Proses Menjadi Mahir - Panduan Lengkap Pembuatan Benang untuk Kerajinan dan DIY
Pembuatan Kain
Ketiga, benang yang sudah dipintal akan digunakan untuk membuat kain greige. Kain dapat dibuat menggunakan dua jenis proses yaitu proses rajut maupun tenun. Untuk bahan kaos kain akan dibuat menggunakan proses rajut atau knitting.
Proses rajut atau knitting merupakan proses dimana benang dimasukkan ke mesin rajut sehingga benang akan terhubung dengan benang lainnya karena adanya jeratan menggunakan mesin rajut circular. Mesin rajut circular menghasilkan kain dengan bentuk tubular atau menyarung. Kain bahan kaos bisa menggunakan teknik rajut single knit maupun double knit. Kain rajut single knit lebih umum dan mudah ditemukan sehingga biasa dipakai menjadi bahan kaos. Untuk kain rajut double knit biasanya lebih sulit ditemukan, biasanya digunakan untuk bahan pakaian bayi atau anak-anak karena lebih lembut.
Proses tenun atau woven adalah proses dimana benang dimasukan ke pakan dan diselipkan secara melintang. Kain tenun atau woven lebih jarang digunakan sebagai bahan utama kaos karena tidak seelastis kain rajut. Namun kain tenun atau woven memiliki variasi kain yang lebih banyak.
Mengenal kapas
Kapas merupakan tumbuhan yang memiliki bunga atau biji di ujung tangkainya, yang mana terdapat serat halus berwarna putih. Kapas sendiri termasuk tumbhan gossypium yang sering tumbuh di dataran yang memiliki 4 musim.
Namun kapas juga bisa tumbuh di daerah tropis seperti di Indonesia.
Kapas di Indonesia berawal dari zaman penjajahan Belanda yang membawa tanaman kapas untuk di uji cobakan di tanam di wilayah Indonesia.
Kapas dengan serat putih bersih yang akan di pilih untuk di jadikan bahan baku produksi seperti benang atau pakaian. Pakaian bagi manusia merupakan salah satu kebutuhan primer yang menutupi tubuh.
Produksi Serat
Seluruh tekstil kebanyakan dibuat dari serat yang dibentuk dalam rangkaian yang berbeda – beda dalam menghasilkan sebuah bahan yang memiliki kekuatan – ketahanan, penampilan serta tekstur seperti yang diinginkan oleh produsen. Serat itu sendiri bisa berasal dari berbagai sumber. Mulai dari yang alami hingga sintesis. Penjelasan lebih lengkap mengenai ulasan tersebut bisa anda baca melalui link berikut.
Serat alami – kecuali sutra – aslinya memiliki karakteristik panjang serat yang pendek. Sedangkan untuk serat buatan manusia dan serat sintetis memiliki ukuran dimensi yang panjang bahkan bisa mencapai berkilo – kilometer per seratnya. Serat yang berasal dari tumbuhan memiliki material yang berbentuk selulosa. Hampir semua jenis tanaman yang memiliki selulosa yang bisa di ‘tarik’ akan mampu digunakan untuk menghasilkan serat tekstil.
Serat yang berasal dari hewan seperti wol biasanya terdiri dari protein. Serat yang berasal dari buatan manusia atau sintesis seperti rayon dan lyocell dibuat dari material mentah sejenis selulosa yang berasal dari bubur kayu. Serbuk kayu tersebut kemudian diproses menggunakan bahan – bahan kimia sebelum akhirnya bisa dipintal.
Beberapa jenis serat sintetis juga dibuat dari fosil monomer yang kemudian dibuat polimer menjadi jenis – jenis serat yang berbeda. Jenis serat sintetis yang paling banyak digunakan sampai saat ini adalah polyamide, polyacrylic dan aramid. Jumlah larutan kimia yang digunakan dalam proses produksi serat sintetis juga tergantung dari masing – masing jumlah monomer yang ada.
Tags: benang proses