Proses Menjadi Mahir - Panduan Lengkap Pembuatan Benang untuk Kerajinan dan DIY
Produksi Serat
Seluruh tekstil kebanyakan dibuat dari serat yang dibentuk dalam rangkaian yang berbeda – beda dalam menghasilkan sebuah bahan yang memiliki kekuatan – ketahanan, penampilan serta tekstur seperti yang diinginkan oleh produsen. Serat itu sendiri bisa berasal dari berbagai sumber. Mulai dari yang alami hingga sintesis. Penjelasan lebih lengkap mengenai ulasan tersebut bisa anda baca melalui link berikut.
Serat alami – kecuali sutra – aslinya memiliki karakteristik panjang serat yang pendek. Sedangkan untuk serat buatan manusia dan serat sintetis memiliki ukuran dimensi yang panjang bahkan bisa mencapai berkilo – kilometer per seratnya. Serat yang berasal dari tumbuhan memiliki material yang berbentuk selulosa. Hampir semua jenis tanaman yang memiliki selulosa yang bisa di ‘tarik’ akan mampu digunakan untuk menghasilkan serat tekstil.
Serat yang berasal dari hewan seperti wol biasanya terdiri dari protein. Serat yang berasal dari buatan manusia atau sintesis seperti rayon dan lyocell dibuat dari material mentah sejenis selulosa yang berasal dari bubur kayu. Serbuk kayu tersebut kemudian diproses menggunakan bahan – bahan kimia sebelum akhirnya bisa dipintal.
Beberapa jenis serat sintetis juga dibuat dari fosil monomer yang kemudian dibuat polimer menjadi jenis – jenis serat yang berbeda. Jenis serat sintetis yang paling banyak digunakan sampai saat ini adalah polyamide, polyacrylic dan aramid. Jumlah larutan kimia yang digunakan dalam proses produksi serat sintetis juga tergantung dari masing – masing jumlah monomer yang ada.
2 Macam Macam Benang Berdasarkan Bahan Dasar
Benang staple atau spun yarn dibuat dengan cara dipelintir atau dipintal. Benang staple dapat terdiri dari satu atau lebih dari dua jenis serat.
Umumnya, benang staple dibuat dengan campuran serat natural dan sintetis. Benang staple memiliki 4 macam cara pemintalan yaitu ring spinning, open end friction spinning, open end rotor spinning, dan air jet spinning. Ring spinning merupakan metode pemintalan benang tertua, menghasilkan benang yang kuat dan berkualitas.
Open end friction spinning, open end rotor spinning, dan air jet spinning merupakan metode-metode pemintalan benang yang mulai diterapkan pada tahun 70-80 an, metode ini dapat memproduksi benang lebih cepat khususnya metode air jet spinning yang 20x lebih cepat prosesnya dibandingkan metode ring spinning.
Namun kualitas benang yang dihasilkan ketiga metode itu terbilang tidak sekuat benang yang dihasilkan metode ring spinning.
Benang filament merupakan benang yang terbuat dari polimer cair dan semi cair. Umumnya benang filamen terbuat dari serat sintetis, karena benang filamen hanya memiliki 1 jenis serat natural yaitu serat sutra.
Benang filamen memiliki 3 macam cara pembuatan yaitu wet spinning, dry spinning, dan melt spinning. Dalam metode wet spinning, zat polimer dilarutkan dan diproses dalam larutan cair hingga membentuk benang. Benang yang dihasilkan metode wet spinning antara lain benang viscose rayon, akrilik, aramid, dan spandex.
Metode wet spinning merupakan metode yang prosesnya lebih lama dibanding metode dry spinning dan melt spinning. Metode dry spinning merupakan metode yang menggunakan larutan yang mudah menguap sehingga pada proses akhir pembuatan benang cairan tersebut sudah menguap sehingga tidak basah.
Pemanenan Kapas
Ginning merupakan sebuah proses pemanenan bunga kapas dengan cara memisahkan bunga dengan batang tumbuhan kapasnya menggunakan alat khusus. Kemudian bola-bola bunga kapas yang sudah dipanen dikeringkan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Kedua, bola-bola bunga kapas yang sudah kering dipintal dengan mesin pintal dan diolah menjadi seutas benang. Dalam tahap ini tentunya bola-bola kapas juga melewati berbagai proses seperti penggarukan dan penyisiran sehingga benang yang dihasilkan lebih lembut dan bebas kotoran biji kapas.
Bila benang hanya melewati proses penggarukan atau carding, hasil kainnya akan memiliki beberapa bintik putih pada permukaan kainnya karena terdapat sisa-sisa kotoran biji kapas. Kain yang dihasilkan juga tidak akan selembut benang yang sudah melewati tahap penyisiran atau combing.
Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning)
Blowing
Terjadi pembukaan serat, pembersihan, dan pencampuran serat → menjadi lap. Pada mesin ini yang pertama di lalui oleh material serat, gumpalan-gumpalan serat mengalami pembukaan dan pembersihan.
Jika dilihat dari fungsinya mesin blowing ini mempunyai fungsi sebagai Mesin Pembuka (opening) dan sebagai Mesin Pencampur (mixing). Prinsip kerja mesin tersebut adalah mesin berjalan disamping lay down dan membuka atau menghisap kapas yang ada dilay down 1.2mm atau sesuai program yang diset pada mesin tersebut.
Carding
Fungsi Mesin Carding:
Drawing
Terjadi proses perangkapan, penarikan, dan peregangan → sliver lebih rata. Mesin ini merupakan mesin yang memperoses sliver hasil dari mesin carding dengan cara merangkap dan menarik (Drawing) sesuai dengan no yang di kehendaki.
Adapun tujuan dan prinsip kerja mesin tersebut adalah:- Untuk memproses merangkap sliver carding dan mendraftnya dengan tujuan mendapatkn sliver yang rata
- Quality sliver yang dihasilkan dari setiap mesin carding tidak akan sama antara satu mesin dengan mesin yang lain baik itu berupa ketebalan ataupun jumlah Nep setiap gramnya. Untuk mendapatkan hasil yang rata maka sliver hasil mesin carding tersebut diproses lagi di mesin drawing, dimana beberapa sliver hasil dari carding disatukan dan di Draft menjadi nomer tertentu sehingga kekurangan/ kelemahan dari satu sliver akan tertutupi oleh sliver lainnya.
Mengenal kapas
Kapas merupakan tumbuhan yang memiliki bunga atau biji di ujung tangkainya, yang mana terdapat serat halus berwarna putih. Kapas sendiri termasuk tumbhan gossypium yang sering tumbuh di dataran yang memiliki 4 musim.
Namun kapas juga bisa tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia.
Kapas di Indonesia berawal dari zaman penjajahan Belanda yang membawa tanaman kapas untuk di uji cobakan di tanam di wilayah Indonesia.
Kapas dengan serat putih bersih yang akan di pilih untuk di jadikan bahan baku produksi seperti benang atau pakaian. Pakaian bagi manusia merupakan salah satu kebutuhan primer yang menutupi tubuh.
Tags: benang proses