Proposal Prakarya - Mengangkat Seni Kerajinan dalam Karya Rajut dan DIY
Kesimpulan
Dalam membuat proposal prakarya pembuatan kerajinan tangan, penting untuk memiliki rencana yang matang dan terperinci. Proposal ini akan menjadi panduan yang membantu meminimalisir risiko dan menarik minat pihak yang berkepentingan untuk bekerja sama dalam proyek pembuatan kerajinan tangan. Mulailah dengan melakukan riset pasar, merancang desain yang unik, menentukan langkah-langkah produksi, dan membuat estimasi biaya yang akurat. Dengan melakukan langkah-langkah ini, Anda akan memiliki proposal prakarya pembuatan kerajinan tangan yang efektif dan menjadikan proyek Anda sukses. Tunggu apa lagi? Segera lakukan tindakan dan mulailah membuat proposal Anda sekarang juga!
Share this:
Related posts:
Seorang penulis berbakat yang tumbuh dengan kecintaan mendalam terhadap dunia kerajinan tangan dan seni. Sejak kecil, sering menghabiskan waktu luangnya di ruang kerajinan, menggali kreativitasnya melalui berbagai jenis kerajinan seperti origami, sulam, dan keramik. Hobi ini berlanjut hingga dewasa, dan menjadi penulis yang piawai dalam mengulas berbagai teknik, proyek DIY, dan tren terbaru dalam dunia kerajinan tangan. Dengan kemampuan menulisnya yang mengagumkan, berbagi pengetahuannya melalui artikel-artikel informatif dan menginspirasi para pembaca yang ingin memperluas pemahaman mereka tentang seni dan kerajinan.
BAB III RENCANA ANGGARAN
1. Modal/ Pemasukan
Modal yang dibutuhkan oleh penulis dalam sekali produksi tas anyaman adalah Rp.1.500.000, dengan rincian:
Total Biaya = perlengkapan + bahan baku + biaya lainnya
= Rp. 40.000 + Rp. 20.000 + Rp. 15.000
Produksi 20 pcs = Rp. 75.000 x 20
= Rp. 1.500.000
2. Penentuan Harga Jual
Harga pokok produksi adalah hasil dari total biaya dibagi dengan total produk.
= Rp. 75.000 per pcs
Harga Jual = Harga pokok + laba yang diinginkan
= Rp. 75.000 + Rp. 25.000
= Rp. 100.000
3. Perhitungan Laba/Rugi
Laba = (Harga Jual x Hasil Produksi) – Modal
= (100.000 x 20)-Rp. 1.500.000
=Rp. 2000.000 – Rp. 1.500.000
= Rp. 500.000
Presentase Laba = Laba/ Modal x 100%
= 500.000/1500.000 x 100%
= 33%
Unsur penting yang wajib ada dalam contoh proposal usaha kerajinan
Saat hendak membuat suatu contoh proposal usaha kerajinan, pastikan juga untuk memperhatikan beberapa unsur penting di dalamnya. Inilah yang kemudian membuat proposal semacam ini tak bisa dibuat dengan sembarangan.
Guna mendapat suntikan dana dari investor yang dituju, proposal usaha harus memiliki tujuh unsur berikut ini.
Pendahuluan
Di bagian pendahuluan ini, setiap pebisnis harus mampu memperkenalkan diri sekaligus bisnis yang dilakoni. Jadi sebaiknya, jelaskan secara rinci bisnis tersebut.
Dimulai dari latar belakang pembuatan usaha, kondisi pasar, visi dan misi supaya investor mengetahui sebesar apa peluang bisnis yang ditawarkan. Pastikan juga bagian ini dikemas dengan sesempurna mungkin supaya pembaca tertarik untuk membaca halaman selanjutnya.
Jangan lupa untuk mencantumkan informasi yang padat, singkat, dan jelas agar pembaca tidak merasa jenuh. Dengan begitu, contoh proposal usaha kerajinan yang dibuat bisa lebih menjangkau banyak target investor.
Profil bisnis
Di setiap contoh proposal usaha kerajinan harus terdapat informasi mengenai profil bisnis yang dimaksud. Baik itu soal jenis usaha, nama, sampai lokasi usaha terkait.
Struktur perusahaan
Bisa dipastikan setiap perusahaan memiliki struktur tersendiri. Sebab, tak mungkin seorang pengusaha mampu berdiri sendiri tanpa bantuan atau campur tangan dari pihak lain.
Tentu saja ada sistem atau kepengurusan yang dijalankan supaya usaha kerajinan yang dimaksud bisa berjalan lancar.
