkapan + bahan baku + biaya lainnya
= Rp. 40.000 + Rp. 20.000 + Rp. 15.000

Produksi 20 pcs = Rp. 75.000 x 20
= Rp. 1.500.000

2. Penentuan Harga Jual

Harga pokok produksi adalah hasil dari total biaya dibagi dengan total produk.
= Rp. 75.000 per pcs

Harga Jual = Harga pokok + laba yang diinginkan
= Rp. 75.000 + Rp. 25.000
= Rp. 100.000

3. Perhitungan Laba/Rugi

Laba = (Harga Jual x Hasil Produksi) – Modal
= (100.000 x 20)-Rp. 1.500.000
=Rp. 2000.000 – Rp. 1.500.000
= Rp. 500.000

Presentase Laba = Laba/ Modal x 100%
= 500.000/1500.000 x 100%
= 33%

Download Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Dokumen tertulis ini mencerminkan segala elemen yang relevan, segment bisnis internal, serta eksternal atau bahkan pekerjaan baru. Biasanya proposal bisnis di sini berisikan tentang tujuan dan strategi dikembangkannya bisnis tersebut.

Banyak sekali manfaat yang bisa diambil ketika kamu membuat proposal usaha seperti ini. Manfaat tersebut diantaranya yaitu bisa membandingkan rencana dan pengusaha dengan hasil nyata, serta membantu wirausaha dalam merancang dan menguji strateginya.

Untuk lebih lengkap, silahkan simak penjelasan dibawah ini mengenai proposal usaha kerajinan.

1. Anggaran Usaha dalam Contoh Proposal Usaha Kerajinan

Setiap contoh proposal usaha kerajinan pasti memiliki yang namanya anggaran usaha. Anggaran ini tentu digunakan untuk mengetahui berapa saja budget yang akan dikeluarkan oleh perusahaan terhadap produk tersebut.

Dengan adanya anggaran usaha, bisa dipastikan kamu tidak akan mengalami kerugian terlalu dalam. Selain itu kamu juga bisa lebih memantau pemasukan dan pengeluaran uang yang ada di perusahaan kamu.

Anggaran usaha ini meliputi modal, rencana harga jual, dan juga profit. Jangan lupa untuk melakukan analisis SWOT seperti dibawah ini.

A. Strength

Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan. Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.

Cara memahami kekuatan tersebut bisa dengan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan perusahaan. Apa yang membuat bisnis kamu lebih baik dari lainnya, keunikan, dan masih banyak lagi.

B. Weakness

Kedua yaitu weakness atau biasa disebut sebagai kelemahan. Kamu sudah pasti paham bahwa setiap bisnis tentu memiliki kelemahan. Setiap perusahaan pasti memiliki celah-celah yang bisa berpotensi menimbulkan kesalahan.

Nah, dari sini kamu harus lebih detail dalam mengawasi segala kelemahan bisnis tersebut. Kamu harus bisa mengidentifikasi apa saja yang wajib ditingkatkan dalam perusahaan, yang harus dihindari, dan faktor penyebab kerugiannya.


Tags: kerajinan proposal

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia