... Panduan Lengkap: Proses Pembuatan Kerajinan Tanah Liat untuk Pekerjaan Jahit DIY

Seni dan Keterampilan - Langkah-langkah Indah dalam Proses Membuat Kerajinan Tanah Liat

Kerajinan Dari Tanah Liat

Indonesia merupakan Negara dengan berbagai kekayaan alam yang bisa dimanfaatkan untuk banyak hal. Salah satunya adalah tanah liat. Di mana, bahan alam satu ini bisa dengan mudah di banyak daerah, kemudian dapat dikreasikan menjadi kerajinan tanah dari liat yang menarik.

Bahkan, hasil kerajinan menggunakan tanah liat bukan hanya sekedar menciptakan barang-barang yang bernilai seni loh, tapi juga bernilai jual.

Tanah yang memiliki tekstur halus dengan aluminium silikat hidrolik dan juga mineral ini akan mengeras ketika sudah kering. Di mana, proses pengeringannya adalah dengan pembakaran.

Mungkin, beberapa tahun lalu, tanah liat hanya sekedar digunakan sebagai bahan utama pembuatan alat-alat bangunan. Seperti batu bata, ubin, keramik, genteng, atau yang lainnya.

Seperti alat makan, bunga, vas bunga, ubin, kendi, boneka, rak boneka, lampu hias, dan lain sebagainya. Berikut adalah beberapa kerajinan dari tanah liat yang dapat Anda jadikan sebagai inspirasi.

  • 1 Kerajinan Dari Tanah Liat
    • 1.1 Alat Makan
    • 1.2 Ubin
    • 1.3 Kendi
    • 1.4 Guci
    • 1.5 Pot Bunga
    • 1.6 Tempat Lampu Taman
    • 1.7 Rak Hias Boneka
    • 1.8 Boneka
    • 1.9 Tempat lilin Aromatherapy
    • 1.10 Celengan
    • 1.11 Rumah dan Restoran
    • 1.12 Bunga
    • 1.13 Asbak
    • 1.14 Tungku Pembakaran
    • 1.15 Gentong
    • 1.16 Ukiran Timbul
    • 1.17 Miniatur
    • 1.18 Patung

    Cara Membuat Pot Tanah Liat

    Artikel ini disusun bersama Natasha Dikareva, MFA. Natasha Dikareva adalah Seniman Instalasi dan Pemahat yang tinggal di San Francisco, California. Dengan lebih dari 25 tahun pengalaman dalam seni instalasi, pahat, dan keramik, Natasha juga mengajar lokakarya seni pahat dari bahan keramik dengan tajuk "Adventures in Clay" yang membahas pengembangan konsep, teknik pembentukan dengan tangan, tekstur, dan teknik pelapisan kaca. Karyanya dipamerkan secara solo maupun berkelompok di Beatrice Wood Center for the Arts, Abrams Claghorn Gallery, Bloomington Center for the Arts, Maria Kravetz Gallery, dan American Museum of Ceramic Art. Dia mengajar di University of Minnesota dan American Indian OIC School. Natasha mendapat penghargaan Excellence Award pada 1st World Teapot Competition, Best in Show pada 4th Clay & Glass Biennial Competition, dan Grand Prize dari American Museum of Ceramic Art. Natasha memiliki gelar MFA dari University of Minnesota dan gelar BFA dari Kiev Fine Arts College.

    Pot tanah liat yang begitu akrab dengan kehidupan kita sehari-hari memiliki sejarah panjang. Leluhur kita membutuhkan wadah untuk mengangkut air dan menyimpan makanan dan mereka menemukan bahwa tanah liat yang secara alami tahan air sangat ideal untuk keperluan tersebut. Meskipun sekarang ini kita bisa membeli wadah di toko dan air dialirkan melalui pipa, tanah liat tetap menjadi bahan untuk menghasilkan kerajinan dan karya seni yang indah dan praktis.

    Melakukan Persiapan

    Uleni tanah liat. Anda bisa memulai dengan sekitar 250 gr tanah liat. Menguleni dengan tangan akan membuat tanah liat secara perlahan-lahan menjadi hangat dan mengeluarkan gelembung udara di dalamnya. Langkah ini akan membuat konsistensi tanah liat lebih merata, menghilangkan bagian-bagian yang lembek, dan menjadikan tanah lihat lebih lentur dan lebih mudah dibentuk. Usahakan untuk tidak melipat, menusuk tanah liat dengan jari, atau melakukan tindakan lain yang dapat menyebabkan kantong udara terbentuk. Keberadaan kantong udara dapat menyebabkan pot meledak saat dipanggang.

    7 Ide Kerajinan dari Tanah Liat untuk Dekorasi Rumah

    Pada dasarnya, tanah liat adalah tanah yang terbentuk melalui suatu proses pelapukan kerak bumi kemudian disusun oleh batuan feldspatik. Batuan feldspatik sendiri terdiri dari batuan granit serta batuan beku. Bagian batuan ini juga terbentuk dari berbagai unsur seperti diantaranya oksigen, silikon, serta aluminium.

    Selanjutnya, aktivitas panas bumi kemudian membuat kerak bumi ini menjadi lebih lapuk yang dilakukan juga oleh asam karbonat sehingga pada akhirnya menjadikan batuan ini berbentuk seperti tanah liat. Tanah liat sendiri umum digunakan dalam berbagai kegiatan pembangunan seperti kerajinan gerabah, batu bata dan sebagai wadah piring, guci, kendi, kuali dan sebagainya.

    Dekorasi rumah sebagai suatu sentuhan akhir yang dapat kamu gunakan untuk menyempurnakan tampilan dari hunian. Terdapat banyak sekali pilihan dekorasi yang dapat menjadi pilihanmu, salah satunya dengan memanfaatkan kerajinan tanah liat yang khas dengan kesan tradisionalnya sebagai diantara pilihan untuk menambahkan unsur natural dan tradisional pada hunian.

    Terdapat banyak sekali bentuk kerajinan dari tanah liat yang dapat menjadi pilihanmu untuk melengkapi dekorasi di rumah.

    1. Kendi dan Guci

    Kerajinan dari tanah liat dalam bentuk guci dan kendi dapat menjadi ide dekorasi hunian. Sebab ada banyak kerajinan tanah liat termudah ditemui di berbagai macam bentuk vas, guci, dan kendi hias.

    Pada suatu kerajinan tanah liat dengan ukuran besar sendiri kemudian dapat digunakan untuk mengisi sudut-sudut ruang yang kosong. Sementara itu, untuk guci dan kendi dengan ukuran yang lebih kecil kemudian dapat kamu pajang di lemari hias atau di atas meja sebagai vas bunga.

    2. Roster Terakota

    3. Ornamen atau Ukiran Timbul

    Kerajinan dari tanah liat dalam bentuk ornamen pada dinding. Alternatif kerajinan tanah liat lainnya sendiri dapat kamu gunakan untuk mempercantik hunian misalnya pada ornamen dinding yang terbuat dari tanah liat. Dengan tekstur dan warna yang khas, kerajinan tanah liat ini juga dapat kamu gunakan untuk menghiasi pilar atau sebagai pengganti lukisan untuk mengisi sisi ruangan yang masih kosong.

    Jenis-Jenis Tanah Liat untuk Bahan Baku Kerajinan dari Tanah Liat

    Ada berbagai jenis tanah liat yang tersedia di sekitar kita yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kerajinan tanah liat dan produk lainnya.

    1. Tanah Liat Earthenware

    Jenis tanah liat earthenware, pada jenis tanah liat ini yang umumnya paling banyak digunakan oleh para pengrajin. Kelebihannya ada pada tersedianya berbagai warna, seperti putih, abu-abu, coklat, orange, dan merah. Karena adanya kandungan berupa zat besi dan mineral dalam jumlah yang tinggi, maka jenis tanah liat ini umumnya memiliki kualitas yang tergolong baik.

