Proses Memperoleh Alis Cantik dengan Metode Peel Off Sulam
Apa itu sulam alis?
Sulam alis adalah prosedur kosmetik untuk mengisi alis dengan menanamkan pigmen berwarna.
Pigmen ini memiliki tekstur menyerupai rambut asli dan dipasang mengikuti jalur pertumbuhan rambut asli, alias feathering .
Dalam teknik feathering , Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada teknisi untuk mendapatkan pigmen warna yang senada dengan warna rambut alis asli Anda.
Dengan begitu, prosedur sulam akan menghasilkan bentuk alis baru yang terlihat lebih alami.
Mengutip situs The Society of Permanent Cosmetic Professionals , tidak seperti tato alis yang menembus lapisan kulit yang dalam, sulam alis hanya memengaruhi lapisan terluar kulit, yakni epidermis.
Itu sebabnya hasil sulam umumnya hanya bertahan hingga dua tahun dengan touch-up rutin.
Sulam alis akan memudahkan Anda mengganti model alis sesuai dengan keinginan Anda. P rosedur ini juga cocok bagi Anda yang ingin alis tipis atau memberikan warna yang lebih gelap agar alis terlihat lebih jelas.
Apa itu sulam alis?
Tidak seperti tato alis permanen tradisional, ‘sulam alis’ (eyebrow embroidery) dirancang sebagai metode mempercantik alis dengan tampilan atau rambut semi-permanen seperti guratan, yang bisa dibilang terlihat lebih alami dan realistis.
Pada intinya sulam alis atau kerap disebut juga dalam istilah ‘microblading’, biasanya dilakukan dengan alat genggam untuk membuat sayatan kecil pada alis, yang kemudian akan diisi dengan pigmen untuk membuat guratan seperti rambut kecil.
Jenis sulam alis
Perbedaan utama antara metode semi permanen microblading alis dengan tato alis permanen adalah seberapa dalam tinta disuntikkan ke dalam kulit. Tato alis tradisional dimaksudkan untuk bertahan, sedangkan sulam alis akan memudar pada periode waktunya, yang biasanya perlu di-retouch.
Sementara ‘microfeathering’ adalah variasi microblading, yang mana biasanya mengoptimalkan rambut atau bentuk alis yang ada sebagai alas dan mengisinya sesuai kebutuhan, untuk menambah tekstur dan dimensi pada alis.
Sedangkan ‘microshading’ adalah variasi lain dari microblading, dengan hasil akhirnya tidak terlihat sekeras microblading. Biasanya digunakan untuk membuat tampilan lembut dan alami, yang terlihat seperti bedak alis (eyebrow powder).
Kekurangan microblading alis
Berikut adalah kekurangan eyebrow microblading:
Masih banyak wanita yang beranggapan bahwa sulam alis dan tato alis itu sama. Padahal keduanya sangat berbeda. Meski sama-sama memiliki tujuan membentuk alis supaya tak perlu digambar pakai pensil alis, proses dan hasil dari dua perawatan ini berbeda jauh.
Tato alis biasanya dilakukan menggunakan mesin dengan memasukkan tinta secara langsung ke lapisan kulit keempat. Rasa sakit yang muncul akibat treatment ini tentu lebih sakit dibanding microblading eyebrow.
Tak hanya itu, tato alis juga memberikan hasil alis yang memiliki kesan kaku dan ngeblok. Sebab memang teknik yang dipakai adalah blocking.
Dalam membuat tato di alis, alis asli harus dicukur habis. Proses penyembuhannya sebenarnya hampir sama, yakni 4 minggu sampai 6 minggu untuk sembuh total.
Itulah sekilas tentang sulam alis microblading yang bisa menjadi solusi cara menyulam alis bagi Anda yang kesulitan membuat gambar alis yang bagus setiap hari.
Plus Minus Cara Menyulam Alis dengan Sulam Alis Microblading
Cara menyulam alis dengan microblading sudah cukup lama dikenal di Indonesia. Ini merupakan proses yang dipilih oleh sebagian wanita untuk mendapatkan alis yang cantik dan rapi.
Pasalnya, tak semua wanita lahir dengan alis yang tebal, cantik, dan rapi. Ada yang alisnya tipis bahkan tak berambut. Ada pula yang tebal, tapi tidak terlihat rapi sama sekali.
Membuat gambar alis yang bagus pakai pensil alis memang menjadi solusi yang lumayan menguntungkan, tapi tak semua orang bisa menggambar alis dengan bagus. Sulit sudah pasti. Takut tidak simetris kanan dan kiri. Takut ini itu.
Belum lagi masalah waktu, menggambar alis membutuhkan waktu yang cukup lama buat para pemula. Kalau dituntut untuk tampil dengan riasan yang selalu ON, ini akan menyita banyak waktu dan bisa jadi mengganggu kegiatan lainnya.
Maka dari itu, sulam alis disinyalir bisa menjadi solusi kekinian yang menawarkan alis yang bagus tanpa memakan banyak waktu. Sebab, sulam alis bisa membuat alis terlihat tebal dengan presisi yang baik.
Kita pun tidak perlu mengoreksi makeup terus-terusan.
Apakah hanya itu keuntungan dari microblading alis? Mari sama-sama kita kenalan dengan proses ini secara lebih detail.
Bahaya dan efek samping microblading alis
Berikut ini adalah beberapa bahaya atau efek samping microblading alis bagi kesehatan yang bisa menjadi catatan kamu sebelum melakukan sulam alis:
Bisa terasa menyakitkan dan perlu waktu untuk sembuh
Tidak dapat digosok dengan sabun, terkena riasan wajah, atau keringat berlebih, sekitar tujuh hari pertama. Kamu bisa bicara dengan ahli atau teknisi sulam alis untuk memastikan cara sembuh terbaik.
Risiko alergi bagi kulit sensitif
Jika kamu memiliki kulit sensitif atau reaksi alergi terhadap tinta dan bekas luka, kamu perlu memeriksakan diri terlebih dahulu dengan dokter atau spesialis kulit, sebelum melakukan sulam alis.
Konsultasikan juga kepada ahli atau teknisi sulam alisnya tentang proses penyembuhan, terutama jika kamu memiliki kulit sensitif atau alergi tertentu.
Efek sulam alis yakni adanya risiko infeksi
Infeksi pada kulit akibat iritasi atau reaksi alergi dari pigmen adalah kemungkinan efek samping microblading alis.
Rasa sakit dan ketidaknyamanan selama prosedur adalah hal yang wajar, dan kamu mungkin akan merasakan sedikit sisa perih sesudahnya. Namun, bisa dibilang tidak normal jika kamu mengalami berlarut-larut merasakan nyeri parah di area sulam alis.
Perhatikan area alis tersebut untuk melihat apakah menjadi bengkak atau menonjol. Jika ada keluar cairan berwarna kuning atau kemerahan yang berlebihan, bisa menjadi tanda awal infeksi.
Risiko terkena penyakit
Seperti prosedur tato lainnya, sulam alis adalah prosedur invasif yang melibatkan pengelupasan kulit dan penggunaan tinta. Jika peralatan sulam alis tidak steril, maka ada risiko juga dalam penularan penyakit infeksi, seperti HIV, hepatitis B dan C, serta infeksi kulit.
Potensi jaringan parut
Meski sulam alis awalnya terasa baik-baik saja, seiring waktu misalnya dua tahun kemudian, umumnya perlu retouch atau perbaikan, dan bisa jadi dengan cara berbeda untuk dampak minimum pada kulit.
Tags: sulam alis proses peel