Ketika menjalankan suatu bisnis, investor bakal lebih percaya jika tercipta kerja sama yang baik antara karyawan dengan pemilik perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, cantumkan struktur kepengurusan perusahaan pada contoh proposal usaha kerajinan yang dimaksud.
BAB II PEMBAHASAN
A. Profil
Anyaman bambu atau kerajinan anyaman dari bambu merupakan salah satu jenis dari berbagai macam karya di Indonesia. Selain digunakan sebagai anyaman, bambu juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan alat-alat rumah tangga.
Pada zaman milenial seperti saat ini, kebutuhan akan sandang sangat meningkat, salah satu contohnya adalah tas. Masyarakat cenderung memilih tas-tas yang unik dan berbeda dari yang lain.
Maka dari itu penulis akan menciptakan sebuah tas yang berasal dari anyaman bambu dengan model dan design kekinian. Anyaman akan dipadukan dengan bahan atau media lain sehingga menghasilkan desain atau model yang unik.
Selain itu kesannya yang cukup mewah juga bisa digunakan dalam berbagai acara.Tentunya dengan ini masyarakat akan jauh lebih tertarik menggunakan produk anyaman bambu dalam negeri.
B. Strategi Pasar
Agar bisnis diatas berhasil, maka penulis akan melakukan strategi pemasaran sebagai berikut ini.
1. Segmenting
Yang pertama yaitu segmenting atau segmentasi pasar, merupakan suatu kegiatan membagi suatu pasar menjadi beberapa kelompok pembeli.
Ada dua kriteria dalam segmentasi pasar, yaitu geografis dan demografis. Untuk kali ini penulis menetapkan kalangan perempuan remaja hingga dewasa, karena pada tahap inilah sifat konsumtif mulai muncul.
2. Targetting
3. Posotioning
Positioning merupakan terbentuknya gambaran yang cocok bagi konsumen untuk tertarik membeli produk ini. agar lebih menarik masyarakat, penulis memberikan berbagai macam model terbaru yang fashionable, serta tambahan bahan yang membuat tas menjadi lebih estetik.
C. Analisis SWOT Untuk Kelayakan Usaha
1. Kekuatan (Strength)
Analisis SWOT yang pertama yaitu strength atau biasa disebut kekuatan. Di sini kamu harus bisa memahami kekuatan terbesar apa yang bisnis kamu miliki, hal ini sangat berpengaruh positif terhadap kesuksesan perusahaan kamu.
Kekurangan Proposal Prakarya Pembuatan Kerajinan Tangan
– Memerlukan waktu dan usaha yang lebih dalam perencanaan dan penyusunan proposal, terutama dalam mencari data dan informasi yang relevan.
1. Bagaimana cara menentukan harga jual kerajinan tangan?
Untuk menentukan harga jual kerajinan tangan, Anda perlu mempertimbangkan biaya produksi, keuntungan yang diinginkan, dan harga pasar untuk jenis kerajinan yang serupa. Jangan lupa untuk mempertimbangkan kualitas bahan dan tingkat kerumitan dalam produksi kerajinan tangan.
2. Berapa lama waktu produksi yang diperlukan untuk membuat kerajinan tangan?
Waktu produksi kerajinan tangan dapat bervariasi tergantung pada tingkat kerumitan desain dan teknik yang digunakan. Sebagai acuan, estimasi waktu produksi dapat diperoleh melalui percobaan dan pengalaman pada proyek sebelumnya.
3. Apakah dibutuhkan keterampilan khusus untuk membuat kerajinan tangan?
Tergantung pada jenis kerajinan tangan yang akan dibuat, kemampuan dan keterampilan khusus mungkin diperlukan. Beberapa kerajinan tangan mungkin membutuhkan pemahaman tentang teknik menjahit, merajut, atau mengukir, sementara yang lain mungkin hanya membutuhkan keahlian dasar dalam penggunaan alat dan bahan.
4. Apakah diperlukan modal untuk memulai bisnis kerajinan tangan?
Ya, umumnya diperlukan modal untuk memulai bisnis kerajinan tangan. Modal ini akan digunakan untuk membeli bahan dan peralatan produksi, serta memasarkan produk. Namun, tingkat modal yang dibutuhkan dapat bervariasi tergantung pada skala bisnis yang diinginkan.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memasarkan kerajinan tangan, antara lain melalui toko online, media sosial, pameran, atau dengan menjalin kerjasama dengan toko-toko konvensional. Pastikan untuk menggunakan platform yang sesuai untuk menjangkau target pasar yang tepat.
Tags: kerajinan proposal