    2. Tanah Liat Kaolin Clays

    Tanah liat jenis Kaolin Clays umumnya banyak digunakan untuk membuat porselen karena mengandung mineral murni. Sementara warna dari jenis tanah liat ini adalah terang dan tidak terlalu lentur. Dengan demikian, tanah liat jenis ini juga cukup sulit untuk dibentuk. Untuk menghasilkan porselen terbaik, disarankan juga agar mencampur Ball Clay dan Kaolin Clays.

    3. Tanah Liat Ball Clays

    Tanah liat jenis ini memiliki warna abu-abu gelap dengan kandungan mineral yang sedikit. Teksturnya juga bisa menjadi sangat lentur. Biasanya jenis tanah liat ini kerap digunakan sebagai campuran kaolin dalam proses pembuatan porselen.

    4. Tanah Liat Fire Clays

    Walaupun tanah liat dengan jenis fire clays tidak banyak mengandung bijih mineral, namun tanah liat yang dibakar masih memiliki kandungan partikel biji besi di dalamnya. Sama seperti dua jenis tanah liat sebelumnya, fire clays kerap digunakan dalam pembuatan tembikar, namun juga dapat digunakan sebagai alat pelindung pintu.

    5. Tanah Liat Stoneware Clays

    Tanah liat jenis stoneware merupakan jenis tanah liat yang memiliki sifat elastis dan mencapai level kekerasan maksimum pada suhu antara 1.204-1.280 derajat celcius. Dengan warna abu-abu terang, tanah liat stoneware ini kemudian dapat berubah menjadi warna abu-abu netral ketika tekstur tanah liat menjadi sedikit lebih lembab. Di sisi lainnya, tanah liat stoneware ini bersifat kasar dan mengandung banyak partikel butiran pasir.

    Memanfaatkan Karakteristik Tanah Liat untuk Pembuatan Kerajinan

    Seperti yang kita ketahui tanah liat memiliki sifat dasar yang lunak sehingga mudah dalam hal pembentukannya. Dengan sifat dan bentuknya yang lengket ketika basah serta mengeras ketika kering. Namun, lebih dari itu tanah liat juga memiliki berbagai karakteristik lain yang bisa mendukungnya dalam proses pembuatan kerajinan tanah liat.

    Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

    1. Bersifat Lengket

    Salah satu ciri-ciri utama dari tanah liat adalah sifatnya yang lengket. Tanah liat sendiri umumnya memiliki tekstur yang lebih lengket ketika basah sehingga lebih mudah dalam mengubah bentuknya. Namun, tanah liat juga dapat menjadi gumpalan keras ketika sudah menjadi kering. Hal ini dikarenakan kandungan jenis mineral pada lempung yang banyak terdapat dalam tanah liat.

    2. Sulit Menyerap Air

    Tanah liat juga memiliki sifat sulit menyerap air sehingga lebih banyak diperuntukkan sebagai bahan bangunan. Karenanya tanah liat biasanya tidak disarankan digunakan untuk lapisan tanah media tanaman.

    3. Berwarna Abu-abu

    Umumnya tanah liat tidak memiliki warna yang terlalu terang atau terlalu gelap. Warna tanah liat yang cenderung hanya berwarna hitam dan keabu-abuan. Namun beberapa jenis tanah liat juga memiliki warna dasar kuning kemerahan yang lebih banyak digunakan oleh para pengrajin tanah liat.

    4. Dapat Berubah Menjadi Butiran Halus

    Karena sifatnya yang keras dan menggumpal ketika kering, butiran-butiran kecil dari tanah liat kemudian dapat terpecah jika tidak menyatu dengan bentuk awalnya. Butiran ini sendiri biasanya seperti pada pasir dan kerikil yang umum ditemukan pada area sekitar tanah liat ketika kering, dan pada dasarnya, tanah liat terdiri dari dua jenis yaitu tanah liat primer bersifat murni dan tanah liat sekunder dengan sifatnya yang plastis.


    Tags: kerajinan proses

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia